The Nusa Dua, Bali, 11 Juli 2026 - Kantor Berita ANTARA menampilkan 62 foto tunggal pada Pameran Fotografi Jurnalistik bertajuk “Negeri Bola: Dari Lapangan Kampung Menuju Panggung Dunia” di Peninsula Island, The Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, 11-24 Juli 2026.“Pameran ini adalah sebuah cerita bagaimana sebuah bola yang bergulir mampu menggerakkan, menyatukan, dan memberi alasan untuk terus merawat mimpi menuju panggung dunia,” kata Kurator Nyoman Budhiana di sela pembukaan pameran fotografi jurnalistik di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu.Pameran luar ruangan tersebut diselenggarakan oleh Redaksi Foto dan ANTARA Biro Bali, berkolaborasi dengan BUMN PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) The Nusa Dua.Fotografer senior dan redaktur foto itu merinci ada 62 foto karya tunggal dan empat karya foto cerita, hasil karya 37 pewarta foto ANTARA dari seluruh Indonesia yang dipamerkan dengan tata letak unik menyerupai lapangan bola, ditambah latar belakang pesisir Nusa Dua.Melalui pameran terbuka untuk umum dan gratis itu publik dapat merasakan lebih dekat kiprah sepak bola Indonesia, semangat sportivitas, mendukung pariwisata olahraga di tanah air, sekaligus menghibur pengunjung termasuk wisatawan domestik dan mancanegara.Mata pengunjung diajak menikmati karya jurnalistik melalui bidikan lensa para pewarta foto profesional ANTARA dari masa ke masa, mulai dari koleksi foto hitam putih 1970’an hingga era terkini.Arsip visual itu menegaskan bahwa sepak bola tak sekedar olahraga, tapi juga melahirkan beragam ekspresi budaya yang unik di berbagai daerah, misalnya sepak bola api menggunakan buah kelapa yang dibakar dalam perayaan adat dan keagamaan.Kegembiraan serupa juga pecah di jalanan, pesisir pantai, hingga lumpur sawah melalui pertandingan jenaka di berbagai lapangan kampung yang menjadi ruang inklusif sepak bola wanita dan penyandang disabilitas.Pameran juga merekam babak baru penuh optimisme Skuad Garuda hingga “demam” Piala Dunia 2026 yang menjalar di pelosok tanah air.Sementara itu, Direktur Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Maroli J Indarto yang membuka pameran tersebut mengungkapkan foto jurnalistik tidak hanya menceritakan sebuah pertandingan, tetapi juga merekam emosi, harapan, dan semangat yang menjadi memori kolektif bangsa.Komdigi juga terus mendorong penguatan literasi digital agar masyarakat semakin kritis dalam menerima informasi sekaligus semakin menghargai karya jurnalistik yang kredibel."Kami berharap pameran foto tidak hanya menjadi ruang apresiasi bagi para fotografer jurnalistik, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk semakin mencintai olahraga, menghargai karya pers yang kredibel, serta memperkuat semangat persatuan Indonesia," ucapnya.Senada dengan Direktur Komdigi, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menambahkan sebagai kantor berita nasional, ANTARA hadir di garis depan untuk merekam setiap jengkal peradaban bangsa termasuk pasang surut dunia olahraga.Kehadiran pameran foto tersebut juga sekaligus merayakan nilai historis, emosi dan menjunjung semangat sportivitas.“Pameran foto ‘Negeri Bola’ ini merupakan yang kedua dari enam pameran foto jurnalistik program PSO sepanjang 2026,” ucapnya.Dalam kesempatan yang sama, General Manager ITDC The Nusa Dua I Made Agus Dwiatmika menyampaikan bahwa ITDC menyambut baik kolaborasi bersama LKBN ANTARA dalam menghadirkan Pameran Fotografi Jurnalistik "Negeri Bola" di Peninsula Island. Kami melihat pameran ini dapat memberikan sajian unik bagi wisatawan yang berkunjung sekaligus mempertegas peran kawasan sebagai destinasi yang memberikan ruang apresiasi atas seni, budaya, dan olahraga yang inklusif."Dukungan kami terhadap pameran ini juga sejalan dengan komitmen The Nusa Dua untuk terus menghadirkan berbagai event berkualitas guna memperkuat citra Bali sebagai destinasi sport tourism dan creative tourism kelas dunia. Kami berharap upaya kami ini dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lokal," ujar I Made Agus Dwiatmika.Pameran fotografi jurnalistik itu juga dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Bali I Wayan Serinah, Ketua Dewan Pengawas ANTARA Achmad Munir, Direktur Operasional ITDC Troy Reza Warokka, Wakil Konsul Jenderal China di Denpasar Zhu Yu.Selain itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald Dungdung Parluhutan, Kepala Stasiun TVRI Bali I Gede Mustito, perwakilan RRI Denpasar, serta undangan lainnya.Setelah pameran fotografi jurnalistik, juga diadakan nonton bersama (Nobar) perempat final yang mempertemukan Argentina melawan Swiss pada Minggu (12/7) mulai pukul 08.00 WITA di Peninsula Island, The Nusa Dua.
