The Mandalika, 03 Mei 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) resmi menunjuk I Made Pari Wijaya sebagai General Manager (GM) The Mandalika, menggantikan Agus Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sementara (PGS) GM. Penunjukan ini ditandai melalui serah terima jabatan yang berlangsung di Pullman Lombok Mandalika Beach Resort, pada Minggu (3/5). Penunjukan Pari Wijaya adalah langkah strategis perusahaan, dalam mempercepat pengembangan kawasan, sekaligus memperkuat kinerja operasional dan daya tarik investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Agus Setiawan sudah menjadi bagian dari ITDC sejak 1 Februari 2013 dan mengawali kariernya di The Mandalika. Sebelum menjabat sebagai PGS GM, Agus mengemban amanah sebagai Vice President Project Engineering & Construction. Memiliki latar belakang Teknik Sipil dari Universitas Mataram, Agus mempunyai peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan memastikan kesiapan berbagai fasilitas strategis di kawasan.Agus Setiawan menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak selama masa kepemimpinannya, serta harapannya pada keberlanjutan pengembangan kawasan ke depan. “Menjadi bagian dari perjalanan pengembangan The Mandalika menjadi pengalaman yang amat berharga. Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh tim dan stakeholder yang bersama-sama membangun kawasan ini hingga mencapai progres seperti sekarang. Saya percaya, di bawah kepemimpinan yang baru, The Mandalika akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pariwisata nasional,” ujarnya.Sementara itu, Pari Wijaya telah bergabung dengan ITDC sejak 1 Agustus 2006 dan memulai karier di The Nusa Dua sebagai staf operasional. Ia kemudian mengemban berbagai peran strategis, mulai dari Kasi Perencanaan, Kepala Bagian Pengembangan, hingga Vice President Operation The Nusa Dua. Sejak 2019, Pari dipercaya sebagai Vice President Operation The Mandalika dengan fokus pada tata kelola operasional dan pengembangan kawasan pariwisata, termasuk dalam mendukung kesiapan layanan dan penyelenggaraan event internasional di KEK Mandalika.Selain itu, Pari juga memegang peran strategis sebagai bagian dari Design Committee The Mandalika sejak 2024, Tim Transisi BTDC menjadi ITDC pada 2008, serta Ketua Tim Penyelesaian Lahan dan Ketua Tim Aktivasi Bazaar. Dengan latar belakang Teknik Arsitektur dari Universitas Udayana, ia memiliki pemahaman komprehensif dalam pengelolaan kawasan pariwisata terintegrasi.Pari menyampaikan komitmennya dalam menjalankan amanah baru tersebut sekaligus arah pengembangan kawasan ke depan. “Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan penuh komitmen. KEK Mandalika memiliki kompleksitas yang sangat tinggi, sehingga diperlukan penguatan tata kelola operasional dan kolaborasi yang solid dengan seluruh stakeholder. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk mendorong pertumbuhan revenue, guna memastikan The Mandalika tetap menjadi destinasi unggulan yang kompetitif di tingkat global. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan The Mandalika sebagai generator pertumbuhan pariwisata di Lombok,” ujar Pari.Melalui transisi kepemimpinan yang dilakukan, ITDC menunjukkan komitmen untuk terus mendorong pengembangan KEK Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia berbasis sportainment, yang tidak hanya menghadirkan berbagai event internasional, tetapi juga mampu meningkatkan daya tarik investasi kawasan, guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah.
