The Mandalika, 24 Agustus 2022 – Guna mematangkan persiapan pelaksanaan event MOTUL FIM Superbike World Championship (WSBK) November 2022 mendatang, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) BUMN pengelola kawasan The Mandalika bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai bagian dari ITDC Group, melaksanakan track improvement di Pertamina Mandalika International Circuit sejak 20 Agustus 2022 lalu hingga 30 September 2022. Track improvement adalah modifikasi Sirkuit yang wajib dilakukan ITDC-MGPA atas permintaan Federation Internationale de Motocyclisme (FIM). Kegiatan ini terdiri dari pengaspalan di lintasan Sirkuit, penambahan pelebaran run off di enam tikungan Sirkuit dan penambahan ban sebagai pelindung di beberapa area tembok pembatas Sirkuit. Direktur Utama MGPA Priandhi Satria menuturkan, “Pekerjaan track improvement di Pertamina Mandalika International Circuit ini dilakukan dalam rangka memenuhi permintaan FIM sekaligus mematangkan pekerjaan di lapangan. Untuk itu, kami menutup Sirkuit ini dari segala bentuk aktivitas kunjungan hingga 1 Oktober 2022 mendatang.”Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro mengatakan, “Kami mohon maaf apabila wisatawan belum bisa berkunjung ke dalam Sirkuit dalam jangka waktu pekerjaan track improvement berlangsung. Namun para wisatawan tidak perlu kuatir, mereka tetap dapat menikmati lokasi wisata lain di The Mandalika yang tidak kalah indah seperti Kuta Beach Park, Pantai Seger, Tanjung Aan, dan Bukit Merese.”ITDC-MGPA sendiri telah melakukan kick off meeting dengan Dromo dan PT Pembangunan Perumahan (PP) pada 17 Agustus 2022 lalu untuk membahas pelaksanaan track improvement. Pekerjaan track improvement dimulai pada 20 Agustus 2022 dengan pembongkaran area gravel bed di tikungan 10, 11, dan 12. Karena untuk pekerjaan pelebaran run off, ITDC-MGPA perlu membersihkan area gravel terlebih dahulu, kemudian baru melanjutkan pelebaran run off. Kegiatan track improvement ini dikerjakan oleh PT PP (Persero) dengan sub kontraktor konsultan desain dan supervisi Studio Dromo Italia, yaitu konsultan yang mendesain dan membangun sejumlah Sirkuit balap di dunia seperti Silverstone Circuit di Silverstone - Inggris, Spa-Francorchamps di Belgia, Mugello Circuit Italia serta Street Circuit di Singapura. Disamping melakukan track improvement, ITDC-MGPA juga tengah berupaya untuk mendapatkan homologasi roda empat dari Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) bekerjasama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) agar dapat melakukan berbagai kejuaraan internasional roda empat.Sebelumnya, pihak FIA sendiri telah memberikan catatan dan rekomendasi mengenai pembenahan yang perlu dilakukan di Pertamina Mandalika International Circuit, salah satunya dengan membenahi area pit-in sembari konsultan terpilih melakukan perbaikan pada desain Sirkuit.“Kami juga berharap FIA dapat sekaligus menghomologasi Sirkuit ini dan mudah-mudahan di tahun depan Pertamina Mandalika International Circuit dapat menjadi tempat untuk perhelatan berbagai balap roda empat,” tambah Priandhi.Sebagai informasi, Pertamina Mandalika International Circuit akan menjadi tuan rumah sejumlah event internasional di The Mandalika diantaranya adalah Shell Eco Marathon pada bulan Oktober 2022 dan WSBK pada bulan November 2022.
