The Mandalika, 18 Februari 2026 – Indonesia kembali masuk dalam kalender GT World Challenge Asia 2026, dengan Pertamina Mandalika International Circuit dipercaya menjadi tuan rumah putaran balapan pada 1–3 Mei 2026. Kembalinya ajang ini ke Tanah Air mencerminkan konsistensi Indonesia dalam membangun ekosistem sport tourism kelas dunia, sekaligus memperkuat citra The Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat sebagai destinasi balap internasional yang semakin diperhitungkan di kawasan Asia.Kalender Provisional 2026Berdasarkan kalender provisional 2026 yang dirilis SRO Motorsports Asia, seri Pertamina Mandalika International Circuit menempati putaran kedua musim ini setelah seri pembuka Sepang International Circuit, Malaysia. Balapan ini menghadirkan format dua race berdurasi satu jam, yang selalu menyajikan pertarungan ketat antar pabrikan dan tim profesional maupun Pro-Am.Adapun jadwal lengkap musim 2026 adalah sebagai berikut:* Putaran 1: Sepang International Circuit — 4–5 April* Putaran 2: Pertamina Mandalika International Circuit — 1–3 Mei* Putaran 3: Sportsland SUGO — 16–17 Mei* Putaran 4: Shanghai International Circuit — 5–6 Juni* Putaran 5: Fuji Speedway — 11–12 Juli* Putaran 6: Okayama International Circuit — 29–30 Agustus* Putaran 7: Suzuka Circuit — 12–13 September* Putaran 8 (Final): Beijing Street Circuit — 3–4 OktoberPriandhi Satria, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), selaku cucu usaha yang ditunjuk untuk mengelola Pertamina Mandalika International Circuit International Circuit oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyatakan penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 memberi efek berganda bagi perekonomian daerah dan nasional.“Event ini juga membuka ruang partisipasi lebih luas bagi tim balap Indonesia untuk tampil dalam kompetisi regional dengan standar internasional. Dalam jangka panjang, konsistensi menghadirkan event kelas dunia akan memperkuat fondasi industri otomotif dan balap nasional,” ungkapnya. Penempatan seri Pertamina Mandalika International Circuit di awal musim 2026 memiliki nilai strategis tersendiri. Selain menjadi fase awal pemanasan kompetisi menuju pertengahan musim, putaran ini juga berperan sebagai representasi Asia Tenggara dalam kalender balap GT3 internasional yang sarat gengsi.Sebagai tuan rumah, Pertamina Mandalika International Circuit dikenal sebagai lintasan teknis dengan kombinasi tikungan cepat dan sektor menantang. Berlokasi di kawasan The Mandalika, sirkuit ini menawarkan panorama Samudra Hindia dan perbukitan hijau Lombok, memberikan pengalaman balap yang menarik bagi tim, pembalap, dan penonton.Kejuaraan GT World Challenge Asia dikenal sebagai salah satu ajang paling kompetitif di kelas GT3, menghadirkan mobil-mobil dari pabrikan ternama dunia seperti Mercedes-AMG, Porsche, Ferrari, Lamborghini, Audi, BMW, Chevrolet, dan Nissan. Setiap akhir pekan balapan menyuguhkan kombinasi kecepatan, strategi pitstop, manajemen ban, serta kerja sama dua pembalap dalam satu mobil.Sejumlah pembalap akan tampil, diantaranya Wei Lu, Alessio Picariello (Origine Motorsport), Bob Yuan dan Leo Ye (Origine Motorsport), Anthony Liu, Dorian Boccolacci (Phantom Global Racing), Danial Frost, JiaTong Liang (Craft-Bamboo Racing), Mike Zhou, Ralf Aron (Climax Racing), dan nama-nama pembalap papan atas lainnya akan meramaikan balapan di sirkuit kebanggan Tanah Air pada 1-3 Mei 2026 mendatang. Pembalap-pembalap tersebut adalah peraih podium Race 1 dan Race 2 di Mandalika International Circuit pada musim 2025 lalu.Dampak Ekonomi dan Sport TourismPenyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit semakin memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi motorsport roda empat di kawasan Asia, melengkapi berbagai event internasional yang telah sukses digelar sebelumnya, termasuk MotoGP.Selain dampak ekonomi jangka pendek, penyelenggaraan berkelanjutan event kelas dunia di The Mandalika juga memiliki nilai strategis jangka panjang. Konsistensi menghadirkan kejuaraan internasional diyakini akan memperkuat fondasi industri otomotif dan motorsport nasional, membuka ruang partisipasi bagi talenta Indonesia, serta meningkatkan kepercayaan promotor global terhadap Indonesia sebagai tuan rumah event berskala internasional.“Kedatangan tim internasional, kru, sponsor, serta wisatawan domestik dan mancanegara akan mendorong okupansi hotel, pergerakan UMKM, hingga promosi pariwisata Lombok, Nusa Tenggara Barat,” tutup Priandhi.