Read MoreThe Mandalika, 03 Mei 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) resmi menunjuk I Made Pari Wijaya sebagai General Manager (GM) The Mandalika, menggantikan Agus Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sementara (PGS) GM. Penunjukan ini ditandai melalui serah terima jabatan yang berlangsung di Pullman Lombok Mandalika Beach Resort, pada Minggu (3/5). Penunjukan Pari Wijaya adalah langkah strategis perusahaan, dalam mempercepat pengembangan kawasan, sekaligus memperkuat kinerja operasional dan daya tarik investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Agus Setiawan sudah menjadi bagian dari ITDC sejak 1 Februari 2013 dan mengawali kariernya di The Mandalika. Sebelum menjabat sebagai PGS GM, Agus mengemban amanah sebagai Vice President Project Engineering & Construction. Memiliki latar belakang Teknik Sipil dari Universitas Mataram, Agus mempunyai peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan memastikan kesiapan berbagai fasilitas strategis di kawasan.Agus Setiawan menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak selama masa kepemimpinannya, serta harapannya pada keberlanjutan pengembangan kawasan ke depan. “Menjadi bagian dari perjalanan pengembangan The Mandalika menjadi pengalaman yang amat berharga. Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh tim dan stakeholder yang bersama-sama membangun kawasan ini hingga mencapai progres seperti sekarang. Saya percaya, di bawah kepemimpinan yang baru, The Mandalika akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pariwisata nasional,” ujarnya.Sementara itu, Pari Wijaya telah bergabung dengan ITDC sejak 1 Agustus 2006 dan memulai karier di The Nusa Dua sebagai staf operasional. Ia kemudian mengemban berbagai peran strategis, mulai dari Kasi Perencanaan, Kepala Bagian Pengembangan, hingga Vice President Operation The Nusa Dua. Sejak 2019, Pari dipercaya sebagai Vice President Operation The Mandalika dengan fokus pada tata kelola operasional dan pengembangan kawasan pariwisata, termasuk dalam mendukung kesiapan layanan dan penyelenggaraan event internasional di KEK Mandalika.Selain itu, Pari juga memegang peran strategis sebagai bagian dari Design Committee The Mandalika sejak 2024, Tim Transisi BTDC menjadi ITDC pada 2008, serta Ketua Tim Penyelesaian Lahan dan Ketua Tim Aktivasi Bazaar. Dengan latar belakang Teknik Arsitektur dari Universitas Udayana, ia memiliki pemahaman komprehensif dalam pengelolaan kawasan pariwisata terintegrasi.Pari menyampaikan komitmennya dalam menjalankan amanah baru tersebut sekaligus arah pengembangan kawasan ke depan. “Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan penuh komitmen. KEK Mandalika memiliki kompleksitas yang sangat tinggi, sehingga diperlukan penguatan tata kelola operasional dan kolaborasi yang solid dengan seluruh stakeholder. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk mendorong pertumbuhan revenue, guna memastikan The Mandalika tetap menjadi destinasi unggulan yang kompetitif di tingkat global. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan The Mandalika sebagai generator pertumbuhan pariwisata di Lombok,” ujar Pari.Melalui transisi kepemimpinan yang dilakukan, ITDC menunjukkan komitmen untuk terus mendorong pengembangan KEK Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia berbasis sportainment, yang tidak hanya menghadirkan berbagai event internasional, tetapi juga mampu meningkatkan daya tarik investasi kawasan, guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah.
Read MoreThe Mandalika, 30 April 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) telah melaksanakan penataan dan perawatan menyeluruh area Grandstand A dan B di Mandalika International Circuit, sebagai bagian dari upaya menjaga standar fasilitas bertaraf internasional. Kegiatan ini mencakup penanganan kebersihan dan pemeliharaan optimal pada atap dan kursi penonton, yang dilakukan secara bertahap pada 20 sampai dengan 29 April 2026, Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Tim Operation & Service The Mandalika bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Lombok Tengah.Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian kesiapan kawasan dalam mendukung penyelenggaraan Mandalika Racing Series yang telah berlangsung pada 24–26 April 2026 lalu, serta menyambut GT World Challenge Asia 2026 yang akan digelar pada 1–3 Mei 2026. Kesiapan tersebut tidak hanya difokuskan pada aspek teknis lintasan, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas fasilitas serta kenyamanan kawasan secara menyeluruh.Dalam pelaksanaannya, ITDC menerjunkan 20 Tim Operation & Service The Mandalika dan 8 personel Damkartan, dengan dukungan truk crane Operation & Maintenance The Mandalika untuk menjangkau area yang tinggi, sehingga proses pembersihan dapat dilakukan secara optimal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja. Selain itu, ITDC juga mengoptimalkan kebersihan kawasan melalui pemotongan rumput di area sirkuit dengan melibatkan 17 tenaga waste management dan 13 tenaga cleaning services untuk memastikan lingkungan tetap rapi dan nyaman bagi pengunjung.Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyampaikan bahwa berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan kesiapan kawasan secara menyeluruh. “Kami memastikan setiap aspek kesiapan sirkuit, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas kawasan, dapat memenuhi standar penyelenggaraan event berskala internasional. Hal ini penting untuk menghadirkan pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh penonton maupun peserta,” ujar Troy.Sejalan dengan kesiapan fasilitas, ITDC melalui Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai bagian dari ITDC Group juga memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan melalui program InJourney Green. Salah satu implementasinya dilakukan melalui kegiatan penanaman pohon di area belakang Grandstand A pada Rabu (29/4). Program ini merupakan bagian dari kampanye keberlanjutan yang diinisiasi oleh InJourney sebagai holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, yang dijalankan bersama ITDC dan MGPA. Penanaman pohon dilakukan dengan menggunakan jenis tanaman fast growing seperti Gamelina (jati putih) dan bibit pohon Sengon yang dibagikan kepada masyarakat disekitar circuit The Mandalika.Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi komitmen dalam menghadirkan motorsport yang berkelanjutan. “Kami tidak hanya fokus pada penyelenggaraan event balap kelas dunia, tetapi juga memastikan setiap kegiatan di sirkuit berdampak positif bagi lingkungan. Penanaman pohon ini adalah langkah nyata dalam menjaga keseimbangan alam di kawasan The Mandalika,” ungkapnya.ITDC menegaskan, peningkatan kualitas fasilitas dan pengelolaan kawasan dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya menguatkan posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.Dengan berbagai kesiapan yang terus dimaksimalkan, ITDC optimis penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 dapat berjalan lancar, mampu memberi kontribusi positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah, serta kian mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
Read MoreThe Mandalika, 29 April 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat kesiapan penyelenggaraan ajang balap internasional melalui koordinasi intensif dengan pemangku kepentingan strategis. Hal ini diwujudkan melalui kunjungan ITDC bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) ke Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin, (27/4), guna memastikan kesiapan pengamanan secara menyeluruh. Koordinasi ini difokuskan pada dua agenda besar di The Mandalika, yakni GT World Challenge Asia 2026 pada 1–3 Mei 2026 serta MotoGP 2026 pada 9–11 Oktober 2026, yang diproyeksikan akan menarik perhatian internasional dan menghadirkan ribuan penonton.Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, yang memimpin langsung kunjungan tersebut menegaskan bahwa ITDC memastikan seluruh aspek penyelenggaraan ajang dipersiapkan secara komprehensif, termasuk dari sisi keamanan kawasan. “GT World Challenge Asia menjadi momentum pembuka rangkaian event internasional tahun ini di Mandalika International Circuit, sekaligus memperkuat posisi strategis sirkuit dalam kalender balap dunia. Sementara itu, MotoGP tetap menjadi flagship event yang menghadirkan eksposur global dan dampak ekonomi signifikan bagi daerah dan negara,” ujar Troy.“Dalam hal ini, kami juga mengharapkan dukungan penuh dari Polda NTB untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan, baik pada tahap persiapan maupun pelaksanaan, dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” tambahnya.Pertemuan tersebut turut membahas strategi pengamanan terpadu yang dirancang secara menyeluruh, mulai dari pengaturan akses keluar-masuk kawasan, rekayasa dan pengendalian arus pengunjung, hingga pengamanan pada titik-titik strategis di dalam dan sekitar kawasan The Mandalika. Pendekatan ini tidak hanya difokuskan pada saat pelaksanaan event, tetapi juga mencakup tahap persiapan secara menyeluruh.Selain itu, aspek pengamanan terhadap aktivitas kawasan yang berjalan paralel juga menjadi perhatian, termasuk kegiatan pembangunan oleh investor serta proses penyiapan lahan dalam mendukung percepatan pengembangan infrastruktur dan fasilitas penunjang pariwisata. Sinergi antara pengelola kawasan dan aparat keamanan dinilai krusial untuk memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Kapolda NTB, Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si., menyampaikan kesiapan jajarannya dalam mendukung pengamanan kedua event tersebut. “Kami siap memberikan dukungan pengamanan secara maksimal, baik untuk GT World Challenge Asia maupun MotoGP, melalui penguatan pengamanan terpadu di seluruh area kawasan dan titik-titik strategis. Kami juga memastikan situasi kamtibmas di kawasan The Mandalika tetap kondusif, sehingga seluruh rangkaian kegiatan, baik pada tahap persiapan maupun pelaksanaan, dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menambahkan, bahwa sinergi dengan aparat keamanan menjadi faktor kunci dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan ajang internasional tersebut. “Koordinasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh rangkaian event di The