The Nusa Dua, 18 Mei 2022 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua Bali dan The Mandalika Lombok, NTB hari ini, Rabu (18/5/2022) menyalurkan dukungan operasion-al dari Biznet untuk Paguyuban Pedagang Pantai The Nusa Dua sebagai bentuk Corporate Social Re-sponsibility (CSR) Biznet kepada masyarakat. Biznet merupakan perusahaan yang fokus di bidang tele-komunikasi dan multimedia yang memiliki komitmen untuk membangun infrastruktur modern dengan tujuan mengurangi kesenjangan digital Indonesia dengan negara berkembang lainnya.Bantuan CSR terdiri dari 468 ID Card, 500 shopping bag serta 5.000 pcs masker dan dukungan 1 unit mobil loader untuk membersihkan area pantai The Nusa Dua atau dapat digunakan sesuai kebutuhan lainnya. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Senior Manager Biznet Indonesia Timur I Putu Dedy Krisna Pramulia, S.T. bersama Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita dan perwakilan tiga Bendesa Adat Desa Penyangga The Nusa Dua, kepada perwakilan masing-masing Paguyuban Pedagang Pantai di Pantai Bengiat, The Nusa Dua.Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi dukungan Biznet bagi operasional usaha Paguyuban Pedagang Pantai The Nusa Dua di tengah pandemi yang masih berlangsung. Bantuan ini akan sangat bermanfaat utamanya dalam meningkatkan kualitas pelayanan para anggota paguyuban semakin rapi dan tertib.”. Bantuan ID Card atau tanda pengenal, selain memudahkan pengawasan aktitivas di lapangan, juga akan menguatkan identitas resmi para anggota paguyuban, shopping bag dapat dimanfaatkan sebagai pengganti kantong plastik oleh pedagang pantai saat berjualan pakaian/kain pantai, sementara masker digunakan untuk mendukung penerapan protokol kesehatan saat para anggota melakukan aktivitas usahanya. Dengan demikian kepercayaan wisatawan diharapkan dapat meningkat saat berinteraksi dan menggunakan layanan para anggota paguyuban. Ngurah Ardita menambahkan, “Kerjasama dengan Biznet ini juga menunjukkan bahwa ITDC selalu ter-buka terhadap pihak-pihak yang bersedia berkolaborasi dalam mengembangkan potensi UMKM me-lalui Paguyuban Pedagang Pantai yang ada di kawasan The Nusa Dua. Kami berharap semakin banyak-nya pihak yang terlibat dalam pengembangan masyarakat desa penyangga The Nusa Dua ini, akan mempercepat terwujudnya pemulihan ekonomi masyarakat yang selama ini terdampak oleh pandemi serta mempersiapkan Paguyuban ini untuk menyambut event-event internasional yang akan berlang-sung di The Nusa Dua.”.Senior Manager Biznet Indonesia Timur I Putu Dedy Krisna Pramulia, S.T. mengatakan, “Melalui kerjasama dengan ITDC ini, kami hadir di tengah - tengah masyarakat Bali, kini khususnya di kawasan The Nusa Dua. Dengan dukungan ini kami berharap bisa membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, menjaga protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker dan menjaga kebersihan, keindahan dan kelestarian pantai untuk meningkatkan terus nilai pariwisata Bali di Nasional dan Internasional.”.Sebagai informasi, Paguyuban Pedagang Pantai di Kawasan The Nusa Dua merupakan kelompok masyarakat desa penyangga yang dahulu berprofesi sebagai nelayan dan pedagang pantai yang kemudian direlokasi dalam suatu lokasi di antara lot-lot hotel dan fasilitas yang berhadapan dengan pantai Kawasan The Nusa Dua. Saat ini terdapat sembilan kelompok Paguyuban Pedagang Pantai dengan total anggota kurang lebih 468 orang dengan berbagai jenis usaha mulai dari menjual souvenir, penyewaan papan surfing, F&B, massage serta usaha lainnya untuk kebutuhan wisatawan di Kawasan The Nusa Dua.Selama ini, ITDC telah melakukan peningkatan kualitas Paguyuban Pedagang Pantai The Nusa Dua baik melalui penataan area usaha maupun pemberian pelatihan secara berkesinambungan. Dalam lima ta-hun terakhir, ITDC secara bertahap telah melakukan penataan pada sejumlah area usaha Paguyuban diantaranya pembangunan kios berjualan, pembenahan tempat massage, serta penyediaan sarana dan prasarana untuk mendukung operasional kegiatan usaha meliputi jaringan listrik, penambahan fasilitas toilet, shower serta tempat cuci tangan. Sementara untuk program pembinaan dan pelatihan, ITDC telah memberikan pelatihan kepada ang-gota Pedagang Pantai diantaranya Pelatihan Bahasa Inggris, Hospitality, Pelatihan Bahasa Mandarin, Cooking Class and Hygiene serta pelatihan Digital Marketing guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melayani wisatawan. “Kami berharap kerjasama ini tidak akan berhenti sampai disini saja namun akan terus berlanjut di ma-sa yang akan datang dengan program-program positif lainnya guna mewujudkan kawasan The Nusa Dua sebagai kawasan pariwisata percontohan dalam pengembangan community based tour-ism melalui Paguyuban Pedagang Pantai,” tutup Ngurah Ardita.
