The Mandalika, 17 Desember 2025 – Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 tidak hanya menghadirkan ajang balap kelas dunia, tetapi juga memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebagai bagian dari rangkaian penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram secara simbolis menyerahkan hasil Dana Lelang Amal MotoGP™️ 2025 kepada InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Senin (15/12), di Kantor ITDC, The Mandalika, Lombok Tengah, NTB. Dana tersebut dihimpun melalui kegiatan Lelang Amal MotoGP™️ Charity Auction “Driven to Give” yang diselenggarakan oleh KPKNL Mataram, dengan total dana sebesar Rp72.523.800. Dana tersebut difasilitasi penyalurannya melalui ITDC dan MGPA untuk disalurkan kepada penerima manfaat, dengan pembagian masing-masing sebesar Rp36.261.900. ITDC akan menyalurkan dana melalui Program Percepatan Penanganan Stunting, sementara MGPA memanfaatkannya untuk mendukung Program Pemberdayaan Masyarakat di sekitar Pertamina Mandalika International Circuit.PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menyampaikan “ITDC berkomitmen dalam memastikan setiap penyelenggaraan event internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. “Kolaborasi antara ITDC, MGPA dan KPKNL Mataram menjadi contoh nyata bagaimana ekosistem pariwisata dan olahraga dapat berjalan seiring dengan agenda sosial. Melalui penyaluran hasil lelang amal ini, kami mendukung upaya percepatan penanganan stunting yang menjadi salah satu isu prioritas nasional, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat lokal,” ungkap Agus, sapaan akrabnya. Kepala KPKNL Mataram, Doni Prabudi, menegaskan bahwa penyaluran dana hasil lelang ini merupakan wujud sinergi dan kepercayaan kepada ITDC dan MGPA sebagai mitra strategis yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. “Nilai bantuan yang disalurkan merupakan langkah awal dari semangat gotong royong dan kolaborasi yang diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari kontribusi bersama menuju Indonesia yang adil dan makmur, sejalan dengan semangat NTB Makmur Mendunia,” ungkapnya.Sementara itu, PGS. Vice President Commercial MGPA, Rully Habibie, menyampaikan bahwa MGPA terbuka untuk memperluas kerja sama serupa di masa mendatang. Menurutnya, lelang amal memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari rangkaian event motorsport, tidak hanya pada ajang MotoGP, tetapi juga pada berbagai kegiatan lainnya seperti Mandalika Racing Series, Mandiri Festival of Speed, hingga berbagai event lari yang diselenggarakan oleh MGPA. “Ke depan, inisiatif ini dapat dikembangkan sebagai side event resmi yang terintegrasi dengan agenda internasional, sehingga manfaat sosial dari penyelenggaraan event dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat NTB,” ujarnya.Melalui kegiatan ini, ITDC, MGPA, dan KPKNL menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan event berskala internasional di KEK Mandalika, tidak hanya sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi, tetapi juga sebagai sarana berbagi dan pemberdayaan masyarakat, serta mendorong pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Read MoreJakarta, 16 Desember 2025 – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikembangkan oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), memasuki fase pengembangan tahap berikutnya (Next Chapter of The Mandalika) seiring meningkatnya intensitas event dan aktivitas kawasan. Hal ini disampaikan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko sekaligus Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar, pada ajang Indonesia SEZ Business Forum 2025 yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jakarta, beberapa waktu lalu.Sejumlah inisiatif strategis tengah dipersiapkan, antara lain masuknya brand internasional, pengembangan marina untuk memperkuat konektivitas laut, pembentukan eastern premium zone, penguatan central zone sebagai tuan rumah event global, serta komersialisasi kawasan hunian dan retail–lifestyle untuk mendukung aktivitas ekonomi jangka panjang.ITDC menegaskan peran strategis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai sportstainment destination sekaligus value creator bagi perekonomian nasional , khususnya melalui pemanfaatan Pertamina Mandalika International Circuit sebagai traffic puller di kawasan.