Jakarta, 5 Januari 2022 - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Mandalika)/The Mandalika bersama dengan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku bagian dari ITDC Group, mulai membuka penjualan tiket balap motor MotoGP Indonesia Grand Prix (MotoGP) 2022 secara online dan offline mulai 6 Januari 2022. Penjualan tiket MotoGP kategori Premium Grandstand dan VIP Hospitality Suites (Premiere Class & Deluxe Class) mulai dibuka pada Kamis, 6 Januari 2022. Sementara penjualan tiket kategori General Admission dan Standard Grandstand baru dibuka pada Selasa, 11 Januari 2022. Calon penonton dapat melakukan pembelian tiket secara online melalui 10 platform pembelian tiket yang merupakan partner dari ITDC Group, antara lain channel digital Xplorin yang didukung oleh Bank NTB Syariah, InJourney, Tiketapasaja.com, Tiket.com, My Pertamina Apps, DyandraTiket.com mulai tanggal 6 Januari 2022. Sementara pembelian secara offline dapat dilakukan di gerai Alfamart, Indomaret, dan Angkasa Pura Hotel yang mulai dibuka pada tanggal 11 Januari 2022. Tiket MotoGP ini memiliki variasi harga sesuai dengan tempat menonton yang terbagi menjadi lima kategori yaitu, General Admission dengan jumlah kuota sebesar 10.000 tiket, Standard Grandstand sebanyak 28.578 tiket, Premium Grandstand 22.056 tiket, Deluxe Class 2.000 tiket, dan Premiere Class 900 tiket. Total kuota tiket penonton yang disediakan sebesar 63.534 tiket per hari.Tahun ini, ITDC-MGPA menyediakan tiket harian pada kategori General Admission, Standard Grandstand, dan Premium Grandstand. Untuk harga tiket hari pertama pada 18 Maret, tiket yang tersedia dimulai pada harga Rp 115.000 – Rp 431.250. Sementara untuk tanggal 19 Maret harga tiket dimulai pada harga Rp 287.500 – Rp 1.150.000 dan pada tanggal 20 Maret tiket dimulai pada harga Rp 575.000 – Rp 1.725.000. Selain tiket harian, penyelenggara event juga telah menyiapkan paket weekend pass yakni Sabtu dan Minggu untuk tiga kategori yang sama dimulai dari harga Rp 805.000 – Rp 2.587.000. Khusus untuk kategori VIP Hospitality Suites, tersedia tiket 3 days pass yang dijual pada rentang Rp 10.000.000 – Rp 15.000.000 (berlaku untuk menonton selama tiga hari).Sementara bagi pecinta balap yang telah mendaftar pada pre-booking tiket, mereka akan mendapatkan prioritas kuota dan akan dihubungi melalui data yang telah diinput dalam jangka waktu tertentu. Vice President of Commercial MGPA, Aji Aditra Perdana menyampaikan, “Kami yakin masyarakat sudah antusias menyambut Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP kembali setelah penantian panjang selama 25 tahun. Untuk itu, mengawali tahun 2022 kami mengumumkan harga tiket sekaligus membuka penjualan tiket MotoGP 2022. Sehingga masyarakat yang ingin menyaksikan event MotoGP secara langsung di Pertamina Mandalika International Street Circuit pada 18-20 Maret mendatang sudah bisa mulai mempersiapkan diri lebih awal.”Sebagai informasi, General Admission merupakan tiket non-seating area, dimana penonton bisa masuk ke area Sirkuit untuk menyaksikan balap dari layar besar dan menyaksikan konten di dalam area komersial namun tidak masuk pada area Grandstand. Sementara Standard Grandstand terbagi menjadi enam titik lokasi duduk yaitu zona C di tikungan 1, zona D di tikungan 3, zona E di tikungan 6, zona F di tikungan 8, zona G di tikungan 12, zona H di tikungan 13, zona I di tikungan 14. Sementara, Premium Grandstand berada di empat titik yaitu di zona A pada area start dan finish balap, serta beberapa titik lainnya, zona B di tikungan 1, zona J di tikungan 15, dan zona K di tikungan 16. Sementara VIP Hospitality Suites terbagi menjadi dua kelas, yakni Premiere Class yang berlokasi di lantai 2 Pit Bulding sehingga memudahkan penonton untuk berinteraksi dengan pembalap, dan Deluxe Class berlokasi di VIP Village berdekatan dengan Paddock Sirkuit.Jakarta, 5 Januari 2022 - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Mandalika)/The Mandalika bersama dengan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku bagian dari ITDC Group, mulai membuka penjualan tiket balap motor MotoGP Indonesia Grand Prix (MotoGP) 2022 secara online dan offline mulai 6 Januari 2022. Penjualan tiket MotoGP kategori Premium Grandstand dan VIP Hospitality Suites (Premiere Class & Deluxe Class) mulai dibuka pada Jumat, 6 Januari 2022. Sementara penjualan tiket kategori General Admission dan Standard Grandstand baru dibuka pada Selasa, 11 Januari 2022. Calon penonton dapat melakukan pembelian tiket secara online melalui 10 platform pembelian tiket yang merupakan partner dari ITDC Group, antara lain channel digital Xplorin yang didukung oleh Bank NTB Syariah, InJourney, Tiketapasaja.com, Tiket.com, My Pertamina Apps, DyandraTiket.com mulai tanggal 6 Januari 2022. Sementara pembelian secara offline dapat dilakukan di gerai Alfamart, Indomaret, dan Angkasa Pura Hotel yang mulai dibuka pada tanggal 11 Januari 2022. Tiket MotoGP ini memiliki variasi harga sesuai dengan tempat menonton yang terbagi menjadi lima kategori yaitu, General Admission dengan jumlah kuota sebesar 10.000 tiket, Standard Grandstand sebanyak 28.578 tiket, Premium Grandstand 22.056 tiket, Deluxe Class 2.000 tiket, dan Premiere Class 900 tiket. Total kuota tiket penonton yang disediakan sebesar 63.534 tiket per hari.Tahun ini, ITDC-MGPA menyediakan tiket harian pada kategori General Admission, Standard Grandstand, dan Premium Grandstand. Untuk harga tiket hari pertama pada 18 Maret, tiket yang tersedia dimulai pada harga Rp 115.000 – Rp 431.250. Sementara untuk tanggal 19 Maret harga tiket dimulai pada harga Rp 287.500 – Rp 1.150.000 dan pada tanggal 20 Maret tiket dimulai pada harga Rp 575.000 – Rp 1.725.000. Selain tiket harian, penyelenggara event juga telah menyiapkan paket weekend pass yakni Sabtu dan Minggu untuk tiga kategori yang sama dimulai dari harga Rp 805.000 – Rp 2.587.000. Khusus untuk kategori VIP Hospitality