TINGKATKAN PENJUALAN DI MASA PANDEMI MELALUI PEMASARAN DIGITAL

Sejak pandemi COVID-19 melanda, sektor pariwisata mengalami dampak serius akibat pembatasan aktivitas wisatawan yang mempengaruhi seluruh aktivitas perekonomian. Penerapan peraturan protokol kesehatan yang ketat, seperti larangan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia berimbas pada penurunan penjualan produk kerajinan para pelaku usaha kecil termasuk di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Oleh karenanya untuk meningkatkan penjualan serta pemasaran produk kerajinan kelompok usaha kecil di NTB, ITDC bersinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero)/PNM menyelenggarakan pelatihan “Memaksimalkan Pemasaran Produk Melalui Website dan Google Bisnisku”. Adapun peserta pelatihan tersebut adalah mitra binaan ITDC yang terdiri dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Kaki Rinjani Sejahtera Kopi Telapen, Kelompok Kerajinan Bambu Purnama dan Kelompok Tenun Dharma Setya Artshop. Bertempat di Dharma Setya Art & Gallery, Desa Sukarara, Puyung, Lombok Tengah, Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu untuk Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT KUKM) Provinsi NTB Mashur, S. Kom., sebagai narasumber memberikan pengetahuan tentang cara memasarkan produk melalui website atau social media serta cara melakukan penjualan secara online kepada konsumen yang ada di luar kota bahkan di luar Indonesia.Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta tersebut dapat memanfaatkan media digital seperti website atau social media untuk memasarkan dan menjual produk sehingga dapat meningkatkan omset pendapatan di tengah pandemi COVID-19. (pkbl/sm/ms)

PELATIHAN MEMBUAT KUE DARI BUAH JERUK UNTUK PETANI DESA KATUNG

Jeruk sebagai buah yang paling mudah ditemukan dan tidak bergantung pada musim, selain dapat dikonsumsi secara langsung,juga dapat diolah menjadi aneka jenis minuman dan makanan, Sebagian masyarakat yang biasanya memanfaatkan buah jeruk untuk dijadikan minuman, buah jeruk juga dapat dimanfaatkantermasuk menjadi bahan dasar pembuatan aneka olahan kue. Guna meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal khususnya buah jeruk, ITDC menyelenggarakan pelatihan capacity building untuk mitra binaan Petani Jeruk Desa Katung. Petani jeruk dari Desa Katung, Kintamani, Bangli – Bali dilatih secara langsung oleh Chef Apri Irawan dari Bali Pastry College (BPC) untuk membuat aneka olahan kue yang berbahan dasar buah jeruk. Selain untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas para petani, pelatihan ini juga bertujuan untuk mengantisipasi anjloknya harga jeruk pada saat panen raya, sehingga para petani dapat menciptakan produk turunan buah jeruk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Diharapkan dariMelalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mempratekkan secara langsung ilmu yang didapat sehingga dapat mendorong keberlangsungan dan kesejahteraan para petani semakin baik kedepannya. (pkbl/ms)

ITDC LATIH PETANI KOPI TUGU SARI TENTANG BASIC ROASTING DAN COFFEE BLEND

Budidaya kopi saat ini menjadi bisnis yang menjanjikan seiring dengan meningkatnya pertumbuhan kedai kopi di Bali. Hampir diseluruh mal, tempat wisata bahkan hingga ke gang-gang sempit dapat dijumpai kedai yang menawarkan beragam jenis olahan kopi. Tak hanya sebagai penghilang rasa kantuk, kopi juga menjadi lifestyle kaum milenial saat ini. Guna mendukung kebutuhan akan kopi berkualitas, ITDC melalui progam peningkatan kapastias usaha (capacity building) mengadakan pelatihan Basic Roasting dan Coffee Blend bagi kelompok petani kopi Tugu Sari Desa Pajahan. Kelompok petani kopi yang berasal dari Desa Pajahan, Pupuan, Tabanan – Bali ini merupakan mitra binaan ITDC yang baru memulai pengembangan budidaya kopi. Sebanyak tujuh peserta diberikan ilmu dan bimbingan terkait proses penting dalam membuat produk kopi unggulan yaitu proses basic roasting dan coffee blend. Basic Roasting adalah proses mengeluarkan air dalam kopi, mengeringkan dan mengembangkan bijinya, mengurangi beratnya sehingga memberikan aroma pada kopi. Sedangkan Coffee Blend merupakan proses mengkombinasikan antara beberapa tipe biji kopi untuk menambah cita rasa. Coffee blend bertujuan untuk menghasilkan rasa yang seimbang dan disukai oleh konsumen. Melalui pelatihan mengenai proses basic roasting dan coffee blend ini, diharapkan produk kopi yang dihasilkan kelompok Petani Tugu Sari dapat ditingkatkan kualitaskan sehingga dapat dipasarkan di kedai kopi, hotel maupun restoran yang ada di Bali.  (PKBL/MWK/MS)

PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM DAN OLAHAN BAGI MASYARAKAT DESA PENYANGGA KEK MANDALIKA

Pelatihan budidaya jamur tiram dan olahan untuk masyarakat desa penyangga KEK Mandalika dilaksanakan pada hari Rabu-Jumat tanggal 11 -13 Januari 2020 di Kantor ITDC Mandalika. Total peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah sekitar 48 orang pria dan wanita baik kalangan pemuda maupun orang tua dari 6 desa penyangga KEK Mandalika. Tutor untuk pelatihan tata rias ini adalah pengusaha UKM yang ada di Batu Layar, Lombok Barat yaitu Bapak Adi dan Ibu Ana pemilik UKM Difiya Jamur.Rangkaian pelatihan budidaya jamur tiram dan olahan ini dimulai dengan materi teori pengenalan jamur dan jenisnya serta cara budidaya yang baik dan benar, pemeliharaan dan cara panen jamur, serta materi mengenai cara pengolahan dan pemasaran hasil olahan jamur. Setelah seluruh teori mengenai budidaya jamur diberikan, barulah para peserta dibagi kelompok per desa dan diminta untuk memulai praktek untuk pembuatan baglog bibit jamur yang akan digunakan untuk budidaya jamur tiram. Setiap desa membuat sekitar 100 baglog bibit jamur untuk dirawat dan harapannya hasil panen dari jamur tiram tersebut dapat menjadi tambahan sumber penghasilan masyarakat di masing-masing-masing desa penyangga.Para peserta pelatihan juga diajarkan mengenai cara mengolah jamur tiram menjadi beberapa masakan olahan jamur seperti sate jamur, sambal jamur dan jamur tiram krispi. Hal ini nantinya diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi usaha budidaya jamur yang dijalankan oleh masing-masing desa nantinya. Para peserta juga diajarkan simulasi pasar dalam memasarkan produk jamur tiram olahannya dengan berjualan di sekitar wilayah KEK Mandalika.Pasca pelatihan para peserta juga mendapatkan pendampingan hingga lebih dari 1 bulan dari para tutor untuk mengetahui perkembangan bibit-bibit jamur yang sudah dibuat dan disusun di masing-masing desa. Usai pendampingan paling tidak masing-masing desa sudah bisa panen hasil jamur tiram. Setelah rangkaian kegiatan selesai, saat ini para peserta pelatihan budidaya jamur tiram dari beberapa desa sudah sering menerima permintaan untuk suplai jamur tiram dari restoran-restoran maupun hotel yang ada di desa penyangga KEK Mandalika. Para peserta bahkan sempat mengajarkan warga lain yang tidak mengikuti pelatihan di masing-masing desa peserta. Hal inilah yang menjadi harapan ITDC kepada para peserta yaitu agar dapat meningkatkan pendapatan pasca pelatihan dilaksanakan dan dapat menyebarkan ilmu yang didapat kepada warga sekitar. Inilah yang bisa menjadi pemicu peningkatan taraf kehidupan masyarakat di desa penyangga KEK Mandalika. (pkbl/ sagung)