Read MoreThe Mandalika, 16 Februari 2026 – Pengakuan internasional kembali diraih destinasi pariwisata The Mandalika setelah Budi Wahjono, General Manager (GM) Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort, berhasil masuk daftar Top 100 Hotel General Managers in the World 2025 versi Luxury Lifestyle Awards. Di antara jajaran Top 100 tingkat dunia tersebut, Indonesia diwakili oleh empat nama, dengan Budi Wahjono sebagai salah satu figur yang memperoleh pengakuan internasional. Penghargaan internasional ini menempatkan Pullman sejajar dengan hotel-hotel premium dunia di Timur Tengah, Eropa, Amerika Serikat, hingga Asia.Apresiasi ini diberikan kepada para pemimpin hotel yang dinilai memiliki visi, kepemimpinan strategis, ketangguhan operasional, serta kontribusi nyata terhadap standar industri hospitality global. Keberhasilan Budi Wahjono menjadi representasi bahwa The Mandalika memiliki ekosistem talent dan kualitas layanan yang diakui dunia internasional.Bagi General Manager Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort, Budi Wahjono, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian personal, melainkan tanggung jawab untuk terus meningkatkan standar kepemimpinan dan kualitas layanan di industri perhotelan. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan di era hospitality modern bukan hanya tentang performa bisnis, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan dampak jangka panjang yang berkelanjutan.“Pengakuan ini saya persembahkan untuk seluruh tim yang setiap hari bekerja dengan dedikasi dan semangat melayani. Sebagai General Manager, peran saya memastikan setiap individu merasa diberdayakan dan memiliki visi yang sama. Masuk dalam Top 100 Hotel General Managers menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami. Pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi tim serta dukungan ITDC sebagai pengelola kawasan. Kami percaya The Mandalika memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi kelas dunia, dan kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik sekaligus inovasi keberlanjutan yang membawa manfaat bagi lingkungan dan komunitas lokal,” imbuh Budi Wahjono.Berada di kawasan The Mandalika, Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, bangga dan mengapresiasi prestasi yang ditorehkan General Manager Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort. “Prestasi yang diraih, menegaskan bahwa tenant-tenant di The Mandalika tidak hanya berkembang dari sisi fasilitas, tetapi juga memiliki kualitas kepemimpinan dan layanan yang diakui secara global. ITDC terus mendorong terciptanya ekosistem hospitality yang berdaya saing internasional sekaligus berkelanjutan,” ujarnya.ITDC melihat bahwa keberhasilan Pullman merupakan cerminan keberhasilan pengelolaan kawasan The Mandalika. Sinergi antara ITDC dan para tenant yakni pelaku usaha hotel, resort, restaurant dan atraksi di dalam kawasan menjadi pondasi penting dalam menghadirkan pengalaman pariwisata yang unggul, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat.Prestasi ini juga melengkapi pencapaian Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort yang sebelumnya meraih International Sustainability Award 2025 – Farm to Table berkat berbagai inovasi green hotel yang unik dan berdampak. Mulai dari mengolah sisa sarapan menjadi pupuk organik cair, memproduksi minyak kayu putih dan minyak kelapa dari tanaman di area hotel, hingga membuat minyak frangipani dari bunga kamboja yang dikumpulkan setiap hari. Inovasi-inovasi ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan produk ramah lingkungan yang dimanfaatkan bagi operasional dan masyarakat sekitar.Dengan dua capaian besar, prestasi GM dalam jajaran terbaik dunia dan penghargaan sustainability internatsional, The Mandalika semakin mengukuhkan diri sebagai destinasi pariwisata terpadu yang kompetitif, inovatif, dan berstandar global.
Read MoreThe Nusa Dua, 14 Februari 2026 – Di The Nusa Dua, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali menghadirkan atraksi budaya yang memadukan kekayaan tradisi dan semangat perayaan melalui penyelenggaraan Kecak & Barongsai Dance Show pada hari ini, Jumat, (13/02). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Imlek sekaligus momentum kebersamaan menjelang Hari Valentine bagi pengunjung kawasan.Rangkaian acara diawali dengan pertunjukan Barongsai di area bibir pantai The Bay pada pukul 17.00–17.30 WITA, yang kemudian dilanjutkan dengan walking performance menuju Taksu Art Stage. Setibanya di lokasi, Barongsai kembali menampilkan atraksi sebagai opening act Kecak Dance Show pada pukul 17.30–18.00 WITA. Selanjutnya, pertunjukan Kecak Dance Show digelar pada pukul 18.00–19.00 WITA sekaligus menjadi penutup rangkaian perayaan Imlek di The Nusa Dua.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika menyampaikan bahwa penyelenggaraan Kecak & Barongsai Dance Show merupakan wujud komitmen kawasan dalam menghadirkan ruang perayaan budaya yang inklusif sekaligus memperkaya pengalaman wisata berkualitas bagi para pengunjung. “Perpaduan pertunjukan Barongsai dan Tari Kecak tidak hanya merepresentasikan keberagaman budaya, tetapi juga memperkuat daya tarik The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang hidup dengan aktivitas seni dan tradisi.”Selain pertunjukan seni budaya, pengunjung juga menerima cokelat sebagai simbolisasi perayaan Imlek dan Valentine yang merepresentasikan kebahagiaan, kebersamaan, dan kasih sayang. Kegiatan ini turut didukung oleh Coca-Cola melalui penyediaan minuman ringan kemasan bagi pengunjung yang menghadiri pertunjukan.Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, The Nusa Dua menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang apresiasi budaya yang inklusif, memperkuat daya tarik pariwisata berkualitas, serta menciptakan pengalaman berkesan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Program budaya yang relevan dengan momentum perayaan nasional maupun internasional, serta memberikan nilai tambah bagi wisatawan dan pelaku industri pariwisata. “Ke depan, The Nusa Dua akan terus berinovasi dalam menghadirkan atraksi berkualitas yang selaras dengan semangat keberlanjutan, pelestarian budaya, dan penguatan citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata unggulan dunia,” tutup Agus Dwiatmika.