Suites, tersedia tiket 3 days pass yang dijual pada rentang Rp 10.000.000 – Rp 15.000.000 (berlaku untuk menonton selama tiga hari).Sementara bagi pecinta balap yang telah mendaftar pada pre-booking tiket, mereka akan mendapatkan prioritas kuota dan akan dihubungi melalui data yang telah diinput dalam jangka waktu tertentu. Vice President of Commercial MGPA, Aji Aditra Perdana menyampaikan, “Kami yakin masyarakat sudah antusias menyambut Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP kembali setelah penantian panjang selama 25 tahun. Untuk itu, mengawali tahun 2022 kami mengumumkan harga tiket sekaligus membuka penjualan tiket MotoGP 2022. Sehingga masyarakat yang ingin menyaksikan event MotoGP secara langsung di Pertamina Mandalika International Street Circuit pada 18-20 Maret mendatang sudah bisa mulai mempersiapkan diri lebih awal.”Sebagai informasi, General Admission merupakan tiket non-seating area, dimana penonton bisa masuk ke area Sirkuit untuk menyaksikan balap dari layar besar dan menyaksikan konten di dalam area komersial namun tidak masuk pada area Grandstand. Sementara Standard Grandstand terbagi menjadi enam titik lokasi duduk yaitu zona C di tikungan 1, zona D di tikungan 3, zona E di tikungan 6, zona F di tikungan 8, zona G di tikungan 12, zona H di tikungan 13, zona I di tikungan 14. Sementara, Premium Grandstand berada di empat titik yaitu di zona A pada area start dan finish balap, serta beberapa titik lainnya, zona B di tikungan 1, zona J di tikungan 15, dan zona K di tikungan 16. Sementara VIP Hospitality Suites terbagi menjadi dua kelas, yakni Premiere Class yang berlokasi di lantai 2 Pit Bulding sehingga memudahkan penonton untuk berinteraksi dengan pembalap, dan Deluxe Class berlokasi di VIP Village berdekatan dengan Paddock Sirkuit.
Read MoreThe Nusa Dua, 31 Desember 2021 – Kawasan pariwisata The Nusa Dua, Bali, yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang kawasan pariwisata di Indonesia, semakin siap menyambut kunjungan wisatawan dan event KTT G20 dengan adanya tambahan akomodasi dan fasilitas dalam kawasan. Penambahan ini seiring dengan resmi dibukanya hotel bintang 5 Renaissance Bali Nusa Dua Resort pada 20 Desember lalu.Renaissance Bali Nusa Dua Resort milik PT Royal Pasific Nusantara dibangun di lahan seluas 102.450 m2, terdiri dari 310 kamar dan suite, dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas antara lain 5 meeting room seluas total 12.055 m2, restoran, 4 kolam renang tematik, pool bar, serta gym & spa. Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, “Kehadiran Renaissance Bali Nusa Dua Resort sebagai akomodasi baru dalam kawasan The Nusa Dua menjadikan kami lebih siap dalam memenuhi kebutuhan akomodasi serta fasilitas kegiatan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) dalam menyambut event KTT G20 mendatang. Selain itu, hotel ini dapat menjadi alternatif akomodasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali untuk melakukan staycation serta aktivitas lainnya di fasilitas baru yang disediakan.”. Dibukanya Renaissance Bali Nusa Dua Resort menambah jumlah akomodasi di kawasan The Nusa Dua menjadi 5.485 kamar serta fasilitas meeting room yang mampu menampung kurang lebih 21.000 delegasi. General Manager Renaissance Bali Nusa Dua Resort Jeffrey Tyler mengatakan, “Kami gembira dapat melengkapi portofolio hotel dan resor Marriott Bonvoy dengan menghadirkan Renaissance Bali Nusa Dua Resort di The Nusa Dua. Hotel ini menunjukkan gaya khas kami dalam memberikan pengalaman menginap di hotel bagi wisatawan dengan memberikan petualangan penuh kejutan bernuansa lokal. Kami memilih The Nusa Dua sebagai lokasi hotel karena kawasan ini merupakan destinasi wisata yang penuh daya tarik dan sangat digemari di Bali dengan keindahan alam, kebudayaan dan sejarah yang unik.” “Kami berharap dapat menyambut wisatawan dengan tujuan bisnis maupun liburan untuk menemukan pengalaman tak terlupakan di salah satu lingkungan paling inspiratif di Bali, serta mengkurasi sebuah pengalaman menginap yang santai dan nyaman untuk mereka melalui desain yang unik dan pengalaman kuliner yang istimewa,“ tambah Jeffrey. Sebagai sebuah kawasan pariwisata terintegrasi, The Nusa Dua memiliki 14 hotel bintang lima, 3 hotel bintang empat serta 3 luxury villa, dan dilengkapi dengan 2 convention center serta total kurang lebih 120 meeting room, sebuah rumah sakit bertaraf internasional, lapangan golf, teater (Devdan Show), museum (Museum Pasifika), beach club, shopping center dan Pulau Peninsula sebagai lahan terbuka yang dapat digunakan untuk berbagai event nasional maupun internasional. The Nusa Dua juga didukung oleh jaringan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terintegrasi untuk meningkatkan pelayanan bagi pelaku wisata di The Nusa Dua meliputi layanan internet, telepon, TV, aplikasi beserta layanan lainnya. Selain itu, kawasan juga memiliki sistem keamanan dan keselamatan yang telah teruji dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan top level skala internasional. “Saat ini kelengkapan fasilitas pendukung kawasan juga sangat siap dalam menunjang kegiatan pariwisata yang akan berlangsung di The Nusa Dua. Selain itu, sebagai green zone destination, kami pastikan seluruh tenant yang berada di kawasan The Nusa Dua dilengkapi dan menerapkan standar protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) di masa adaptasi kebiasan baru secara konsisten,“ tambah Ardita. Sejak pandemi COVID-19 melanda hingga saat ini, kawasan The Nusa Dua terus melakukan berbagai upaya untuk memitigasi penyebaran COVID-19. Upaya tersebut diantaranya penerapan sejumlah tata kelola kawasan berbasis protokol kesehatan dan mewajibkan sertifikasi CHSE bagi kawasan dan tenant. Selain itu, The Nusa Dua juga telah menyelesaikan program vaksinasi COVID-19 bagi seluruh pekerja di dalam kawasan serta mendorong pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi.