Read MoreTHE NUSA DUA, 21 Agustus 2022 – Kawasan pariwisata The Nusa Dua, yang dikembangkan dan dikelola oleh BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), sukses menjadi lokasi event musik bergengsi di Bali, UNIVLOX Lite Night Vo.4 yang digelar pada Sabtu (20/8/2022). Event musik ini adalah event musik pertama yang diselenggarakan kembali di Pulau Peninsula The Nusa Dua setelah pandemi COVID-19 melanda dua setengah tahun yang lalu.UNIVLOX Lite Night Vol.4, dihadiri oleh 10.000 pencinta musik dimana 90% diantaranya adalah penonton lokal Bali. UNIVLOX Lite Night Vol.4 menampilkan band-band legendaris nasional diantaranya Dewa 19 featuring Ello, The Changcuters, Andra and The Backbone, Geisha serta Tiara Andini. Selain pagelaran musik, event ini juga menghadirkan stand-stand F&B yang dapat dinikmati oleh pengunjung, serta ambience lampion yang estetik dan spot-spot foto yang instagramable.Penyelenggara UNIVLOX Lite Night Kadek Yahya mengatakan, “Kami berterima kasih kepada pihak ITDC atas dukungan serta kolaborasi dalam penyelenggaraan event kami ini, terutama untuk lokasi penyelenggaraan event ini yang sangat indah serta lengkap dengan fasilitas yang memadai. Kami harap event UNIVLOX ini mampu memberikan experience yang tidak terlupakan bagi para pecinta musik yang sudah sangat merindukan vibes hiburan musik pasca pandemi COVID-19.”Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, “Kami sangat gembira UNIVLOX Lite Night Vol.4 yang kami dukung dapat terselenggara dengan sukses. Kami juga mengapresiasi kepercayaan dari pihak penyelenggara untuk menggelar event ini di The Nusa Dua. Kami berharap suksesnya event ini akan mampu mendorong semakin banyaknya event-event serupa dapat dilangsungkan di The Nusa Dua, khususnya di Pulau Peninsula sebagai kawasan outdoor space yang kami miliki”.Dengan lokasi langsung menghadap Samudera Hindia, Pulau Peninsula The Nusa Dua yang memiliki luas 5 hektar merupakan kawasan outdoor space yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan Meeting Incentive Conference Exhibition (MICE), termasuk event atau pagelaran musik. Sebelum pandemi, Pulau Peninsula telah menjadi venue penyelenggaraan event musik Bali Blues Festival, serta Pesona Nusa Dua Fiesta dan Nusa Dua Light Festival yang juga menyajikan pagelaran musik. Selain itu, Pulau yang dilengkapi dengan fasilitas open stage, helipad standard Chinook, stage Kecak untuk menampung 600 orang, serta wisata alam Water Blow Peninsula Nusa Dua ini juga kerapkali dipilih menjadi lokasi wedding, employee gathering, dan gala dinner.“ITDC akan terus membuka kerjasama dengan semua pihak guna semakin menyemarakkan The Nusa Dua melalui gelaran event-event skala nasional dan internasional sebagai bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk mempromosikan pariwisata dan mempercepat pemulihan ekonomi di Bali,” tutup Ngurah Ardita.
Read MoreThe Nusa Dua, 20 Agustus 2022 – Kawasan The Nusa Dua, yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata di Indonesia, kembali membuktikan diri sebagai destinasi pariwisata unggulan untuk penyelenggaraan event Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) serta event lain berkelas internasional, yang dikelola dengan manajemen dan SOP pelayanan berstandar internasional, khususnya untuk menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan dan pengunjung.Terbukti, lima tenant hotel di The Nusa Dua berhasil memperoleh Sertifikat Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata Predikat Platinum dari Pemerintah Provinsi Bali, Polda Bali dan PHRI Bali. Lima hotel tersebut adalah Melia Bali Indonesia, The Laguna, a Luxury Collection Resort & Spa, Nusa Dua Beach Hotel & Spa, The St. Regis Bali Resort, serta The Westin Resort Nusa Dua Bali. Acara penyerahan sertifikat diselenggarakan di Nusa Dua Beach Hotel & Spa pada Jumat (19/8) dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali sekaligus Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Bali Dr. Ir. Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si., Kapolda Bali Irjen POL. Drs. Putu Jayan Danu Putra, S.H. M.Si, Pimpinan DPRD Prov. Bali, Konsul dan Konsul kehormatan Negara - Negara Sahabat yang ada di Bali, Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka, para GM Hotel penerima Sertifikat, serta perwakilan tenant lainnya. Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka mengatakan, “Sungguh merupakan kebanggaan bagi kami selaku pengembang destinasi pariwisata menjadi tuan rumah event-event internasional di The Nusa Dua Bali. Kami senantiasa mengedepankan kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung dan menginap di kawasan kami dan secara konsisten terus menerus berinovasi menjadi lebih baik khususnya dalam menjaga keamanan kawasan. Konsistensi dan komitmen kami telah terbukti dengan Sertifikat Asesmen Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata yang diperoleh lima tenant kawasan The Nusa Dua. Kami berharap penerimaan sertifikat ini dapat menjadi virus yang positif sehingga seluruh tenant yang lain dapat mengikuti sertifikasi ini guna mewujudkan kawasan pariwisata The Nusa Dua sebagai tempat yang nyaman dan aman bagi wisatawan untuk berkunjung dan beraktivitas wisata.”Kegiatan assesmen merupakan implementasi Perda Provinsi Bali no 5 tahun 2020 terkait standar penyelenggaraan kepariwisataan budaya Bali