Read MoreTHE MANDALIKA, 13 MEI 2022 – Kawasan The Mandalika, Lombok, NTB, yang dikelola oleh BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata di Indonesia PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), siap menjadi tuan rumah sejumlah event otomotif bergengsi tingkat nasional hingga internasional di kuartal II hingga akhir tahun 2022 ini.Event nasional yang akan berlangsung, antara lain Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Adventure Offroad 2022 pada 14-15 Mei dan Mandalika Track Day pada 21-22 Mei mendatang. Di samping event nasional tersebut, The Mandalika telah masuk dalam dua kalender event berskala internasional yakni Fanatec GT World Challenge Asia 2022 pada 21-23 Oktober 2022, kemudian diikuti dengan event FIM MOTUL Superbike World Championship (WSBK) pada 11-13 November 2022.Kejurnas Adventure Offroad 2022 akan berlangsung di area Bukit Pogem, The Mandalika dan diikuti oleh 57 pembalap offroad nasional. Event offroad ini diprakarsai oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Tengah serta ITDC. Sedangkan Mandalika Track Day akan berlangsung di Pertamina Mandalika Circuit yang terdiri dari tiga sesi yakni Track Day, Drift Show, dan Coach Drift. Event ini dibuka untuk umum dengan kuota tertentu untuk mengendarai kendaraannya di lintasan Sirkuit. Adapun sejumlah kategori pihak drift yang bisa mendaftar yakni memiliki kendaraan roda dua dibawah 200 cc dan diatas 200 cc, mobil balap, mobil drifting pro, mobil harian, dan komunitas mobil drifting Mataram. Pertamina Mandalika Circuit direncanakan menjadi venue Fanatec GT World Challenge Asia 2022, yang dijadwalkan berlangsung setelah balapan di Okayama International Circuit di Jepang. Di samping itu, tahun ini akan menjadi kali kedua Pertamina Mandalika Circuit untuk hosting event WSBK. Kedua event balap internasional ini akan dikelola oleh Mandalika Grand Prix Association (MGPA), bagian dari ITDC Group, yang khusus menangani penyelenggaraan balap di Pertamina Mandalika Circuit.Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro mengatakan, “Bertambah banyaknya event otomotif nasional dan internasional yang direncanakan berlangsung di kawasan The Mandalika, menunjukkan semakin dikenalnya kawasan pariwisata yang kami kelola ini di dalam maupun luar negeri. Hal ini sesuai dengan tujuan pengembangan kami menjadikan The Mandalika sebagai the next destination berkelas dunia dengan konsep sport tourism, dan juga tujuan pemerintah menjadikan The Mandalika sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat.” Bram menambahkan, dengan adanya peningkatan jumlah event otomotif dan olahraga akan memberikan dampak positif kepada masyarakat di The Mandalika dan sekitarnya. Hal ini telah dibuktikan dengan adanya pelaksanaan event balap MotoGP yang terselenggara pada bulan Maret lalu. “Mengambil contoh penyelenggaraan MotoGP lalu di The Mandalika dan studi yang kami lakukan tercatat perputaran uang yang terjadi mencapai lebih dari Rp 690 Miliar didapatkan dari pengeluaran wisatawan pada penyewaan akomodasi dan transportasi lokal, pembelian merchandise, pembelian makanan dan minuman, dan lain-lain. Kami optimistis dengan meningkatnya jumlah event otomotif dan olahraga ini akan semakin menambah jumlah wisatawan yang akan mengunjungi The Mandalika hingga Pulau Lombok, NTB sekaligus mendorong percepatan pemulihan pariwisata di Indonesia,” tutup Bram.
Read MoreKunjungan wisatawan periode libur Lebaran meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu. THE NUSA DUA, 10 MEI 2022 – Selama libur Lebaran tahun 2022, tingkat occupancy rate dan kunjungan wisatawan ke Kawasan The Nusa Dua, kawasan pariwisata yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata di Indonesia meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2021.Tingkat okupansi atau hunian kawasan The Nusa Dua selama 1-8 Mei 2022 tercatat mencapai 69%, dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai lebih dari 16.000 orang yang didominasi oleh wisatawan domestik. Angka ini meningkat jauh dibanding tingkat hunian periode libur lebaran tahun lalu yang hanya sebesar 11,14%, dengan jumlah kunjungan wisatawan sebesar kurang lebih 3.800 orang.Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, "Tingkat okupansi kawasan selama periode libur Lebaran tahun ini menunjukkan peningkatan yang signifikan didorong oleh kunjungan wisatawan domestik dan kebijakan pelonggaran mobilitas. Selain adanya penawaran menarik dari tenant kami selama periode libur Lebaran, kami yakin pengelolaan kawasan dan hotel-hotel yang berbasis pada protokol kesehatan, menjadi faktor yang mendorong kepercayaan publik untuk menghabiskan masa liburan di kawasan The Nusa Dua.”.Terdapat tiga belas hotel mencapai okupansi di atas 50%, dengan empat hotel diantaranya mencapai okupansi di atas 80%. Sementara jumlah kunjungan wisatawan ke DTW Water Blow Peninsula, salah satu spot wisata alam di The Nusa Dua, mencapai hampir 2.500 orang selama libur Lebaran.“Kami harapkan momentum peningkatan ini dapat terus terjaga seiring dengan semakin membaiknya kondisi pandemi serta meningkatnya kegiatan kepariwisataan yang akan berlangsung di Bali khususnya di kawasan The Nusa Dua,” tambah Ngurah Ardita.Dalam beberapa bulan ke depan, beberapa event telah terjadwal dilaksanakan di kawasan The Nusa Dua pada tahun 2022, diantaranya event Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada 23-28 Mei 2022, Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2022 pada bulan Juni 2022 serta rangkaian event KTT G20 pada akhir tahun 2022.GPDRR ditargetkan akan dihadiri oleh kurang lebih 5.000 orang yang berasal dari 193 negara, BBTF ditargetkan akan dihadiri oleh 250 buyers dari 28 negara, sementara rangkaian event KTT G20 diasumsikan akan melibatkan lebih dari 20.000 delegasi yang berasal dari negara anggota, Uni Eropa dan tamu undangan.Selama Triwulan I tahun 2022, tingkat hunian rata-rata The Nusa Dua sendiri tumbuh 182% dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Sedangkan kunjungan wisatawan, yang didominasi oleh wisatawan domestik, pada periode tersebut tumbuh sebesar 124%, yaitu 60.388 orang dari 26.913 orang pada triwulan I 2021. Tingkat hunian rata-rata selama Januari – Maret 2022 mencapai 21,23% naik dari tingkat hunian rata-rata sebesar 7,53% selama Januari – Maret 2021. Sementara tingkat hunian rata-rata pada April 2022 mencapai 27,30% naik dari 9,58% pada April 2021.