Read MoreThe Mandalika, 10 Juli 2026 – Guna menghadirkan dan memperkenalkan kekayaan cita rasa kuliner khas Lombok, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) membuka Festival Kuliner Mandalika Street Food Festival 2026 yang berlangsung di Area Bazaar Mandalika dan Kuta Lane mulai 10-12 Juli 2026.Mengusung konsep one-stop tourism experience, Mandalika Street Food Festival menghadirkan 24 tenant kuliner dan restoran, 8 coffee shop dan roastery, serta 5 UMKM kriya dan wastra yang seluruhnya merupakan pelaku usaha lokal asal Pulau Lombok.Beragam kuliner legendaris Lombok meramaikan festival ini, mulai dari Sate Rembiga, Sate Bulayak, Sate Tanjung, Ayam Taliwang, Nasi Balap, hingga aneka jajanan tradisional yang menjadi identitas cita rasa Pulau Lombok. Pengunjung juga dapat menikmati pengalaman mencicipi kopi dari berbagai coffee shop dan roastery lokal yang telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem kreatif di Lombok.Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka mengatakan, penyelenggaraan Mandalika Street Food Festival merupakan bagian dari upaya ITDC menghadirkan pengalaman wisata yang semakin beragam bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke The Mandalika."Kami ingin setiap penyelenggaraan event di The Mandalika tidak hanya memberikan pengalaman utama melalui ajang yang berlangsung, tetapi juga menghadirkan aktivitas pendukung yang mampu memperkaya pengalaman pengunjung. Mandalika Street Food Festival menjadi wadah bagi UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan komunitas lokal untuk memperkenalkan potensi terbaik Lombok kepada wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara," ujar Troy.“Keterlibatan 100% tenant lokal ini menjadi bukt ikomitmen ITDC dalam mendorong promosi kuliner, produk kreatif, dan ekonomi masyarakat setempat kepada wisatawan yang berkunjung ke The Mandalika,” imbuhnya.Festival kuliner festival ini diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi favorit bagi peserta Pocari Sweat Run Lombok 2026 maupun wisatawan yang berkunjung ke The Mandalika untuk menikmati ragam kuliner, kopi lokal, serta berbagai aktivitas komunitas yang mencerminkan kekayaan budaya Lombok.Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia, yang membuka secara resmi Mandalika Street Food Festival 2026, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan ruang promosi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Lombok Tengah."Mandalika Street Food Festival bukan hanya menjadi ajang untuk menikmati kekayaan kuliner khas Lombok, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk terbaiknya kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah maupun mancanegara. Kami menyambut baik inisiatif ini karena berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif. Kami berharap festival seperti ini dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda yang dinantikan setiap tahunnya," ujar Ahmad Nur Aulia.Selain menjadi destinasi kuliner, festival ini juga menghadirkan berbagai aktivitas komunitas seperti Mandalika Arm Wrestling Competition, workshop dan fashion show wastra khas Lombok, live painting, face painting, mini games, hingga pertunjukan musik dari musisi lokal yang berlangsung sepanjang festival.Pengunjung juga akan semakin mudah bertransaksi di Mandalika Street Food Festival dengan adanya dukungan dari Bank Mandiri melalui penguatan ekosistem transaksi digital menggunakan QRIS Mandiri di seluruh tenant. Hal ini sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendorong digitalisasi UMKM sekaligus menghadirkan pengalaman bertransaksi yang lebih mudah dan nyaman bagi pengunjung.ITDC berharap penyelenggaraan festival ini mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan kunjungan wisatawan, bertambahnya peluang usaha bagi UMKM, serta semakin dikenalnya kekayaan kuliner dan budaya Lombok kepada khalayak yang lebih luas.
Read MoreThe Mandalika, 08 Juli 2026 – Menjelang penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026 pada 11–12 Juli 2026, tingkat okupansi sejumlah hotel di kawasan The Mandalika menunjukkan peningkatan signifikan. Sejumlah hotel seperti Raja Kuta Hotel Mandalika, Montana Oceanside Mandalika, dan JM Hotel bahkan telah mencapai 100% okupansi, sementara tingkat hunian Pullman Lombok Merujani Hotel dan Novotel Lombok Resort & Villas telah berada di atas 90%. Tingginya antusiasme peserta menjadi sinyal positif terhadap geliat sport tourism sekaligus memperkuat kesiapan kawasan dalam menyambut 9.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.Sebagai pengembang dan pengelola kawasan, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memastikan seluruh aspek operasional telah memasuki tahap final checking guna menghadirkan kawasan yang aman, nyaman, dan siap mendukung kelancaran salah satu ajang sport tourism terbesar di Indonesia.Berbagai persiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari optimalisasi infrastruktur kawasan, peningkatan kualitas lingkungan, hingga penguatan aspek keamanan. Salah satu fokus utama tahun ini adalah rehabilitasi dan optimalisasi sistem penerangan, termasuk lampu tenaga surya (solar cell) di sejumlah titik kawasan agar kembali berfungsi maksimal. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pencahayaan sehingga mendukung keamanan dan kenyamanan peserta, khususnya selama persiapan maupun pelaksanaan lomba.Selain itu, ITDC juga mengintensifkan pembersihan kawasan, penataan lanskap, pemeliharaan fasilitas umum, pengecekan utilitas, serta koordinasi teknis bersama panitia penyelenggara dan seluruh stakeholder guna memastikan seluruh fasilitas siap digunakan selama event berlangsung.General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, menyebut tingginya tingkat hunian hotel menjelang penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026 menunjukkan semakin kuatnya daya tarik The Mandalika sebagai destinasi sport tourism nasional. Karena itu, ITDC memastikan seluruh kesiapan kawasan dilakukan secara optimal agar seluruh peserta dapat menikmati pengalaman berlari yang aman, nyaman, dan berkesan."Pocari Sweat Run Lombok tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas pariwisata di kawasan. Tingginya okupansi hotel menjelang penyelenggaraan event menjadi indikator meningkatnya kunjungan wisatawan ke The Mandalika. Untuk itu, kami memastikan seluruh aspek infrastruktur, kebersihan, keamanan, hingga layanan kawasan berada dalam kondisi terbaik sehingga seluruh peserta dapat menikmati pengalaman berlari yang aman, nyaman, dan berkesan. Komitmen ini sekaligus memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia yang siap menjadi tuan rumah berbagai event berskala nasional maupun internasional," ujar Pari.Dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026, ITDC mengerahkan 127 personel operasional yang terdiri atas tim maintenance dan teknisi