“Mandalika tidak hanya kami posisikan sebagai destinasi pariwisata, tetapi sebagai mesin penggerak ekonomi kawasan. Setiap aktivasi di sirkuit dan kawasan dirancang untuk menciptakan multiplier effect yang nyata, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, penguatan perputaran ekonomi lokal, hingga penyerapan tenaga kerja,” ujar Ahmad Fajar.Ahmad Fajar menegaskan dampak ekonomi signifikan dari berbagai ajang internasional yang diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Circuit. Event MotoGP Indonesia, misalnya, mencatat tren peningkatan jumlah penonton dari tahun ke tahun dengan total penonton sebanyak 140.324 ribu orang.Ajang MotoGP Indonesia juga berhasil menciptakan dampak ekonomi hingga Rp4,96 triliun, menghasilkan media value hingga Rp1,33 triliun, dan menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal, yang mencerminkan kontribusi nyata KEK Mandalika terhadap perekonomian daerah dan nasional. Selain menjadi tuan rumah dalam berbagai ajang balap kelas dunia, Pertamina Mandalika International Circuit saat ini mencatat lebih dari 309 aktivasi per tahun yang mencakup olahraga internasional, hiburan, budaya, dan kegiatan komunitas.Aktivasi yang berlangsung secara berkelanjutan tersebut mendorong progres ekosistem usaha di kawasan The Mandalika, yang tercermin antara lain dari keberadaan 128 homestay, 965 kamar hotel, puluhan restoran, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta berbagai fasilitas pendukung pariwisata lain.Untuk terus menjaga keberlangsungan dampak aktivasi Pertamina Mandalika International Circuit, ITDC telah menyiapkan rangkaian event dalam kalender yang terstruktur sepanjang tahun 2026, antara lain melalui penyelenggaraan Mandalika Racing Series dan Mandalika Festival of Speed yang digelar dalam beberapa putaran sepanjang tahun. Sejumlah event unggulan lainnya seperti GT World Challenge Asia, Pertamina Mandalika Racing Series, hingga Grand Prix of Indonesia (MotoGP), tetap diposisikan sebagai anchor event guna menjaga visibilitas KEK Mandalika di panggung global sekaligus memberi kepastian pasar bagi pelaku industri dan investor.“Event besar menjadi anchor, namun dampak sesungguhnya tercermin dari kesinambungan aktivitas kawasan. Hal ini tercermin dari tumbuhnya UMKM, meningkatnya tingkat okupansi hotel yang kini berada di kisaran 54 persen per tahun, serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap KEK Mandalika sebagai KEK pariwisata,” terang Ahmad Fajar.Hingga Triwulan 4 Tahun 2025, total investasi yang telah masuk ke KEK Mandalika mencapai angka Rp5,73 triliun dengan estimasi Internal Rate of Return (IRR) sebesar 11,2 persen. Ini mencerminkan daya tarik KEK Mandalika sebagai destinasi investasi yang kompetitif dan berkelanjutan.KEK Mandalika yang dikelola oleh ITDC memiliki luas kawasan 1.175 hektar dengan garis pantai sepanjang 16 kilometer, serta didukung oleh infrastruktur strategis yang terintegrasi. Kawasan The Mandalika dilengkapi dengan sirkuit bertaraf internasional, hotel, kawasan komersial, dan konektivitas yang memadai melalui bypass Bandara Internasional Lombok. KEK Mandalika juga memperoleh berbagai fasilitas fiskal dan nonfiskal, seperti insentif pajak, pembebasan bea masuk, serta skema pemanfaatan lahan jangka panjang hingga 80 tahun, yang memberikan kepastian dan daya tarik bagi investor.KEK Mandalika dirancang sebagai sportstainment ecosystem yang terintegrasi dalam satu masterplan, mencakup pengembangan motosport, watersport, golf course, hingga equestrian, sehingga mampu memperluas segmentasi pasar wisata sekaligus membuka peluang investasi lintas sektor.ITDC berharap pengalaman pengelolaan KEK Mandalika dapat menjadi best practice bagi pengembangan KEK lainnya di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi KEK Mandalika sebagai ikon transformasi pariwisata nasional berbasis
Read MoreThe Nusa Dua, 15 Desember 2025 — PT ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU), anak usaha InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), mencatat pencapaian penting dan bersejarah sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mendapat izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengolah air laut menjadi air bersih layak konsumsi. Perolehan ini kian mengukuhkan posisi ITDC NU sebagai pelaku usaha yang memegang erat komitmen, untuk selalu menghadirkan solusi infrastruktur inovatif dan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung penyediaan air bersih bagi Kawasan The Nusa Dua, Bali, yang merupakan salah satu destinasi pariwisata inklusif unggulan Indonesia.ITDC NU mengajukan izin Pemanfaatan Air Laut Selain Energi (ALSE) dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 36001, yang diajukan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Seluruh proses perizinan telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan melibatkan koordinasi intensif dengan instansi terkait.Direktur ITDC NU, Novan Aryanda mengatakan, “Apa yang dicapai PT ITDC Nusantara Utilitas merupakan wujud nyata komitmen perusahaan, dalam menghadirkan solusi infrastruktur yang inovatif, andal, dan berwawasan lingkungan. Inisiatif pengolahan air laut ini kami arahkan agar sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam menjawab tantangan ketersediaan air bersih di kawasan destinasi prioritas,” ujarnya.Dalam