The Nusa Dua, 28 Januari 2026 – The Nusa Dua memasuki fase penting dalam sejarah pengembangannya melalui pelaksanaan Kick Off Proyek Rejuvenasi Kawasan The Nusa Dua pada Rabu (28/1). Inisiatif ini adalah tonggak transformasi terbesar sejak kawasan mulai dikembangkan pada tahun 1973. Adapun tujuan rejuvenasi ini adalah menghadirkan The Nusa Dua sebagai destinasi yang lebih modern dan berkelanjutan tetapi tetap selaras dengan budaya serta kearifan lokal Bali.Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyampaikan bahwa rejuvenasi ini menandai komitmen kuat perusahaan dalam menjaga relevansi dan daya saing kawasan The Nusa Dua sebagai destinasi kelas dunia unggulan Indonesia. “Transformasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi langkah menyeluruh untuk memperkuat kualitas tata ruang, fasilitas publik, kenyamanan pengunjung, dan keberlanjutan lingkungan di kawasan. Kami ingin menghadirkan The Nusa Dua yang lebih tertata, lebih nyaman, dan lebih adaptif terhadap kebutuhan pariwisata modern, tanpa meninggalkan akar budaya Bali dan nilai-nilai lokal yang menjadi karakter kawasan.” ujarnya.Peremajaan The Nusa Dua mencakup peningkatan infrastruktur yang menjadi aspek utama kenyamanan wisatawan. ITDC melakukan overlay jalan sepanjang 3,7 km sebagai bagian dari peremajaan infrastruktur inti untuk meningkatkan daya dukung kawasan terhadap aktivitas pariwisata dan operasional harian. Pada area jalan setapak sepanjang 7,5 km juga akan diremajakan melalui penataan sistem pencahayaan kawasan. Khususnya pada titik-titik yang belum mendapat penerangan optimal, sehingga jalur pedestrian kini tampil lebih terang dan ramah bagi wisatawan pada malam hari. Selain itu, akses menuju Peninsula Island juga ditata ulang agar lebih teratur. Tak cuma itu, pengembangan fasilitas pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dengan luasan hingga 5.000 meter persegi menjadi bagian penting dari upaya memperkuat sistem manajemen lingkungan yang modern dan berkelanjutan di kawasan The Nusa Dua.Peninsula Island menjadi titik awal pelaksanaan rejuvenasi kawasan, karena area ini memegang peran penting sebagai ruang publik dan etalase utama The Nusa Dua. Pada tahap pertama, ITDC menata panggung penyelenggaraan event di Peninsula Island, peremajaan akses menuju Water Blow, serta pembangunan area wedding yang dirancang untuk memperkaya daya tarik wisata premium. Selain itu, Pulau Nusa Dharma, yang selama ini dikenal sebagai area tenang dan hijau, juga menjadi bagian dari rencana besar rejuvenasi The Nusa Dua. ITDC menyiapkan pulau tersebut sebagai wellness island dengan menambah fasilitas yoga, meditasi, serta aktivitas kebugaran dan kesehatan lainnya. ITDC memandang rejuvenasi ini sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga menghidupkan kembali roda ekonomi masyarakat, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan desa adat. Prosesi Ngeruak pada momen pelaksanaan Kick-off Proyek Rejuvenasi The Nusa Dua menjadi simbol bahwa setiap langkah pembangunan tetap melibatkan tradisi dan nilai-nilai adat Bali.Ahmad Fajar menegaskan bahwa pengelolaan ini dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan. “Kami memastikan bahwa seluruh proses rejuvenasi mengikuti masterplan kawasan serta didasarkan pada kajian dampak lingkungan, termasuk implementasi Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL), untuk memastikan pembangunan berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan budaya Bali. Penguatan infrastruktur dan fasilitas hanya akan memiliki makna jika tetap menjaga harmoni dengan masyarakat, adat, dan lingkungan. Dengan berbagai pembaruan tersebut, kawasan The Nusa Dua akan tampil lebih tertata, lebih nyaman, dan lebih siap menyambut berbagai kegiatan berskala nasional maupun global,” katanya.Peremajaan The Nusa Dua diproyeksikan berlangsung secara bertahap selama tiga tahun. Dimulai pada tahun 2026 hingga tahun 2028. Melalui pembaruan berkelanjutan, ITDC berharap The Nusa Dua dapat terus menjadi kebanggaan Indonesia, destinasi unggulan Bali, serta ruang publik premium yang membawa manfaat nyata bagi wisatawan, komunitas lokal, dan perekonomian daerah.