Read MoreJakarta, 11 Februari 2026 – Sepanjang bulan Februari, suasana kawasan yang dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kian semarak dengan beragam program tematik yang dihadirkan oleh para tenant. Momen Valentine’s Day dan Tahun Baru Imlek dirayakan melalui rangkaian penawaran istimewa yang dirancang untuk memperkaya pengalaman wisatawan. Mulai dari sajian kuliner pilihan, pertunjukan budaya, berbagai aktivitas relaksasi dan kebugaran, hingga pengalaman romantic dining, yang menghadirkan standar pengalaman berwisata berkelas dunia bagi para pengunjung.Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, menyampaikan bahwa rangkaian promo Februari ini mencerminkan strategi ITDC dalam meningkatkan nilai destinasi secara menyeluruh. Bukan hanya melalui atraksi besar, tetapi juga melalui lifestyle experience. “Momentum perayaan Imlek dan Valentine selalu menjadi periode yang dinanti wisatawan karena menghadirkan dua nuansa perjalanan yang berbeda — family celebration dan romantic getaway. Karena itu, kami memastikan The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori menawarkan pengalaman yang lengkap, mulai dari kuliner, budaya, hingga curated romantic packages. Rangkaian program ini menunjukkan bahwa destinasi ITDC tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga hidup melalui aktivasi dan lifestyle experiences yang relevan dengan tren wisatawan saat ini. Kami ingin setiap kunjungan memiliki alasan, cerita, dan pengalaman yang membuat wisatawan datang dan kembali,” ujar Febrina.Untuk pengalaman Imlek di The Nusa Dua, sejumlah hotel menghadirkan prosperity buffet, hidangan khas Tahun Kuda Api, dan Yee Sang ritual, termasuk The St. Regis Bali Resort, The Westin Resort Nusa Dua, Bali, The Laguna, a Luxury Collection Resort & Spa, Nusa Dua, dan Renaissance Bali Nusa Dua Resort. Pertunjukan barongsai dan lion dance blessing dihadirkan Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, Ayodya Resort Bali, Merusaka Nusa Dua, Nusa Dua Beach Hotel & Spa - Handwritten Collection, dan Grand Whiz Hotel Nusa Dua.Adapun Amarterra Villas Resort Bali Nusa Dua – Autograph Collection, Novotel Hotels & Residences Bali Nusa Dua, Mercure Bali Nusa Dua, dan Courtyard by Marriott Bali Nusa Dua Resort menawarkan pilihan prosperity set menu dan family-style dining.Di momen Valentine, hampir semua tenant menawarkan romantic dinner, curated set menu, beachfront dining, hingga couple’s spa journey. Selain program hotel, perayaan bulan Februari juga dimeriahkan oleh Kecak & Barongsai Cultural Show pada Jumat, (13/2) saat sunset di Taksu Art Stage, Peninsula Island, The Nusa Dua, sepaket dengan pembagian cokelat Valentine untuk pengunjung. Hal ini menambah pengalaman hangat dan inklusif di kawasan tersebut.Di Pulau Lombok, The Mandalika menawarkan perayaan bernuansa pantai tropis dan suasana yang lebih tenang. Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort menghadirkan dua program utama sepanjang Februari, yaitu Rose & Chocolate Dinner sebagai pengalaman makan malam Valentine yang intimate dan modern dengan pemandangan sunset khas Mandalika, serta rangkaian Full Stride Blessing untuk Tahun Baru Imlek yang dimeriahkan barongsai, lion dance, cai shen, fortune tree, hingga hidangan 8-course Cia Tok Chinese Set Menu. Pullman juga menyiapkan New Year Lunch Buffet sebagai pilihan santai bagi keluarga yang ingin merayakan Imlek dalam suasana hangat dan kasual.Sementara itu, di kawasan timur Indonesia, The Golo Mori menghadirkan perayaan Valentine dan Imlek yang lebih santai namun penuh sentuhan kreatif khas Flores. Mengusung konsep waterfront dining di Nuka Beach Club, destinasi ini menawarkan rangkaian menu tematik yang memadukan Chinese comfort food dengan cita rasa lokal, termasuk hidangan berbasis kelor, dessert seperti cendol pelangi, hingga pilihan spesial bertema The Galloping Golden Tide. Dirancang untuk dapat dinikmati keluarga, pasangan, maupun wisatawan, paket-paket ini memberikan pengalaman perayaan yang hangat, inklusif, dan terjangkau tanpa mengurangi kualitas suasana tepi laut yang menjadi daya tarik utama The Golo Mori.“Kolaborasi tenant dalam menghadirkan perayaan Imlek dan Valentine ini menunjukkan bagaimana ekosistem destinasi dapat bergerak bersama untuk meningkatkan daya tarik kawasan. Aktivasi yang terkurasi diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, memperpanjang length of stay, serta menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal,” tutup Febrina.