implementasinya, ITDC NU mengadopsi teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk memisahkan garam dari air dengan memanfaatkan tekanan osmotik, sehingga menghasilkan air bersih layak konsumsi. Teknologi ini dikenal sebagai solusi efisien dan berkelanjutan untuk menjawab tantangan keterbatasan sumber air tawar, khususnya di area pesisir yang berkembang sebagai destinasi pariwisata.Pemanfaatan teknologi SWRO diharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap air tanah, memperkuat ketahanan lingkungan, serta mendukung pengembangan kawasan pariwisata hijau. Sejalan dengan hal itu, ITDC NU selalu berkomitmen menjalankan operasional secara bertanggung jawab dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan laut, termasuk ekosistem sekitarnya.Pemberian izin ALSE bertepatan dengan momentum Bulan Bakti Kelautan dalam rangka memperingati HUT ke-26 KKP. Izin yang diterima akan membuat ITDC NU kian optimal dalam menunjang ketersediaan air bersih untuk kebutuhan operasional hotel, dan tenant di The Nusa Dua. Termasuk kebutuhan kamar, spa, dapur, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.Dengan izin yang didapat, ITDC NU dapat memanfaatkan air laut sebanyak 2.555.000 m³ per tahun untuk kemudian diolah jadi air bersih bagi hotel-hotel serta para tenant di Kawasan The Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Fasilitas pengolahan air laut yang dioperasikan ITDC NU menggunakan teknologi penyaringan modern yang mampu memproduksi air bersih yang berkualitas, seperti yang telah diterapkan di berbagai negara dengan standar operasional yang ketat.Perolehan izin ALSE juga menjadi refleksi bagi ITDC NU untuk memberi kontribusi dan berperan menyediakan solusi inovatif jangka panjang, bagi kebutuhan air bersih di kawasan pesisir, serta mendorong penerapan teknologi serupa di wilayah lain guna mendukung penguatan ekonomi biru Indonesia. “Kami meyakini bahwa kehadiran fasilitas pengolahan air laut ini akan memperkuat ketahanan air kawasan The Nusa Dua sekaligus menjaga keberlanjutan operasional destinasi. Ke depan, ITDC NU berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi infrastruktur yang memberikan nilai tambah bagi pengembangan pariwisata nasional dan mendukung agenda pembangunan hijau Indonesia,” tutup Novan.
Read MoreThe Mandalika, 13 Desember 2025 – Event Mandalika Korpri Fun Night Run 2025 yang digelar pada Sabtu, 6 Desember 2025, tidak hanya menarik antusiasme 7.583 pelari, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi kawasan The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat tingkat okupansi hotel di kawasan mencapai sekitar 83%.PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan menyampaikan bahwa peningkatan okupansi hotel, menunjukkan aktivasi sport tourism mampu menggerakkan roda pariwisata. “Korpri Fun Night Run 2025 membuktikan bahwa The Mandalika tidak hanya menjadi tuan rumah event olahraga, tetapi juga mampu mengaktifkan ekosistem ekonomi kawasan. Lonjakan okupansi pada akhir pekan pelaksanaan event memperlihatkan bagaimana kegiatan sport tourism memberikan manfaat nyata bagi sektor akomodasi, transportasi, dan layanan pendukung lainnya. Potensi ini akan terus diperkuat melalui kolaborasi program dan penyelenggaraan event yang berkelanjutan di kawasan,” ujarnya.Kenaikan okupansi terlihat hampir di seluruh tenant hotel yang beroperasi di The Mandalika. Raja Hotel mencatat tingkat hunian mencapai 96%, Montana sebesar 95%, diikuti Bale Seccha, JM Hotel, Novotel, serta Pullman Hotel yang mengalami peningkatan signifikan masing-masing 88%, 85%, 72%, dan 60% dibanding hari sebelumnya. Total ada 649 jumlah kamar yang terjual. Lonjakan okupansi pada periode puncak event menjadi indikator kuat bahwa penyelenggaraan kegiatan sport tourism mampu menggerakkan industri pariwisata dan akomodasi secara langsung.Sehari sebelum puncak aktivitas di tanggal 6 Desember 2025, okupansi berada pada kisaran 51,3%, sementara pada 7 Desember 2025, angka hunian ada di angka 32%. Pola ini mencerminkan karakteristik umum event berskala besar yang terbukti memberi dorongan kuat pada permintaan akomodasi di hari pelaksanaan. Selain memberikan dampak pada sektor akomodasi, ajang Korpri Fun Night Run 2025 turut menggerakkan roda ekonomi lokal melalui keterlibatan 25 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal asal Lombok Tengah dan Mataram yang menyediakan produk kuliner serta souvenir. “Kami optimistis, meningkatnya aktivitas sport tourism akan semakin memperkuat posisi The Mandalika sebagai The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination. Dengan infrastruktur berstandar internasional, kapasitas akomodasi yang terus berkembang, serta keunggulan lanskap alam, The Mandalika semakin siap menjadi pusat penyelenggaraan berbagai event sport dan lifestyle nasional dan dunia,” tutup Agus.