kelistrikan, gardener, serta personel keamanan. Seluruh pekerjaan operasional ditargetkan rampung pada H-1 sebelum pelaksanaan event dan dilanjutkan dengan inspeksi akhir bersama panitia. Selama kegiatan berlangsung, seluruh personel juga akan bersiaga untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan penyesuaian di lapangan.Sementara itu, Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati menyampaikan penyelenggaraan di tahun kedua POCARI SWEAT Run Lombok ini fokus kepada para pelari untuk memberikan pengalaman berlari yang lebih baik. “Kami ingin menghadirkan pengalaman lari yang unik saat matahari terbit dan terbenam, menggabungkan tantangan trek sirkuit bertaraf internasional dengan panorama pesisir yang menjadi daya tarik utama, kualitas lintasan, hingga dukungan infrastruktur dan pengelolaan kawasan yang terus berkembang.” ujarnya.Perubahan strategis juga dilakukan dengan menggeser waktu pelaksanaan POCARI SWEAT Run Lombok ke bulan Juli agar para peserta dapat menikmati cuaca Lombok yang lebih bersahabat dan nyaman sepanjang race. “Kolaborasi luar biasa bersama ITDC dan stakeholder yang terjalin sejak tahun lalu kini menjadi pondasi utama kami untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan event dan peningkatan kenyamanan di tahun ini. Dengan dukungan tersebut, kami optimistis POCARI SWEAT Run Lombok 2026 dan pengalaman berlari di kawasan The Mandalika akan memberikan impresi mendalam yang tak terlupakan bagi lebih dari Sembilan ribu pelari dari seluruh penjuru Nusantara,“ tambah Puspita.Dengan berbagai persiapan yang telah memasuki tahap final, ITDC memastikan seluruh elemen di The Mandalika siap mendukung kelancaran penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026. Melalui kesiapan infrastruktur, operasional, dan koordinasi lintas para pemangku kepentingan, ITDC berkomitmen menghadirkan kawasan yang aman, nyaman, serta mampu memberikan pengalaman terbaik bagi ribuan pelari dan wisatawan yang akan meramaikan The Mandalika.
Read MoreDenpasar, Bali– 7 Juli 2026Bank BPD Bali Culture Run kembali hadir pada tahun 2026 sebagai salah satu event lari unggulan yang memadukan olahraga, budaya, pariwisata, dan keberlanjutan dalam satu rangkaian kegiatan yang bermakna.Diselenggarakan oleh PT Vinda Creative Event dengan dukungan Bank BPD Bali sebagai mitra utama, Culture Run terus berkembang sebagai ajang sport tourism yang mendorong gaya hidup sehat sekaligus mendukung pelestarian budaya, pemberdayaan komunitas, dan peningkatan daya tarik destinasi wisata Indonesia.CEO PT Vinda Creative Event, Sang Ayu Heninda Lestari, mengatakan, “Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, Bank BPDBali Culture Run terus berkembang menjadi event yang tidak hanya menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari mancanegara.Kami ingin menghadirkan sebuah event yang tidak hanya menawarkan kompetisi lari, tetapi juga memperkenalkan keindahan alam dan budaya Bali sehingga meninggalkan kesan mendalam bagi setiap peserta. Tema "Menjejak Bumi, Lestari Harmoni" merepresentasikan komitmen untuk terus melangkah dengan kesadaran terhadap lingkungan, menjaga warisan budaya, serta membangun harmoni antara manusia dan alam. Melalui setiap langkah yangditempuh peserta, tersampaikan pesan bahwa perubahan yang berkelanjutan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.Ia Menambahkan “Sebagai wujud implementasi prinsip berkelanjutan, hasil pengelolaan sampah dari kegiatan ini akan dikolaborasikan dengan para penggiat lingkungan. Kami berharap langkah kecil yang dilakukan bersama melalui Culture Run dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan masa depan yang lebih berkelanjutan.”Penyelenggaraan Bank BPD Bali Culture Run 2026di kawasan Peninsula Island, Nusa Dua juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Bali sebagai destinasi unggulan sport tourism kelas dunia. Dengan lanskap pesisir yang menakjubkan, panorama Samudra Hindia yang ikonik, serta fasilitas berstandar internasional, peserta akan merasakan pengalaman berlari yang memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, dan semangat olahraga dalam satu perjalanan yang tak terlupakan.Selain menghadirkan pengalaman berlari yang unik dengan sentuhan budaya dan keberlanjutan, Bank BPD Bali Culture Run 2026 juga akan dimeriahkan oleh penampilan spesial DJ Una sebagai guest star. Kehadiran salah satu DJ perempuan paling dikenal di Indonesia ini akan menjadi bagian dari rangkaian hiburan yang menghadirkan energi positif dan semangat perayaan bagi seluruh peserta.Sebagai kawasan pariwisata terintegrasi yang dikenal sebagai Bali’s Finest Family-Friendly Resort Haven, The Nusa Dua terus menghadirkan berbagai event berkualitas yang tidak hanya memperkaya pengalaman wisata, tetapi juga memperkuat daya tarik destinasi. Penyelenggaraan Bank BPD Bali Culture Run 2026 menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang menghadirkan perpaduan olahraga, budaya, hiburan, dan keberlanjutan dalam sebuah pengalaman yang inspiratif, sekaligus memberikan nilai tambah bagi peserta, pengunjung, dan masyarakat sekitar.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan, "Bank BPD Bali Culture Run 2026 merupakan contoh nyata bagaimana sebuah event dapat mengintegrasikan sport, culture, tourism, dan sustainability dalam satupengalaman yang bernilai. Sebagai kawasan pariwisata terintegrasi yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, The Nusa Dua terus berkomitmen menjadi rumah bagi berbagai kegiatan berkualitas yang tidak hanya menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga menginspirasi gaya hidup sehat, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan."Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman yang berkesan bagi peserta, tetapi juga turut memperkuat daya saing destinasi serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. "Melalui penyelenggaraan event seperti Culture Run, kami ingin menunjukkan bahwa destinasi wisata dapat menjadi ruang kolaborasi yang mendorong terciptanya dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah juga diharapkan semakin memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai event destinationunggulan di Indonesia maupun kawasan Asia," tutupnya.Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara PT Vinda Creative Event, Bank BPD Bali, pemerintah, komunitas, pelaku industri pariwisata, serta berbagai elemen lainnya, Culture Run diharapkan dapat terus menjadi katalisator bagipertumbuhan sport tourism, pelestarian budaya lokal, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan.Lebih dari sekadar event, Culture Run adalah sebuah movement yang mengajak seluruh peserta untuk bergerak bersama menuju masa depan yang lebih sehat, lebih hijau, dan lebih harmonis.Mari menjadi bagian dari langkah perubahan.Menjejak Bumi, Lestari Harmoni.See You at TheStarting Line!