Read MoreThe Mandalika, 04 Februari 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama dengan PT Angkasa Pura Support (APS) di Hotel Pullman Lombok Mandalika Beach Resort pada Rabu (4/2).Hal ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas layanan dan kesiapan operasional The Mandalika sebagai destinasi sportainment bertaraf internasional, sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja lokal.Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyampaikan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas layanan kawasan tetap terjaga secara konsisten, tetapi juga memberikan dampak sosial ekonomi yang nyata bagi masyarakat desa penyangga. “Kolaborasi dengan Angkasa Pura Support merupakan bagian dari upaya ITDC untuk memastikan standar pelayanan kawasan The Mandalika, sekaligus membuka peluang kerja dan meningkatkan peran masyarakat lokal sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan kawasan yang berkelanjutan,” ujarnya.Kontrak kerja sama ditandatangani oleh Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, dan Plt. Direktur Operasi PT Angkasa Pura Support, Shintauli Tinambunan, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga standar kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan operasional kawasan seiring meningkatnya aktivitas pariwisata dan penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional di The Mandalika.Kerja sama antara ITDC dan PT Angkasa Pura Support telah terjalin secara konsisten sejak tahun 2022, diawali melalui dukungan jasa pengamanan penyelenggaraan MotoGP, termasuk pengamanan Tier 2 pada fase official test dan pelaksanaan event utama. Kolaborasi ini kemudian berlanjut dan diperkuat pada periode 2023-2025 melalui jasa pengamanan kawasan The Mandalika, pekerjaan mekanikal, elektrikal, plumbing, dan sipil (MEP), serta dukungan cleaning service, waste management, dan pengamanan event MotoGP 2024 dan 2025.Memasuki tahun 2026, kesinambungan kolaborasi tersebut kembali ditegaskan melalui penandatanganan tiga kerja sama baru yang mencakup pemeliharaan landscape area akses jalan provinsi dan zona timur kawasan, pemeliharaan dan kebersihan common area zona barat The Mandalika, serta jasa driver operasional kantor The Mandalika. Seluruh lingkup pekerjaan tersebut secara langsung menyerap tenaga kerja dari desa-desa penyangga The Mandalika.Plt. Direktur Operasi Angkasa Pura Support, Shintauli Tinambunan, menegaskan komitmen PT Angkasa Pura Support dalam menjalankan kerja sama ini secara profesional dengan tetap mengedepankan aspek sosial dan keberlanjutan. “Kepercayaan yang diberikan ITDC merupakan amanah yang akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Selain memastikan kualitas layanan dan operasional di The Mandalika, kami juga berkomitmen mendorong keterlibatan tenaga kerja lokal sebagai bagian dari pengelolaan kawasan yang berkelanjutan,” jelasnya.Ketiga kerja sama tersebut melibatkan total 84 tenaga kerja lokal yang seluruhnya berasal dari desa penyangga kawasan The Mandalika. Dibandingkan periode sebelumnya, terjadi peningkatan jumlah supervisor, koordinator, dan tenaga pelaksana, yang mencerminkan penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal seiring dengan peningkatan standar pelayanan kawasan.Melalui kolaborasi yang berkelanjutan dan konstruktif ini, ITDC berharap dapat terus memperkuat kualitas layanan dan efisiensi operasional kawasan, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar, serta memastikan The Mandalika tumbuh sebagai destinasi sportainment kelas dunia yang inklusif dan berkelanjutan.