Read MoreThe Nusa Dua Bali, 20 Januari 2025 - Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memasuki tahun keempat kehadirannya di Tanah Air. InJourney mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis lintas portofolio, termasuk transformasi bandara dan peningkatan konektivitas udara, pengembangan destinasi budaya dan edukasi seperti Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah, pembangunan International Medical Tourism di KEK Sanur, serta pengembangan destinasi pariwisata The Mandalika dan The Golo Mori. Melalui Sarinah, InJourney juga konsisten membawa karya terbaik Indonesia ke panggung global. Rangkaian inisiatif ini berkontribusi pada peningkatan kinerja korporasi, yang tercermin dari posisi InJourney sebagai perusahaan ke-43 terbesar di Indonesia.InJourney semakin menguatkan perannya dalam menjadikan aviasi dan pariwisata sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian ini menjadi fondasi bagi InJourney untuk menjalankan peran ganda secara seimbang, yakni sebagai pencipta nilai (value creation) dan agen pembangunan (agent of development), melalui transformasi yang tidak hanya memperkuat kinerja internal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional, sektor aviasi dan pariwisata, serta kesejahteraan masyarakat melalui sinergi dengan para pemangku kepentingan.Memasuki tahun keempat perjalanannya, InJourney terus berkomitmen terhadap keberlanjutan sebagai arah utama transformasi. Selaras dengan tema “InJourney 4 Tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia”, keberlanjutan diposisikan sebagai kerangka berpikir dan bertindak dalam setiap inisiatif jangka panjang, menjadikan pariwisata sebagai investasi lintas generasi yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan sosial, serta membangun pijakan hijau bagi masa depan Indonesia.Komitmen InJourney terhadap pariwisata berkelanjutan berangkat dari keyakinan bahwa keberhasilan bisnis jangka panjang hanya dapat dicapai apabila pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui visi “Sustainable Tourism Economy and Creating Impact for Communities”, InJourney membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memperkuat komunitas lokal serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian integral dari strategi bisnis masa depan.Herdy Harman, Direktur SDM dan Digital InJourney, menekankan bahwa keberlanjutan dan tanggung jawab dalam berbisnis merupakan fondasi utama transformasi pariwisata nasional. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berhenti pada infrastruktur dan program, tetapi juga harus menyentuh aspek paling esensial, yaitu manusia.“Komitmen kami wujudkan melalui green initiative program di lingkungan InJourney Group, yang merupakan sebuah inisiatif untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Inisiatif ini kami rancang untuk menghasilkan dampak yang dapat diukur, konsisten, dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda transformasi InJourney dalam membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang ramah lingkungan,” tambah Herdy. Dari sisi aspek lingkungan (environmental), sebagai bagian dari penerapan ESG, InJourney menegaskan komitmen penurunan emisi sebesar 4.000 ton CO₂e. Komitmen tersebut merupakan langkah awal transformasi menuju operasional yang lebih hijau dan bertanggung jawab, sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap target Net Zero Emission yang ditetapkan Pemerintah Indonesia.Salah satu kawasan wisata yang dikelola InJorney melalui anak usahanya, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) yakni The Nusa Dua, Bali telah menerapkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dengan berprinsip pada tanggung jawab lingkungan. Troy Warokka, Direktur Operasi ITDC menjelaskan mengenai penerapan inisiatif hijau di kawasan ini adalah fondasi operasional untuk menjadikan kawasan ini menjadi destinasi premium yang resilien dan berkelanjutan. “Penerapan utilitas hijau seperti Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), Instalasii Pengelolaan Air Limbah (IPAL), Waste Management terintegrasi, dan Reclaim Water telah memastikan bahwa aktivitas pariwisata berjalan efisien, aman, dan tetap menjaga daya dukung lingkungan. Bagi ITDC, keberlanjutan bukan hanya agenda, tetapi fondasi operasional kawasan untuk memastikan The Nusa Dua tetap menjadi destinasi premium yang resilien dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tambahnya.The Nusa Dua, Bali, telah mengoperasikan fasilitas (SWRO) selama tiga bulan terakhir. Fasilitas ini mampu menghasilkan 331.382 m³ air bersih, dan saat beroperasi penuh, SWRO memiliki kapasitas produksi hingga 1.314.000 m³ air bersih per tahun. SWRO memanfaatkan air laut sebagai sumber air bersih alternatif, sehingga secara signifikan mengurangi ketergantungan kawasan terhadap air tanah dan sumber air tawar. Penerapan teknologi ini juga berperan penting dalam meningkatkan ketahanan air kawasan, menekan risiko kelangkaan air akibat perubahan iklim, serta memastikan keberlanjutan operasional pariwisata di The Nusa Dua. Penerapan fasilitas SWRO ini juga membawa ITDC NU entitas usaha dibawah ITDC menorehkan pencapaian bersejarah sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mendapatkan izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengolah air laut menjadi air layak untuk dikonsumsi melalui teknologi modern. Anak Agung Istri Ratna Dewi, Direktur Utama ITDC Nusantara Utilitas menyatakan penerapan SWRO merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan air kawasan sekaligus mendukung pengurangan tekanan terhadap air tanah. “Dengan teknologi yang aman dan terukur ini, kami memastikan pasokan air bersih yang stabil bagi seluruh tenant dan wisatawan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Pengakuan KKP sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh izin resmi pengolahan air laut menjadi air layak konsumsi menjadi bukti bahwa inovasi hijau dapat berjalan sejalan dengan efisiensi dan standar layanan yang tinggi.” ujarnya.