Read MoreThe Golo Mori, 6 Juli 2026 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperluas pasar event premium di The Golo Mori melalui pengembangan segmen destination wedding. Setelah sukses menjadi lokasi destination wedding perdana, kawasan ini kembali dipercaya sebagai pilihan pasangan asal Surabaya untuk melangsungkan seluruh rangkaian pernikahan mereka. Kepercayaan tersebut menjadi sinyal positif bahwa daya tarik The Golo Mori kini semakin menjangkau pasar nasional sekaligus memperkuat strategi diversifikasi bisnis kawasan di luar MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions).Pernikahan yang berlangsung pada Sabtu (27/6) tersebut merupakan destination wedding kedua yang digelar di The Golo Mori. Seluruh rangkaian acara berlangsung secara terintegrasi dalam satu kawasan, mulai dari prosesi pemberkatan di Nuka Beach Club berlatar panorama Laut Flores, dilanjutkan prosesi Tea Pai di Mori Lounge, hingga resepsi malam di Golo Convention Hall yang dihadiri sekitar 300 tamu undangan.Kepercayaan pasangan asal Surabaya untuk menggelar pernikahan di The Golo Mori menjadi sinyal, bahwa kawasan ini mulai dilirik sebagai destinasi pernikahan premium level nasional. Di tengah tren destination wedding yang terus berkembang, momentum tersebut sekaligus memperkuat upaya ITDC memperluas pemanfaatan kawasan, melalui berbagai special events bernilai tambah.General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, bilang, berkembangnya penyelenggaraan destination wedding menunjukkan kian luasnya potensi pasar yang dapat dijangkau The Golo Mori, sekaligus melengkapi posisi kawasan sebagai destinasi MICE premium di Indonesia Timur."Kepercayaan yang kembali diberikan kepada The Golo Mori menunjukkan bahwa kawasan ini semakin dikenal sebagai destinasi premium untuk berbagai acara. Kami melihat kebutuhan penyelenggara kini tidak hanya berfokus pada venue, tetapi juga pada pengalaman yang menyeluruh dalam satu destinasi. Dengan memadukan keindahan alam Flores, fasilitas berstandar internasional, dan layanan yang terintegrasi, kami ingin menghadirkan pengalaman event yang memberikan nilai tambah bagi setiap penyelenggara maupun tamu yang hadir," ujar Aji.Menurutnya, berkembangnya segmen destination wedding juga membuka peluang baru bagi optimalisasi kawasan melalui penyelenggaraan event di luar agenda MICE maupun kegiatan kenegaraan yang selama ini telah menjadi kekuatan utama The Golo Mori."Selain memperkuat posisi kami sebagai destinasi MICE, berkembangnya segmen destination wedding membuktikan bahwa The Golo Mori memiliki daya saing untuk mengakomodasi berbagai special events berskala premium. Kepercayaan dari pasangan yang berasal dari luar Nusa Tenggara Timur menjadi sinyal, bahwa jangkauan pasar kami semakin luas. Kami optimistis diversifikasi ini akan semakin meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pariwisata berkualitas di Labuan Bajo," tambahnya.Destination wedding menunjukkan kapabilitas The Golo Mori dalam menghadirkan pengalaman acara yang menyeluruh, melalui ragam pilihan venue indoor maupun outdoor yang saling terintegrasi dalam satu kawasan. Konsep ini memberikan fleksibilitas bagi penyelenggara untuk merancang seluruh rangkaian acara tanpa harus berpindah lokasi, sehingga menciptakan pengalaman yang lebih nyaman dan efisien bagi penyelenggara maupun para tamu.Menjawab kebutuhan pasar destination wedding yang terus berkembang, The Golo Mori didukung layanan banquet dan catering, kolaborasi dengan wedding organizer, serta berbagai vendor profesional untuk menghadirkan pengalaman acara yang seamless, efisien, dan berstandar internasional. Kepercayaan pasangan asal Surabaya memilih The Golo Mori kian memperkuat potensi kawasan, dalam menarik wisatawan berkualitas, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas perjalanan, akomodasi, transportasi, dan pemanfaatan berbagai layanan pendukung pariwisata di Labuan Bajo.Sejak beroperasi, Golo Mori Convention Center (GMCC) telah menjadi tuan rumah berbagai agenda berskala nasional maupun internasional. Mulai dari kegiatan kenegaraan, forum bisnis, konferensi, rapat, seminar, pameran, pertunjukan budaya, gala dinner, destination wedding, hingga produksi foto dan video komersial. Dengan kapasitas hingga 2.000 orang plus didukung fasilitas berstandar global, GMCC terus memperkuat perannya sebagai venue unggulan bagi penyelenggaraan MICE dan special events di Indonesia Timur, sekaligus mendukung pengembangan The Golo Mori sebagai Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination.