Read MoreThe Golo Mori, 10 Desember 2025 – Holding Aviasi dan Pariwisata, InJourney bersama anak usahanya, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyelenggarakan Hospitality Training for Frontliners selama dua hari, pada 8–9 Desember 2025 di Golo Mori Convention Center (GMCC), kawasan The Golo Mori. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen InJourney dan ITDC Group dalam memperkuat penerapan standar layanan unggul (service excellence) yang terintegrasi di lingkungan InJourney Group yang berkelas dunia, serta mendukung perkembangan kawasan pariwisata The Golo Mori.Membuka pelatihan, General Manager The Golo Mori, Aji Munarwiyanto menyampaikan apresiasi kepada InJourney atas dukungan pelatihan berbasis standar pelayanan InJourney Group. “Pelatihan ini memastikan seluruh frontliners memiliki pemahaman dan standar pelayanan yang selaras sehingga mampu menghadirkan pengalaman terbaik bagi setiap pengunjung dan stakeholders penyelenggara kegiatan di The Golo Mori,” ujarnya.Sebanyak 38 personel lintas fungsi yang berinteraksi langsung dengan tamu, antara lain unit keamanan di bagian gerbang, operasional, banquet, housekeeping, hingga landscape, mengikuti pelatihan untuk memperkuat service mindset, keterampilan komunikasi, penerapan standar hospitality, dan pemahaman menyeluruh terhadap customer journey.Program pelatihan diselenggarakan secara interaktif. Kombinasi presentasi, simulasi, serta activity-based learning, dipandu secara apik oleh Tasya Nur Intan Dewi, Dian Anggraeni, dan Ardhita Willy Mustika dari InJourney serta Febriyani Galuh Pratiwi yang melengkapi sesi dengan beberapa gimmick seru. Materi yang diberikan mencakup penguatan service leadership, pemahaman embracing generational diversity, hingga strategi memposisikan layanan sebagai kekuatan pemasaran berkelanjutan.Senior Vice President Customer Experience InJourney, Tasya Nur Intan Dewi, menegaskan, “People is experience. Pengalaman wisatawan dimulai dari senyuman dan layanan pertama yang mereka terima. InJourney berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai wajah destinasi, hingga setiap interaksi mencerminkan keramahan, profesionalisme dan keunggulan pariwisata Indonesia.”.Selain memperluas pengetahuan dan wawasan serta meningkatkan keterampilan, para peserta juga menerima sertifikat pelatihan layanan prima dari ITDC sebagai bentuk apresiasi atas penerapan pelayanan yang baik selama ini dan partisipasi aktif selama program berlangsung.Pelaksanaan pelatihan juga mengacu pada tiga indikator keberhasilan utama, yaitu peningkatan pemahaman prinsip layanan unggul yang ditanamkan melalui penyampaian materi inti, kemampuan menerapkan Indonesian Hospitality Standard yang diuji melalui simulasi interaksi dengan tamu, dan penguatan koordinasi lintas fungsi layanan untuk memastikan customer journey berjalan optimal dari awal hingga akhir. Dengan capaian tersebut, para frontliner semakin siap berperan sebagai representasi profesional dan bersahabat dari The Golo Mori.Pelaksanaan pelatihan juga mengacu pada tiga indikator keberhasilan utama, yaitu peningkatan pemahaman prinsip layanan unggul yang disampaikan pada materi, kemampuan menerapkan Indonesian Hospitality Standard yang diuji melalui simulasi interaksi dengan tamu, dan penguatan koordinasi lintas fungsi layanan untuk memastikan customer journey berjalan optimal dari awal hingga akhir. Dengan capaian tersebut, para frontliner semakin siap berperan sebagai representasi profesional dan bersahabat dari The Golo MoriAji menambahkan, “Peningkatan kualitas layanan tidak hanya berfokus pada interaksi langsung dengan tamu, tetapi juga berperan sebagai fondasi penting bagi kesiapan kawasan dalam menyelenggarakan berbagai event berskala nasional maupun internasional di The Golo Mori,” ujarnya.Lebih lanjut, penguatan kompetensi SDM ini semakin meningkatkan kesiapan The Golo Mori dalam menyambut agenda strategis dan komersial melalui GMCC dan Nuka Beach Club. Dengan standar layanan yang semakin solid, The Golo Mori menargetkan peningkatan kepuasan pelanggan, loyalitas penyelenggara MICE, dan daya saing sebagai sustainable marine-based MICE destination.Selain proses pembelajaran yang intensif, pelatihan ini juga menghadirkan atmosfer inspiratif dengan pemandangan langsung ke teluk biru Golo Mori dan gugusan perbukitan sekitarnya, memberikan pengalaman upskilling sumber daya manusia pariwisata yang selaras dengan keunggulan alam destinasi.