Read MoreJakarta, 16 Januari 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025, khususnya pada Semester II, di tengah dinamika industri pariwisata nasional dan global. Kinerja tersebut tercermin dari tingkat okupansi yang stabil dan jumlah kunjungan wisatawan yang tumbuh signifikan di seluruh kawasan yang dikelola ITDC. Yakni meliputi The Nusa Dua di Bali, The Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan The Golo Mori di Nusa Tenggara Timur (NTT). Stabilitas kinerja pada Semester II 2025 tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas pariwisata dan penyelenggaraan berbagai event nasional maupun internasional di tiap kawasan. Hal ini berdampak pada tingginya pergerakan wisatawan, penguatan positioning destinasi, dan menjaga kepercayaan pelaku industri pariwisata pada kawasan yang dikelola ITDC.Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama seluruh stakeholder dalam menciptakan kinerja kawasan pariwisata sepanjang tahun 2025 yang terjaga positif. “Sepanjang 2025, kami berhasil menjaga tingkat okupansi kawasan tetap stabil sekaligus mendorong pertumbuhan signifikan pada jumlah kunjungan. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata di kawasan yang kami kelola terus bergerak positif, baik melalui penguatan event, Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE), serta pengembangan pengalaman destinasi,” ujarnya.Di The Nusa Dua, rata-rata tingkat hunian hotel sepanjang 2025 tercatat sebesar 76,93%. Capaian ini diraih di tengah tantangan eksternal berupa penurunan perjalanan dinas dan aktivitas MICE pada awal tahun, sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Pusat. Tapi jumlah kunjungan kawasan menunjukkan pertumbuhan yang meningkat. Dari sekitar 3,2 juta kunjungan pada 2024 menjadi hampir 3,8 juta kunjungan pada 2025, atau tumbuh sekitar 18,5%. Peningkatan kunjungan ini mencerminkan tingginya pergerakan wisatawan, meskipun sebagian besar masih didominasi kunjungan harian yang belum sepenuhnya terkonversi menjadi hunian kamar.Di The Mandalika mencatat performa okupansi dengan rata-rata tingkat hunian hotel, sepanjang tahun 2025 berada di kisaran 55%. Kinerja tersebut didukung oleh tingginya aktivitas kawasan, dengan total kunjungan mencapai lebih dari 1,4 juta pengunjung sepanjang tahun. Puncak okupansi terjadi pada periode Juli hingga Agustus, seiring penyelenggaraan berbagai event nasional dan internasional serta momentum libur sekolah. Lonjakan hunian terjadi secara merata di berbagai kelas hotel, yang mencerminkan kuatnya multiplier effect event terhadap pergerakan wisatawan, sektor pariwisata, dan ekonomi lokal.Adapun The Golo Mori mencatat kinerja yang positif. Kunjungan kawasan sepanjang tahun 2025 mencapai 28.406 pengunjung. Realisasi kunjungan The Golo Mori melampaui target pada kedua semester 2025, masing-masing mencapai 139% pada Semester I dan 140% pada Semester II. Pertumbuhan tersebut didorong oleh strategi aktivasi kawasan yang kian terarah, melalui penyelenggaraan event berskala menengah hingga besar yang mampu mendatangkan jumlah pengunjung lebih tinggi, meski jumlah event yang diselenggarakan lebih terkurasi. Capaian ini menegaskan posisi The Golo Mori sebagai destinasi MICE yang terus berkembang dan semakin kompetitif.“Secara keseluruhan, capaian kinerja ketiga kawasan menegaskan efektivitas strategi pengelolaan destinasi yang dijalankan ITDC untuk menjadi Master Developer dan Asset Manager destinasi pariwisata Indonesia. Ke depan, ITDC berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kawasan, mendorong length of stay dan visitor spending yang lebih tinggi, serta memperkuat pengembangan event dan amenitas berstandar internasional untuk mendukung pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan,” tutup Ahmad Fajar.