yang bertujuan untuk memastikan akomodasi pariwisata di Bali memenuhi standar keamanan, keselamatan dan kesehatan. Secara garis besar, proses assesmen mencakup beberapa elemen diantaranya komitmen dan kebijakan pengamanan, pola penanganan, konfigurasi pengamanan, standar kemampuan dan pelaksanaan pengamanan, serta monitoring dan evaluasi yang tertuang dalam 180 kriteria yang harus dipenuhi oleh setiap akomodasi pariwisata. Hasil assesmen disampaikan dalam 4 peringkat yaitu Platinum sebagai predikat tertinggi, selanjutnya Gold, Silver, dan belum memenuhi standar. “Keberhasilan meraih predikat tertinggi untuk lima hotel di kawasan kami ini menunjukkan adanya kerjasama yang kuat di antara stakeholders serta inovasi untuk bersama-sama mewujudkan The Nusa Dua sebagai kawasan pariwisata unggulan di Bali. Kami juga akan terus melakukan inovasi-inovasi baru agar kawasan kita dapat menarik semakin banyak wisatawan dari berbagai kalangan,” tambah Troy.Selain Sertifikat Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata ini, seluruh tenant yang beroperasi di kawasan The Nusa Dua telah mengantongi Sertifikat Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf). ITDC bersama tenant kawasan juga telah mengantongi Sertifikat Kesiapsiagaan Bencana bagi Dunia Usaha Pariwisata dimana Sertifikat ini menjadi penting untuk menarik kepercayaan dunia bahwa kawasan The Nusa Dua tidak hanya siap menggelar event pasca pandemi COVID-19 tetapi juga telah menyiapkan kawasan beserta tenant di dalamnya dalam kesiapsiagaan bencana alam dan non alam lainnya. “Ketiga Sertifikat ini semakin menunjukkan kesiapan The Nusa Dua dalam menyambut kunjungan wisatawan dan penyelenggaraan event dalam kawasan, khususnya pertemuan puncak G-20 pada November 2022 mendatang. Kami optimistis dengan persiapan yang kami lakukan dan koordinasi yang kuat dengan seluruh stakeholder, penyelenggaraan G-20 akan berjalan dengan baik dan lancar,” tutup Troy.
Read MoreThe Mandalika, 16 Agustus 2022 – Sebagai upaya mewujudkan prinsip sustainable tourism di seluruh kawasan pariwisata yang dikelola, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) BUMN pengelola kawasan pariwisata di Indonesia, mendorong pemanfaatan energi terbarukan bagi sejumlah fasilitas di dalam kawasan The Mandalika, Lombok, NTB. Fasilitas tersebut antara lain penerangan jalan umum (PJU) dan charging station berbasis tenaga surya hingga pemanfaatan lahan untuk solar farm. Selain itu ITDC juga akan meningkatkan operasional kawasan yang ramah lingkungan melalui penggunaan moda transportasi bertenaga listrik, dan penyediaan pengolahan air dan limbah dalam kawasan.Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro menuturkan, “Pembangunan dan penggunaan fasilitas yang memanfaatkan energi terbarukan dan ramah lingkungan di dalam Kawasan The Mandalika ini merupakan komitmen kami dalam mewujudkan The Mandalika sebagai destinasi pariwisata yang berkelanjutan.”Saat ini sebanyak 541 unit penerang jalan umum (PJU) berbasis tenaga surya telah terpasang dan tersebar di sejumlah titik dalam kawasan The Mandalika, sementara lima unit charging station berbasis solar cell tersebar di Kuta Beach Park dan Pertamina Mandalika Circuit. Instalasi PJU dibangun sebagai bagian dari program Mandalika Urban Tourism and Infrastructure Project (MUTIP), sementara fasilitas publik charging station disiapkan melalui kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Yayasan Sinar Utama Nusantara (SUN). Sebagai informasi, MUTIP adalah program pembangunan infrastruktur pariwisata di The Mandalika yang dibiayai sepenuhnya oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). MUTIP merupakan program pembiayaan pertama secara standalone/mandiri yang dilakukan AIIB di Indonesia dan secara global merupakan pembiayaan pertama AIIB bagi kegiatan pembangunan infrastruktur pariwisata.Untuk semakin memaksimalkan sumber penggunaan energi terbarukan berbasis pada tenaga surya dalam jangka panjang, ITDC akan menyediakan lahan seluas 24,9 ha untuk penyediaan solar farm di zona tengah kawasan The Mandalika yang akan dikerjasamakan dengan calon investor. “Pemanfaatan energi terbarukan akan diterapakan secara bertahap The Mandalika. Selain itu, kami juga menggunakan sejumlah fasilitas di dalam kawasan yang lebih ramah lingkungan,” tambah Bram.Fasilitas ramah lingkungan yang tersedia di The Mandalika antara lain moda transportasi berupa 20 unit motor listrik, 4 unit buggy, dan 5 unit segway untuk melakukan aktivitas operasional kawasan dan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang berfungsi untuk mengolah air laut menjadi air bersih yang dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan air bersih di dalam kawasan.Ke depannya, melalui proyek MUTIP, ITDC juga akan meningkatkan operasional kawasan yang lebih ramah lingkungan dengan menyediakan Waste Water Treatment Plant (WWTP) untuk mengolah limbah cair dan Solid Waste Treatment Plant (SWTP) untuk mengolah limbah padat yang ada di dalam kawasan.“Jumlah jaringan utilitas di dalam kawasan inipun tidak hanya berhenti saat ini saja, melainkan akan terus bertambah seiring dengan penambahan infrastruktur dasar yang terus berkembang di The Mandalika, dengan harapan kawasan ini semakin dapat memenuhi fasilitas sebagai destinasi pariwisata dengan konsep sustainable tourism berstandar internasional,” tutup Bram.