PELATIHAN PEMBUATAN HANDICRAFT RAJUTAN BAGI MASYARAKAT DESA PENYANGGA KEK MANDALIKA

Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Rabu-Jumat tanggal  8-10 Januari 2020 di Kantor ITDC Mandalika. Total peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah 26 orang pria dan wanita baik kalangan pemuda maupun orang tua dari 6 desa penyangga KEK Mandalika. Tutor untuk pelatihan tata rias ini adalah pengusaha UKM yang ada di Mataram yaitu Ibu Sri Wahyuni pemilik UKM Uniqq Collection.Rangkaian pelatihan handicraft rajut ini dimulai dengan materi memperkenalkan pola dasar merajut kepada seluruh peserta. Setelah peserta menguasai dasar-dasar merajut barulah diajarkan mengenai bagaimana caranya membuat pola rantai, tusuk tunggal, dan tusuk ganda dalam rajutan. Setelah itu, bagian yang terakhir barulah para peserta diberikan tugas untuk melanjutkan pembuatan dompet atau tas sesuai ukuran Hingga finishing (furing). Target di akhir pelatihan paling tidak para peserta sudah bisa menghasilkan 1 buah dompet rajutan dari pelatihan yang didapat.Pasca pelatihan para peserta juga mendapatkan pendampingan sebanyak 3 kali dari para tutor dan peserta diberikan tugas untuk menyelesaikan rajutan seperti tas, dompet, topi, syal, tempat tisu atau jenis barang yang lain sesuai dengan kreasinya, Hal ini untuk melihat sejauh mana perkembangan dan pemahaman dari para peserta mengenai materi yang diberikan.Setelah rangkaian kegiatan selesai, saat ini para peserta pelatihan rajutan handicraft ini sebagian besar sudah sering menerima permintaan untuk pembuatan dompet, tas atau barang-barang rajutan di sekitar desa. Beberapa dari peserta bahkan sudah bisa membagi ilmu yang didapatkan kepada warga desa lain di desanya yang ingin mempelajari keterampilan merajut ini. Hal inilah yang menjadi harapan ITDC kepada para peserta yaitu agar dapat meningkatkan pendapatan pasca pelatihan dilaksanakan dan dapat menyebarkan ilmu yang didapat kepada warga sekitar. Inilah yang bisa menjadi pemicu peningkatan taraf kehidupan masyarakat di desa penyangga KEK Mandalika. (pkbl/ sagung)

ITDC BERIKAN PELATIHAN TATA RIAS WAJAH DAN RAMBUT UNTUK MASYARAKAT SEKITAR KEK MANDALIKA

Kegiatan pelatihan tata rias wajah dan rambut yang diselenggarakan oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) ini dilaksanakan pada hari Rabu-Jumat tanggal 8-10 Januari 2020 di Kantor ITDC Mandalika. Total peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah 27 orang wanita baik ibu rumah tangga maupun kalangan pemuda dari 6 desa penyangga KEK Mandalika. Tutor untuk pelatihan tata rias ini adalah ahli kecantikan yang berasal dari La Tulipe Professional Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).Rangkaian pelatihan tata rias ini dimulai dengan diagnosa kulit kepada masing-masing peserta. Hal ini bertujuan agar masing-masing peserta dapat mengenali kulit sendiri sebelum melakukan perawatan kepada orang lain yang nantinya menjadi kliennya. Setelah itu barulah peserta diberikan materi mengenai perawatan intensif dalam teori dan praktek untuk facial wajah. Setelah peserta menguasai materi mengenai perawatan kulit wajah, barulah diberikan materi mengenai tata rias baik Make Up dasar dan Make Up tingkat lanjut (teori dan praktek) untuk diri sendiri dan orang lain. Jenis make up yang diajarkan juga dari jenis make up ringan yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari maupun jenis make up untuk pernikahan.Pasca pelatihan para peserta juga mendapatkan pendampingan sebanyak 3 kali dari para tutor dan diberikan tugas untuk mendapatkan konsumen selama masa pendampingan. Peserta juga diajarkan mengenai tata rias rambut untuk melengkapi materi tata rias wajah yang telah didapatkan. Hal ini untuk melihat sejauh mana perkembangan dan pemahaman dari para peserta mengenai materi yang telah diberikan.Setelah rangkaian kegiatan selesai, saat ini para peserta pelatihan tata rias sebagian besar sudah sering menerima permintaan untuk merias wajah baik untuk acara pernikahan maupun acara-acara formal di sekitar desanya. Beberapa dari peserta bahkan saat ini sudah ada yang membuka usaha salon di desa masing-masing. Hal inilah yang menjadi harapan ITDC kepada para peserta yaitu agar dapat meningkatkan pendapatan pasca pelatihan dilaksanakan. (pkbl/sagung)