Read MoreThe Mandalika 10 Desember 2025 – Untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat sekaligus memperkuat pemahaman pelaku usaha dan pegawai mengenai tata cara menanggulangi kebakaran, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyelenggarakan Simulasi Penanggulangan Kebakaran pada hari Selasa (9/12). Berlangsung di Lapangan Kantor ITDC The Mandalika, kegiatan ini diikuti oleh pegawai ITDC serta pelaku usaha di kawasan, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bazaar Mandalika, tenant hotel, dan restoran yang beroperasi di The Mandalika.Pelaksanaan simulasi ini bertujuan memastikan seluruh pihak memahami prosedur evakuasi, penggunaan alat pemadam api, serta langkah-langkah penanganan yang harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila terjadi kebakaran di kawasan The Mandalika. Kegiatan penanggulangan darurat ini sebelumnya telah dilaksanakan pada tahun 2023, dan mulai tahun 2025 ditargetkan digelar secara berkelanjutan setiap tahun sebagai bagian dari program peningkatan keselamatan dan tata kelola risiko yang dilakukan secara rutin di The Mandalika.PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, mengatakan bahwa kegiatan simulasi kebakaran ini merupakan bentuk komitmen ITDC menciptakan kawasan pariwisata yang aman dan responsif terhadap risiko kedaruratan. “The Mandalika sebagai destinasi kelas dunia, tidak hanya berfokus pada pengembangan infrastruktur dan pengalaman wisata, tetapi juga pada aspek keselamatan dan kesiapan dalam menghadapi potensi risiko darurat. Simulasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesiapsiagaan kolektif bagi seluruh pegawai dan pelaku usaha, sehingga apabila terjadi keadaan darurat, respon dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan terukur,” terang Agus.Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah, Saeful Bahri, S.T, mengapresiasi langkah ITDC dalam meningkatkan kapasitas penanganan keadaan darurat di kawasan. “Kegiatan ini penting sebagai upaya preventif. Semakin sering dilakukan pelatihan dan simulasi, maka semakin baik tingkat kesiapan dan koordinasi di lapangan. Kami berharap inisiatif ini dapat terus berlangsung hingga menjadi standar keselamatan operasional di lingkungan The Mandalika,” ujarnya.Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman langsung mengenai tahapan penanggulangan kebakaran, mulai dari pengenalan kelas-kelas kebakaran dan jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang sesuai untuk masing-masing kondisi, penanganan kebakaran pada kompor dan kebocoran Gas LPG, hingga praktik memadamkan api menggunakan APAR. Simulasi juga mencakup demonstrasi penanganan kebakaran dengan mobil Damkar sebagai tahapan akhir untuk memastikan peserta memahami koordinasi lapangan dalam situasi darurat.Pelaksanaan Simulasi Penanggulangan Kebakaran ini selaras dengan komitmen keberlanjutan ITDC dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui kegiatan ini, ITDC berupaya mewujudkan kawasan pariwisata yang aman dan tangguh sebagaimana tercantum dalam SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan), yang menegaskan pentingnya pembangunan kawasan yang berketahanan terhadap risiko bencana. Kegiatan ini juga memperkuat tata kelola kesiapsiagaan darurat sesuai semangat SDG 16 (Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh) yang mendorong lembaga yang responsif dan mampu mengelola risiko secara efektif. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi) yang menitikberatkan pada peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), perlindungan tenaga kerja, serta penciptaan lingkungan kerja yang aman dan layak bagi seluruh pegawai dan pelaku usaha di kawasan ITDC.Melalui simulasi fire drill ini, ITDC berharap seluruh pihak yang berada di dalam kawasan punya pemahaman yang lebih baik, dalam menghadapi potensi risiko kebakaran, termasuk memahami tindakan dan peralatan apa saja yang harus digunakan dalam situasi darurat.