Read MoreJakarta, 10 Agustus 2022 – Dalam rangka penataan dan pemenuhan kebutuhan organisasi untuk siap mewujudkan transformasi bisnis, Menteri BUMN, selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, menyusun ulang anggota Direksi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata di Indonesia. Keputusan tersebut ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan tertuang dalam Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-169/MBU/08/2022 tanggal 8 Agustus 2022 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero). Melalui SK tersebut Menteri BUMN memberhentikan dengan hormat Abdulbar M. Mansoer sebagai Direktur Utama, Nugdha Achadie sebagai Direktur Keuangan, Strategi, dan Manajemen Risiko, Taufik Hidayat sebagai Direktur Teknik dan SDM, serta Arie Prasetyo sebagai Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis. Selanjutnya mengubah nomenklatur jabatan anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan menjadi Direktur SDM dan Legal Compliance dari semula Direktur Teknik dan SDM, dan Direktur Operasi dari semula Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis. Kemudian, melalui SK yang sama, Menteri BUMN juga mengangkat nama-nama berikut sebagai anggota Direksi Perusahaan, yaitu Ari Respati sebagai Direktur Utama; Ahmad Fajar sebagai Direktur Keuangan, Strategi, dan Manajemen Risiko; Wenda Ramadya Nabiel sebagai Direktur SDM dan Legal Compliance; serta Troy Reza Warokka sebagai Direktur Operasi.Adapun pejabat Direktur Pengembangan Bisnis Ema Widiastuti, yang diangkat melalui SK-363/MBU/11/2020, tidak mengalami perubahan.Dengan demikian, Susunan Direksi dan Dewan Komisaris ITDC saat ini adalah:Direksi ITDC: - Direktur Utama: Ari Respati- Direktur Keuangan, Strategi, dan Manajemen Risiko: Ahmad Fajar- Direktur SDM dan Legal Compliance: Wenda Ramadya Nabiel- Direktur Operasi: Troy Reza Warokka- Direktur Pengembangan Bisnis: Ema Widiastuti Dewan Komisaris ITDC:- Komisaris Utama: Ricky Joseph Pesik- Komisaris: Zainal Mutaqin- Komisaris: Irzani- Komisaris Independen: Ulin Ni’am YusronVice President Corporate Secretary ITDC I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran direksi yang sebelumnya menjabat dan mengucapkan selamat datang kepada pejabat yang menggantikan. "Kepada Direksi sebelumnya, kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian serta kontribusi bagi kemajuan bisnis ITDC," ungkapnya.Made menambahkan bahwa dengan adanya penyegaran dalam susunan direksi ini diharapkan dapat meneruskan transformasi ITDC. "Penataan jajaran Direksi ITDC kami harapkan akan semakin meningkatkan semangat Perseroan untuk mewujudkan visi menjadi BUMN pengembang destinasi pariwisata kelas dunia yang terkemuka yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan pariwisata Indonesia, berbasis kepada ekspertis Perseroan sebagai pengembang dan pengelola kawasan pariwisata yang telah dirintis sejak hampir 50 tahun lalu, ketangguhan insan ITDC, serta kepercayaan dan dukungan penuh pemegang saham dan seluruh stakeholders," tutup Made.