Read MoreJAKARTA, 27 DESEMBER 2021 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata di Indonesia menerima penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 470 Miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2021 untuk mengembangkan Tana Mori. Pengembangan Tana Mori Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan satu dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini sendiri dilakukan guna mendukung kesiapan Tana Mori sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan side event Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun 2022, ASEAN Summit pada tahun 2023 maupun event internasional lainnya. Penambahan PMN ini ditandai dengan kegiatan seremoni Pemberian PMN 2021 yang digelar oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI di Benoa Cruise Terminal, Pelabuhan Benoa, Bali, Jumat (24/12). Selain PMN untuk ITDC, pada kegiatan ini juga dilakukan penyerahan PMN kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero)/Pelindo. Seremoni ini dihadiri oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban, Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian BUMN Nawal Nely, Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer, Direktur Keuangan, Strategi dan Manajemen Risiko ITDC Nugdha Achadie, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono dan tamu undangan lainnya. Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer dan Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono juga telah menandatangani komitmen untuk melaksanakan Key Performance Indicators/Indikator Kinerja Utama terkait dengan penambahan PMN tahun 2021. KPI PMN 2021 untuk ITDC tersebut antara lain realisasi pembangunan infrastruktur dasar, realisasi pembangunan fasilitas MICE, realisasi penyerapan dana PMN, penyerapan tenaga kerja dan aspek parameter keuangan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, “Pemerintah memberikan PMN yang berasal dari APBN 2021 kepada BUMN sebagai penguatan keuangan BUMN, karena harus melakukan beberapa misi atau langkah-langkah program pembangunan yang sangat penting. PMN merupakan tanggung jawab professional dari para Direksi dan pekerja BUMN sebagai tata kelola korporasi yang baik atau good corporate governance. Kementerian Keuangan sebagai an ultimate shareholder dan Kementerian BUMN sebagai proxy shareholder adalah sebagai guardian BUMN agar mampu men-deliver”.Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer menyampaikan, “Kami berterima kasih kepada Pemerintah atas kepercayaan yang diberikan kepada kami dalam mengembangkan destinasi unggulan baru ini. Penambahan PMN senilai Rp 470 Miliar akan semakin meningkatkan kapasitas dan kemampuan ITDC dalam pengembangan dan pembangunan kawasan pariwisata bertaraf internasional di Tana Mori, Labuan Bajo, NTT.” Adapun beberapa manfaat PMN bagi Pemerintah yaitu mendukung pemulihan ekonomi sektor pariwisata pasca pandemi Covid-19, mendukung pengembangan kawasan pariwisata baru di Indonesia, meningkatkan pendapatan daerah dan devisa bagi negara, menumbuhkembangkan industri pendukung kepariwisataan serta menambah penyerapan dan peningkatan kualitas tenaga kerja. Lebih lanjut PMN diharapkan mampu meningkatan Produk Domestik Bruto per kapita wilayah Tana Mori, menambah potensi penyerapan tenaga kerja (perhotelan dalam Kawasan) sebesar 2.327 orang, tersedianya lapangan kerja tidak langsung sebanyak 75.045 lapangan kerja per tahun, dan meningkatkan usaha-usaha kreatif dan UMKM yang terkait dengan perkembangan usaha baik di dalam maupun di sekitar kawasan.Abdulbar menjelaskan bahwa penambahan PMN ini akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar dan utilitas, fasilitas penunjang, serta aset produktif, dengan tujuan untuk membuka akses jalan dari luar kawasan Tana Mori menuju area pengembangan Tana Mori. Selain itu juga akan digunakan untuk membangun fasilitas pendukung dan fasilitas meetings, incentives, conferences and exhibitions (MICE) bertaraf internasional. Pengembangan Tana Mori akan dilakukan dengan konsep green tourism dan mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan.Guna mengoptimalkan pengelolaan kawasan pariwisata, ITDC akan terus melakukan berbagai upaya kreatif untuk memenuhi seluruh kebutuhan pendanaan tersebut baik melalui Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, sinergi antar BUMN, maupun pendanaan ke Lembaga Pembiayaan dari dalam dan luar negeri. Sebagai BUMN Pariwisata dengan tag line Creating Destinations, penugasan pengembangan Tana Mori ini selaras dengan visi perusahaan serta merupakan wujud komitmen ITDC dalam mendukung program Pemerintah mengembangkan 5 DPSP yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Likupang. Seperti diketahui, selain mengelola kawasan The Nusa Dua, Bali, saat ini ITDC tengah mengembangkan DPSP KEK Mandalika.“Dengan pengalaman kami mengembangkan The Nusa Dua dan The Mandalika, kami optimistis kebutuhan pendanaan dapat tercapai dan Tana Mori akan siap menjadi tuan rumah lokasi side event KTT G20 tahun 2022, ASEAN Summit pada tahun 2023, serta berbagai event nasional dan internasional. Kami juga optimistis, ke depan, Tana Mori akan mampu berkembang sebagaimana Nusa Dua dan Mandalika serta menjadi destinasi pariwisata kebanggaan Indonesia. Oleh karena itu, kami mohon dukungannya agar pengembangan Tana Mori dapat berjalan lancar sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi NTT dan Indonesia,” tutup Abdulbar.