Read MoreThe Mandalika, 15 Januari 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus mengakselerasi realisasi investasi di The Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Pada hari Rabu, 14 Januari 2026, ITDC menggandeng PT SAPO Development Lombok, yakni perusahaan penanaman modal asing yang berelasi dengan grup investor asal negara Spanyol, melalui penandatanganan Land Utilization and Development Agreement (LUDA) perjanjian pemanfaatan dan pengelolaan lahan untuk Lot KGH1 dan KGH2. PT SAPO Development Lombok akan mengembangkan proyek akomodasi, berupa high-end villa (vila premium) yang menargetkan segmen wisatawan leisure and experiential stay. Direktur Komersial ITDC, Febrina Meidiana, menerangkan bahwa masuknya investasi ini merupakan cerminan kepercayaan investor asing, terhadap prospek pengembangan The Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. “Kerja sama ini menunjukkan bahwa The Mandalika semakin dipercaya sebagai kawasan investasi yang terkelola dengan baik, memiliki kepastian hukum, serta menawarkan potensi pengembangan yang berkelanjutan. Kehadiran investor asal Spanyol ini juga memperkuat positioning The Mandalika sebagai destinasi yang menarik bagi pasar global,” ujar Febrina.Nilai investasi yang direalisasikan oleh PT SAPO Development Lombok mencapai EUR 2,76 juta atau setara dengan Rp54,17 miliar, yang dialokasikan untuk pengembangan di Lot KGH1 dan KGH2. Dengan tambahan investasi tersebut, maka total nilai investasi kumulatif di KEK Mandalika hingga tahun 2025 menjadi Rp5,96 Triliun.Febrina menambahkan bahwa dalam pengembangan proyek, ITDC selalu mengacu pada masterplan kawasan serta ketentuan tata kelola dan desain yang berlaku di The Mandalika. ITDC memastikan kerja sama pemanfaatan lahan dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab, yakni dengan tetap menjaga kepentingan jangka panjang kawasan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.“ITDC berharap pengembangan villa ini tak hanya memberikan nilai tambah bagi investor dan kawasan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan ekosistem pariwisata lokal di Nusa Tenggara Barat, sejalan dengan upaya mendorong The Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia,” tutup Febrina.
Read MoreThe Nusa Dua, 10 Januari 2025 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Tri Hita Karana (THK) Tourism Awards 2026 yang diselenggarakan pada hari Jumat, 9 Januari 2026. Bertempat di Kharisma Ballroom, Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali, ITDC menerima penghargaan THK Awards “Lifetime Achievement”, yaitu penghargaan atas keikutsertaan ITDC selama 10 tahun berturut-turut dan telah mendapat penghargaan super platinum sebanyak 2 kali, diserahkan kepada Febrina Mediana, Director of Commercial & Marketing ITDC, serta THK-CSR Awards, ialah penghargaan atas sinergi ITDC dan Petani Organik untuk mewujudkan Pertanian Berkelanjutan dan Pariwisata Hijau yang diterima oleh I Made Agus Dwiatmika, General Manager The Nusa Dua.Dua penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi ITDC dalam mengelola kawasan pariwisata berkelas dunia, yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana. Yakni dengan menyeimbangkan harmoni antara manusia, alam, dan budaya. Selain itu, capaian yang diraih ITDC merefleksikan komitmen perusahaan, dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan dan juga berdampak nyata bagi pemberdayaan masyarakat sekitar serta lingkungan, khususnya di kawasan The Nusa Dua, Bali.Director of Commercial & Marketing ITDC, Febrina Mediana, menyatakan, capaian yang diraih ITDC, mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan prinsip Tri Hita Karana dalam mengembangkan dan mengelola kawasan. “Penghargaan ini jadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pengelolaan kawasan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif, dengan menempatkan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan sebagai fondasi utama dalam setiap pengembangan kawasan,” ujarnya.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menambahkan, capaian THK-CSR Awards adalah hasil kolaborasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan kawasan. “Penghargaan ini merupakan buah dari komitmen bersama dalam menjalankan program tanggung jawab sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar kawasan,” ungkapnya.Penerimaan THK Awards “Lifetime Achievement” dan THK-CSR Awards, menegaskan posisi ITDC sebagai pengembang dan pengelola kawasan pariwisata nasional yang mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, serta selaras dengan tanggung jawab sosial dan pelestarian nilai budaya lokal. Capaian ini mendorong perusahaan untuk terus memperkuat pengelolaan kawasan pariwisata yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, pemangku kepentingan, dan perekonomian nasional.