Read MoreTHE NUSA DUA, 5 AGUSTUS 2022 – Mengawali Semester II 2022, occupancy rate atau tingkat hunian rata-rata Kawasan The Nusa Dua, kawasan pariwisata yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata di Indonesia, kembali menunjukkan pertumbuhan positif. Selama Juli 2022, tingkat hunian rata-rata hotel di kawasan The Nusa Dua mencapai 65,37%, lebih tinggi dari tingkat hunian rata-rata Juni 2022 sebesar 60,10%, dan tumbuh sebesar 700% dari tingkat hunian rata-rata pada periode Juli 2021 yang tercatat hanya 8,17%. Seluruh hotel yang beroperasi di The Nusa Dua mencatat tingkat hunian di atas 40%, dengan 10 hotel diantaranya mencapai tingkat hunian di atas 70%. Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, "Kami sangat bersyukur melihat tingkat okupansi rata-rata kawasan dapat terjaga di atas 50% dalam tiga bulan terakhir ini, bahkan di atas 60% dalam dua bulan terakhir, dengan lebih dari 50% hotel yang beroperasi telah mencapai tingkat hunian di atas 70% pada Juli ini. Kenaikan tingkat hunian ini kami yakini sebagai indikasi dari kebangkitan pariwisata yang ditunjukkan dengan semakin meningkatnya kegiatan kepariwisataan di Bali, dan khususnya di kawasan The Nusa Dua yang kami kelola, yang pada bulan Juli telah menjadi tuan rumah sejumlah Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) events.”"Kami juga optimis tingkat okupansi pada bulan Agustus akan dapat terjaga di atas 50% seiring dengan adanya beberapa event yang akan diselenggarakan di kawasan The Nusa Dua, salah satunya pada awal Agustus ini The Nusa Dua telah terpilih sebagai lokasi penyelenggaraan pertemuan 3rd Annual Meeting SPINE20 sebagai side event KTT G20,” tambah Ardita.SPINE20 merupakan pertemuan 100 dokter tulang belakang dari 30 negara serta menghadirkan pula stakeholders pariwisata. Pertemuan ini berlangsung pada 4-5 Agustus 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kawasan The Nusa Dua.SPINE20 merupakan upaya global untuk meningkatkan perawatan pada tulang belakang di negara-negara G20 dan sekitarnya dengan visi untuk menciptakan dunia yang memiliki perawatan tulang yang tepat, membantu meminimalkan kecacatan global dan meningkatkan kehidupan mereka yang menderita masalah tulang belakang. Selain pertemuan SPINE20 yang berlangsung pekan ini, pada bulan Agustus, beberapa event terjadwal akan dilaksanakan di kawasan The Nusa Dua diantaranya side event G20 Ministrial Conference Woman Empowerment (MCWE) serta event musik UNIVLOX yang akan berlangsung di Pulau Peninsula, The Nusa Dua.“Kami berterima kasih atas kepercayaan pemerintah, khususnya kementerian/lembaga serta penyelenggara event, yang telah memilih kawasan kami untuk menjadi lokasi event-event berskala internasional. Kami berharap kepercayaan ini dapat terus berlanjut, sehingga sebagai BUMN kami dapat berkontribusi bagi pemulihan sektor pariwisata melalui kawasan pariwisata yang kami kelola,” tutup Ngurah Ardita.
Read MoreThe Mandalika, 1 Agustus 2022 – Pada hari ini Senin (1/8), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) BUMN Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Mandalika)/The Mandalika, bersama Mandalika Grand Prix of Association (MGPA) dan Xplorin sebagai bagian dari ITDC Group, menggelar program Mandalika Track Walk Experience. Kegiatan Mandalika Track Walk Experience ini dihadiri oleh perwakilan BUMN di Lombok, asosiasi pariwisata, perhotelan, awak media, pemerintah daerah, dan komunitas lokal didampingi oleh Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC Arie Prasetyo, Direktur Teknik dan Operasi MGPA Samsul Purba dan Direktur Utama Xplorin Gemma Pratama. Selama kegiatan berlangsung, tamu-tamu undangan melakukan olahraga jalan kaki, berlari maupun bersepeda di lintasan. Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC Arie Prasetyo menyampaikan, “Pada hari ini kami menyelenggarakan kegiatan Mandalika Track Walk Experience bagi pemangku kepentingan agar mereka dapat mengetahui dan merasakan kegiatan baru kami. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang sudah menyempatkan waktunya untuk hadir pada acara pagi hari ini. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Pertamina Mandalika Circuit dapat digunakan berbagai macam aktivitas, tidak hanya untuk balapan. Kami berharap ke depan akan semakin banyak penyelenggara event yang memilih kawasan ini sebagai lokasi venue kegiatan mereka.”Mandalika Track Walk, yang dikembangkan oleh MGPA dan Xplorin, merupakan produk dari umbrella brand Mandalika Xperiences yang bertujuan memberikan layanan bagi masyarakat luas untuk berkunjung dan berolahraga di Pertamina Mandalika Circuit seperti berjalan kaki, berlari dan bersepeda. Xplorin adalah unit usaha ITDC yang fokus kepada bisnis manajemen perjalanan wisata dan ticketing system berbasis platform digital serta activation enabler. Sementara, MGPA merupakan unit usaha ITDC yang berfokus mempromosikan berbagai event yang diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Street Circuit.Direktur Utama Xplorin Gemma Pratama, “Sebagai unit usaha ITDC, kami berupaya melakukan inovasi-inovasi guna mendukung pengembangan bisnis ITDC. Salah satu inovasi kami yaitu Mandalika Track Walk yang mulai kami selenggarakan sejak 1 Juli lalu. Kami melihat potensi ekonomi yang besar dari atensi yang besar dari masyarakat terhadap Pertamina Mandalika Circuit dan potensi ini perlu kita gali semaksimal mungkin sehingga mendatangkan manfaat ekonomi yang besar bagi kita semua.” “Berdasarkan hasil survei kami kepada pengunjung Mandalika Track Walk selama masa soft opening bulan Juli, diperoleh data bahwa 50 persen pengunjung berasal dari luar NTB dengan porsi terbanyak pengunjung berasal dari wilayah DKI Jakarta (32 persen), sementara 50 persen sisanya berasal dari NTB. Dan hampir semua responden survei menyatakan ingin datang kembali untuk mengikuti Mandalika Track Walk. Dengan adanya data tersebut, kami optimistis kegiatan ini dapat menarik semakin banyak pengunjung ke kawasan The Mandalika,” terang Gemma.Mandalika Track Walk dibuka setiap hari Senin-Minggu mulai pukul 06.30 – 09.00 WITA. Khusus pada hari Sabtu dan Minggu, ada penambahan waktu di sore hari yaitu pada pukul 16.30 – 18.00 WITA. Untuk mengikuti aktivitas ini, masyarakat dapat mendaftar dan melakukan pembayaran tiket secara online melalui aplikasi Xplorin yang dapat diunduh pada Playstore maupun Apple Store. Tiket harian tersedia dengan harga Rp 150.000 per orang untuk Warga Negara Indonesia (WNI) dan Rp 250.000 per orang untuk Warga Negara Asing (WNA) berlaku untuk hari Senin-Jumat. Sementara untuk hari Sabtu dan Minggu, tiket dapat dibeli dengan harga Rp 200.000 per orang untuk WNI dan Rp 300.000 per orang untuk WNA. “Pembelian tiket melalui aplikasi Xplorin ini sangat mudah karena aplikasi ini sudah dilengkapi dengan sistem pembayaran yang beragam seperti QRIS, transfer melalui Virtual Account, hingga penggunaan kartu kredit. Xplorin juga memiliki fitur itenerary guide sehingga calon pengunjung Mandalika Track Walk juga dapat mengatur perjalanan mereka selama di Lombok khususnya di The Mandalika. Selain tiket untuk pengunjung individu, kami juga dapat melayani kebutuhan pengunjung yang ingin datang secara rombongan atau dari institusi melalui perjanjian secara B to B,” terang Gemma.“Ke depan, ITDC Group akan terus menyiapkan program-program menarik lainnya seperti Mandalika Circuit Tour, Pengalaman Riding Bersama Pembalap, Safety Riding di Track, dan lainnya. Hal ini merupakan upaya ITDC Group terus melakukan inovasi program non-event balap guna memenuhi minat masyarakat untuk datang dan merasakan atmosfer Pertamina Mandalika Circuit. Kami berharap dukungan dari semua pemangku kepentingan agar acara ini dapat berjalan sukses sehingga menjadi ikon baru wisata di The Mandalika,” tutup Arie.
Read MoreThe Mandalika, 28 Juli 2022 - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang destinasi pariwisata di Indonesia, memenangkan upaya hukum terakhir Peninjauan Kembali (PK) ke-2 terkait sengketa lahan hotel di The Mandalika. ITDC memenangkan gugatan perdata dalam tingkat Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung yang diajukan oleh ITDC melawan Umar atas tanah Lot H-3, Lot H-4 Pullman Lombok Mandalika Beach Resort, dan Lot H-5 dengan total luas 9 Ha di The Mandalika. Dalam perkara ini, ITDC menjadi pemohon dalam pengajuan permohonan upaya hukum luar biasa yaitu Peninjauan Kembali (PK) ke-2 kepada Mahkamah Agung atas Putusan PK ke-1 No. 531/PK/PDT/2021 dalam perkara sengketa kepemilihan lahan yang diklaim oleh pihak Umar seluas 9 Ha di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Dalam perkara tersebut ITDC telah mengajukan permohonan Peninjauan Kembali pada tanggal 30 Desember 2021 lalu dengan membawa sejumlah bukti-bukti baru (novum).Dalam putusan yang teregister pada No. 526 PK/PDT/2022, Majelis Hakim Mahkamah Agung mengabulkan permohonan PK ke-2 ITDC, yang artinya memenangkan pihak ITDC sebagai Pemohon Peninjauan Kembali dalam sengketa kepemilikan atas lahan Pullman Lombok Mandalika Beach Resort. Dengan demikian hal ini berarti bahwa segala aktivitas ITDC di atas lahan tersebut dapat dilanjutkan kembali tanpa kendala, karena ITDC sudah memenangkan perkara dimaksud.Vice President Legal and Risk Management ITDC Yudhistira Setiawan mengatakan, “Putusan ini merupakan upaya hukum akhir yang sah serta memiliki kekuatan hukum tetap (in kracht). Artinya lahan Lot H-3, Lot H-4, dan Lot H-5 ini secara sah merupakan milik ITDC. Kami harap pihak Umar menghormati Putusan MA yang telah berkekuatan hukum tetap dan mengikuti tatanan hukum yang berlaku.”“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat yang telah membantu kami dan mengawal proses PK ke-2 ini secara all out. Putusan MA atas PK ke-2 ini memberikan kepastian hukum bagi kami dan tentunya akan memperlancar pengembangan di The Mandalika,” tutup Yudhis.