Read MoreThe Nusa Dua, 22 Desember 2021 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika Lombok, NTB , siap menyambut wisatawan yang akan menikmati libur Natal dan Tahun Baru di kawasan-kawasan pariwisata yang dikelolanya, yaitu di The Nusa Dua, Bali, dan The Mandalika, Lombok NTB. ITDC siap menyambut wisatawan yang ingin menjalani liburan dengan aman dan nyaman di dalam kawasan pariwisata terbaik yang telah menerapkan protokol Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE).Sejumlah tenant yang berada di kawasan The Nusa Dua dan The Mandalika telah menyiapkan berbagai penawaran atau promo yang menarik untuk wisatawan yang akan menginap atau sekedar beraktivitas di dalam kawasan.Di Kawasan The Nusa Dua, terdapat beberapa promo tenant yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan seperti promo staycation, kuliner serta Kid’s Activities. Promo staycation yang ditawarkan antara lain Memorable Festive Season di Amarterra Villas Bali Nusa Dua – M Gallery yang menyediakan One Bedroom Pool Villa seharga Rp 2.990.000/net/villa/night dan Two Bedroom Pool Villa seharga Rp 5.990.000/net/villa/night untuk periode menginap mulai 24 – 31 Desember 2021, Festive Feel Good di The Westin Resort Nusa Dua Bali yang menawarkan paket menginap dengan harga mulai dari Rp 1.900.000 ++/night untuk periode 23 Desember 2021 – 5 Januari 2022.Sedangkan promo kuliner yang ditawarkan kepada wisatawan diantaranya Christmas Dinner Buffet pada tanggal 24 dan 25 Desember 2021 pukul 18.00 – 22.00 WITA serta Boneka Christmas Brunch pada tanggal 25 Desember 2021 pukul 11.00 – 15.00 WITA di St. Regis Bali, Dinner Buffet at Kwee Zeen di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort mulai dari Rp 449.000++/orang pada tanggal 24 Desember 2021, Festive Feast Buffet Dinner With Free Flow Drinks di Courtyard Bali Nusa Dua Resort mulai dari harga Rp 225.000 ++/orang periode 24 Desember 2021, New Year’s Eve Dinner dari Amarterra Villas Bali Nusa Dua – M Gallery dengan harga Rp 600.000 ++/couple untuk tanggal 31 Desember 2021, serta A Nostalgic Christmas Degustation di The Laguna Resort & Spa Nusa Dua Bali periode tanggal 24-25 Desember 2021. Sementara Grand Hyatt Bali menawarkan Christmas Eve Carving Dinner dengan harga Rp 395.000 ++/orang tanggal 24 Desember 2021, Riodolph’s Brunch dengan harga Rp 435.000 ++/orang tanggal 25 Desember 2021, serta New Year’s Eve Dinner dengan harga Rp 520.000 ++/orang untuk tanggal 31 Desember 2021. Untuk paket Kid’s Activities disediakan oleh Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort yaitu Kids Club Christmas pada tanggal 25 Desember 2021 pukul 14.00 – 16.00 WITA seharga Rp 100.000/orang, serta Kids Club New Year’s Eve pada tanggal 31 Desember 2021 pukul 19.00 – 22.00 WITA seharga Rp 150.000/orang. Selain promo-promo tersebut, Bali Collection, shopping center di kawasan The Nusa Dua, memiliki promo belanja Festive Season’s Market yang menawarkan mulai dari barang seni dan kerajinan, busana, berbagai jenis kuliner, perlengkapan anak sampai produk kecantikan, periode 24 Desember 2021 – 23 Januari 2021 pukul 11.00 – 19.00 WITA.Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, “Kami berharap penawaran maupun promo yang disiapkan oleh tenant kami dapat menarik minat wisatawan untuk menghabiskan liburan Natal dan Tahun Baru di kawasan kami. Selain memiliki kelengkapan fasilitas dan atraksi yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan, Kawasan The Nusa Dua juga menerapkan protokol CHSE yang ketat, sehingga wisatawan dapat berlibur dengan nyaman, mengisi hari libur dengan aktivitas yang beragam tanpa meragukan kebersihan dan keamanan setiap fasilitas wisata yang tersedia di dalam kawasan .”.Selain menikmati promo Natal dan Tahun Baru di kawasan The Nusa Dua, wisatawan juga dapat melakukan aktivitas jogging dan bersepeda sambil mengunjungi Water Blow Peninsula Island The Nusa Dua. Selain itu, wisatawan juga dapat memanfaatkan fasilitas pengalaman berkendara dengan menggunakan mobil listrik di kawasan yang tidak hanya ramah lingkungan namun juga bersih dan nyaman. Seluruh kawasan The Nusa Dua saat ini juga sudah dilengkapi dengan fasilitas pendukung protokol kesehatan diantaranya wastafel, toilet serta menerapkan crowd management untuk memastikan pelaksanaan physical distancing. Sementara di kawasan The Mandalika, salah satu promo yang ditawarkan kepada wisatawan adalah promo Christmas Day Brunch dengan harga Rp 399.000/net/orang untuk tanggal 25 Desember 2021 dan NYE Gala Dinner dengan harga Rp 449.000/net/orang untuk tanggal 31 Desember 2021 dari Novotel Lombok Resort & Villas. Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro mengatakan, “Kami mengundang wisatawan serta masyarakat untuk dapat menikmati promo serta atraksi yang ada di kawasan The Mandalika selama libur Natal dan Tahun Baru bersama keluarga. Banyak ragam kegiatan yang dapat dilakukan di dalam kawasan seperti berswafoto, berenang, serta menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam di spot-spot pariwisata yang tersedia.”.Di kawasan The Mandalika, wisatawan dapat menikmati keindahan alam di Kuta Beach Park, sunrise dan sunset di Bukit Merese, pasir “Merica” di Tanjung Aan, serta membeli cenderamata khas Lombok. “Dengan promo yang ditawarkan, keindahan alam, keragaman atraksi yang ada, serta fasilitas penunjang dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, destinasi wisata terbaik yang dikelola ITDC sangat cocok menjadi pilihan wisatawan untuk staycation dan berkunjung untuk menikmati libur Natal dan Tahun Baru ini. Kami yakin aktivitas wisata yang dibarengi penerapan protokol kesehatan ketat akan mampu menjaga kawasan yang dikelola ITDC ini tetap menjadi destinasi pariwisata yang steril dari penularan COVID-19,” tutup Bram.