Read MoreThe Nusa Dua, 3 Februari 2026 — InJourney Tourism Development Corporation melalui Strategic Business Unit (SBU) The Nusa Dua berkolaborasi dengan Merusaka Nusa Dua yang juga hotel di bawah naungan InJourney Group menyelenggarakan Pelatihan Paguyuban Pedagang Pantai Kawasan The Nusa Dua yang berlangsung di Wantilan, Kantor ITDC, pada Selasa (3/2). Pelatihan dibawakan oleh Assistant Learning & Development Manager, Ni Made Ayu Ratna Sulistya Dewi.Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari Koperasi Unit Desa (KUD) Yasa Segara Bengiat, Paguyuban Mertha Segara, dan Paguyuban Sekar Nusa, sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat lokal di The Nusa Dua. Pelatihan paguyuban pedagang pantai ini akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun 2026 sebagai wujud kolaborasi InJourney Group untuk masyarakat.Materi pelatihan difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu Sustainability/Green Initiative, Communication Skill in Hospitality Industry, dan Pencegahan Pelecehan Seksual, sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai standar pariwisata global.Vice President Commercial and Relation The Nusa Dua, Made Purnama Damayanti, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi antara ITDC The Nusa Dua dan Merusaka Nusa Dua dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat lokal. “Pelatihan ini merupakan wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas layanan, lingkungan, serta citra The Nusa Dua sebagai Bali’s Finest Family-Friendly Resort Haven yang berkelas dunia, dimana paguyuban pedagang pantai memiliki peran penting sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan wisatawan,” ujar Damayanti.Sejalan dengan hal tersebut, Executive Assistant Manager Merusaka Nusa Dua, Agung Aryawati menyampaikan sinergi antar member InJourney Group menjadi kunci dalam menjawab tantangan pariwisata saat ini. “Perkembangan pariwisata saat ini menuntut seluruh pelaku usaha di kawasan untuk terus meningkatkan profesionalisme layanan, sikap ramah dan beretika, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Semoga dengan kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya bagi kawasan, tetapi juga bagi keberlangsungan usaha masyarakat lokal,” papar Agung.Atas terselenggaranya pelatihan, Ketua KUD Yasa Segara Bengiat, I Wayan Sudarya, menyampaikan apresiasi. “Kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan peningkatan pengetahuan serta keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, sekaligus mendorong keberlanjutan usaha masyarakat lokal,” terangnya.“Melalui program ini, ITDC berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan materi pelatihan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari, sehingga kualitas layanan, keberlanjutan lingkungan, dan daya saing kawasan The Nusa Dua dapat terus terjaga,” tutup Damayanti.“Melalui program ini, ITDC berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan materi pelatihan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari, sehingga kualitas layanan, keberlanjutan lingkungan, dan daya saing kawasan The Nusa Dua dapat terus terjaga,” tutup Damayanti.
Read MoreThe Mandalika, 01 Februari 2026 – The Mandalika menyuguhkan sebuah pengalaman baru kepada wisatawan dan masyarakat, dengan menggelar Mandalika Art Performance, sebuah atraksi seni budaya yang diadakan di panggung Bazaar Mandalika, The Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.Berlangsung pada Sabtu (31/1) sore hingga malam hari, Mandalika Art Performance menampilkan beragam pertunjukan seni khas Lombok. Mulai dari Tari Gandrung, Tari Beriuk Tinjal, Gending Sasak, Cilokak Ensemble, hingga Tari Gendang dan Peresean yang jadi daya tarik bagi wisatawan.PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan menyebut, pergelaran Mandalika Art Performance menjadi bentuk uji coba aktivasi kawasan berbasis budaya, dan sekaligus sebagai pijakan awal dalam memperkaya pengalaman berwisata di The Mandalika, yang tak cuma menyajikan pesona keindahan alam dan event olahraga saja, tetapi juga melalui kekayaan seni budaya masyarakat Sasak. “Ini adalah langkah awal dari upaya kami menghadirkan pengalaman budaya yang lebih hidup di kawasan The Mandalika. Kami ingin melihat bagaimana aktivasi berbasis seni dan budaya ini dapat menarik wisatawan, menghidupkan area Bazaar Mandalika, sekaligus memberi ruang bagi pelaku seni lokal untuk tampil,” ujarnya.Pertunjukan ini melibatkan sejumlah komunitas dan pelaku budaya dari Desa Kuta, termasuk sanggar seni lokal, Karang Taruna, serta anak-anak Mandalika Child Learning Center (MCLC). Anak-anak binaan ITDC tersebut difasilitasi mengikuti pelatihan tari bersama sanggar lokal sebelum tampil di acara ini. Keterlibatan mereka menghadirkan nuansa yang lebih autentik sekaligus mencerminkan upaya berkelanjutan dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Sasak.Selain menjadi sarana hiburan bagi wisatawan, gelaran ini juga diharap bisa berdampak langsung bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di area Bazaar Mandalika. Sebab, aktivasi ini ikut meningkatkan kunjungan ke area komersial, terutama di luar periode event besar. “Kami ingin melihat bagaimana seni dan budaya dapat menjadi pemantik interaksi di kawasan. Hari ini adalah kesempatan bagi kami untuk belajar, mengevaluasi, dan melihat potensi ke depan,” tambah Agus.Dalam perspektif ESG ITDC, Mandalika Art Performance mencerminkan praktik Cultural Guardianship, yaitu pendekatan pengembangan kawasan pariwisata yang menempatkan masyarakat sebagai penjaga sekaligus penggerak nilai-nilai budaya. Melalui pelibatan sanggar lokal, Karang Taruna, hingga anak-anak Mandalika Child Learning Center (MCLC), ITDC memastikan bahwa pembangunan pariwisata di The Mandalika berjalan inklusif, berkelanjutan, serta berakar pada kearifan lokal—selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).Agus menilai bahwa ruang kolaborasi yang tercipta melalui Mandalika Art Performance tidak hanya dihadirkan sebagai bagian dari atraksi wisata, tetapi juga sebagai ekspresi budaya yang hidup, tumbuh, dan diwariskan oleh generasi setempat. Ia menambahkan, antusiasme wisatawan yang memenuhi area The Mandalika saat gelaran menunjukkan kuatnya karakter budaya Lombok sebagai daya tarik kawasan. “Kami berharap penyelenggaraan Mandalika Art Performance dapat menjadi momentum bagi The Mandalika untuk menampilkan identitas kawasan yang lebih beragam serta memperkuat peran budaya sebagai bagian penting dari pengalaman wisata yang kami tawarkan kepada publik,” tutup Agus.