Read MoreJakarta, 2 Juli 2026 – PT MGPA Nusantara Jaya atau Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menerima penghargaan sebagai Penyelenggara FIM Grand Prix World Championship pada ajang IMI Award 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) dalam rangka peringatan hari jadinya yang ke-120, Selasa (1/7). Pada kesempatan yang sama, PRIDE Motorsport* menerima penghargaan sebagai Penyelenggara Kejuaraan Nasional Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) atas konsistensinya mengembangkan Mandalika Racing Series sebagai salah satu kejuaraan balap motor nasional yang profesional sekaligus menjadi wadah pembinaan pembalap Indonesia menuju level internasional. Ajang penghargaan tahunan tersebut merupakan bentuk apresiasi IMI kepada insan otomotif, promotor, dan penyelenggara kejuaraan yang telah memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan olahraga balap Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Direktur Operasional MGPA, Donny Mahardjono, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia, mulai dari tim operasional MGPA, marshal, race official, relawan, pemerintah, aparat keamanan, tenaga medis, hingga seluruh mitra kerja. "Penghargaan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi MGPA untuk terus menjaga dan meningkatkan standar penyelenggaraan MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ikatan Motor Indonesia atas apresiasi yang diberikan, serta kepada FIM, MotoGP Sports Entertainment Group, seluruh stakeholder, pemerintah pusat dan daerah, serta semua pihak yang selama ini bekerja bersama kami menghadirkan MotoGP di Indonesia," ujar Donny Mahardjono. Penghargaan tersebut merupakan apresiasi IMI atas keberhasilan MGPA menyelenggarakan Pertamina Grand Prix of Indonesia di Pertamina Mandalika International Circuit sesuai standar tinggi yang ditetapkan oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) dan MotoGP Sports Entertainment Group. Capaian ini tidak hanya menunjukkan kemampuan Indonesia sebagai tuan rumah ajang balap dunia, tetapi juga mencerminkan kapasitas sumber daya manusia nasional dalam mengelola event motorsport bertaraf internasional. Sejak mengelola Pertamina Mandalika International Circuit, MGPA terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan melalui penyempurnaan aspek keselamatan lintasan, race control, marshal, layanan medis, operasional sirkuit, manajemen paddock, serta pelayanan bagi tim, pembalap, media, dan penonton. Berbagai evaluasi dari setiap penyelenggaraan MotoGP menjadi dasar peningkatan kualitas operasional secara berkelanjutan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi MGPA untuk menghadirkan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9–11 Oktober mendatang dengan standar internasional yang semakin baik. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kesiapan Pertamina Mandalika International Circuit sebagai venue balap berstandar internasional yang terus dikembangkan untuk mendukung penyelenggaraan berbagai ajang motorsport dunia. Pertamina Mandalika International Circuit merupakan sirkuit sepanjang 4,31 kilometer yang berada di kawasan The Mandalika. Didukung fasilitas kelas dunia, sirkuit ini telah berkembang menjadi salah satu pusat penyelenggaraan motorsport dan sport tourism terdepan di Indonesia.Pada tahun 2025, Pertamina Mandalika International Circuit sukses menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional dan nasional, antara lain Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP), GT World Challenge Asia, Porsche Carrera Cup Asia, Asia Road Racing Championship, Mandalika Festival of Speed, Passione Ferrari Club Challenge, Pertamina Mandalika Racing Series, Yamaha Sunday Race, Pertamina Enduro VR46 Riders Academy, BRZ Super Series, Ducati We Ride as One, serta berbagai kegiatan otomotif, komunitas, corporate event, dan track day. Memasuki tahun 2026, kalender kegiatan Pertamina Mandalika International Circuit kembali dipenuhi berbagai agenda, diantaranya GT World Challenge Asia, Mandalika Festival of Speed, Pertamina Mandalika Racing Series, Porsche Sprint Challenge Indonesia, BRZ Super Series, serta puncaknya Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP). Konsistensi penyelenggaraan berbagai event tersebut semakin memperkuat posisi Pertamina Mandalika International Circuit sebagai sport tourism unggulan Indonesia.Dalam beberapa musim terakhir, Pertamina Mandalika Racing Series berkembang menjadi salah satu kejuaraan nasional paling kompetitif di Indonesia dengan mempertandingkan kelas National Sport 150, National Sport 250, National Supersport 600, dan Indonesia Junior Talent Cup 150 U-15, serta terus menghadirkan kelas-kelas baru yang mendukung pembinaan pembalap masa depan.Seluruh penyelenggaraannya mengacu pada regulasi IMI dan FIM sehingga para pembalap terbiasa berkompetisi menggunakan standar internasional. Kejuaraan ini juga menjadi fondasi penting dalam mencetak pembalap Indonesia yang siap melangkah ke berbagai ajang internasional, seperti Asia Road Racing Championship, World Supersport, Moto4 Asia, hingga Grand Prix Moto3 dan Moto2.