Read MoreThe Mandalika, 22 Juli 2022 – Guna mematangkan kesiapan mitigasi kebencanaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang destinasi pariwisata di Indonesia, terus merealisasikan pembangunan Temporary Evacuation Shelter (TES) yang tersebar di sejumlah titik di The Mandalika. Pembangunan TES ini termasuk ke dalam masterplan pengembangan The Mandalika, untuk menyiapkan kawasan pariwisata yang aman bagi wisatawan dan pelaku wisata. Saat ini pembangunan TES telah mencakup tiga titik, yakni Bukit Masjid Nurul Bilad, Bukit 360 Pertamina Mandalika Circuit dan Bukit Merese. Dua TES diantaranya, yakni di Bukit Masjid Nurul Bilad dan Bukit 360 Pertamina Mandalika Circuit, telah selesai dibangun, sementara, TES di Bukit Merese saat ini pada tahap konstruksi akses jalan. Dalam masterplan pengembangan The Mandalika, ITDC merencanakan penyebaran TES di 11 titik.Pembangunan TES di Pertamina Mandalika Circuit dan Bukit Merese merupakan bagian dari Mandalika Urban Tourism and Infrastructure Project (MUTIP), yang dibiayai oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Sebagai informasi, MUTIP merupakan pembiayaan pertama secara standalone/mandiri yang dilakukan AIIB di Indonesia dan secara global merupakan pembiayaan pertama bagi kegiatan pembangunan infrastruktur pariwisata.Direktur Teknik dan SDM ITDC Taufik Hidayat menuturkan, “Berkaca dari bencana gempa bumi pada 2018 silam di Pulau Lombok, kami berkomitmen untuk semakin mematangkan prosedur dan fasilitas untuk penunjang mitigasi kebencanaan di The Mandalika, salah satunya melalui pembangunan TES berikut jalan akses dan fasilitasnya seperti tempat berteduh dan toilet. Penyiapan TES ini juga merupakan salah satu syarat yang wajib dimiliki sebuah kawasan pariwisata berstandar internasional.”“Pembangunan TES ini merupakan implementasi ITDC untuk mengantisipasi dampak bencana seperti tsunami dan gempa bumi di kawasan, hingga kemungkinan kecelakaan kerja seperti kebakaran. Di samping itu pembangunan TES ini juga dimaksudkan untuk semakin meyakinkan wisatawan dan pelaku wisata lainnya bahwa The Mandalika merupakan kawasan yang aman,” terang Taufik.Ke depannya, ITDC akan melanjutkan pembangunan TES pada sejumlah titik evakuasi yang tersebar di zona barat hingga timur kawasan, antara lain Bukit Benjon dan Bukit Seger untuk zona barat, Bukit Merese untuk zona tengah, hingga Gerupuk untuk zona timur. Setiap TES yang dibangun dapat menampung rata-rata hingga 500 orang dewasa dilengkapi dengan jalan akses serta fasilitas umum yang memadai untuk dapat digunakan oleh wisatawan dan pelaku wisata lainnya di The Mandalika.Penetapan lokasi, perencanaan, hingga pembangunan TES ini juga telah dipersiapkan oleh ITDC dengan matang mengikuti persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah. Pertama, pembangunan TES wajib mengikuti pedoman dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kedua, berada pada ketinggian lebih dari 16,3 meter dari permukaan laut. Ketiga, lokasi TES harus strategis dan mudah dijangkau oleh wisatawan maupun pelaku wisata lainnya. Sehingga, TES dibangun pada bukit-bukit yang ada di Kawasan The Mandalika dengan ketinggian khusus serta memiliki permukaan yang tidak curam. Selain berfungsi sebagai tempat tujuan evakuasi bencana, TES ini juga nantinya dapat difungsikan sebagai spot wisata baru bagi para wisatawan yang berkunjung ke The Mandalika. Taufik menjelaskan, “TES ini kami desain sedemikian rupa agar ke depannya para wisatawan juga dapat mengakses wilayah ini sambil menikmati keindahan alam di The Mandalika. Contohnya adalah TES di Bukit 360 Pertamina Mandalika Circuit, dimana para wisatawan dapat menikmati keindahan Sirkuit dari atas bukit. Selain itu, TES di Masjid Nurul Bilad yang dapat menampilkan keindahan Pantai Kuta dari atas. Ada pula pembangunan TES yang masih dalam tahap konstruksi di Bukit Merese, dimana para wisatawan dapat menikmati keindahan pantai dari atas bukit.”Selain penyediaan titik evakuasi yang memadai, The Mandalika juga telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas mitigasi kebencanaan seperti alat komunikasi penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini Tsunami Warning Receiver System New Generation (WRS NewGen) dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), fasilitas Sirine peringatan Tsunami di Bukit Nurul Bilad dan Bukit Bantar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah dan BMKG, kelengkapan layanan Search and Rescue (SAR) yang merupakan sinergi bersama Badan Nasional Pencarian Pertolongan (Badan SAR Nasional/BASARNAS), serta patroli oleh tim keamanan pada area operasional kawasan. “Kami berharap melalui mitigasi kebencanaan yang kami siapkan di The Mandalika dapat semakin melengkapi kawasan ini sebagai standar kawasan pariwisata internasional yang terintegrasi sekaligus dapat memberikan jaminan keamanan wisatawan dan pelaku wisata lainnya dari faktor kebencanaan,” tutup Taufik.