Read MoreThe Mandalika, 07 Desember 2025 – Semarak malam di The Mandalika semakin terasa dengan suksesnya penyelenggaraan Korpri Fun Night Run 2025 pada hari Sabtu (6/12). Sebanyak 7.583 pelari dari berbagai daerah di Indonesia memulai garis start di Pertamina Mandalika International Circuit dan berlari sejauh 6 kilometer menuju garis finish di Kuta Beach Park. Event Korpri Fun Night Run 2025 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dan sebagai bentuk ajakan meningkatkan kesehatan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta memperkuat kebersamaan melalui olahraga.Kepala Badan Kepegawaian Negara, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., M.H. menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan penyelenggaraan yang berjalan lancar. “Kami sangat bersyukur melihat tingginya partisipasi dalam Korpri Fun Night Run 2025. Ini bukan hanya kegiatan olahraga, tetapi simbol soliditas, semangat sehat, dan kolaborasi ASN dari seluruh Indonesia. Kami berharap event ini dapat menjadi agenda rutin dan memberikan dampak positif bagi kebugaran ASN serta memperkuat rasa persatuan,” katanya.Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah yang juga Ketua Panitia Daerah, H. Lalu Firman Wijaya, ST., MT., menyampaikan bahwa penyelenggaraan event ini menjadi bentuk nyata dukungan NTB dalam mendorong sportstainment di daerah. “The Mandalika adalah ruang ideal untuk kegiatan berlari. Kami bangga dapat menjadi bagian dari penyelenggaraan Korpri Fun Night Run 2025. Antusiasme peserta hari ini menunjukkan bahwa NTB semakin diterima sebagai destinasi untuk event olahraga nasional. Kami akan terus memperbaiki format, melibatkan komunitas, dan memastikan kegiatan ini dapat berkelanjutan,” ujar Lalu.Dari sisi pengelola kawasan, PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menyampaikan kesiapan dan juga komitmen The Mandalika untuk mendukung agenda sport tourism berskala nasional. “Kami berterima kasih atas kepercayaan pihak Korpri, Pemerintah Provinsi NTB, dan tentunya Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk menjadikan The Mandalika sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan lari berskala nasional. Korpri Fun Night Run 2025 memberikan warna baru dalam portofolio event penutup tahun yang luar biasa di The Mandalika. Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum memperkuat positioning The Mandalika sebagai The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination,” ungkap Agus.Penyelenggaraan Korpri Fun Night Run 2025 juga melibatkan berbagai elemen lokal. Mulai dari pelaku usaha, relawan, komunitas olahraga, hingga UMKM. Event ini dipastikan mampu memberikan kontribusi positif pada ekonomi masyarakat. Antara lain pada sektor akomodasi, transportasi, kuliner, hingga aktivitas wisata sekitar kawasan The Mandalika.Dengan suksesnya pelaksanaan Korpri Fun Night Run 2025, penyelenggara berharap event ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus bertumbuh dan menghadirkan lebih banyak peserta serta manfaat bagi daerah.