Read MoreThe Nusa Dua, 29 April 2022 – Kawasan Pariwisata The Nusa Dua Bali, yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), siap menyambut wisatawan yang ingin menikmati momen liburan Hari Raya Idul Fitri 1443 H di Bali. Sejumlah tenant yang berada di kawasan The Nusa Dua telah menghadirkan berbagai penawaran/promo yang menarik untuk wisatawan yang akan menginap serta menikmati kuliner. Promo tenant yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan yang akan berlibur dan menginap di kawasan The Nusa Dua diantaranya Eid-al-fitr Celebration dari Grand Hyatt Bali dengan harga mulai dari Rp 1.700.000 net/night periode 2-7 Mei 2022 serta diskon hingga 30% dari Merusaka Hotel Nusa Dua untuk periode menginap hingga 16 Mei 2022.Adapun paket kuliner yang ditawarkan kepada wisatawan diantaranya Eid Al Fitr Dinner Feast dari The Westin Resort Nusa Dua Bali dengan harga Rp 350.000++/orang periode 2 – 6 Mei 2022, Eid Gourmet Takeover dari Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort kolaborasi dengan Cerita Manisan dengan harga Rp 339.000 net/orang periode 2-3 Mei 2022, Idul Fitri Celebration dari Amarterra Villas Bali Nusa Dua yang menyajikan hidangan khas Idul Fitri dengan harga Rp 250.000++/orang periode 1-3 Mei 2022, Celebrate Your Eid Fitri dari Merusaka Hotel Nusa Dua yang menawarkan kuliner makan siang dan makan malam masing-masing dengan harga Rp 350.000 periode hingga 2-3 Mei 2022, serta Eid Al-Fitr Night Market Dinner by The Beach dari The Laguna Resort & Spa Nusa Dua periode 2-4 Mei 2022. Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, “Kami harapkan The Nusa Dua dapat menjadi pilihan yang menyenangkan bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga di momen bahagia saat Idul Fitri dan libur panjang. Ragam penawaran yang tersedia dapat menjadi pilihan sesuai dengan kebutuhan serta budget wisatawan. Kawasan kami juga memiliki beragam pilihan beraktivitas dan kelengkapan fasilitas yang dapat dinikmati wisatawan untuk liburan yang aman dan nyaman di tengah pandemi.”.Selain menikmati penawaran paket Idul Fitri di kawasan The Nusa Dua, wisatawan juga dapat menikmati fasilitas dan atraksi wisata seperti shopping center, Museum Pasifika, theater (Devdan Show), dan golf course serta mobil listrik sebagai alternatif transportasi di kawasan. Sementara, untuk aktivitas wisata yang dapat dilakukan wisatawan diantaranya bersepeda, yoga di Pulau Nusa Dharma setiap hari Jumat dan Minggu pagi serta mengunjungi wisata alam Water Blow Peninsula Nusa Dua. Segala aktivitas wisata ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai panduan Cleanliness, Health, Safety and Enviromental Sustainability (CHSE).