Read MoreThe Mandalika, 01 Juli 2026 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan kawasan pariwisata yang aman, nyaman, dan berstandar internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap pelaksanaan Latihan Satuan Sinkronisasi Operasi Khusus TK DEN TW II TA 2026 yang diselenggarakan oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di kawasan The Mandalika sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan pengamanan destinasi strategis nasional.Sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata sekaligus Proyek Strategis Nasional (PSN), The Mandalika konsisten menjadi tuan rumah berbagai agenda berskala nasional maupun internasional. Meningkatnya aktivitas wisata, penyelenggaraan event internasional, serta kehadiran investor dan pelaku usaha menjadikan penguatan sistem keamanan, koordinasi lintas instansi, dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai situasi kontinjensi sebagai elemen penting dalam menjaga kelancaran operasional kawasan sekaligus memperkuat kepercayaan wisatawan, investor, tenant, pelaku usaha, dan masyarakat.Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan latihan sinkronisasi di Pertamina Mandalika International Circuit yang berfokus pada penyelarasan prosedur, koordinasi antarunsur pengamanan, serta simulasi berbagai skenario operasi. Materi latihan meliputi pembebasan sandera, operasi perebutan cepat, kegiatan surveillance, hingga pemanfaatan teknologi pendukung sebagai bagian dari peningkatan interoperabilitas dan kesiapsiagaan personel. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Joy Ride atau konvoi kendaraan taktis yang dilepas oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, bersama Panglima Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi, S.I.P., M.S.DA., di Pendopo Gubernur NTB, Senin (29/6).Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, memaparkan, pelaksanaan latihan ini merupakan bentuk penguatan kolaborasi antara ITDC dengan TNI, Polri, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder dalam memperkuat kesiapsiagaan kawasan strategis. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan kawasan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan bagi seluruh pihak."Keamanan merupakan pondasi utama dalam pengelolaan destinasi pariwisata berkelas dunia. Melalui kolaborasi yang erat dengan TNI, Polri, pemerintah, dan seluruh stakeholder, ITDC terus memperkuat kesiapsiagaan kawasan sebagai bagian dari upaya menghadirkan destinasi yang aman, tangguh, dan berdaya saing. Sinergi ini menjadi semakin penting menjelang penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9–11 Oktober mendatang, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, daerah, dan Indonesia," ujar Troy.Troy menegaskan, latihan ini memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mendukung pengelolaan kawasan yang aman dan andal. Kesiapan seluruh unsur pengamanan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran aktivitas pariwisata, investasi, dan penyelenggaraan event di The Mandalika.Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengapresiasi pelaksanaan latihan yang dinilai kian memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah."Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Kopassus atas pelaksanaan latihan ini. Kehadiran TNI memberikan rasa aman, memperkuat kepercayaan masyarakat, sekaligus menunjukkan kesiapan negara dalam melindungi kawasan strategis dan mendukung berbagai agenda nasional maupun internasional di NTB," ujar Iqbal.Panglima Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi, S.I.P., M.S.DA., menjelaskan latihan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemampuan yang dilaksanakan secara berkelanjutan guna menjaga profesionalisme dan kesiapan operasional prajurit. "TNI adalah milik rakyat. Karena itu masyarakat kami beri kesempatan untuk lebih mengenal Kopassus dan melihat langsung keberadaan mereka," ujar Letjen TNI Djon Afriandi.Latihan Satuan Sinkronisasi Operasi Khusus TK DEN TW II TA 2026 merupakan latihan kesiapsiagaan yang dilaksanakan secara terbatas di kawasan The Mandalika dan bukan merupakan operasi militer maupun aktivitas yang bersifat permanen. Melalui latihan ini, seluruh unsur yang terlibat memperkuat koordinasi, menyelaraskan prosedur, serta meningkatkan kemampuan respons terhadap berbagai skenario kontinjensi sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan kawasan.Ke depan, ITDC bersama TNI, Polri, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan keamanan dan kesiapsiagaan kawasan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan operasional kawasan sekaligus memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi pariwisata dan sport tourism berkelas dunia.