Read MoreTHE NUSA DUA, 19 DESEMBER 2021 – Menjelang akhir tahun 2021, tingkat occupancy rate Kawasan The Nusa Dua, kawasan pariwisata yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata di Indonesia, terus menunjukkan tren pertumbuhan positif.Occupancy rate mulai tanggal 1-18 Desember 2021 tercatat mencapai 50,37%, meningkat dari rata-rata occupancy rate bulanan pada tiga bulan sebelumnya, yaitu November 2021 sebesar 33,03%, Oktober 2021 sebesar 26,63%, dan September 2021 sebesar 10,94%. Capaian selama 18 hari pada bulan Desember 2021 ini juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata occupancy rate (31 hari) pada Desember 2020 sebesar 23,56%. Pada periode September – November 2020 sendiri, The Nusa Dua hanya mencatat occupancy rate berturut-turut sebesar 4,63%, 8,93%, 10,90%. Peningkatan occupancy rate ini dipengaruhi oleh bertambahnya kegiatan kepariwisataan di kawasan The Nusa Dua, mulai dari penyelenggaraan event olahraga, hingga event Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) bertaraf internasional. Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita menjelaskan, “Penyelenggaraan event di The Nusa Dua yang kembali marak, baik event nasional maupun internasional, sangat membantu memulihkan occupancy rate kami yang sempat terdampak pembatasan kegiatan masyarakat. Kami optimistis sejumlah agenda event yang akan berlangsung beberapa waktu ke depan akan membantu upaya kami dalam menjaga tren positif kunjungan wisatawan ke The Nusa Dua ini.”.Selama periode September – pertengahan Desember 2021 ini, The Nusa Dua telah menjadi lokasi penyelenggaraan beberapa event bertaraf nasional maupun internasional diantaranya Indonesia Badminton Festival (IBF) pada pertengahan November sampai awal Desember 2021, Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) KADIN 2021, 14th Bali Democracy Forum (14th BDF) dan 1ST Finance and Central Bank Deputies Meeting (1st FCBD) sebagai rangkaian G20 pada awal Desember 2021, serta Grand Final Piala Presiden Esports yang berlangsung pada pretengahan Desember 2021.The Nusa Dua juga telah terpilih sebagai lokasi rangkaian penyelenggaraan event KTT G20 mulai Desember 2021 hingga Oktober 2022 mendatang. Sebanyak delapan hotel di kawasan The Nusa Dua telah ditunjuk sebagai lokasi menginap para delegasi selama penyelenggaraan event. Kedelapan hotel tersebut adalah The Laguna Luxury Collection Collection Resort & Spa, Grand Hyatt Bali, The St. Regis Bali Resort, Melia Bali, Merusaka Nusa Dua, The Westin Resort Nusa Dua Bali, Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, Nusa Dua Beach Hotel & Spa.Selain rangkaian KTT G20, The Nusa Dua juga akan menjadi tuan rumah sejumlah event diantaranya Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada bulan Mei 2022 serta Bali and Beyond Travel Fair 2022 pada bulan Juni 2022.Ardita menjelaskan bahwa sebagai sebuah destinasi wisata berkonsep MICE and world class tourism complex, Kawasan The Nusa Dua memiliki kelengkapan akomodasi lebih dari 5.000 kamar hotel serta fasilitas MICE yang mampu menampung lebih dari 20.000 delegasi. “Saat ini juga tengah disiapkan penambahan akomodasi berupa 2 hotel bintang 5 dan 1 luxury villas dengan total 892 kamar,” tambah Ardita.Penambahan akomodasi tersebut diharapkan dapat ikut mendorong peningkatan occupancy rate di The Nusa Dua memasuki tahun 2022, karena berarti semakin banyak pilihan akomodasi dan venue untuk penyelenggaraan MICE events. The Nusa Dua juga memiliki outdoor space yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan pendamping MICE, yaitu Pulau Peninsula seluas 7,4 hektar, serta fasilitas kesehatan berupa rumah sakit bertaraf internasional. Fasilitas fisik ini semakin lengkap dengan adanya layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terintegrasi yang disiapkan oleh anak usaha ITDC yaitu ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU) untuk dapat memenuhi kebutuhan event yang memerlukan jaringan TIK yang mumpuni.Selain kelengkapan fasilitas MICE, The Nusa Dua juga menyediakan berbagai fasilitas dan atraksi yang dapat dinikmati oleh wisatawan yang menginap di The Nusa Dua, seperti shopping center, Museum Pasifika, theater (Devdan Show), golf course, dan tempat wisata Water Blow. Sementara, dalam upaya persiapan menyambut event bertaraf internasional di masa adaptasi kebiasaan baru, Kawasan The Nusa Dua telah menerapkan sejumlah tata kelola kawasan berbasis protokol kesehatan, mewajibkan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) bagi kawasan dan tenant, menyelesaikan program vaksinasi COVID-19 bagi seluruh pekerja di dalam kawasan serta mendorong pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi sebagai upaya untuk memitigasi penyebaran COVID-19 di Kawasan The Nusa Dua.”Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah utamanya Kementerian/Lembaga yang telah mendukung pemulihan pariwisata di Bali melalui berbagai event yang diselenggarakan di Bali. Hal ini terbukti mampu meningkatkan kepercayaan para penyelenggara event maupun wisatawan untuk kembali mengunjungi Bali khususnya The Nusa Dua. Saat ini tingkat kunjungan dan occupancy rate belum normal seperti sebelum pandemi, namun kami optimistis tren positif occupancy rate The Nusa Dua ini akan terus terjaga hingga akhir tahun dan tahun depan ,” tutup Ardita.
Read MoreJAKARTA, 17 DESEMBER 2021 – Dalam rangka menyambut event MotoGP dan MOTUL FIM Superbike World Championship (WSBK) 2022, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Mandalika)/The Mandalika, dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai bagian ITDC Group, fokus meningkatkan kelengkapan penyelenggaraan balapan serta sarana dan prasarana pendukung Pertamina Mandalika International Street Circuit. Peningkatan kelengkapan penyelenggaraan balapan di Pertamina Mandalika International Street Circuit diperlukan khususnya untuk memenuhi syarat homologasi penyelenggaraan event MotoGP. Syarat dan ketentuan dalam penilaian homologasi tersebut berdasarkan Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) Guidlines diantaranya adalah additional protective devices, track marking, verges and run-off areas, gravel beds, tyre barriers, turn signs, start lights, all along the track, both sides, pit lane axit, starting grid, flag marshal posts, light panel and equipments, track marshal post and equipment, track maintenance, drainage system dan long lap penalty zone. Guna memenuhi kelengkapan ini, ITDC Group telah berkoordinasi secara intensif dengan sejumlah pihak yaitu Ikatan Motor Indonesia (IMI), Dorna Sports dan (FIM). Vice CEO MGPA Cahyadi Wanda mengatakan, “Kami mendapat apresiasi positif dari pembalap dan kru tim balap WSBK atas kualitas lintasan sirkuit kami setelah balapan WSBK 2021 usai. Namun masih ada beberapa hal yang harus kami tingkatkan lagi. Saat ini, kami fokus melengkapi kelengkapan penyelenggaraan balapan dan fasilitas pendukung sirkuit guna memenuhi prasyarat penyelenggaraan balap motor yang akan berlangsung di The Mandalika tahun depan yaitu MotoGP dan WSBK. Kami optimistis semua prasyarat dapat terpenuhi dan lolos homologasi sebelum balapan MotoGP berlangsung.”Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis Arie Prasetyo menambahkan, “Kami menyambut gembira pengumuman Dorna Sports yang telah menetapkan pelaksanaan MotoGP di Indonesia pada 18-20 Maret 2022 dan WSBK pada 11-13 November 2022. Ini merupakan bukti kepercayaan Dorna Sports atas kesiapan Pertamina Mandalika International Street Circuit dalam menggelar event balap motor berkelas dunia. Dalam rangka mendukung penyelenggaraan event balap motor tahun depan dan meningkatkan kenyamanan tim balap maupun penonton, kami juga tengah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendukung sirkuit.”Saat ini, ITDC tengah menyiapkan perbaikan akses keluar masuk kendaraan, pedestrian dan saluran drainase di sekitar Sirkuit, penataan landscape serta menyelesaikan pembangunan Pit Building (non modular part). Di samping itu juga akan dibangun tambahan grand stand di 11 titik yang mengelilingi sirkuit untuk kenyamanan penonton. Penambahan grand stand ini diperlukan sebagai antisipasi jumlah penonton MotoGP yang diperkirakan akan lebih banyak daripada WSBK. Seluruh pekerjaan ini ditargetkan akan selesai pada awal Maret 2022.“Selain meningkatkan kelengkapan sirkuit serta sarana dan prasarana sirkuit, kami juga berkomitmen meningkatkan kualitas penyelenggaraan event balap motor di Pertamina Mandalika International Street Circuit sehingga penyelenggaraan balap motor tahun depan akan lebih baik dan memenuhi ekspektasi semua pecinta balap motor. Kami mohon dukungannya agar persiapan menyambut MotoGP ini dapat berjalan lancar sehingga kita dapat menyaksikan kembali balap motor MotoGP digelar di negeri kita setelah penantian panjang selama 24 tahun. Dan kami percaya event MotoGP mampu menjadi trigger kebangkitan industri pariwisata dan memberikan multiplier effect yang besar bagi perekonomian Indonesia,” tutup Arie Prasetyo.