Mandalika berjalan aman dan lancar, baik pada tahap persiapan maupun saat pelaksanaan,” ujarnya.Melalui sinergi yang semakin erat antara ITDC, MGPA, dan Polda NTB, penyelenggaraan GT World Challenge Asia dan MotoGP 2026 di The Mandalika diharapkan dapat berlangsung aman, lancar, serta semakin memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Read MoreThe Nusa Dua, 27 April 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas kawasan The Nusa Dua, melalui program rejuvenasi di Peninsula Island, The Nusa Dua. Hingga Minggu ke-16 (periode 12-18 April 2026), progres pekerjaan menunjukkan capaian realisasi sebesar 14, 42%.Seiring berjalannya pekerjaan di lapangan, sejumlah paket pekerjaan utama juga menunjukkan perkembangan signifikan, antara lain: pekerjaan peremajaan dan penataan jalan akses Gate AC hingga Peninsula Island yang mencapai progres 30,48%, pekerjaan akses Water Blow dan penataan Peninsula Island mencapai progres 74,91%, serta pekerjaan instalasi limbah, resapan, dan Ground Water Tank (GWT) mencapai progres 12,63%.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan bahwa program rejuvenasi ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam menjaga daya saing The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata premium yang berkelanjutan. “Rejuvenasi yang kami fokuskan saat ini di area Peninsula Island, tidak hanya untuk meningkatkan estetika kawasan, tetapi juga memastikan standar infrastruktur dan fasilitas publik yang lebih adaptif terhadap kebutuhan event internasional dan wisata berkualitas,” ujarnya.Fokus utama pengerjaan saat ini mencakup penataan akses kawasan, peningkatan lanskap, serta penguatan fasilitas pendukung yang bertujuan untuk menghadirkan pengalaman ruang publik yang lebih nyaman, aman, dan berkelas bagi wisatawan maupun pelaku industri pariwisata.Sejumlah pekerjaan telah dilaksanakan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, antara lain penataan area Water Blow yang dilengkapi dengan penambahan fasilitas wedding venue, pembangunan area baru untuk stage, pemasangan batu andesit sebagai finishing jalur pedestrian, penataan jalan akses menuju Peninsula, pembangunan unit-unit resapan air hujan di area jalan kawasan The Bay, serta pengembangan fasilitas pendukung berupa toilet wisatawan dan bale massage bagi kelompok paguyuban.Selain itu, berbagai langkah strategis juga telah disiapkan, termasuk penguatan pengawasan kualitas konstruksi, serta pengadaan material untuk mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan.Program rejuvenasi Peninsula Island ini diharap bisa selesai secara bertahap sesuai target, sehingga mampu menghadirkan wajah baru kawasan The Nusa Dua yang lebih terintegrasi, modern, dan berdaya saing global. Upaya ini sekaligus memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai world class tourism destination yang mengedepankan kualitas, keberlanjutan, dan pengalaman wisata yang unggul.
Read MoreThe Mandalika, 23 April 2026 – Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama anak usahanya InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperingati Hari Bumi (22/4) dengan melakukan penanaman 15.000 bibit mangrove di KEK Mandalika. Program ini adalah rangkaian dari program unggulan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) InJourney Group pada pilar lingkungan, yakni InJourney Green. Kegiatan ini sekaligus lanjutan dari kegiatan penanaman mangrove InJourney Green yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya, sebagai bentuk aksi nyata dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendorong pariwisata berkelanjutan.Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman menegaskan bahwa InJourney Green merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan InJourney Group dalam mendorong praktik pariwisata yang bertanggung jawab di seluruh member khususnya pada pilar lingkungan. “InJourney Green kami dorong sebagai wadah kolaboratif yang tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga memperkuat dampak sosial dan ekonomi secara berkelanjutan. Melalui pendekatan berbasis kajian dan kolaborasi lintas stakeholder, kami ingin memastikan setiap inisiatif yang dijalankan memberikan kontribusi nyata terhadap upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem,” ujarnya.Senada dengan Herdy Harman, Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, menyampaikan bahwa penanaman mangrove ini adalah bagian dari upaya strategis perusahaan, dalam memastikan pengembangan KEK Mandalika berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan. “InJourney Green 2026 bukan sekadar bagian dari flagship program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) InJourney Group, tetapi juga sebagai langkah konkret mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), serta komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Melalui inisiatif ini, kami ingin memastikan bahwa pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan keberlanjutan ekosistem pesisir,” kata Febrina.Pelaksanaan program InJourney Green didasarkan pada hasil kajian teknis dari tim Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB), yang