Read MoreThe Nusa Dua, 30 Juni 2026 – Transformasi kawasan Peninsula Island di The Nusa Dua mulai menunjukkan hasil yang nyata. InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus mengoptimalkan program rejuvenasi kawasan, sebagai bagian dari upaya menghadirkan wajah baru destinasi pariwisata kelas dunia yang lebih modern, nyaman, aman, dan berkelanjutan. Hingga Minggu ke-25 pelaksanaan proyek atau periode 14–20 Juni 2026, progres fisik kumulatif pekerjaan telah mencapai 23,7%, dengan sejumlah infrastruktur dan ruang publik strategis mulai memasuki tahap penyelesaian.Program rejuvenasi ini menjadi langkah strategis ITDC untuk meningkatkan kualitas kawasan The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata premium Indonesia. Selain memperbarui infrastruktur, proyek ini juga diarahkan untuk memperkuat pengalaman wisatawan melalui penataan kawasan yang lebih representatif, mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan wisata, MICE, sport tourism, hingga event internasional yang rutin digelar di The Nusa Dua.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyebut, transformasi kawasan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang dapat memberikan pengalaman baru bagi wisatawan sekaligus memperkuat daya saing destinasi di tingkat global."Program rejuvenasi ini merupakan bagian dari komitmen ITDC dalam menjaga standar layanan dan kualitas kawasan The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata premium Indonesia. Kami tidak hanya melakukan pembaruan infrastruktur, tetapi juga menyiapkan ruang publik yang lebih representatif, mendukung berbagai aktivitas wisata dan event internasional, serta memperkuat aspek keberlanjutan kawasan. Melalui transformasi ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang semakin nyaman, aman, dan berkesan bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke The Nusa Dua," ujar Agus.Perkembangan proyek terlihat pada sejumlah paket pekerjaan utama. Penataan kawasan Peninsula Island dan akses menuju Water Blow menjadi pekerjaan dengan progres tertinggi, yakni mencapai 78,549%. Sementara itu, pekerjaan peremajaan dan penataan jalan akses Gate Amenity Core (AC) menuju Peninsula Island mencapai 32,502%, pembangunan jalan akses Pulau Nusa Dharma mencapai 26,44%, serta pekerjaan instalasi limbah, fasilitas resapan, dan Ground Water Tank (GWT) mencapai 21,72%.Sejumlah elemen The Nusa Dua, bahkan telah rampung sepenuhnya dan mulai memperlihatkan wajah baru Peninsula Island. Penanaman rumput di area Amphitheatre Peninsula sudah selesai 100%, diikuti penyelesaian pemasangan batu andesit pada area helipad dan jalur menuju Taksu Art Stage yang juga telah mencapai 100%. Sementara itu, penataan area eks jalan akses Peninsula sudah mencapai progres 90,18%, sehingga karakter baru kawasan mulai semakin terlihat.Untuk menjaga momentum percepatan pembangunan, ITDC terus mengoptimalkan sejumlah pekerjaan prioritas, antara lain penyelesaian overlay jalan kawasan, pengaspalan akses Gate AC menuju Peninsula Island, penyelesaian fasilitas resapan di area The Bay dan koridor Peninsula, serta percepatan penyelesaian fasilitas Water Blow sebagai salah satu ikon wisata unggulan di kawasan The Nusa Dua.Sejalan dengan komitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan, ITDC juga memperkuat berbagai elemen infrastruktur lingkungan melalui pembangunan fasilitas resapan air hujan, peningkatan sistem drainase, pengelolaan limbah kawasan, serta penyediaan fasilitas publik yang lebih ramah bagi wisatawan maupun masyarakat.Agus menambahkan, hasil pembangunan yang mulai terlihat saat ini merupakan bagian dari transformasi jangka panjang kawasan The Nusa Dua agar semakin siap menjawab kebutuhan industri pariwisata masa depan."Transformasi yang mulai terlihat hari ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang ITDC untuk menghadirkan wajah baru Peninsula Island. Setelah seluruh pekerjaan selesai, kawasan ini akan menjadi ruang publik yang lebih hidup, nyaman, dan ikonik, sekaligus memperkuat daya saing The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang siap menyambut wisatawan dan berbagai event internasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi Bali dan Indonesia," tutup Agus.
Read MoreThe Golo Mori, 29 Juni 2026 – Golo Mori Convention Center (GMCC), Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, menjadi tuan rumah penyelenggaraan Open Forum, Seminar Nasional, dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT) Tahun Buku 2025 yang berlangsung pada 24–25 Juni 2026. Kegiatan berskala nasional ini diikuti oleh lebih dari 600 insan koperasi kredit dari berbagai daerah di Indonesia dan secara resmi dibuka oleh Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Krisdianto, yang hadir mewakili Menteri Koperasi Republik Indonesia.Sejumlah undangan kehormatan Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit; dan Yang Mulia Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, turut mengikuti rangkaian kegiatan secara virtual, di antaranya Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena. Hadirnya lebih dari 600 peserta dari berbagai wilayah Indonesia, menjadikan acara ini sebagai salah satu forum koperasi kredit terbesar yang diselenggarakan di kawasan timur Indonesia pada tahun ini.Selain menjadi forum strategis bagi gerakan koperasi nasional, penyelenggaraan RAT INKOPDIT Tahun Buku 2025 juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai provinsi mendorong peningkatan okupansi akomodasi, penggunaan jasa transportasi, konsumsi kuliner, hingga transaksi pelaku UMKM di kawasan The Golo Mori dan Labuan Bajo.Selama penyelenggaraan kegiatan, sebanyak 12 pelaku UMKM dan anggota koperasi kredit turut berpartisipasi membuka stan produk unggulan lokal. Beragam produk kuliner, kriya, fesyen, hingga hasil olahan khas Manggarai mendapat antusiasme tinggi dari peserta RAT dan mencatatkan transaksi yang berlangsung aktif sepanjang kegiatan. Kehadiran UMKM tersebut menjadi bagian dari komitmen penyelenggara dalam menghadirkan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.General Manager The Golo Mori, Aji Munarwiyanto, mengatakan, kepercayaan berbagai institusi dan organisasi nasional untuk menyelenggarakan kegiatan di GMCC menjadi indikator meningkatnya daya tarik kawasan sebagai destinasi MICE unggulan di Indonesia Timur."Kepercayaan INKOPDIT untuk menyelenggarakan agenda nasional di GMCC merupakan bukti bahwa The Golo Mori mampu menghadirkan pengalaman MICE yang tidak hanya didukung fasilitas berstandar internasional, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat lokal. Melalui penyelenggaraan kegiatan seperti ini, kami berharap manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh pelaku UMKM, komunitas, hingga sektor pariwisata di Labuan Bajo," ujar Aji.GMCC adalah bagian dari The Golo Mori yang dikelola PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). Kawasan ini dikembangkan sebagai Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination yang mengintegrasikan fasilitas MICE berstandar internasional dengan keindahan lanskap pesisir serta prinsip-prinsip keberlanjutan.Dalam penyelenggaraan RAT INKOPDIT Tahun Buku 2025, berbagai fasilitas GMCC dimanfaatkan secara terpadu untuk mendukung rangkaian kegiatan. Sesi utama berlangsung di Golo Convention Hall, sementara Mori Lounge dan Tana Room digunakan sebagai agenda pendukung dan pertemuan peserta. Adapun jamuan makan malam dilakukan di Teno Amphitheater, yang menyuguhkan panorama khas perbukitan dan pesisir Golo Mori.Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan Cultural Night yang diselenggarakan pada Jumat (25/6) malam di kawasan GMCC. Para peserta disuguhkan pertunjukan tari tradisional dan lagu khas Manggarai yang menampilkan kekayaan budaya lokal. Sajian budaya tersebut menjadi bagian dari pengalaman (immersive experience) yang memperkenalkan identitas budaya Flores kepada para peserta dari berbagai daerah di Indonesia.Sebagai fasilitas MICE utama di kawasan, GMCC dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional, mulai dari pertemuan bisnis, konferensi, pameran, hingga jamuan eksklusif. Kepercayaan yang terus diberikan oleh berbagai institusi, termasuk penyelenggaraan RAT INKOPDIT Tahun Buku 2025, semakin memperkuat posisi The Golo Mori sebagai destinasi MICE unggulan di Indonesia Timur yang menghadirkan fasilitas berstandar internasional sekaligus mengintegrasikan potensi alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat dalam setiap penyelenggaraan kegiatan.