Read MoreTHE NUSA DUA, 17 DESEMBER 2021 - Kawasan pariwisata The Nusa Dua Bali, yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata di Indonesia, kembali menjadi tempat penyelenggaraan event bergengsi di Indonesia. Selama tiga hari, 17-19 Desember 2021, The Nusa Dua Bali menjadi tuan rumah Grand Final Piala Presiden Esports 2021, kejuaraan E-Sport (Olahraga Elektronik) terbesar di Indonesia.Grand Final Piala Presiden Esports diikuti tidak kurang dari 200 atlet e-sports dari tujuh cabang game yang dipertandingkan, yaitu Mobile Legends, PUBG Mobile, Free Fire, Lokapala, eFootball PES, MPL Speedchess, dan Battle of Satria Dewa. Dengan menerapkan sistem gelembung, total sekitar 500 orang terdiri dari atlet, panitia, pekerja kreatif serta tamu VIP ditempatkan terpusat dan berkegiatan di The Westin Resort Nusa Dua Bali yang menjadi venue penyelenggaraan event.Ketua pelaksana Piala Presiden Esports 2021, Rangga Danu Prasetyo mengatakan, “Kami berharap event Piala Presiden Esports 2021 mampu menjadi lokomotif yang membangkitkan sektor pariwisata dengan konsep sports tourism, karena sebagai industri olahraga yang memiliki valuasi tinggi serta jaringan besar, kami yakini Esports bisa memberikan efek positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sempat terdampak pandemi. Turnamen ini mengangkat tema artistik “Land of Wonders” yang mengakomodasi berbagai keindahan alam dan budaya Indonesia. Dari sanalah kami melihat Bali, khususnya The Nusa Dua, sudah siap dari berbagai sektor, baik dari sisi keindahan alam, budaya Indonesia serta memiliki standar protokol kesehatan yang ketat sebagai lokasi penyelenggaraan event ini.”.Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, “Kami berterima kasih The Nusa Dua kembali dipilih menjadi lokasi penyelenggaraan event bergengsi Grand Final Piala Presiden Esports 2021. Kami sangat mendukung penyelenggaraan event ini, dan berharap event ini mampu menggerakkan event-event lainnya untuk dilangsungkan di kawasan The Nusa Dua, kawasan wisata yang terintegrasi dengan kelengkapan fasilitas akomodasi serta memiliki kesiapan infrastruktur digital dalam menunjang kegiatan yang membutuhkan layanan internet dan jaringan komunikasi yang prima.”.Sebagai sebuah destinasi wisata berkonsep Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) and world class tourism complex, Kawasan The Nusa Dua memiliki kelengkapan akomodasi lebih dari 5.000 kamar hotel serta fasilitas MICE yang mampu menampung lebih dari 20.000 delegasi. Selain itu, The Nusa Dua juga dilengkapi dengan Pulau Peninsula yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan pendamping MICE, serta rumah sakit dengan standar internasional.Guna menunjang kebutuhan layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam kawasan The Nusa Dua, ITDC melalui anak usahanya ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU) telah menjalin kerjasama dengan PT Tower Bersama (TBG) untuk mengintegrasikan layanan TIK di kawasan The Nusa Dua dalam rangka meningkatkan pelayanan teknologi informasi dan komunikasi bagi pelaku usaha serta mewujudkan visi The Nusa Dua sebagai Smart Resort. Selain itu, dalam rangka adaptasi penyelenggaraan event di masa pandemi, kawasan The Nusa Dua juga telah menerapkan sejumlah tata kelola kawasan berbasis protokol kesehatan, mewajibkan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) bagi kawasan dan tenant, menyelesaikan program vaksinasi COVID-19 bagi seluruh pekerja di dalam kawasan serta mendorong pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi sebagai upaya untuk memitigasi penyebaran COVID-19 di kawasan The Nusa Dua.“Dengan semua fasilitas yang kami miliki serta penerapan protokol kesehatan dalam kawasan, kami menyatakan bahwa The Nusa Dua sangat siap untuk menjadi venue berbagai event nasional dan internasional, bahkan di masa pandemi. Terbukti beberapa bulan terakhir sejumlah event telah sukses digelar disini tanpa menimbulkan klaster baru penularan COVID-19. Kami berharap dengan semakin banyak penyelenggaraan event yang berlangsung di The Nusa Dua dapat membantu upaya pemerintah memulihkan pariwisata Bali dan nasional paska pandemi,” tutup Ardita.