Read MoreJakarta, January 02, 2026 – Throughout 2025, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) organized a series of national and international events across its key tourism destinations, including The Mandalika (West Nusa Tenggara), The Golo Mori (East Nusa Tenggara), The Nusa Dua (Bali), and Lake Toba (North Sumatra). These events were designed to stimulate local economies while strengthening the competitiveness of Indonesia’s tourism destinations.The impact of the events was reflected in increased tourist arrivals, higher hotel occupancy rates, greater involvement of micro, small, and medium enterprises (MSMEs), and the absorption of local workers, as recorded in several economic impact studies conducted during the event periods.Acting President Director of ITDC, Ahmad Fajar, said that well-managed events have proven to deliver constructive and long-lasting benefits. Beyond enhancing destination branding, events also play a direct role in driving local economic activity. According to him, ITDC’s event strategy in 2025 focused on strengthening regional economies, positioning events not only as promotional tools, but also as strategic instruments for sustainable economic growth.One of the most significant achievements in 2025 came from the Pertamina Grand Prix of Indonesia at The Mandalika, Central Lombok, West Nusa Tenggara. The event attracted 140,324 spectators, marking a 15.7% increase compared to the previous year. During the MotoGP™ period, hotel occupancy in The Mandalika reached 100%, while hotels in the city of Mataram recorded occupancy rates of around 90%. The event generated an estimated national economic multiplier effect of IDR 4.96 trillion, involved more than 3,000 local workers—67% of whom came from Central Lombok—and supported over 600 local MSMEs in the surrounding area, along with 202 culinary and handicraft MSMEs directly participating in the event. In addition, the MotoGP™ attracted 44 additional flights to West Nusa Tenggara during the event period.In East Nusa Tenggara, the International Golo Mori Jazz 2025 reinforced The Golo Mori’s position as a premium, international-class destination. The economic impact study showed that average visitor spending reached approximately IDR 2.9 million per person per day, dominated by visitors from outside the region. The event involved dozens of local MSMEs, with more than 80% of the workforce coming from surrounding communities. Together, these outcomes highlight that the development of The Golo Mori is driven not only by visitor numbers, but also by economic value and the quality of tourist spending.Meanwhile, the Golo Mori Sunset Run 2025 attracted 1,282 participants, exceeding its initial target, with 85.7% of participants expressing interest in returning to the destination. With an event investment of IDR 259 million, the Sunset Run generated an economic impact of IDR 447 million, resulting in a multiplier effect ratio of 2.1. This means that every IDR 1 invested created IDR 2.1 in economic value for the local community.In The Nusa Dua, Bali, The Nusa Dua Festival 2025 contributed to strengthening the creative economy and MSMEs through increased income for tenants, artists, and creative industry players. The festival stimulated the accommodation, transportation, culinary, and creative sectors, which collectively contribute more than 20% to Bali’s Gross Regional Domestic Product (GRDP), while further reinforcing The Nusa Dua’s position as an international event destination.Ahmad Fajar added that the success of ITDC’s events across different regions was supported by strong collaboration between ITDC, central and local governments, local communities, and tourism industry stakeholders. This collaborative approach ensured that each event was designed in line with the unique character of its destination, oriented toward sustainability, and capable of delivering inclusive economic benefits to surrounding communities. He also emphasized that ITDC consistently applies Environmental, Social, and Governance (ESG) principles throughout all stages of event planning and implementation, from environmental management and MSME empowerment to capacity building for local workers.In North Sumatra, the Aquabike World Championship and F1 Powerboat World Championship at Lake Toba also generated significant economic benefits. During the events, hotel occupancy rates ranged between 70-90%, while local businesses experienced increased turnover. The events created additional working hours for local workers and opened new opportunities in accommodation, transportation, culinary services, and tourism-related businesses, while also strengthening domestic transactions and regional revenue.“Overall, ITDC’s series of events throughout 2025 demonstrated that well-planned events can generate trillions of rupiah in economic circulation, push hotel occupancy rates up to 100%, create jobs for thousands of local workers, and support hundreds of MSMEs across different regions. These achievements underscore ITDC’s ongoing transformation as a destination manager that prioritizes sustainable economic growth and delivers tangible benefits for local communities,” Ahmad Fajar concluded.