Read MoreJakarta, 5 Desember 2025 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), bagian dari InJourney Group, menerima Sertifikasi Level 1 dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menyatakan bahwa Pertamina Mandalika International Circuit telah memenuhi Standar Minimum Pengamanan Fasilitas Publik sesuai Peraturan BNPT Nomor 3 Tahun 2022. Sertifikasi tersebut diserahkan di The Sultan Hotel Jakarta (1/12).Sertifikasi Level 1 diberikan setelah sirkuit menjalani proses asesmen menyeluruh yang mencakup lima komponen utama standar minimum pengamanan. Penilaian dimulai dari pengelolaan risiko tindak pidana terorisme melalui identifikasi potensi ancaman dan langkah mitigasinya, dilanjutkan dengan perencanaan pengamanan yang disusun secara terstruktur untuk seluruh area strategis sirkuit. Asesmen juga meninjau pola pengamanan dalam pencegahan tindak pidana terorisme, termasuk sistem kontrol akses dan pemantauan yang diterapkan. Selain itu, tim BNPT mengevaluasi rencana respons terhadap situasi darurat guna memastikan kesiapan sirkuit dalam menghadapi potensi ancaman keamanan selama event berlangsung. Seluruh proses tersebut kemudian dilanjut dengan evaluasi berkesinambungan untuk memastikan standar keamanan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.Terpenuhinya kelima komponen ini, Pertamina Mandalika International Circuit dinyatakan memenuhi standar kelas nasional untuk fasilitas publik yang berisiko tinggi, sehingga menjadikannya salah satu kawasan event paling siap dan aman di Indonesia.Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menegaskan bahwa capaian ini bukan hanya pengakuan teknis, tetapi juga komitmen terhadap keselamatan seluruh pengunjung dan penyelenggara acara. “Sertifikasi Level 1 dari BNPT adalah bukti bahwa Pertamina Mandalika International Circuit telah memenuhi standar pengamanan tertinggi. Ini sangat penting karena setiap tahun kami menyelenggarakan berbagai event nasional dan internasional berskala besar. Kami ingin memastikan bahwa seluruh rangkaian acara berlangsung aman, nyaman, dan memenuhi ekspektasi para promotor serta penonton dari seluruh dunia,” ujar Troy.Pertamina Mandalika International Circuit telah menjadi panggung berbagai perhelatan event balap bergengsi seperti Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP), Asia Road Racing Championship, Porsche Carrera Cup Asia, Shell Eco Marathon GT World Challenge Asia serta beragam festival dan agenda nasional lain yang menghadirkan puluhan ribu pengunjung. Sertifikasi BNPT ini memperkuat posisi Pertamina Mandalika International Circuit sebagai destinasi sportstainment yang tak hanya berkualitas secara infrastruktur, tapi juga memiliki sistem keamanan berkelas tinggi.Dengan capaian ini, ITDC berharap makin meningkatkan kepercayaan promotor internasional dan memperluas peluang The Mandalika untuk menjadi tuan rumah lebih banyak event bertaraf global.
Read MoreThe Mandalika 2 Desember 2025 – Kawasan The Mandalika kembali bersiap menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sportstainment berskala nasional melalui event Mandalika KORPRI Fun Night Run 2025. Ajang lari pada malam hari ini akan menghadirkan pengalaman berlari lebih dari 7.500 peserta dengan jarak 6 kilometer, melintasi rute yang memadukan area Pertamina Mandalika International Circuit dan berbagai titik ikonik di kawasan The Mandalika seperti Kuta Beach Park (KBP) yang dikenal dengan panorama pesisir dan kontur alamnya yang khas.Mandalika KORPRI Fun Night Run 2025 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan, untuk semakin mengukuhkan posisi The Mandalika sebagai The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination, yang bukan cuma fokus pada penyelenggaraan event motorsport kelas dunia saja, tetapi juga terbuka bagi event lari, olahraga rekreasi dan aktivitas outdoor skala besar.PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menyampaikan bahwa event ini merupakan peluang strategis untuk mendorong aktivitas kawasan serta meningkatkan daya tarik destinasi bagi wisatawan. “Rencana penyelenggaraan Mandalika KORPRI Fun Night Run 2025 menjadi momentum penting bagi The Mandalika. Setelah berbagai event motorsport dan event lari sebelumnya mendapatkan respons positif, kami optimistis kegiatan ini akan menjadi daya tarik baru dan memperluas ragam event sport tourism yang bisa dinikmati masyarakat. ITDC siap mendukung agar penyelenggaraan berlangsung lancar, aman, dan berdampak langsung bagi masyarakat dan sektor pariwisata di Lombok,” ujarnya.Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Moh. Faozal menyebut, Mandalika KORPRI Fun Night Run 2025 jadi momen strategis untuk mengenalkan NTB, melalui pendekatan kolaboratif antar instansi. “Kami melihat Mandalika KORPRI Fun Night Run 2025 sebagai ruang yang mempertemukan olahraga, kolaborasi ASN, dan promosi destinasi. Ini bukan hanya event olahraga, tetapi juga kontribusi konkrit untuk memperkuat brand NTB sebagai rumah event nasional dan destinasi sport tourism yang siap menyambut peserta dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.Selain itu, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri yakin, berlangsungnya event ini, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Kami menyambut baik rencana pelaksanaan event ini dan optimis kegiatan ini akan berdampak pada peningkatan hunian hotel, layanan transportasi, dan perputaran ekonomi UMKM. Kami berharap Mandalika KORPRI Fun Night Run 2025 dapat menjadi agenda tahunan, sehingga manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” jelasnya.Selain memperkuat aspek sport tourism, putra-putri daerah Lombok turut ambil peran sebagai bagian tim pelaksana event Mandalika KORPRI Fun Night Run 2025. Langkah ini menjadi wujud pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, sekaligus memperluas portofolio event yang membawa dampak positif dalam hal ekonomi, sosial, dan promosi pariwisata Lombok, Nusa Tenggara barat (NTB).