Read MoreTHE NUSA DUA, 11 DESEMBER 2021 – Setelah sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan event dunia International Badminton Festival (IBF) 2021 pada November hingga minggu pertama Desember lalu, The Nusa Dua Bali, kawasan pariwisata yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata di Indonesia, kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan event Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) bertaraf internasional, yakni 14th Bali Democracy Forum (14th BDF) dan 1st Finance and Central Bank Deputies Meeting (1st FCBD) pada 9-10 Desember 2021.14th BDF diselenggarakan di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort pada 9 Desember 2021, diikuti oleh 335 peserta dari 95 negara dan 4 organisasi internasional yang hadir baik secara fisik maupun virtual. Sementara 1st FCBD, yang diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), 9-10 Desember 2021, dihadiri secara fisik oleh 67 delegasi dari 16 negara anggota Group of Twenty (G20) dan lembaga internasional seperti World Bank, IMF, dan OECD serta delegasi lain yang mengikuti secara virtual. BDF adalah forum kerjasama tahunan negara-negara demokrasi di Asia yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan institusi demokrasi melalui diskusi antar negara dimana tiap negara diwakili oleh masing-masing Menteri Luar Negeri. Sedangkan FCBD merupakan rangkaian acara G20 yang akan diselenggarakan sebanyak 3 kali, yaitu pada Desember 2021, Februari dan Juli 2022, untuk membahas rumusan hal yang akan diangkat dalam acara puncak KTT G20 pada Oktober 2022.Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, “Kami sangat gembira The Nusa Dua kembali dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan pertemuan tingkat dunia BDF ke-14 dan FCBD yang merupakan rangkaian kegiatan G20. Pemilihan The Nusa Dua sebagai lokasi untuk menyelenggarakan dua event yang penting dalam waktu bersamaan ini, menjadi wujud dari kepercayaan pihak penyelenggara atas kesiapan dan kelengkapan The Nusa Dua untuk menggelar event internasional.". Kelengkapan tersebut antara lain tersedianya ruang-ruang pertemuan yang memadai untuk menampung delegasi dalam jumlah cukup besar dengan ketentuan protokol kesehatan yang ketat serta konektivitas internet yang baik mengingat delegasi daring berasal dari berbagai negara di dunia. "Kawasan The Nusa Dua memiliki infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang terintegrasi untuk memberikan layanan konektivitas internet yang baik sehingga event-event yang dilangsungkan secara hybrid dapat berjalan dengan lancar,” jelas Ardita.Kelengkapan akomodasi di The Nusa Dua mencapai lebih dari 5.000 kamar hotel serta fasilitas MICE yang mampu menampung lebih dari 20.000 delegasi. Selain itu, The Nusa Dua juga dilengkapi dengan Pulau Peninsula yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan pendamping MICE, serta rumah sakit dengan standar internasional.“Kami pastikan The Nusa Dua siap menyambut beragam bentuk event MICE skala nasional maupun internasional di masa adaptasi baru ini, khususnya rangkaian kegiatan G20 hingga Oktober 2022. Selain karena kelengkapan fasilitas dan infrastruktur pendukung, kawasan kami juga telah menerapkan tata kelola berbasis protokol kesehatan dan seluruh pekerja di dalam kawasan telah tervaksinasi,” tutup Ardita.
Read MoreTHE MANDALIKA, 10 DESEMBER 2021 – Memasuki dua pekan pasca terlaksananya perhelatan MOTUL FIM Superbike World Championship (WSBK) Pirelli Indonesian Round 2021 pada 19-21 November 2021, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika Lombok NTB, memastikan event WSBK telah sukses menerapkan protokol kesehatan (protkes).WSBK Indonesian Round 2021, yang merupakan event olahraga internasional terbesar pertama yang diselenggarakan di Indonesia dan satu-satunya event WSBK 2021 yang diselenggarakan di Asia pada masa pandemi, terbukti berhasil digelar tanpa memicu munculnya kasus COVID-19 yang berasal dari penonton maupun penyelenggara event. Tidak adanya klaster baru COVID-19 ini tercatat dalam laporan yang disampaikan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI atas data yang disusun oleh RSUD Provinsi NTB bersama Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Tengah serta ITDC Group. Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC Arie Prasetyo menuturkan, “Setelah mengakumulasi data selama tiga hari pelaksanaan WSBK, kami menerima informasi bahwa tidak terdapat kasus COVID-19. Virus ini memiliki masa inkubasi selama 14 hari dan setelah kami pantau bersama, tidak ada laporan mengenai klaster baru COVID-19 pada penonton WSBK maupun penyelenggara. Artinya, seluruh rangkaian pelaksanaan protkes telah terimplementasi dengan baik, ditinjau dari penyusunan skema protkes hingga pengaturan flow penonton.”Penyusunan skema protkes menjadi krusial mengingat event WSBK di The Mandalika mendatangkan lebih dari 700 orang kru dan tim balap dari luar negeri serta mengizinkan berkumpulnya kurang lebih 25.000 penonton dan melibatkan lebih dari 1.400 petugas di lapangan. Untuk itu, ITDC Group telah berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Kemenkes RI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Tengah, dan RSUD Provinsi NTB dalam menyusun skema protkes sebaik mungkin dan turut mengawasi penerapannya selama event berlangsung. Skema protkes mencakup aturan protkes bagi seluruh pihak yang terlibat, kesiapan sarana prasarana kesehatan, serta pengaturan flow penonton saat menuju dan memasuki area Sirkuit. Penonton yang yang memasuki area Sirkuit diwajibkan melakukan swab antigen (1x24 jam) atau PCR (2x24 jam), pengecekan suhu tubuh, menggunakan masker, dan telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 sebanyak dua kali. Syarat ini selanjutnya diperiksa oleh petugas di tiga titik antara lain, area Bazaar Mandalika, area utara Sirkuit, dan Tanjung Aan, The Mandalika, yang didukung oleh kesiapan sarana prasarana kesehatan berupa penyediaan swab antigen dan PCR di sejumlah tenda protkes di area The Mandalika, berikut tenda medis, mini klinik, dan ambulans lengkap dengan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas setiap hari. Penanganan yang cepat juga dilakukan apabila ditemukan suspek COVID-19 saat penonton melakukan skrining. Penonton yang tersuspek COVID-19 diarahkan dan ditangani oleh nakes pada tenda medis yang disediakan untuk melakukan isolasi mandiri dan diberi pilihan untuk dirujuk ke Rumah Sakit atau pulang ke rumah masing-masing.“Melalui skema tersebut hampir dipastikan bahwa penonton yang tiba di lokasi Sirkuit adalah penonton yang sudah tersaring dan terverifikasi bahwa mereka tidak terdampak COVID-19. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penerapan protkes ini terutama para penonton yang telah disiplin protkes. Tidak terjadinya klaster baru COVID-19 dari penyelenggaraan WSBK menjadi sebuah prestasi kolaboratif kebanggaan bersama. Kedepannya, skema protkes ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya transmisi COVID-19 pada event-event serupa,” jelas Arie. Sebagai informasi, ITDC Group juga menerima laporan bahwa seluruh pembalap dan panitia penyelenggara termasuk Dorna Sports juga tidak terpapar COVID-19 di The Mandalika maupun kembali ke negara asal. Para pembalap dan tim official telah melakukan proses karantina saat tiba di Jakarta kemudian mengikuti prosedur protkes yang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia. “Keberhasilan kolaborasi antar instansi dalam menyelenggarakan event berskala besar tanpa menimbulkan klaster baru ini dapat dijadikan acuan penyelenggaraan event-event berskala besar lainnya di Indonesia. Dan menyambut gelaran MotoGP 2022 mendatang, kami siap untuk kembali berkoordinasi dan bekerjasama dengan instansi-instansi terkait dalam hal penerapan protkes yang lebih optimal mengingat jumlah penonton yang diprediksi akan lebih besar. Dengan apa yang telah kami lakukan ini, kami berharap semakin banyak event berskala internasional dapat terselenggara di Indonesia, khususnya The Mandalika, sehingga akan mampu mempercepat pemulihan industri pariwisata tanah air,” tutup Arie.