mengidentifikasi kondisi eksisting mangrove di KEK Mandalika. Ekosistem mangrove di lokasi ini, didominasi oleh fase pertumbuhan pancang dengan tinggi rata-rata 3 hingga 5 meter, serta karakteristik substrat berupa campuran lumpur dan pasir padat yang dipengaruhi oleh dinamika pasang surut. Berdasarkan kajian itu, program rehabilitasi dirancang secara terukur dengan mempertimbangkan kesesuaian jenis, lokasi, serta metode penanaman. Kegiatan ini dilaksanakan di Area 22 seluas ±1.500 m² sebagai lokasi utama, serta Area 23 sebagai area lanjutan, dengan total cakupan rehabilitasi mencapai ±5,2 hektare. Secara keseluruhan, akan ditanam 15.000 jenis bibit mangrove, yang terdiri dari jenis Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Rhizophora stylosa.Penyelenggaraan program InJourney Green berkolaborasi dengan melibatkan lintas stakeholder, antara lain InJourney Group dan ITDC sebagai pelaksana, pemerintah pusat dan daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Tengah, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL), Pusdal LH Bali Nusra, unsur aparat TNI/Polri, akademisi dari PKSPL IPB serta Universitas Mataram, Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT), Duta Lingkungan NTB, serta pemerintah desa dan masyarakat lokal sekitar KEK Mandalika.Seluruh proses penanaman berada di bawah supervisi teknis PKSPL IPB dan didukung Universitas Mataram dalam penyediaan bibit. “Ke depan, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga fungsi ekologis kawasan pesisir, dan memperkuat posisi KEK Mandalika sebagai destinasi pariwisata yang tidak hanya unggul secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.” tutup Febrina.
Read MoreThe Nusa Dua, 22 April 2026 – Kawasan pariwisata kelas dunia The Nusa Dua yang dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali dipercaya sebagai tuan rumah perhelatan ajang olahraga berskala internasional, melalui penyelenggaraan Adhyaksa International Run 2026. Event lari bergengsi ini digelar pada Minggu, 26 April 2026, dengan titik start dan finish berlokasi di Peninsula Island, kawasan The Nusa Dua, Bali, yang merupakan salah satu ikon destinasi unggulan di The Nusa Dua.Adhyaksa International Run 2026 diproyeksikan akan menarik partisipasi pelari nasional hingga global, sekaligus menjadi momentum strategis dalam memperkuat citra The Nusa Dua sebagai destinasi terintegrasi kelas dunia, unggulan di Indonesia.Adhyaksa Internasional Run 2026 menyajikan tiga kategori lomba, yaitu 5K, 10K, dan Half Marathon, yang dirancang untuk menjangkau berbagai segmen peserta. Mulai dari pelari pemula hingga profesional. Ajang ini menawarkan pengalaman berlari yang kompetitif, sekaligus menghadirkan keindahan lanskap kawasan pesisir yang menjadi daya tarik utama The Nusa Dua.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan bahwa kehadiran Adhyaksa Run 2026 merupakan bagian dari strategi penguatan posisi kawasan The Nusa Dua. “Sebagai pengelola kawasan The Nusa Dua, kami menyambut baik dan mendukung penuh penyelenggaraan Adhyaksa International Run 2026 sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata terintegrasi kelas dunia. Event ini tidak hanya menghadirkan pengalaman sport tourism yang berkualitas bagi para peserta, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam meningkatkan daya tarik kawasan serta mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan,” terang Agus.ITDC berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur, standar keamanan, serta kualitas layanan kawasan agar penyelenggaraan acara bisa berjalan optimal, dan menghadirkan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta. “Dengan dukungan kolaborasi berbagai pihak, kami optimistis kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai tuan rumah event internasional berkelas. Didukung tata kawasan yang terintegrasi, jalur pedestrian yang memadai, serta lanskap yang asri, The Nusa Dua semakin menegaskan posisinya sebagai lokasi ideal untuk penyelenggaraan event olahraga berskala nasional maupun internasional,” tambahnya.Kegiatan ini diharap bisa memberikan multiplier effect terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal, termasuk peningkatan okupansi hotel, kunjungan wisatawan, serta aktivasi pelaku usaha di dalam maupun di luar kawasan.ITDC memastikan bahwa setiap penyelenggaraan event di kawasan The Nusa Dua mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), termasuk pengelolaan sampah, efisiensi operasional, serta keterlibatan komunitas lokal.Memiliki fasilitas kelas dunia dan komitmen terhadap pengelolaan kawasan yang berkelanjutan, The Nusa Dua terus memperkuat posisinya sebagai destinasi kelas dunia pilihan untuk berbagai event internasional, termasuk sport tourism yang kini semakin diminati oleh wisatawan global. “Penyelenggaraan Adhyaksa International Run 2026 di The Nusa Dua menjadi momentum penting untuk memperkuat daya tarik kawasan tidak hanya sebagai leisure destination, tapi juga sebagai venue unggulan untuk berbagai event olahraga. Kami berkomitmen menghadirkan pengalaman berkelas dunia dengan tetap mengedepankan aspek keberlanjutan dan kenyamanan bagi seluruh peserta,” tutup Agus.