ITDC BERIKAN PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK MENDORONG PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA PENYANGGA KEK MANDALIKA

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan dalam bidang Tata Rias Wajah & Rambut, Rajutan & Budidaya Jamur Tiram bagi masyarakat di desa penyangga KEK Pariwisata Mandalika. Rangkaian pelatihan ini dimulai pada tanggal 30 Desember 2019 di Kantor ITDC Mandalika. Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka mengembangkan jiwa entrepreneurship untuk peningkatan usaha sehingga tercipta perluasan kerja. Selain itu pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta agar dapat mengkaji dan mengembangkan kemampuan pribadi untuk persiapan, berpola pikir dan berprilaku sebagai wirausaha mandiri dan meningkatkan penghasilan tiap peserta. Program pelatihan ini bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Bisnis PPKP Mataram sebagai fasilitator pelatihan. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah fun games, diskusi kelompok dan juga presentasi hasil diskusi. Pada Pelatihan Kewirausahaan para peserta diberikan materi mengenai dasar kewirausahaan untuk mengubah mindset peserta agar bisa menjadi wirausaha mandiri. Hal-hal yang sangat ditekankan dalam pelatihan adalah mengenai Dinamika Kelompok, Pengenalan Karakter Pribadi, Kedisiplinan dan Pemasaran.Pelatihan ini merupakan awal dari pelatihan kewirausahaan lanjutan dalam masing-masing bidang seperti Pelatihan Budidaya Jamur Tiram & Olahan, Pelatihan Handicraft Rajutan, dan Pelatihan Tata Rias. Masyarakat yang sudah mengikuti kegiatan pelatihan dasar kewirausahaan nantinya akan mengikuti pelatihan masing-masing bidang sesuai dengan minat. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh peserta pelatihan 3 bidang tersebut sejumlah 105 orang yang berasal dari 6 desa penyangga KEK Mandalika yaitu Desa Sengkol, Mertak, Kuta, Sukadana, Prabu, & Rembitan. Para peserta pelatihan terpilih melalui assesmen kemudian mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan nantinya diakhiri dengan proses monitoring dan evaluasi. Seluruh proses pelatihan dilaksanakan kurang lebih selama 3 bulan. 

PELAKU USAHA UMKM BAZAAR MANDALIKA DI BERIKAN PELATIHAN AKUNTANSI OLEH ITDC

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola KEK Pariwisata Mandalika atau The Mandalika, menyelenggarakan pelaksanaan Pelatihan Akuntansi Sederhana UKM dan Aplikasi Berbasis Android Bagi UMKM Mitra Bazaar Mandalika Tahun 2019, untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas para pelaku usaha di Bazaar Mandalika dalam mengatur keuangan. Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari pada tanggal 15-17 Juli 2019 di Hotel Illira Lite, Praya, bekerjasama dengan Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB dan Universitas Mataram.Peserta pelatihan mencapai 33 orang yang merupakan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau pada bidang kuliner yang sudah terkontrak dengan ITDC di Bazaar Mandalika. Materi yang diperoleh peserta selama tiga hari antara lain mencakup Dinamika Kelompok, Pengantar Akuntansi Sederhana, Persamaan Akuntansi Sederhana, praktek penyusunan Laporan Keuangan, Instal Aplikasi Akuntansi UKM untuk Android, Pengantar Aplikasi Akuntasni UKM dan Praktek Aplikasi Akuntansi UKM.Pelatihan ini diselenggarakan agar para peserta dapat mengetahui dan paham cara membuat laporan keuangan sederhana untuk usaha dalam bentuk konvensional maupun berbasis aplikasi android. ITDC juga berharap melalui pelatihan ini, peserta pelatihan dapat menjadi agen perubahan untuk memberikan edukasi dan pengetahuan kepada pedagang UMKM sekitar yang belum pernah mengikuti pelatihan serta mengaplikasikan materi yang diterima di kehidupan sehari – harinya. 