Read MoreKawasan The Nusa Dua dan 14 tenant dalam kawasan tersertifikasi Kesiapsiagaan Bencana untuk wujudkan kawasan pariwisata yang aman terhadap potensi bencana.Nusa Dua, 28 April 2022 – Kawasan The Nusa Dua, Bali, yang dikelola oleh BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata di Indonesia, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), telah memperoleh pembaharuan Sertifikat Kesiapsiagaan Bencana bagi Dunia Usaha Pariwisata dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali. Dengan Sertifikat ini The Nusa Dua ditetapkan sebagai kawasan yang memiliki kesiagaan yang baik terhadap bencana, meliputi kondisi fisik bangunan, pengetahuan tentang bencana, serta kesiapsiagaan dalam mitigasi dan keamanan.Sertifikasi yang berlaku selama 3 tahun ini menjadi penting untuk menarik kepercayaan dunia bahwa kawasan The Nusa Dua tidak hanya siap menggelar event pasca pandemi COVID-19 tetapi juga telah menyiapkan kawasan beserta tenant di dalamnya dalam kesiapsiagaan bencana alam dan non alam lainnya. Sertifikat kesiapsiagaan bencana ini diserahkan kepada pihak ITDC oleh Kepala Pelaksana BPBD Bali I Made Rentin dalam acara Diskusi Terbuka Pelaku Garis Depan Pengurangan Resiko Bencana di Kantor Gubernur Bali yang berlangsung pada Rabu (27/4/2022) sebagai rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2022.Selain kawasan The Nusa Dua, 14 tenant The Nusa Dua juga turut menerima pembaharuan sertifikat kesiapsiagaan bencana, yaitu The Laguna Resort & Spa Nusa Dua, The St. Regis Bali Resort, Merusaka Nusa Dua, Grand Whiz Hotel Nusa Dua, Melia Bali, Mercure Bali Nusa Dua, Nusa Dua Beach Hotel & Spa, Kayumanis Nusa Dua Private Villa and Spa, The Westin Resort Nusa Dua Bali, Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, Amarterra Villa Bali Nusa Dua, Grand Hyatt Bali, Bali Nusa Dua Convention Center, Courtyard by Marriott Bali Nusa Dua Resort. Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita menjelaskan, “Melalui Sertifikat Kesiapsiagaan Bencana yang telah diperbaharui lagi tahun ini, kami memastikan bahwa pengembangan dan pengelolaan kawasan The Nusa Dua telah dilakukan berbasis atas pengenalan terhadap risiko bencana dan cara-cara mitigasinya. Kami juga mendorong tenant di kawasan agar dapat memperoleh sertifikat kesiapsiagaan ini, untuk mengintegrasikan pengelolaan kawasan berbasis mitigasi bencana ini sampai kepada tingkat hotel, guna meningkatkan rasa aman bagi pengunjung dan wisatawan yang datang, menginap, dan beraktivitas di dalam kawasan.”.Proses sertifikasi mencakup 4 aspek penilaian yaitu ilmu pengetahuan kebencanaan, mitigasi, kesiapsiagaan dan kapasitas respon serta kelayakan keamanan, dengan total 52 indikator penilaian termasuk aspek SDM, Standard Operating Procedure (SOP) penanganan keamanan terhadap bencana, disabilitas, serta penanganan COVID-19. Secara garis besar proses yang diikuti terdiri dari tahapan administrasi dan pengujian di lapangan yang dilakukan oleh tim verifikator dari BPBD Provinsi Bali. Ngurah Ardita menambahkan, “Sertifikat Kesiapsiagaan Bencana ini semakin melengkapi kesiapan mitigasi bencana kawasan The Nusa Dua yang telah dilakukan oleh ITDC. Sejak 2020 The Nusa Dua telah memiliki Standard Operating Prosedure (SOP) Mitigasi Kesiapsiagaan Bencana yang terintegrasi dengan seluruh tenant dalam kawasan. Selain itu, untuk melatih kesiapsiagaan bencana gempa dan tsunami, di kawasan The Nusa Dua juga tersedia sirine peringatan tsunami yang dibunyikan setiap bulan pada tanggal 26 pukul 10.00 WITA untuk menguji alat/sirine peringatan dini tsunami.”.Pada September 2021, bekerjasama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat, Warning Receiver System (WRS) diaktifkan di Kawasan Pariwisata The Nusa Dua Bali. WRS, yang merupakan sebuah alat komunikasi penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami ini ditempatkan di Command Centre The Nusa Dua yang berlokasi di dalam kawasan dan beroperasi secara otomatis selama 24 jam, 7 hari per minggu.”Kami berharap diberikannya Sertifikat Kesiapsiagaan Bencana bagi The Nusa Dua dan tenant ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan dunia terhadap Indonesia dan Bali khususnya, menjelang pelaksanaan 7thGPDRR serta KTT G20. Dengan demikian semakin banyak event dapat digelar, semakin banyak wisatawan yang datang, dan bersama-sama kita bisa melihat kebangkitan pariwisata Bali,” tutup Ngurah Ardita.
Read MoreKegiatan ini merupakan bagian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilakukan ITDCThe Mandalika, 26 April 2022 – Dalam rangka bulan Ramadan 1443 H, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua Bali dan The Mandalika Lombok, NTB, kembali menyelenggarakan Safari Ramadan yang diisi dengan pembagian paket Ramadan bagi masyarakat desa penyangga The Mandalika. Paket Ramadan tersebut berupa 1.200 paket sembako dan 600 santunan anak bagi anak yatim piatu dan masyarakat pra-sejahtera di enam desa penyangga The Mandalika, antara lain Desa Kuta, Prabu, Mertak, Sukadana, Rembitan dan Sengkol di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Paket sembako yang diberikan masing-masing terdiri dari 2,5 kg beras premium, 1 kg gula pasir, mie in-stan, dan 2 tab teh, sementara santunan kepada anak yatim piatu berjumlah total Rp 30.000.000,00. Pemberian paket Ramadan ini juga merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta wujud kepedulian ITDC terhadap masyarakat di Desa Penyangga The Mandalika.Pembagian Paket Ramadan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC Arie Prasetyo, Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro dan Vice President Corporate Secretary ITDC I Made A. Dwiatmika kepada perwakilan masyarakat masing-masing Desa Penyangga The Mandalika bertempat di Observation Deck, Pertamina Mandalika Circuit, hari ini. Kegiatan turut dihadiri oleh perwakilan tokoh masyarakat setempat Lalu Alamin dan tim. Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC Arie Prasetyo menjelaskan bahwa bantuan ini diberikan dalam rangka membantu mengurangi beban masyarakat pra-sejahtera menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Bantuan berupa paket sembako dan santunan ini kami sampaikan dengan tujuan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan pokoknya menyambut Idul Fitri. Dengan kegiatan ini, kami juga berupaya untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kami di bulan yang suci dan penuh berkah ini. Semoga apa yang kami lakukan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tutur Arie.Arie menambahkan, “Kegiatan ini kami laksanakan secara rutin setiap tahunnya, sebagai wadah bagi ITDC untuk berbagi terhadap sesama, dan wujud kepedulian kami kepada masyarakat yang telah menjadi bagian dari pembangunan di The Mandalika, sesuai dengan nilai AKHLAK, yaitu Harmonis, yang kami miliki sebagai BUMN.”“Dalam memastikan kegiatan ini tepat sasaran, kami telah berkoordinasi dengan para perangkat desa. Dari pihak Desa yang akan membagikan paket dan santunan ini secara merata kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelas Arie. Sementara itu, Kepala Desa Kuta Mirate menyampaikan, “Mewakili para kepala desa penyangga, kami sampaikan terima kasih kepada ITDC atas bantuan yang pada hari ini telah disalurkan kepada masyarakat Desa Penyangga. Penyaluran bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat pra-sejahtera terutama lansia dan anak-anak yatim piatu yang sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang momen Idul Fitri.” Disamping pembagian paket sembako dan santunan anak yatim piatu, ITDC juga telah membagikan takjil bagi pengunjung dan jamaah yang beribadah di Masjid Nurul Bilad, The Mandalika setiap harinya selama hingga akhir bulan Ramadan. Takjil-takjil tersebut dibagikan dengan berkoordinasi dengan pengurus Masjid Nurul Bilad.“Kami harap, seluruh kegiatan yang kami gelar dalam menyemarakkan bulan Ramadan ini memberikan keberkahan dan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Melalui kegiatan TJSL yang kami lakukan, semoga membuat kehadiran kami sebagai BUMN semakin dirasakan oleh masyarakat luas khususnya warga Lombok Tengah, sehingga terus terjalin hubungan yang harmonis dan saling bermanfaat,” tutup Arie.