Read MoreThe Golo Mori, 29 Januari 2026 – Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney terus memperkuat pengembangan pariwisata terintegrasi di kawasan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui sinergi layanan bandar udara dan pengelolaan kawasan pariwisata. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) (Bali–Nusra) yang ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Regional di Golo Mori Convention Center (GMCC), Kawasan The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, sebagai bagian dari ekosistem destinasi dan konektivitas yang saling terhubung. Para gubernur memberikan apresiasi atas model layanan pariwisata terintegrasi yang dikembangkan InJourney Group, mulai dari akses bandara hingga pengelolaan kawasan, karena dinilai memperkuat kemudahan perjalanan wisatawan, efektivitas penyelenggaraan event, dan daya saing destinasi.Sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney berkomitmen mengintegrasikan konektivitas dari hulu ke hilir melalui layanan bandara, aviasi, hingga pengelolaan destinasi pariwisata. Melalui anak usahanya yaitu InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengelola kawasan, InJourney memastikan pengembangan destinasi dilakukan secara terintegrasi, berkualitas, dan berkelanjutan. “Integrasi layanan ini tidak hanya memperkuat konektivitas antar destinasi, tetapi juga mendorong peningkatan trafik wisatawan di Bali, NTB, dan NTT. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam mendukung kerja sama Bali–Nusra serta menciptakan peningkatan trafik wisatawan dan dampak ekonomi sosial yang nyata bagi daerah,” tutur Direktur Utama InJourney, Maya Watono.Sebagai bagian dari InJourney Group, ITDC berperan strategis melalui penyediaan dan pengelolaan infrastruktur Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE) berstandar internasional di Kawasan The Golo Mori yang menjadi tuan rumah penandatanganan PKS lintas provinsi tersebut. Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa kerja sama Bali–Nusra merupakan langkah strategis untuk membangun kawasan pariwisata yang saling terhubung dan berkelanjutan. “Kolaborasi antar Pemerintah Provinsi Bali, NTB, dan NTT menjadi fondasi penguatan ekosistem pariwisata terintegrasi, peningkatan konektivitas destinasi, yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi regional.”Pemilihan GMCC sebagai venue penandatanganan perjanjian karena dinilai memiliki daya dukung infrastruktur yang memadai untuk penyelenggaraan agenda pertemuan berskala nasional maupun internasional. Kepercayaan ini mencerminkan kesiapan kawasan The Golo Mori sebagai ruang kolaborasi strategis lintas wilayah dan lintas sektor di masa mendatang. Diresmikan pada tahun 2023, GMCC dirancang sebagai ruang pertemuan strategis yang memadukan fasilitas MICE berstandar kelas dunia dengan keindahan lanskap alam Indonesia Timur. Kehadiran GMCC menjadi representasi pengembangan Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination yang berorientasi pada kualitas, keberlanjutan, dan daya saing global.Sejalan dengan hal tersebut, General Manager The Golo Mori, Aji Munarwiyanto, menegaskan bahwa kerja sama Bali–Nusra memiliki makna strategis lebih luas. “Kami memandang Bali–Nusra bukan sekadar kolaborasi antarwilayah, melainkan sebagai satu kesatuan sosial dan ekonomi. GMCC di Kawasan The Golo Mori diharapkan menjadi bagian dari ekosistem kawasan yang inklusif, memperkuat konektivitas, serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” jelas Aji.Selain gedung konvensi berkapasitas hingga 2.000 orang, kawasan The Golo Mori juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, antara lain Nuka Beach Club sebagai destinasi kuliner dan rekreasi tepi pantai, fasilitas heliport untuk mendukung konektivitas VIP dan penyelenggaraan event strategis, serta rencana pengembangan amenitas kawasan di sejumlah titik lainnya, penguatan fasilitas ini merupakan bagian dari strategi pengembangan kawasan terpadu untuk menunjang aktivitas MICE, pariwisata, dan agenda berskala nasional maupun internasional secara berkelanjutan.Melalui momentum ini, InJourney dan ITDC memperkuat peran The Golo Mori sebagai hub MICE strategis di Indonesia Timur melalui layanan pariwisata terintegrasi yang menghubungkan bandara, destinasi, dan kawasan, guna mendorong kolaborasi regional, memperluas dampak ekonomi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam peta MICE dunia.