Read MoreThe Nusa Dua, 8 Desember 2021 - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua Bali dan The Mandalika Lombok NTB, meraih dua penghargaan yaitu Gold dan Platinum pada ajang BUMN Corporate Social Responsibility (CSR) Award Provinsi Bali 2021. Penghargaan diterima Selasa (7/12/2021) pada acara Charity Dinner dan Penganugerahan BUMN CSR Award Provinsi Bali ke IV Tahun 2021, bertempat di Hotel Inna Bali Heritage Denpasar. BUMN CSR Award Provinsi Bali merupakan penghargaan yang diberikan oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Bali kepada BUMN atas kepedulian terhadap isu sosial, lingkungan, kesehatan dan ekonomi masyarakat Bali yang diwujudkan melalui program CSR. Tahun ini, ITDC kembali meraih penghargaan Gold (Gold Award) yang merupakan keempat kalinya sejak tahun 2018. Dengan capaian Gold Award berturut-turut ini, ITDC secara otomatis mendapat penghargaan Platinum (Platinum Award) pada BUMN CSR Award Provinsi Bali tahun 2021.Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan,”Kami bangga dapat kembali meraih Gold Award pada BUMN CSR Award Provinsi Bali tahun ini, bahkan sekaligus dapat memperoleh Platinum Award. Penghargaan ini menjadi bukti dari konsistensi kami dalam berkontribusi bagi pemberdayaan sosial, pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan yang kami kelola serta upaya kami dalam mempertahankan kualitas program CSR kami dari tahun ke tahun.”. Sebanyak 23 BUMN di Bali, termasuk ITDC, mengikuti tahapan penilaian yang dilakukan secara independen oleh Tim Penilai yang dibentuk oleh DPD RI Provinsi Bali, yang terdiri dari para praktisi dan akademisi. Untuk mengikuti penilaian setiap BUMN diwajibkan menyampaikan laporan kegiatan CSR tahun sebelumnya dan tahun berjalan, yang salah satunya mencakup komposisi eksekusi program CSR kepada sejumlah komunitas adat dan lembaga seni, budaya dan pendidikan di Bali. Proses penilaian juga mencakup kunjungan Tim Penilai ke lokasi BUMN untuk melakukan wawancara dan konfirmasi terkait tujuh indikator penilaian yaitu Sosial, Lingkungan, Ekonomi, Hukum, Sosial Media, Hospitality dan COVID-19.Terdapat tiga tingkat penghargaan pada BUMN CSR Award Provinsi Bali yaitu Gold, Silver dan Bronze. Bagi organisasi yang mendapatkan Gold Award (penghargaan tertinggi) sebanyak tiga kali berturut-turut pada penghargaan sebelumnya dan mampu mempertahankan pada tahun 2021 ini, secara otomatis akan mendapatkan Platinum Award.ITDC telah secara konsisten melakukan kegiatan CSR bagi masyarakat di Bali berupa program kemitraan, pemberdayaan masyarakat serta kegiatan CSR terkait penanggulangan COVID-19. Program kemitraan di Bali yang telah dilakukan ITDC mencakup sektor pertanian/perkebunan, peternakan dan kerajinan yang tersebar di wilayah Bali. Adapun untuk program pemberdayaan masyarakat, ITDC telah memberikan pelatihan bagi masyarakat di Bali dimana pelatihan yang diberikan menitikbertakan pada peningkatan kapasitas SDM di bidang penunjang industri pariwisata sehingga masyarakat dapat mengambil peran aktif dalam pengembangan pariwisata. Pelatihan tersebut diantaranya pelatihan bahasa asing seperti Bahasa Inggris dan Mandarin, Cooking Class and Hygiene, pelatihan hospitality dan pelatihan semi online digital marketing bagi Paguyuban Pedagang Pantai The Nusa Dua serta pelatihan pengelolaan Homestay & Pelatihan Tour Guide di Desa Wisata Pinge yang merupakan desa wisata binaan ITDC yang terletak di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat di lingkungan adat, ITDC telah menyalurkan CSR bagi tiga desa adat penyangga The Nusa Dua meliputi bantuan sarana ibadah, bencana alam, kesehatan serta sarana dan prasarana umum.Sementara, selama 2 tahun terakhir dalam menghadapi pandemi COVID-19, ITDC juga turut aktif melakukan usaha pencegahan penularan COVID-19 di desa-desa penyangga The Nusa Dua dan Desa Wisata Pinge berupa pemberian bantuan sarana penerapan protokol kesehatan. Selain itu, ITDC juga memberikan bantuan paket sembako guna mengurangi beban masyarakat di desa-desa penyangga The Nusa Dua.“Walaupun dalam kondisi pandemi yang berpengaruh pada penurunan bisnis kami sebagai BUMN, kami tetap mengupayakan dapat berbagi kepada masyarakat, meski mungkin dengan nilai yang tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Semoga kontribusi kami ini bermanfaat bagi masyarakat dan dapat menunjukkan makna kehadiran BUMN di tengah-tengah masyarakat, khususnya di saat-saat sulit seperti yang masih kita hadapi sekarang ini,“ tutup Ardita.
Read More