Read MoreThe Nusa Dua, 14 April 2022 – Kawasan Pariwisata The Nusa Dua Bali, yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), pada bulan April ini siap menyambut wisatawan yang ingin menikmati momen bulan Ramadhan dan libur Paskah (Easter) di Bali. Sejumlah tenant yang berada di kawasan The Nusa Dua telah menyiapkan berbagai penawaran/promo yang menarik untuk wisatawan yang akan menginap, menikmati kuliner atau beraktivitas di dalam kawasan. Promo tenant yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan yang akan berlibur dan menginap di kawasan The Nusa Dua selama bulan Ramadhan diantaranya Ramadan Recharge di The Westin Resort Nusa Dua Bali dengan harga mulai dari Rp 1.750.000 net/room/night periode menginap sampai 28 April 2022 serta Ramadan Package di Merusaka Nusa Dua dengan harga mulai dari Rp 1.040.000 net/package periode menginap sampai 1 Mei 2022. Adapun paket kuliner berbuka puasa (Iftar) yang ditawarkan kepada wisatawan diantaranya Ramadhan Gourmet Takeover dari Sofitel Bali Nusa Beach Resort dengan diskon 15% bagi member ACCOR sampai 2 Mei 2022, Flavors in Ramadhan dari Courtyard by Marriott Bali Nusa Dua Resort hingga 2 Mei 2022, IFTAR Set Menu Dinner dan Ramadan Wonderful Indonesia dari Amarterra Villa Bali Nusa Dua, masing-masing dengan harga Rp 139.000++/orang hingga 1 dan 2 Mei 2022, IFTAR Package dari Grand Whiz Hotel Nusa Dua dengan harga mulai dari Rp 65.000/package, serta paket Celebrate Ramadhan Mubarak berupa Ramadan Iftardari The Westin Resort Nusa Dua Bali dengan harga Rp 250.000/orang hingga 1 Mei 2022.Selain menawarkan program menyambut bulan Ramadhan, tenant Kawasan The Nusa Dua juga memiliki program menginap menyambut Easter yaitu Home for Easter dari Courtyard by Marriott Bali Nusa Dua Resort dengan tipe kamar Deluxe Garden View seharga Rp 1.029.000++ /night termasuk breakfast untuk 2 dewasa dan 2 anak-anak.Paket kuliner yang ditawarkan kepada wisatawan diantaranya paket Easter Beachfront BBQ dengan harga Rp 365.000++/orang tanggal 16 April 2022 dan Easter Prego Brunch dengan harga Rp 485.000++/orang tanggal 17 April 2022 dari The Westin Resort Nusa Dua Bali, Easter Degustation Dinner, Exclusive Easter Sunday Brunch serta Joyful Easter Sunday Brunch tanggal 17 April 2022 dari St. Regis Bali , Easter Brunch Buffet dari Grand Whiz Hotel Nusa Dua mulai dari harga Rp 200.000/orang, Global Explorer Brunch Easter tanggal 17 April 2022 dari The Laguna Resort & Spa Nusa Dua Bali, Easter Weekend Sunday Easter Brunch dengan harga Rp 385.000++/orang tanggal 17 April 2022 dari Grand Hyatt Bali.Sedangkan Kid’s Activities disediakan oleh Grand Hyatt Bali dengan program Easter Weekend Ceramic Class by Gusti Dalem tanggal 16 April 2022 mulai dari Rp 350.000/orang dan Easter Weekend Painting Class tanggal 17 April 2022 mulai dari Rp 100.000/orang, serta Melia Bali dengan program Easter Weekend Kid’s Party tanggal 16 April 2022.Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, “The Nusa Dua merupakan pilihan yang tepat bagi anda yang ingin mencari lokasi untuk menikmati suasana yang berbeda selama bulan Ramadhan dan libur Easter bersama keluarga. Ragam penawaran yang tersedia dapat menjadi pilihan sesuai dengan kebutuhan serta budget wisatawan. Kawasan kami juga memiliki beragam pilihan beraktivitas dan kelengkapan fasilitas yang dapat dinikmati wisatawan untuk liburan yang aman dan nyaman di tengah pandemi”.Selain menikmati penawaran paket Ramadhan dan Easter di kawasan The Nusa Dua, wisatawan juga dapat melakukan berbagai aktivitas diantaranya bermain golf, jogging, bersepeda, yoga di Pulau Nusa Dharma setiap hari Jumat pagi serta mengunjungi wisata alam Water Blow Peninsula Nusa Dua yang saat ini sudah dibuka kembali untuk umum. Segala aktivitas wisata ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai panduan CHSE. "Dengan promo menarik yang ditawarkan tenant ditambah kelengkapan fasilitas yang dimiliki The Nusa Dua, kami optimistis dapat meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung. Apalagi saat ini pembatasan kegiatan sudah mulai dilonggarkan sehingga kami optimistis dapat memanfaatkan momen ini untuk menarik wisatawan yang ingin menikmati libur Easter maupun Ramadhan ke kawasan The Nusa Dua, " tutup Ardita.