Read MoreThe Golo Mori, 26 Juni 2026 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) berkolaborasi dengan Yayasan Insan Bumi Mandiri (IBM) meluncurkan Program Glorious Golo Mori: Integration of Hospitality Talent and Local MSMEs into the Tourism Value Chain. Program ini akan melatih 15 talenta hospitality muda dan mendampingi 10 pelaku UMKM lokal agar dapat berpartisipasi lebih aktif dalam rantai nilai pariwisata di kawasan The Golo Mori hingga akhir tahun 2026.Menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ITDC, program ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengembangan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan The Golo Mori.General Manager The Golo Mori, Aji Munarwiyanto, menyebut bahwa keberhasilan sebuah destinasi wisata tak hanya diukur dari pertumbuhan kunjungan wisatawan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat lokal dapat mengambil peran dan memperoleh manfaat dari perkembangan destinasi tersebut.“Kami ingin masyarakat Golo Mori tidak hanya menjadi saksi perkembangan pariwisata, tetapi menjadi pelaku utama yang tumbuh dan berkembang bersama pariwisata itu sendiri. Program Glorious Golo Mori, diharapkan dapat mendorong terciptanya talenta-talenta hospitality dan UMKM lokal yang mampu menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang berkelanjutan di Golo Mori. Program ini juga menjadi upaya untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar semakin siap berpartisipasi dalam berbagai peluang yang tumbuh bersama perkembangan sektor pariwisata di kawasan ini,” ujar Aji.Pelaksanaan Program Glorious Golo Mori resmi dimulai melalui kegiatan sosialisasi dan pre-test yang diselenggarakan di Beach Shelter The Golo Mori, Kamis (25/6). Kegiatan ini diikuti warga Desa Golo Mori, pelaku UMKM, pemuda desa, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan terkait yang akan terlibat dalam pelaksanaan program hingga akhir tahun.Sebagai mitra pelaksana, Yayasan Insan Bumi Mandiri (IBM) akan mendampingi seluruh rangkaian pelatihan dan pengembangan peserta hingga Desember 2026. IBM merupakan lembaga filantropi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal di berbagai wilayah Indonesia. Pengalaman IBM dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu dasar kolaborasi dalam pelaksanaan Program Glorious Golo Mori. Program ini dirancang melalui dua jalur utama pengembangan masyarakat, yaitu Hospitality Talent Journey dan Golo Mori Local Business Journey.Melalui Hospitality Talent Journey, sebanyak 15 pemuda Desa Golo Mori akan mendapatkan pelatihan yang mencakup bahasa Inggris pariwisata, dasar-dasar hospitality, pelayanan wisata, guiding dan storytelling, hingga simulasi pelayanan wisata secara langsung. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi dan kesiapan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata.Sementara itu, melalui Golo Mori Local Business Journey, sebanyak 10 pelaku UMKM lokal akan memperoleh pendampingan dalam pengembangan produk, peningkatan kualitas usaha, penguatan branding, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan akses pasar. Fokus pengembangan diarahkan pada produk dan usaha berbasis potensi lokal, termasuk produk olahan pangan, produk turunan kelapa, serta berbagai usaha masyarakat yang memiliki peluang untuk terintegrasi dengan aktivitas pariwisata di kawasan Golo Mori.Selain pelatihan dan pendampingan, Program Glorious Golo Mori juga akan menghadirkan berbagai kegiatan praktik lapangan, pengembangan produk, market testing, showcase hasil program, serta pembentukan talent pool dan jejaring kemitraan yang menghubungkan peserta dengan kebutuhan industri pariwisata. Melalui pendekatan itu, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga memiliki kesempatan yang lebih besar untuk terlibat langsung dalam ekosistem pariwisata di Golo Mori .Program Glorious Golo Mori akan berlangsung hingga Desember 2026 dan menjadi bagian upaya berkelanjutan ITDC dalam menciptakan destinasi pariwisata yang tidak hanya unggul dari sisi infrastruktur dan daya tarik wisata, tetapi juga mampu menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar.“ITDC berharap program ini dapat memperkuat kapasitas masyarakat lokal sekaligus membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat berperan sebagai pelaku utama dalam pengembangan destinasi dan menikmati manfaat pertumbuhan sektor pariwisata secara lebih luas,” pungkas Aji.
Read More