Read MoreThe Mandalika, 25 Desember 2025 – The Mandalika siap menyambut periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Selama momen akhir tahun tersebut, destinasi yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menghadirkan rangkaian aktivitas sportstainment, program hiburan dari para tenant, peningkatan layanan dan fasilitas kawasan, sebagai upaya memastikan pengalaman liburan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi wisatawan. Seluruh persiapan dilakukan melalui koordinasi lintas pihak untuk menjaga kualitas kunjungan di The Mandalika.PGS General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menuturkan bahwa The Mandalika memproyeksikan 118.733 kunjungan selama periode Nataru. Agus menyampaikan pendekatan sportstainment dan festive tourism menjadi kekuatan utama kawasan untuk memberikan pengalaman liburan yang aman, nyaman, dan atraktif bagi seluruh pengunjung. “Kami menyambut periode liburan ini dengan menggabungkan kekuatan sport event dan kreativitas tenant. Seluruh elemen kawasan telah disiapkan untuk memastikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan menarik,” ujarnya.Untuk menghadirkan kenyamanan bagi wisatawan, ITDC mengoperasikan lima Posko Pengamanan Nataru Terpadu mulai 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, melibatkan personel pengamanan kawasan, Bawa Kendali Operasi (BKO) Kepolisian dan TNI, Basarnas, tenaga kesehatan, serta dukungan operasional dari ITDC Group. Posko Nataru ditempatkan di lokasi strategis seperti Kuta Beach Park, Bazaar Mandalika, Bukit Merese, Batu Kotak, dan Pertamina Mandalika International Circuit untuk memastikan respons cepat terhadap situasi di lapangan.Dalam kesempatan yang sama, General Manager Pullman Lombok Mandalika Beach Resort, Budi Wahjono memperkenalkan program unggulan malam Tahun Baru bertajuk “Unmasking Radiance – New Year’s Eve Gala Dinner 2026” yang akan digelar pada 31 Desember 2025 di area pantai Pullman. Perayaan akhir tahun ini menampilkan Geisha sebagai penampil utama, serta hiburan pendukung seperti DJ Dayu, Iconicoustic Band, Miracle Dancer, dan Fire Dance Show. Budi menjelaskan bahwa seluruh rangkaian hiburan dirancang untuk memberikan pengalaman premium bagi tamu yang merayakan malam pergantian tahun di The Mandalika. “Kami menyiapkan sebuah pengalaman premium di tepi pantai The Mandalika dengan konsep entertainment yang lengkap, mulai dari music performance, special dance act, hingga countdown celebration,” ungkapnya.Sementara itu, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) melalui Wakil Direktur Utama Samsul Purba, memperkenalkan aktivasi sport event penutup tahun, yaitu Mandalika Last Sunday Run 2025 yang akan dilaksanakan pada 28 Desember 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit. Event lari ini menawarkan dua kategori, yakni 4,3K dan 10K, serta dikemas dengan vibes festival seperti DJ performance, coffee booth, dan partisipasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. “Mandalika Last Sunday Run 2025 menjadi bagian dari upaya MGPA untuk memaksimalkan pemanfaatan sirkuit sepanjang tahun. Ini kesempatan bagi peserta untuk merasakan pengalaman unik berlari di lintasan balap bertaraf dunia, dengan suasana festival sebagai penutup tahun yang berkesan. Selain itu, sebagian hasil dari keuntungan event akan digunakan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana di Sumatera,” jelasnya.ITDC menilai bahwa momentum Nataru memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi di Kabupaten Lombok Tengah. Aktivasi tenant, meningkatnya okupansi hotel, dan kegiatan berbasis sportstainment dinilai mampu memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi unggulan nasional sekaligus mendorong peluang usaha bagi UMKM dan masyarakat lokal.“Kolaborasi ITDC, MGPA, dan para tenant menjadi kunci menghadirkan pengalaman liburan yang berkesan bagi wisatawan. ITDC mengajak wisatawan untuk merayakan libur Natal dan Tahun Baru di Mandalika, menikmati keindahan pantai, kemeriahan malam pergantian tahun, serta pengalaman sport tourism di sirkuit. “Hadiah di balik setiap deru di The Mandalika adalah semangat yang membangkitkan hati,” tutup Agus.