Read MoreNusa Dua, 12 April 2022 – Sebagai wujud komitmen untuk mengembangkan community based tourism, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika Lombok, NTB kembali melakukan penataan area usaha Paguyuban Pedagang Pantai di Kawasan The Nusa Dua. Saat ini, ITDC melalui SBU The Nusa Dua telah selesai melakukan penataan area usaha penyewaan alat surfing (selancar) Paguyuban Sekar Sari yang berlokasi di area pantai Pulau Nusa Dharma, The Nusa Dua. Penataan yang dilakukan berupa penyiapan bangunan kios seluas 18 m2 yang difungsikan sebagai counter reservasi, tempat penyewaan peralatan selancar, serta tempat penyimpanan barang wisatawan.Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, “Penataan area usaha ini kami lakukan sebagai dukungan terhadap pengembangan community based tourism melalui Paguyuban Pedagang Pantai The Nusa Dua, yang selama ini telah memberi nilai tambah bagi kawasan kami melalui penyediaan berbagai jasa terkait kepariwisataan. Penataan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan anggota paguyuban pedagang pantai, sehingga dapat semakin menambah daya tarik kawasan dalam menyambut kembali kunjungan wisatawan mancanegara khususnya ke The Nusa Dua.”.Ketua Paguyuban Sekar Sari I Made Beker mengatakan, “Kami berterima kasih kepada ITDC atas kepedulian dan dukungannya selama ini, salah satunya dengan memfasilitasi kami untuk melakukan kegiatan usaha di kawasan The Nusa Dua serta mendapat tempat yang sangat layak untuk operasional Paguyuban kami. Penataan yang dilakukan saat ini, khususnya untuk usaha penyewaan alat selancar, membuat lokasi usaha kami terlihat lebih rapi dan tertata, sehingga kami harapkan dapat menambah kemudahan dan kenyamanan bagi wisatawan dalam memperoleh layanan. Kami akan selalu mendukung program-program dari ITDC serta akan meningkatkan kualitas pelayanan kami sesuai dengan standar yang ditetapkan ITDC.”.Sebagai informasi, Paguyuban Pedagang Pantai di Kawasan The Nusa Dua merupakan kelompok masyarakat desa penyangga yang dahulu berprofesi sebagai nelayan dan pedagang pantai yang kemudian direlokasi dalam suatu lokasi di antara lot-lot hotel dan fasilitas yang berhadapan dengan pantai Kawasan The Nusa Dua. Saat ini terdapat sembilan kelompok Paguyuban Pedagang Pantai dengan total anggota kurang lebih 468 orang dengan berbagai jenis usaha mulai dari menjual souvenir, penyewaan papan surfing, F&B, massage serta usaha lainnya untuk kebutuhan wisatawan di Kawasan The Nusa Dua.Ardita menerangkan bahwa secara bertahap ITDC akan terus melanjutkan penataan pada area usaha Paguyuban Pedagang Pantai lainnya sesuai kebutuhan, baik dari sisi bangunan, tampilan serta standar layanan terhadap wisatawan di The Nusa Dua. Guna menjaga kualitas layanan, ITDC juga telah merampungkan beberapa panduan pelayanan wisatawan agar setiap anggota Paguyuban Pedagang Pantai dapat semakin profesional dalam melayani wisatawan. Panduan tersebut antara lain panduan Tata Kelola Operasional Paguyuban Pedagang Pantai yang memuat Standard Operating Procedure (SOP), panduan beraktivitas dalam kawasan bagi kelompok usaha yang tergabung, serta aturan pemanfaatan atas fasilitas yang diberikan. “Saat ini kami juga sedang menyiapkan ID Card untuk digunakan oleh seluruh anggota Paguyuban Pedagang Pantai The Nusa Dua. Dengan menggunakan ID Card ini diharapkan akan meningkatkan kepercayaan wisatawan yang memanfaatkan layanan para anggota sekaligus memudahkan pengawasan aktivitas di lapangan. Kami targetkan ID Card ini dapat rampung dan mulai digunakan oleh para anggota Paguyuban pada akhir April, ” imbuh Ardita.Selama ini, ITDC telah melakukan peningkatan kualitas Paguyuban Pedagang Pantai The Nusa Dua baik melalui penataan area usaha maupun pemberian pelatihan secara berkesinambungan. Dalam lima tahun terakhir, ITDC secara bertahap telah melakukan penataan pada sejumlah area usaha Paguyuban diantaranya pembangunan kios berjualan, pembenahan tempat massage, serta penyediaan sarana dan prasarana untuk mendukung operasional kegiatan usaha meliputi jaringan listrik, penambahan fasilitas toilet, shower serta tempat cuci tangan. Sementara untuk program pembinaan dan pelatihan, ITDC telah memberikan pelatihan kepada anggota Pedagang Pantai diantaranya Pelatihan Bahasa Inggris, Hospitality, Pelatihan Bahasa Mandarin, Cooking Class and Hygiene serta pelatihan Digital Marketing guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melayani wisatawan.