Read MoreThe Nusa Dua, 21 April 2026 – Memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan budaya, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan bantuan berupa 15 unit tong sampah kepada panitia pelaksana Ida Bhatara Turun Kabeh pada hari Senin, (20/04). Bantuan ini menjadi dukungan ITDC dalam menjaga kebersihan dan kelancaran pelaksanaan salah satu upacara keagamaan terbesar di Bali, yang rutin diselenggarakan setiap tahun, khususnya dalam mengelola peningkatan volume sampah selama kegiatan berlangsung. General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika bersama tim TJSL ITDC, secara langsung memberikan bantuan, yang diterima Panitia Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih.Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa yang sebelumnya telah dilakukan ITDC di sejumlah pura lainnya di Bali. Melalui penyediaan sarana pengelolaan sampah, ITDC berupaya mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, tertata, dan tetap menjaga kesucian kawasan pura, saat momen upacara besar yang menghadirkan ribuan umat.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan bahwa bantuan ini tidak berfokus pada aspek kebersihan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas pariwisata, budaya, dan lingkungan. “ITDC mendorong praktik pariwisata berkelanjutan melalui penguatan pengelolaan sampah berbasis komunitas di kawasan suci, sebagai wujud harmonisasi antara pelestarian lingkungan, nilai budaya, dan tanggung jawab sosial,” ucapnya.Ia menambahkan bahwa melalui program TJSL, ITDC terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, lingkungan, dan pelestarian nilai budaya lokal. “Melalui program TJSL, kami ingin memastikan bahwa kegiatan keagamaan yang sakral seperti Ida Bhatara Turun Kabeh dapat berlangsung dengan nyaman dan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam mendukung harmoni antara manusia, alam, dan budaya,” ujarnya.ITDC secara konsisten mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap inisiatifnya, termasuk melalui program-program berbasis komunitas yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Read MoreThe Mandalika, 18 April 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) meningkatkan pengamanan dan kebersihan di area Tanjung Aan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, sebagai bagian dari pengelolaan kawasan berkelanjutan, yang telah dijalankan sejak 2025 dan terus diperkuat secara bertahap hingga saat ini. Yakni dengan menempatkan pos pengamanan di titik strategis, mengintensifkan patroli siang dan malam termasuk patroli gabungan, K-9 dan turangga, serta memelihara kebersihan melalui pembersihan rutin, mengelola sampah harian dengan optimal, agar kenyamanan, keamanan, dan ketertiban di kawasan bagi wisatawan tetap terjaga.PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menyampaikan bahwa penguatan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan aktivitas wisata di Tanjung Aan berlangsung secara aman dan tertib. “Penguatan pengamanan dan kebersihan di Tanjung Aan kami lakukan secara terukur dan berkelanjutan, dengan fokus pada titik-titik aktivitas wisata dan interaksi pengunjung. Hal ini penting untuk memastikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh pengunjung di kawasan The Mandalika,” ujar Agus.Sebagai bagian dari penguatan pengelolaan kawasan, ITDC juga menghadirkan fasilitas pendukung bagi wisatawan, antara lain toilet umum dan posko pengamanan terpadu yang telah beroperasi sejak periode libur Lebaran Maret 2026. Selain itu, ITDC membangun 4 pos pengamanan tambahan, serta melakukan peningkatan penerangan kawasan melalui penambahan dan aktivasi total 18 titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Dalam satu bulan mendatang, ITDC juga akan menambah 12 titik PJU pada akses menuju area Kleo Beach Club yang sudah mulai beroperasi, guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan akses wisatawan.Dari sisi kebersihan, ITDC secara optimal memelihara area publik dan fasilitas wisata di Tanjung Aan, yang merupakan bagian dari cakupan pengelolaan kawasan seluas ±193 hektare, dengan dukungan 95 personel gardener atau Tim Hijau yang bertugas menjaga kebersihan dan menata lingkungan. Pengelolaan sampah juga dilakukan rutin melalui sistem pengangkutan harian dengan estimasi volume mencapai ±9 m³ per hari dalam kondisi normal, supaya tercipta kawasan yang bersih, tertata, dan nyaman. 51 personel cleaning service disiagakan demi memastikan fasilitas publik tetap layak dan optimal digunakan wisatawan.Selain itu, pendekatan persuasif dilakukan melalui sosialisasi kepada pelaku usaha di kawasan Tanjung Aan, serta penataan aktivitas guna memastikan kesesuaian dengan tata kelola kawasan. Upaya ini menjadi bagian dari pengendalian aktivitas di lapangan agar tetap tertib dan mendukung kenyamanan wisatawan.“Melalui langkah ini, kami ingin memastikan Tanjung Aan bukan sekadar menjadi destinasi yang indah. Tapi juga tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pengunjung maupun pelaku usaha,” tambah Agus. Ke depan, ITDC akan terus memperkuat pengelolaan di Tanjung Aan secara berkesinambungan, seiring meningkatnya aktivitas wisata serta pengembangan kawasan di KEK Mandalika.