Read MoreThe Nusa Dua, 28 Januari 2026 – The Nusa Dua memasuki fase penting dalam sejarah pengembangannya melalui pelaksanaan Kick Off Proyek Rejuvenasi Kawasan The Nusa Dua pada Rabu (28/1). Inisiatif ini adalah tonggak transformasi terbesar sejak kawasan mulai dikembangkan pada tahun 1973. Adapun tujuan rejuvenasi ini adalah menghadirkan The Nusa Dua sebagai destinasi yang lebih modern dan berkelanjutan tetapi tetap selaras dengan budaya serta kearifan lokal Bali.Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyampaikan bahwa rejuvenasi ini menandai komitmen kuat perusahaan dalam menjaga relevansi dan daya saing kawasan The Nusa Dua sebagai destinasi kelas dunia unggulan Indonesia. “Transformasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi langkah menyeluruh untuk memperkuat kualitas tata ruang, fasilitas publik, kenyamanan pengunjung, dan keberlanjutan lingkungan di kawasan. Kami ingin menghadirkan The Nusa Dua yang lebih tertata, lebih nyaman, dan lebih adaptif terhadap kebutuhan pariwisata modern, tanpa meninggalkan akar budaya Bali dan nilai-nilai lokal yang menjadi karakter kawasan.” ujarnya.Peremajaan The Nusa Dua mencakup peningkatan infrastruktur yang menjadi aspek utama kenyamanan wisatawan. ITDC melakukan overlay jalan sepanjang 3,7 km sebagai bagian dari peremajaan infrastruktur inti untuk meningkatkan daya dukung kawasan terhadap aktivitas pariwisata dan operasional harian. Pada area jalan setapak sepanjang 7,5 km juga akan diremajakan melalui penataan sistem pencahayaan kawasan. Khususnya pada titik-titik yang belum mendapat penerangan optimal, sehingga jalur pedestrian kini tampil lebih terang dan ramah bagi wisatawan pada malam hari. Selain itu, akses menuju Peninsula Island juga ditata ulang agar lebih teratur. Tak cuma itu, pengembangan fasilitas pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dengan luasan hingga 5.000 meter persegi menjadi bagian penting dari upaya memperkuat sistem manajemen lingkungan yang modern dan berkelanjutan di kawasan The Nusa Dua.Peninsula Island menjadi titik awal pelaksanaan rejuvenasi kawasan, karena area ini memegang peran penting sebagai ruang publik dan etalase utama The Nusa Dua. Pada tahap pertama, ITDC menata panggung penyelenggaraan event di Peninsula Island, peremajaan akses menuju Water Blow, serta pembangunan area wedding yang dirancang untuk memperkaya daya tarik wisata premium. Selain itu, Pulau Nusa Dharma, yang selama ini dikenal sebagai area tenang dan hijau, juga menjadi bagian dari rencana besar rejuvenasi The Nusa Dua. ITDC menyiapkan pulau tersebut sebagai wellness island dengan menambah fasilitas yoga, meditasi, serta aktivitas kebugaran dan kesehatan lainnya. ITDC memandang rejuvenasi ini sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga menghidupkan kembali roda ekonomi masyarakat, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan desa adat. Prosesi Ngeruak pada momen pelaksanaan Kick-off Proyek Rejuvenasi The Nusa Dua menjadi simbol bahwa setiap langkah pembangunan tetap melibatkan tradisi dan nilai-nilai adat Bali.Ahmad Fajar menegaskan bahwa pengelolaan ini dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan. “Kami memastikan bahwa seluruh proses rejuvenasi mengikuti masterplan kawasan serta didasarkan pada kajian dampak lingkungan, termasuk implementasi Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL), untuk memastikan pembangunan berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan budaya Bali. Penguatan infrastruktur dan fasilitas hanya akan memiliki makna jika tetap menjaga harmoni dengan masyarakat, adat, dan lingkungan. Dengan berbagai pembaruan tersebut, kawasan The Nusa Dua akan tampil lebih tertata, lebih nyaman, dan lebih siap menyambut berbagai kegiatan berskala nasional maupun global,” katanya.Peremajaan The Nusa Dua diproyeksikan berlangsung secara bertahap selama tiga tahun. Dimulai pada tahun 2026 hingga tahun 2028. Melalui pembaruan berkelanjutan, ITDC berharap The Nusa Dua dapat terus menjadi kebanggaan Indonesia, destinasi unggulan Bali, serta ruang publik premium yang membawa manfaat nyata bagi wisatawan, komunitas lokal, dan perekonomian daerah.