Read MoreTHE MANDALIKA, 8 APRIL 2022 – Di tengah pandemi, pembangunan infrastruktur dasar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika/The Mandalika melalui Mandalika Urban Tourism and Infrastructure Project (MUTIP), yang dilakukan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua Bali dan The Mandalika Lombok NTB, terus berjalan sesuai rencana dan target.Program MUTIP dibiayai sepenuhnya oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dan merupakan pembiayaan pertama secara standalone/mandiri yang dilakukan AIIB di Indonesia dan secara global merupakan pembiayaan pertama AIIB bagi kegiatan pembangunan infrastruktur pariwisata. Saat ini realisasi pembangunan mencapai 36,82%, atau setara dengan Rp 623,6 Miliar dari total kontrak MUTIP Paket I dan II sebesar Rp 1,7 Triliun. Capaian realisasi ini diperoleh dari akumulasi sejumlah pekerjaan yang masuk dalam MUTIP Paket I dan II yang mencakup area seluas 450 hektar di KEK Mandalika, antara lain pembangunan jalan akses sebanyak 20 ruas jalan dengan total panjang 15,50 km, jalur pejalan kaki (pedestrian), saluran drainase, box utility sepanjang 6000 m, penerangan jalan umum (PJU), pagar kawasan, enam area parkir, landscaping serta pekerjaan pembuatan gerbang timur dan barat kawasan.Ke-20 ruas jalan akses ini merupakan jalan akses penghubung antar satu spot pariwisata dengan spot pariwisata lainnya di dalam Kawasan The Mandalika. Saat ini, pekerjaan jalan pada ruas-ruas tersebut dalam proses pembuatan saluran, proses rigid pavement (pembetonan), curing, dan pemasangan lampu penerangan.Sementara pembangunan enam area parkir di The Mandalika, yaitu berlokasi di area barat sebanyak satu area parkir, zona timur Kawasan sebanyak tiga area parkir, di zona selatan Sirkuit ada satu area parkir dan di zona utara sirkuit terdapat satu area. Sebagian area parkir ini juga telah dimanfaatkan oleh para pengunjung saat penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) pada 18-20 Maret 2022 lalu.Sedangkan progres pembuatan gerbang timur mencapai persiapan pemasangan atap dan gerbang barat telah memulai persiapan pembangunan pondasi.Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer mengatakan, “Pengembangan The Mandalika, yang merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), memerlukan dukungan kesiapan infrastruktur dasar untuk menarik minat investor masuk dan turut membantu percepatan pembangunan kawasan. Dan pembangunan infrastruktur dasar ini memerlukan pendanaan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada AIIB atas dukungan pendanaan MUTIP yang membantu kami menyediakan infrastruktur dasar yang dibutuhkan sesuai dengan prioritas yang telah kami tetapkan. Kami gembira bahwa di tengah pandemi, pekerjaan Paket I dan II MUTIP terus berprogres dan sekarang ini telah mencapai 36,82% yang setara dengan Rp 623,5 Miliar.”Kepastian pendanaan MUTIP dari AIIB diperoleh ITDC pada akhir 2018, dan proyek konstruksi dimulai pada Kuartal I 2021 melalui penandatanganan kontrak Paket I dan II bersama kontraktor terpilih melalui proses pengadaan yang menggunakan metode international open competitive tender. Setelah melalui berbagai persiapan konstruksi, pekerjaan konstruksi pun mulai bergulir pada Kuartal II 2021.“Dengan pengalaman kontraktor terpilih dalam membangun berbagai proyek infrastruktur nasional maupun internasional, kami optimis dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan Paket I dan II MUTIP pada 2023 sesuai target yang telah direncanakan,” tambah Abdulbar.ITDC sendiri telah memulai percepatan pembangunan The Mandalika sejak 2016 dan saat ini telah terbangun infrastruktur jalan utama kawasan sepanjang 4,1 km beserta fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti Masjid Nurul Bilad dan Kuta Beach Park berikut beach facilities-nya dengan menggunakan pendanaan dari Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2015 sebesar Rp 250 Miliar.Selain itu, guna semakin meningkatkan kelengkapan infrastruktur dasar, ITDC juga telah mengerjakan sejumlah proyek dengan dukungan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melalui skema National Interest Account (NIA) dengan total plafond fasilitas maksimum sebesar Rp 1,2 Triliun. Ada empat proyek besar yang didanai oleh LPEI yaitu proyek infrastruktur dasar Sirkuit dan Non Sirkuit, pembenahan Bazaar Mandalika dan pembangunan Pullman Mandalika Merujani Resort. Dengan dukungan NIA untuk ground working Sirkuit ditambah PMN tahun 2020 sebesar Rp 500 Miliar dan Sindikasi pendanaan dari Himpunan Bank Negara (HIMBARA), ITDC juga telah menyelesaikan pembangunan salah satu infrastruktur iconic di The Mandalika yaitu Mandalika International Street Circuit (Pertamina Mandalika Circuit), yang telah menjamu event balap motor kelas dunia World Superbike (WSBK) pada November 2021 dan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) pada Maret 2022.“Kami memiliki komitmen untuk menuntaskan percepatan pembangunan The Mandalika sebagai the next destination di Indonesia, sesuai penugasan yang dipercayakan Pemerintah. Untuk itu kami mohon dukungan dari masyarakat dan seluruh stakeholders, agar pembangunan yang dilakukan di The Mandalika dapat berjalan dengan lancar dan baik di tengah segala tantangan yang ada,” tutup Abdulbar.