Read MoreThe Mandalika, 17 April 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyalurkan bantuan pencegahan stunting kepada masyarakat Desa Rembitan, Lombok Tengah, pada Rabu, (1/04), sebagai bagian dari pemanfaatan dana hasil lelang amal pada gelaran MotoGP 2025. Program ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan ITDC dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di desa penyangga kawasan KEK Mandalika, melalui pemberian makanan tambahan (PMT) padat gizi secara rutin kepada balita underweight dan ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronik.Dana bantuan berasal dari lelang barang-barang bertanda tangan pembalap MotoGP yang diselenggarakan dalam rangkaian event MotoGP 2025, dengan total nilai mencapai Rp 72.523.800. Dari jumlah tersebut, dana dibagi antara ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), masing-masing sebesar Rp 36.261.900, untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat sebagai penerima manfaat.Vice President Destination Management ITDC, Nurhadi Nugraha mengatakan program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak langsung terhadap peningkatan status gizi penerima manfaat, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini. “Dalam pelaksanaannya, program ini turut melibatkan kader kesehatan desa serta tenaga gizi dari Puskesmas Desa Kuta yang melakukan pemantauan dan pengukuran secara berkala setiap minggu. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan efektivitas intervensi serta perkembangan kondisi kesehatan para penerima manfaat,” ujar Nurhadi Nugraha.Melalui ITDC, dana itu disalurkan secara langsung dalam bentuk program Bantuan PMT padat gizi kepada 10 balita dengan kondisi underweight dan 5 ibu hamil dengan status Kekurangan Energi Kronik di Desa Rembitan. Program ini dirancang untuk diberikan secara berkelanjutan, yaitu selama 56 hari bagi balita dan 120 hari bagi ibu hamil, guna memastikan intervensi gizi yang optimal dan terukur. Sementara itu, penyaluran dana melalui MGPA akan difokuskan untuk masyarakat yang membutuhkan di sekitar Mandalika International Circuit.Berdasarkan hasil monitoring pada minggu pertama dan kedua bulan April 2026, program intervensi menunjukkan respons awal yang positif. Pada kelompok ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronik, tercatat adanya peningkatan rata-rata berat badan dari 44,24 kg pada pengukuran awal menjadi 44,98 kg pada minggu pertama, dan kembali meningkat menjadi 45,26 kg pada minggu kedua. Sementara itu, pada kelompok balita dengan kondisi underweight, rata-rata berat badan juga mengalami peningkatan bertahap dari 7,72 kg pada kondisi awal menjadi 7,95 kg pada minggu pertama, dan 8,1 kg pada minggu kedua, dengan tinggi badan relatif stabil. Meskipun masih dalam tahap awal, capaian ini menunjukkan indikasi perbaikan status gizi secara bertahap, sebagai respons intervensi PMT yang dilakukan secara konsisten dan terukur.“ITDC terus berkomitmen untuk menghadirkan program-program yang tidak hanya mendukung pengembangan kawasan pariwisata, tapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perubahan positif dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta lingkungan di sekitar kawasan,” tutup Nurhadi Nugraha.
Read More