Read MoreThe Nusa Dua Bali, 20 Januari 2025 - Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memasuki tahun keempat kehadirannya di Tanah Air. InJourney mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis lintas portofolio, termasuk transformasi bandara dan peningkatan konektivitas udara, pengembangan destinasi budaya dan edukasi seperti Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah, pembangunan International Medical Tourism di KEK Sanur, serta pengembangan destinasi pariwisata The Mandalika dan The Golo Mori. Melalui Sarinah, InJourney juga konsisten membawa karya terbaik Indonesia ke panggung global. Rangkaian inisiatif ini berkontribusi pada peningkatan kinerja korporasi, yang tercermin dari posisi InJourney sebagai perusahaan ke-43 terbesar di Indonesia.InJourney semakin menguatkan perannya dalam menjadikan aviasi dan pariwisata sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian ini menjadi fondasi bagi InJourney untuk menjalankan peran ganda secara seimbang, yakni sebagai pencipta nilai (value creation) dan agen pembangunan (agent of development), melalui transformasi yang tidak hanya memperkuat kinerja internal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional, sektor aviasi dan pariwisata, serta kesejahteraan masyarakat melalui sinergi dengan para pemangku kepentingan.Memasuki tahun keempat perjalanannya, InJourney terus berkomitmen terhadap keberlanjutan sebagai arah utama transformasi. Selaras dengan tema “InJourney 4 Tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia”, keberlanjutan diposisikan sebagai kerangka berpikir dan bertindak dalam setiap inisiatif jangka panjang, menjadikan pariwisata sebagai investasi lintas generasi yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan sosial, serta membangun pijakan hijau bagi masa depan Indonesia.Komitmen InJourney terhadap pariwisata berkelanjutan berangkat dari keyakinan bahwa keberhasilan bisnis jangka panjang hanya dapat dicapai apabila pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui visi “Sustainable Tourism Economy and Creating Impact for Communities”, InJourney membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memperkuat komunitas lokal serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian integral dari strategi bisnis masa depan.Herdy Harman, Direktur SDM dan Digital InJourney, menekankan bahwa keberlanjutan dan tanggung jawab dalam berbisnis merupakan fondasi utama transformasi pariwisata nasional. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berhenti pada infrastruktur dan program, tetapi juga harus menyentuh aspek paling esensial, yaitu manusia.“Komitmen kami wujudkan melalui green initiative program di lingkungan InJourney Group, yang merupakan sebuah inisiatif untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Inisiatif ini kami rancang untuk menghasilkan dampak yang dapat diukur, konsisten, dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda transformasi InJourney dalam membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang ramah lingkungan,” tambah Herdy. Dari sisi aspek lingkungan (environmental), sebagai bagian dari penerapan ESG, InJourney menegaskan komitmen penurunan emisi sebesar 4.000 ton CO₂e. Komitmen tersebut merupakan langkah awal transformasi menuju operasional yang lebih hijau dan bertanggung jawab, sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap target Net Zero Emission yang ditetapkan Pemerintah Indonesia.Salah satu kawasan wisata yang dikelola InJorney melalui anak usahanya, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) yakni The Nusa Dua, Bali telah menerapkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dengan berprinsip pada tanggung jawab lingkungan. Troy Warokka, Direktur Operasi ITDC menjelaskan mengenai penerapan inisiatif hijau di kawasan ini adalah fondasi operasional untuk menjadikan kawasan ini menjadi destinasi premium yang resilien dan berkelanjutan. “Penerapan utilitas hijau seperti Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), Instalasii Pengelolaan Air Limbah (IPAL), Waste Management terintegrasi, dan Reclaim Water telah memastikan bahwa aktivitas pariwisata berjalan efisien, aman, dan tetap menjaga daya dukung lingkungan. Bagi ITDC, keberlanjutan bukan hanya agenda, tetapi fondasi operasional kawasan untuk memastikan The Nusa Dua tetap menjadi destinasi premium yang resilien dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tambahnya.The Nusa Dua, Bali, telah mengoperasikan fasilitas (SWRO) selama tiga bulan terakhir. Fasilitas ini mampu menghasilkan 331.382 m³ air bersih, dan saat beroperasi penuh, SWRO memiliki kapasitas produksi hingga 1.314.000 m³ air bersih per tahun. SWRO memanfaatkan air laut sebagai sumber air bersih alternatif, sehingga secara signifikan mengurangi ketergantungan kawasan terhadap air tanah dan sumber air tawar. Penerapan teknologi ini juga berperan penting dalam meningkatkan ketahanan air kawasan, menekan risiko kelangkaan air akibat perubahan iklim, serta memastikan keberlanjutan operasional pariwisata di The Nusa Dua. Penerapan fasilitas SWRO ini juga membawa ITDC NU entitas usaha dibawah ITDC menorehkan pencapaian bersejarah sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mendapatkan izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengolah air laut menjadi air layak untuk dikonsumsi melalui teknologi modern. Anak Agung Istri Ratna Dewi, Direktur Utama ITDC Nusantara Utilitas menyatakan penerapan SWRO merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan air kawasan sekaligus mendukung pengurangan tekanan terhadap air tanah. “Dengan teknologi yang aman dan terukur ini, kami memastikan pasokan air bersih yang stabil bagi seluruh tenant dan wisatawan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Pengakuan KKP sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh izin resmi pengolahan air laut menjadi air layak konsumsi menjadi bukti bahwa inovasi hijau dapat berjalan sejalan dengan efisiensi dan standar layanan yang tinggi.” ujarnya.
Read More