ITDC AJAK MASYARAKAT SEKITAR TANJUNG AAN IKUT GERAKAN BANK SAMPAH

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola KEK Pariwisata Mandalika atau The Mandalika, mengajak masyarakat untuk mengelola sampah menjadi barang yang lebih bermanfaat dalam kehidupan serhari-hari. Melalui Program Bina Lingkungan, ITDC mengadakan Program Pelatihan, Pembinaan, dan Pendampingan mengenai Bank Sampah serta cara pengelolaan sampah di kawasan pariwisata the Mandalika, bagi pedagang dan warga yang berada di Pantai Tanjung Aan - the Mandalika, Lombok NTB. Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Bank Sampah NTB Mandiri berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 27 Februari – 1 Maret 2019, bertempat di kantor ITDC Mandalika.Dalam pelatihan ini peserta diajarkan mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, pemanfaatan sampah organik menjadi kompos, pemanfaatan sampah anorganik menjadi barang kerajinan,praktik pembuatan kompos dengan metode Takakura dan penggunaan tabung komposter, serta manfaat pembentukan Bank Sampah. Pelatihan diikuti oleh 25 orang yang merupakan warga Tanjung Aan dan sekitarnya hingga Dusun Gerupuk, terdiri dari berbagai unsur seperti Kepala Dusun, Pedagang, Pemuda, dan Ibu Rumah Tangga. Disamping mengikuti pelatihan, masyarakat akan didampingi selama 14 hari oleh tim Bank Sampah NTB dan ITDC untuk mencapai tujuan akhir yakni terbentuknya Bank Sampah untuk warga di Tanjung Aan hingga Dusun Gerupuk yang nantinya akan dikelola oleh masyarakat itu sendiri.Program pelatihan dan pembentukan Bank Sampah berbasis masyarakat ini merupakan salah satu upaya dalam mengubah paradigma masyarakat di sekitar kawasan the Mandalika, khususnya di kawasan Tanjung Aan, mengenai sampah. ITDC berharap masyarakat dapat melihat sampah sebagai barang yang memiliki nilai untuk bisa dimanfaatkan kembali, sehingga terdorong untuk mengolahnya menjadi barang bernilai ekonomis yang memiliki potensi untuk memberikan penghasilan tambahan. Disamping itu, dengan mengikuti kegiatan ini, masyarakat dapat memberikan kontribusinya dalam mengurangi jumlah sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). (pkbl/sagung)

ITDC DUKUNG DESA PINGE MENJADI DESA WISATA YANG MANDIRI DAN PROFESIONAL

Desa Pinge yang berada di Kecamatan Marga Tabanan, Bali merupakan sebuah desa tradisional yang memiliki ciri khas pada bangunan rumah tradisional yang tertata rapi, bentangan persawahan dengan panorama indah, dan fasilitas penginapan untuk wisatawan yang ditunjukkan dengan dengan tersedianya rumah penduduk untuk disewakan sebagai penginapan atau homestay. Selain itu berbagai atraksi budaya tradisional masih terjaga dengan baik. Bangunan Pura tempo dulu yang masih tetap terjaga hingga hidangan kuliner tradisional khas Desa Pinge yang layak untuk dinikmati wisatawan yang berkunjung ke Pinge.Sejalan dengan potensi tersebut, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sejak Tahun 2016 telah memberikan bantuan kepada Desa Pinge dalam rangka menjadikan Desa Pinge sebagai Desa Wisata yang mandiri dan profesional berlandaskan pada konsep community based tourism. Selain itu, dalam rencana pengembangan Desa Wisata Pinge juga tidak lepas dari Konsep Tri Hita Karana dimana terciptanya keharmonisan antara hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungannya tetap menjadi pijakan dalam setiap nafas kegiatan pengembangannya. Tahun 2019, ITDC memberikan bantuan pelatihan peningkatan sumber daya manusia berupa pelatihan manajemen homestay dan tour guide.Selain itu bantuan fisik berupa penataan telajakan angkul-angkul rumah atau pintu depan rumah, pembuatan tiang kulkul (kentungan), penambahan lampu penerangan dan tempat sampah di bagian belakang pintu masuk. Harapan ITDC pada tahun 2021,  Desa Wisata Pinge sudah bisa mandiri dan professional dalam menata serta mengatur desanya sebagai desa wisata unggulan yang berbeda dengan desa wisata lainnya di Bali. Segala bantuan yang diberikan ITDC tersebut merupakan upaya mendukung keberlangsungan Bali sebagai daerah yang sumber perekonomian masyarakatnya dari sektor Pariwisata. Nantinya desa ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih bagi penduduk desanya. Hal ini juga sekaligus dapat meningkatkan citra atau nilai perusahaan yang mampu memberikan kontribusi berkelanjutan dalam kegiatan pengembangan pada suatu wilayah luar lingkungan unit usaha. (pkbl/ sulasa)