Read MoreThe Nusa Dua, 23 Desember 2025 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali menorehkan prestasi dengan meraih Gold Award 2025 pada ajang Penganugerahan CSR BUMN Award ke-VIII dan CSR BUMN Initiative ke-III Tahun 2025 yang diselenggarakan di Auditorium Gedung Keuangan Negara, Renon, Denpasar. ITDC masuk dalam 10 besar penerima penghargaan, melanjutkan tren positif perusahaan yang konsisten meraih penghargaan Gold Award sejak tahun 2018.Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas berbagai inisiatif dan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ITDC yang fokus pada pembangunan masyarakat berkelanjutan, sejalan dengan komitmen perusahaan yang menerapkan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG). Program-program tersebut mencakup penguatan kapasitas masyarakat, pelestarian lingkungan, pemberdayaan UMKM, hingga dukungan terhadap sektor pendidikan dan kebudayaan di wilayah destinasi pariwisata yang dikelola ITDC.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika menyampaikan, penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi ITDC dalam menghadirkan program tanggung jawab sosial yang berdampak nyata dan berkelanjutan. “Di The Nusa Dua, kami meyakini bahwa pengembangan kawasan pariwisata kelas dunia harus berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan. Melalui pendekatan ESG, kami terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dunia pendidikan dan seni budaya lokal, agar kehadiran ITDC memberikan nilai tambah yang inklusif dan berjangka panjang bagi Bali,” terang Agus.Kesuksesan ITDC meraih kembali penghargaan Gold Award, menjadi bukti akan komitmen perusahaan, untuk terus menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan. Bukan hanya melalui pengembangan kawasan pariwisata berkelas dunia, tetapi juga melalui kontribusi nyata bagi masyarakat, budaya, dan lingkungan sekitar.Penganugerahan penghargaan, turut dihadiri berbagai stakeholders terkait, antara lain perwakilan PHDI Bali, Kementerian Agama, pimpinan dan perwakilan BUMN di wilayah Bali, pimpinan dan perwakilan perusahaan swasta, unsur institusi pendidikan, serta para undangan lainnya.Agus menambahkan, capaian ITDC ini, sekaligus sebagai momentum mengukuhkan komitmen, supaya pembangunan berkelanjutan yang dilakukan, terus memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat dan negara. “Melalui capaian ini, ITDC menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran perusahaan sebagai agen pembangunan pariwisata berkelanjutan, sekaligus mitra strategis dalam mendukung kemajuan sosial, budaya, dan lingkungan di Indonesia,” tutup Agus.
Read MoreThe Nusa Dua, 20 Desember 2025 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), melalui SBU The Nusa Dua menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Kelurahan Padangsambian, Kota Denpasar, pada Senin (16/12). Bantuan ini disalurkan sebagai respons cepat ITDC terhadap kondisi darurat pasca banjir, melalui koordinasi dengan pemerintah setempat, guna mendukung pemulihan sektor pendidikan serta pemenuhan kebutuhan dasar warga, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan.Penyaluran bantuan tersebut sebagai tindak lanjut dari pengecekan langsung ke lokasi terdampak serta koordinasi dengan pihak kelurahan, kepala lingkungan, dan instansi terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat teridentifikasi secara cepat dan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran sesuai kondisi lapangan.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan bahwa kecepatan dan ketepatan respons menjadi prioritas ITDC dalam menghadapi situasi darurat. “Kami tidak hanya berfokus pada pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan, tetapi juga hadir secara cepat dan responsif bagi masyarakat sekitar. Prinsip ESG dan TJSL menjadi landasan kami dalam memastikan kontribusi sosial yang nyata dan berdampak,” ujarnya.Bantuan ITDC difokuskan pada dua aspek utama, yaitu pemulihan sektor pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Dalam mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar pascabanjir, ITDC menyalurkan bantuan pendidikan kepada SD Negeri No. 11 Padangsambian berupa 100 lusin buku tulis dan 2 (dua) unit proyektor indoor. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Sekolah SD Negeri No. 11 Padangsambian, Ibu Ni Luh Wiari Astiti, S.Pd., dan disaksikan oleh Kepala Lingkungan Buana Desa, Bapak Ketut Diarta.Selain itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan harian warga selama masa pemulihan, ITDC menyalurkan 100 paket sembako dan 100 lembar tikar kepada masyarakat terdampak di Lingkungan Buana Desa, Kelurahan Padangsambian. Bantuan diterima oleh Kepala Lingkungan Buana Desa, Bapak Ketut Diarta, bersama perwakilan warga terdampak, serta disaksikan oleh Kepala Seksi Pembangunan dan Trantib Kelurahan Padangsambian, Bapak Satria Perdana.Kegiatan penyerahan bantuan juga didampingi oleh Vice President Operations & Services The Nusa Dua, Putu Trisna Wijaya. Kegiatan ini mendapat respons positif dari pemerintah setempat serta masyarakat penerima manfaat.Melalui aksi tanggap darurat ini, ITDC menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, serta berkontribusi aktif dalam pemulihan pascabencana sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Read MoreThe Nusa Dua, 19 Desember 2025 – Menyambut lonjakan wisatawan pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, InJourney bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memastikan kesiapan menyeluruh melalui penguatan manajemen risiko dan kesiapan operasional serta pelayanan prima di tiga kawasan pariwisata yang dikelola. Yakni The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori.Direktur Operasi ITDC Troy Warokka menyampaikan, periode Nataru merupakan fase dengan tingkat mobilitas wisatawan yang tinggi, sehingga butuh pengelolaan risiko yang terukur dan prudent, untuk menjaga stabilitas operasional kawasan. “ITDC memastikan kesiapan Nataru dikelola dalam kerangka manajemen risiko dan tata kelola yang kuat. Fokus kami adalah menjaga keselamatan pengunjung, memastikan kelancaran operasional kawasan, dan keberlanjutan kinerja destinasi di tengah peningkatan aktivitas wisata,” ujarnya.Di The Nusa Dua, ITDC mencatat tren kunjungan yang konsisten sepanjang 2025 dengan total kunjungan hingga November mencapai lebih dari 3,4 juta kunjungan. Menyambut periode Nataru, tenant-tenant di kawasan ini menghadirkan beragam festive dining dan atraksi ramah keluarga, seperti Christmas Eve Dinner, Christmas Brunch, hingga New Year’s Eve Gala Dinner di sejumlah hotel berbintang.Selain itu, The Nusa Dua juga akan menghadirkan pertunjukan budaya, choir performance, serta aktivitas kebersamaan yang dikemas untuk menciptakan suasana liburan yang hangat, nyaman, dan berkesan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.Adapun di The Mandalika, ITDC memproyeksikan jumlah kunjungan wisatawan selama periode Nataru 2025 mencapai 118.733 kedatangan. Peningkatan kunjungan ini didukung oleh rangkaian aktivitas akhir tahun yang diselenggarakan oleh tenant di kawasan. Antara lain gala dinner dan hiburan musik di sejumlah hotel, live music dan DJ performance di malam pergantian tahun.Seluruh rangkaian kegiatan tenant di The Mandalika dilaksanakan dengan pengawasan dan koordinasi ITDC bersama stakeholders terkait, untuk memastikan aspek keamanan, kenyamanan, dan ketertiban kawasan tetap terjaga selama periode libur Nataru.Di The Golo Mori, ITDC menawarkan konsep pengalaman libur Nataru melalui pendekatan yang intim dan reflektif. Sepanjang bulan Desember 2025, Nuka Beach Club, menghadirkan Christmas Celebration and New Year Special Menu Package serta beragam rangkaian Christmas Celebration, seperti Gingerbread by the Beach, Melodies of Christmas, dan Santa’s Heartful Surprise.Puncak perayaan Nataru di The Golo Mori ditandai dengan program “Journey of Heartfelt Harmony” yang diselenggarakan 19 Desember 2025. Sementara itu, rangkaian New Year’s Celebration berlangsung pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, dikemas dalam beberapa fase yang memberi sejumlah pengalaman, mulai dari suasana senja yang hangat hingga perayaan malam pergantian tahun yang berkesan.Penguatan Operasional dan Pengamanan KawasanTroy memaparkan, demi mendukung kelancaran dan kenyamanan selama periode libur akhir tahun, ITDC juga memperkuat aspek operasional dan pengamanan kawasan. Langkah itu mencakup pendirian posko kesiapsiagaan di titik-titik strategis, pengaturan akses dan lalu lintas kawasan, serta koordinasi intensif dan terukur dengan para pemangku kepentingan terkait guna mengantisipasi peningkatan aktivitas pengunjung.“Pendekatan operasional yang kami terapkan adalah memastikan seluruh kawasan bisa menikmati momentum Nataru dengan aman, tertib, dan terkendali tanpa mengurangi kualitas pengalaman wisata,” ujar Troy.Melalui segala persiapan yang sudah dilakukan, ITDC yakin periode libur Nataru 2025/2026 akan menawarkan pengalaman liburan yang berkualitas dan berkesan bagi wisatawan, sekaligus mendorong pergerakan ekonomi kawasan secara berkelanjutan.
Read More