Read MoreThe Mandalika 29 November 2025 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat capaian penting dalam penerapan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan meraih empat penghargaan bergengsi pada Jumat, (28/11). Yaitu Silver Award pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025 untuk Sustainability Report 2024 dan Silver Award kategori First Year Participation, Silver Award kategori Circular Economy Excellence pada Indonesia Corporate Sustainability Award (ICSA) 2025 untuk program Integrated Food Surplus di perhelatan akbar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 serta sertifikasi Zero Waste to Landfill dari Control Union Indonesia atas keberhasilan pengelolaan limbah organik dalam event internasional tersebut.Direktur Utama ITDC, Ari Respati, mengatakan pencapaian ini adalah refleksi nyata dari komitmen ITDC dalam membangun pariwisata kelas dunia yang berbasis keberlanjutan. “Penghargaan ini tak sekadar bentuk apresiasi eksternal, tetapi indikator bahwa transformasi keberlanjutan perusahaan berjalan pada arah yang benar. Pencapaian ini mencerminkan keseriusan ITDC membangun tata kelola pariwisata yang bertanggung jawab dan berdaya saing global melalui keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, serta perlindungan lingkungan,” ujar Ari.ASRRAT 2025 yang diselenggarakan oleh National Center for Sustainability Reporting (NCSR) jadi pengukuhan penting bagi ITDC, terutama karena tahun ini menjadi momen pertama bagi perusahaan dalam menerbitkan Sustainability Report secara mandiri. Laporan itu telah memenuhi standar internasional GRI Standards terkait pelaporan ESG dan juga menegaskan komitmen ITDC terhadap efisiensi energi, pengelolaan air, penurunan emisi, konservasi keanekaragaman hayati, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi dan kapasitas masyarakat lokal melalui pendekatan tourism for social impact.Pada waktu yang sama, melalui ajang ICSA 2025 yang diselenggarakan oleh Olahkarsa, sebuah startup B2B yang fokus pada solusi ESG, ITDC meraih Silver Award kategori Circular Economy Excellence melalui implementasi program Integrated Food Surplus pada penyelenggaraan event internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di The Mandalika. Program ini dinilai unggul karena mampu menekan limbah makanan secara signifikan sekaligus memastikan redistribusi pangan layak konsumsi secara terukur pada pihak penerima manfaat. Yakni komunitas setempat sebagai penerima food takeaway secara langsung pasca hari perhelatan serta para petani setempat sebagai penerima kompos. Kolaborasi dan upaya kolektif dengan mitra beserta komunitas setempat, mempraktikkan pendekatan circular economy yang bisa direplikasi pada penyelenggaraan event internasional lainnya.Hasil validasi teknis independen atas keberhasilan mekanisme tersebut, ITDC juga memperoleh sertifikasi Zero Waste to Landfill dari Control Union Indonesia. Sertifikasi ini menegaskan bahwa limbah makanan dari ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 berhasil dialihkan dari Tempat Pembuangan Akhir melalui pemanfaatan ulang, pengomposan, redistribusi pangan, dan sistem pengelolaan yang memastikan tidak ada residu yang berujung menjadi jadi sampah akhir.Selain penghargaan di bidang ESG, ITDC dinyatakan sebagai Indonesia Trusted Company dalam ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2025 yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) bersama Majalah SWA pada Senin, (25/11). Penguatan aspek tata kelola dikukuhkan melalui capaian ITDC sebagai perusahaan kategori Trusted dalam Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2025. Pengakuan ini diberikan kepada perusahaan yang secara konsisten mempraktikkan Good Corporate Governance (GCG) dan memastikan keberlanjutan bisnis berjalan dalam kerangka tata kelola yang transparan, akuntabel, dan terukur.“Capaian ini merupakan validasi strategis atas penerapan keberlanjutan yang terukur dan berorientasi jangka panjang. Kami akan terus memperkuat roadmap keberlanjutan ITDC agar kawasan yang kami kembangkan dan kelola tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosial dan ekologis yang memberikan manfaat berkelipatan dan lintas generasi. Empat pencapaian gemilang ini semakin memperkokoh ITDC di usia ke 52 tahunnya sebagai pionir pengembang dan pengelola destinasi berkelanjutan terintegrasi di Indonesia yang berbasis GCG, ESG, Circular Economy, dan Responsible Tourism,” tutup Ari.
Read More