WHAT’S NEW
KEJAR MOTOGP INDONESIA 2021, ITDC GANDENG PT PP DAN HIMBARA UNTUK PERCEPAT PEMBANGUNAN SIRKUIT MANDALIKA Read More ITDC SIAP SAMBUT IMPLEMENTASI NEW NORMAL PARIWISATA Read More Dukung Penanganan COVID-19, ITDC Bersama CLub Med Indonesia Sumbang 21 Ribu Masker Untuk 11 RS Di Bali Dan NTB Read More Kembangkan Infrastruktur Dasar Kawasan, ITDC Bangun Akses Menuju Pantai Gerupuk Dan Tanjung Aan Read More LINDUNGI MASYARAKAT DARI PENYEBARAN COVID-19, ITDC GELAR DISINFEKTASI DI DESA PENYANGGA THE NUSA DUA Read More Progres Sirkuit MotoGP Memuaskan Read More Sandiaga Pastikan Sirkuit MotoGP Mandalika Selesai Juli 2021 Read More Persiapan MotoGP Mandalika, Gubernur NTB: Semua Masih dalam Waktu yang Direncanakan Read More Ragam Wisata Olahraga yang Bisa Dilakukan di Mandalika Read More Menteri Basuki dan Sandiaga Uno Target Tuntaskan 5 Bali Baru Pertengahan 2021 Read More Menparekraf Will Facilitate MSMEs in MotoGP 2021 Read More Cegah Penyebaran Covid-19, ITDC Beri Bantuan Disinfektan pada Tenaga Kebersihan dan Keamanan Read More Bikin Penasaran, Satu Pantai di Mandalika Punya Dua Pasir Read More Toilet Pariwisata Terbaik Ada di The Mandalika Read More Dukung MotoGP, PUPR Bangun 817 Sarana Hunian Pariwisata di NTB Read More Menengok Cantiknya Homestay untuk Mendukung Perhelatan MotoGP 2021 Read More UMKM Ikut Andil dalam Penyelenggaraan MotoGP Mandalika Read More Mandalika Siap Jadi Sport Tourism Unggulan di Indonesia Read More Sandiaga Pastikan Mandalika Layak Jadi Venue Wisata Olahraga Read More Sandiaga Klaim Toilet di Mandalika Terbaik Se-Indonesia Read More MENPAREKRAF KUNJUNGI THE MANDALIKA Read More Pariwisata Sepi, Sandi Akan Gelar Mini Triatlon di Mandalika Read More Pantai-pantai Menggoda di Kawasan Mandalika Read More 22 Akomodasi Pariwisata di ITDC Tersertifikasi CHSE dari Kemenparekraf Read More FOTO: Pembangunan Sirkuit Mandalika untuk MotoGP Indonesia Hampir 50 Persen Read More Dorna Sport Akan Cek Kesiapan Sirkuit Mandalika Februari Ini Read More Lahan Enklave Kawasan The Mandalika Mulai Dikosongkan, Warga Bongkar Sendiri Bangunannya Read More Track Utama Sirkuit Mandalika Tersambung 100 Persen Read More Proses Pembangunan Sirkuit Mandalika untuk MotoGP Indonesia Hampir 50 Persen Read More Pembebasan Lahan Sirkuit Mandalika Semakin Lancar, Pihak ITDC Berharap Begini Read More Enam Pemilik Lahan Terima Uang Konsinyasi Lahan Enclave KEK Mandalika Rp12,9 Miliar Read More Antusiasme Sambut MotoGP Mandalika, Warga Desa Kuta Rela Berbagi Rumah dengan Turis Read More Proses Land Clearing Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika Berjalan Kondusif Read More MotoGP Mandalika Diharapkan Dongkrak Kunjungan Wisatawan Asing Read More Tak Mau Kelewatan Ajang MotoGP Dan WSBK, Menpora dan Menparekraf Pantau Proyek Sirkuit Mandalika Read More Follow the latest information from the COVID-19 Mitigation Task Force at http://covid19.go.id and help prevent the spread of COVID-19. Read More