Read MoreTHE NUSA DUA, 18 JULI 2022 – Occupancy rate atau tingkat hunian rata-rata Kawasan The Nusa Dua, kawasan pariwisata yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata di Indonesia, terus menunjukkan pertumbuhan positif. Selama Semester I tahun 2022 tingkat hunian rata-rata kawasan meningkat lebih dari 200% dibandingkan Semester I 2021.Tingkat hunian rata-rata kawasan selama Januari – Juni 2022 mencapai 34,02%, yang merupakan peningkatan sebesar 224% dari tingkat hunian rata-rata pada periode yang sama 2021 sebesar 10,50%. Secara rinci, tingkat hunian kawasan The Nusa Dua selama Januari – Juni 2022 berturut-turut tercatat sebesar 22,10%, 12,93%, 33,11%, 21,43%, 51,38% serta 63,15%, meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar 7,71%, 5,08%, 9,80%, 9,80, 10,75%, serta 19,88%. Adapun kunjungan wisatawan selama Januari – Juni 2022, yang masih didominasi oleh wisatawan domestik, tumbuh 185% menjadi 224.053 orang dari 78.720 orang pada Januari - Juni 2021. Daerah Tujuan Wisata (DTW) Water Blow Peninsula, yang merupakan salah satu spot wisata alam di The Nusa Dua, mencatat kunjungan wisatawan sebesar hampir 16.500 orang selama periode Januari-Juni 2022.Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, "Tingkat okupansi kawasan periode Januari-Juni tahun ini menunjukkan peningkatan yang positif didorong oleh kunjungan wisatawan domestik dengan kebijakan pelonggaran mobilitas, promosi kawasan serta adanya sejumlah kegiatan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) serta event lainnya yang diselenggarakan di kawasan The Nusa Dua. Selain itu, kelengkapan fasilitas yang dimiliki kawasan serta pengelolaan kawasan dan hotel-hotel yang berbasis pada protokol kesehatan, kami yakini pula menjadi faktor yang mendorong kepercayaan publik untuk menginap, menghabiskan liburan, serta melakukan aktivitas MICE di kawasan The Nusa Dua.”.Pada periode Januari – Juni 2022, beberapa event dan konferensi telah dilaksanakan di The Nusa diantaranya Goldcoin Conference 2022 pada bulan Februari, COP-4 Minamata Convention on Mercury serta 144th Assembly of The Inter Parliamentary Union (IPU) pada bulan Maret, Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada bulan Mei 2022, Vespa World Days 2022, Miss Global Coronation’s Night, Bali and Beyond Travel Fair 2022 serta Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) Global Conference pada bulan Juni 2022. “Kami harapkan pertumbuhan ini dapat terus terjaga seiring dengan semakin membaiknya kondisi pandemi serta meningkatnya kegiatan kepariwisataan yang akan berlangsung di Bali khususnya di kawasan The Nusa Dua. Semoga saja dengan menggeliatnya kegiatan pariwisata di kawasan kami, dapat turut mendorong pemulihan pariwisata di Bali,” tambah Ngurah Ardita.Dalam beberapa bulan ke depan, beberapa event telah terjadwal dilaksanakan di kawasan The Nusa Dua pada tahun 2022, diantaranya event SPINE20 pada Agustus 2022, Healthcare Information and Management System Society (HIMSS) dan World Planning School Congress (WPSC) pada September 2022, International Federation of Purchasing and Supply Management (IFPSM) World Summit 2022 dan World Conference of Constitutional Justice (WCJJ) pada Oktober 2022, B20 dan KTT Archipelago and Island State Forum (AIS) pada November 2022, serta 14th Esport World dan Bali Democracy Forum (BDF) pada Desember 2022.Sementara di awal Juli kemarin The Nusa Dua juga menjadi lokasi penyelenggaraan rangkaian pertemuan pra KTT G20 yaitu 3rd Finance and Central Bank Deputies Meeting (FCBD) serta 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors (3rd FMCBG).
Read More