Read MoreKunjungan wisatawan triwulan 1-2022 ini meningkat 124% dibanding periode yang sama tahun laluTHE NUSA DUA, 5 APRIL 2022 – Selama Triwulan I tahun 2022, tingkat occupancy rate dan kunjungan wisatawan ke Kawasan The Nusa Dua, kawasan pariwisata yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata di Indonesia, kembali menunjukkan pertumbuhan positif, bahkan lebih dari 100%.Tingkat occupancy atau hunian kawasan The Nusa Dua selama Januari – Maret 2022 tercatat secara berturut-turut sebesar 20,15%, 12,78% serta 30,77% atau rata-rata mencapai 21,23% selama 3 bulan, dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 60.388 orang. Angka-angka ini meningkat dibanding tingkat hunian periode yang sama tahun lalu sebesar berturut-turut 7,71%, 5,08% dan 9,80% atau rata-rata sebesar 7,53%, dengan jumlah kunjungan wisatawan sebesar 26.913 orang. Dengan demikian, tingkat hunian rata-rata The Nusa Dua pada Triwulan I 2022 tumbuh 182% dibandingkan tahun 2021. Sedangkan kunjungan wisatawan, yang didominasi oleh wisatawan domestik, tumbuh juga lebih dari 100% yaitu sebesar 124%.Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, “Kami bersyukur bahwa tingkat occupancy kawasan selama periode Januari – Maret 2022 kembali menunjukkan tren positif. Peningkatan occupancy ini antara lain didorong oleh meningkatnya kegiatan event, kunjungan wisatawan domestik, jumlah pertemuan yang diselenggarakan di dalam kawasan serta kebijakan bebas karantina dan Visa on Arrival (VOA) untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang masuk ke Indonesia melalui Bali. Kami harapkan peningkatan ini dapat terus terjaga seiring dengan meningkatnya kegiatan kepariwisataan.”.Pada periode Januari – Maret 2022, beberapa event dan konferensi telah dilaksanakan di The Nusa Dua antara lain Goldcoin Conference, COP-4 Minamata Convention on Mercury, serta 144th Assembly of The Inter Parliamentary Union (IPU) yang diikuti oleh lebih dari 1.000 orang. Pada akhir Maret lalu, Pulau Peninsula The Nusa Dua kembali menjadi lokasi event outdoor dengan jumlah peserta mencapai 1.000 orang setelah vakum selama 2 tahun akibat pandemi. Sedangkan ke depan, beberapa event juga telah terjadwal dilaksanakan di kawasan The Nusa Dua pada tahun 2022, diantaranya event Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada bulan Mei 2022, Bali and Beyond Travel Fair 2022 pada bulan Juni 2022 serta rangkaian event KTT G20 pada akhir tahun 2022.Sebagai sebuah destinasi wisata berkonsep world class tourism complex, Kawasan The Nusa Dua memiliki kelengkapan akomodasi lebih dari 5.000 kamar hotel serta fasilitas MICE yang mampu menampung lebih dari 20.000 delegasi. Sampai Maret 2022, tercatat sebanyak 18 hotel dan villa sudah beroperasi dari total 21 hotel dan villa yang ada di kawasan.Selain kelengkapan fasilitas MICE, The Nusa Dua juga menyediakan berbagai fasilitas dan atraksi yang dapat dinikmati oleh wisatawan yang menginap di The Nusa Dua, seperti shopping center, Museum Pasifika, theater (Devdan Show), dan golf course, DTW Water Blow Peninsula Nusa Dua serta mobil listrik sebagai alternative transportasi di Kawasan. The Nusa Dua juga memiliki outdoor space yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan pendamping MICE, yaitu Pulau Peninsula seluas 5 hektar dengan fasilitas open stage, helipad standard Chinook, stage Kecak untuk menampung 500 orang, serta toilet sebanyak 2 unit.Sementara, sebagai kawasan yang ditetapkan menjadi Green Zone Destination, The Nusa Dua telah menerapkan sejumlah tata kelola kawasan berbasis protokol kesehatan, mewajibkan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability(CHSE) bagi kawasan dan tenant, menyelesaikan program vaksinasi dan booster COVID-19 bagi seluruh pekerja di dalam kawasan, serta mendorong pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi sebagai upaya untuk memitigasi penyebaran COVID-19 di kawasan dan sekitarnya. Pada awal tahun ini, 5 hotel di The Nusa Dua juga menjadi lokasi program Bali Warm Up Vacation yang merupakan program khusus bagi PPLN yang baru datang ke Bali agar dapat menjalani karantina mandiri dalam hotel dengan sistem bubble.“Saat ini tingkat kunjungan dan occupancy rate The Nusa Dua belum normal seperti sebelum pandemi, namun kami optimistis tren pertumbuhan akan terus terjaga hingga akhir tahun ini. Semoga saja dengan kebijakan pemerintah terkait karantina dan VOA bagi PPLN, wisatawan mancanegara dapat kembali datang ke Bali, sehingga upaya pemulihan pariwisata Indonesia, khususnya Bali dapat berjalan dengan baik,” tutup Ardita.
Read More