The Mandalika, 16 Juni 2021 - 18 pemuda terpilih dari enam desa penyangga The Mandalika, Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Lombok NTB yang dikembangkan oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang kawasan pariwisata di Indonesia, akan mengikuti pelatihan mekanik sepeda motor yang diselenggarakan oleh ITDC bekerjasama dengan Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) selama 4 bulan. Pelatihan yang bertujuan untuk menyiapkan tenaga mekanik sepeda motor yang terampil dan profesional serta siap pakai, bahkan dapat membuka usaha perbengkelan motor ini telah menyelesaikan tahap pendaftaran peserta yang dilakukan di Desa Mertak, Desa Rembitan, Desa Prabu, Desa Kuta, Desa Sukadana & Desa Sengkol, sebagai awal dari tahap seleksi untuk memilih tiga orang pemuda dari setiap desa.Pendaftaran peserta yang dilakukan pada 10-15 Juni 2021, telah menjaring 37 orang pendaftar dari enam desa. Yang menjadi kriteria peserta pelatihan ini adalah siswa lulusan SMA/SMK atau sederajat, usia maksimal 27 tahun, sehat jasmani dan rohani, memiliki pengetahuan dan minat di bidang perbengkelan serta bersedia mengikuti pelatihan secara penuh.Para pendaftar kemudian akan memasuki tahap seleksi untuk memilih calon peserta berdasarkan kualifikasi yang ditentukan dan sesuai jumlah kuota yang disediakan. Seleksi administrasi dilakukan 16-17 Juni 2021 dan selanjutnya tes tulis dan wawancara pada 19 Juni 2021 untuk mengukur kemampuan akademis calon peserta, dan memilih 18 peserta pelatihan. Peserta pelatihan kemudian akan mengikuti pelatihan di kelas selama 8 hari pada 23-30 Juni 2021 sebelum masuk ke seleksi tahap akhir berupa uji akademis. Dari seleksi tahap akhir ini 12 orang yang lulus uji akademis akan mengikuti magang di AHASS selama 3 bulan pada Juli-September 2021.Vice President Corporate Secretary Miranti Nasti Rendranti menyampaikan, “Kami senang dapat memfasilitasi kembali masyarakat desa penyangga The Mandalika dengan sebuah pelatihan yang berguna bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia sejalan dengan pengembangan kawasan The Mandalika sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang menyajikan atraksi kelas dunia. Melalui proses seleksi yang tengah berjalan, kami berharap bisa mendapatkan pemuda-pemuda terbaik dari desa penyangga yang siap dilatih menjadi tenaga terampil mekanik sepeda motor, yang siap mendukung perhelatan event-event balap motor dunia yang diselenggarakan di The Mandalika.”.Kepala Desa Kuta Lalu Mirate mengungkapkan, “Kami yakin pelatihan mekanik ini akan mendorong semangat belajar anak muda di desa kami, sekaligus memotivasi diri lebih mandiri dalam berwirausaha dan kedepan dapat menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, khususnya dibidang perbengkelan. Kami selaku warga desa penyangga The Mandalika berharap pelatihan semacam ini dapat terus dilakukan untuk membangun sumber daya manusia yang berdaya saing seiring dengan perkembangan dunia usaha di Kawasan The Mandalika khususnya dan Lombok Tengah umumnya.”.“Melalui kegiatan pelatihan yang merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini, kami berharap masyarakat desa penyangga kawasan The Mandalika semakin merasakan manfaat kehadiran ITDC dan dapat memanfaatkan kesempatan-kesempatan pelatihan yang kami siapkan, sehingga dapat bersama-sama membangun kawasan The Mandalika menjadi kawasan yang membawa manfaat bagi kita semua,” tutup Miranti.
Read MoreTHE NUSA DUA, 12 Juni 2021 – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) ikut mengambil bagian dalam perhelatan pameran perjalanan dan wisata internasional paling terkemuka di Indonesia, Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2021 yang berlangsung 10 – 11 Juni 2021 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua Bali. ITDC berpartisipasi sebagai sponsor dan seller dengan mempromosikan destinasi pariwisata yang dikembangkan diantaranya The Nusa Dua dan The Mandalika. Pada BBTF 2021, ITDC telah melakukan pertemuan dengan buyers baik secara temu muka dan virtual diantaranya dengan travel agent, asosiasi, hotel serta stakeholder pariwisata untuk memasarkan produk kawasan serta memberikan informasi menyeluruh terkait pengembangan kawasan yang dikelola. Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, “ITDC tahun ini kembali berpartisipasi sebagai sponsor dalam ajang BBTF ke-7 serta turut menampilkan produk dan konsep pengembangan kawasan pariwisata berkelanjutan di The Nusa Dua dan The Mandalika. Kami berharap dengan keikutsertaan ITDC dalam ajang ini, destinasi yang kami kelola dapat menjadi primadona tujuan bisnis dan wisata bagi pasar nasional maupun pasar internasional sebagai upaya mendorong pemulihan pariwisata Bali dan nasional pasca pandemi COVID-19.” BBTF 2021 yang mengangkat tema “Exploring Sustainable & Wellness Tourism” diikuti oleh 145 sellers dari 14 provinsi di Indonesia, 135 buyers Bali dan sekitarnya, serta 57 buyers internasional dari 20 negara. Selain berpartisipasi sebagai sponsor dan seller, ITDC menyambut para peserta BBTF 2021 di kawasan pariwisata The Nusa Dua yang tidak hanya memiliki kelengkapan akomodasi lebih dari 5.000 kamar hotel dan fasilitas Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) yang dapat menampung lebih dari 20.000 delegasi, tapi juga menerapkan protokol Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) secara ketat untuk memastikan penyelenggaraan event yang nyaman dan aman dari penularan COVID-19. “Sebagai pengelola The Nusa Dua, kami bersyukur dan puas BBTF 2021 dapat berjalan dengan lancar dan aman. Kiranya penyelenggaraan BBTF ini dapat menjadi model dari pelaksanaan event MICE yang aman dan nyaman di masa adaptasi baru. The Nusa Dua siap menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai event MICE selanjutnya, mengingat kawasan dan tenant dalam kawasan telah tersertifikasi CHSE dan para pekerja di dalam kawasan telah menyelesaikan program vaksinasi. Kami berharap, kesuksesan penyelenggaraan BBTF akan semakin meningkatkan kepercayaan para penyelenggara event untuk menggelar kegiatan MICE di The Nusa Dua sebagai upaya dalam membangkitkan kembali industri pariwisata di Bali,” tutup Ardita.
Read MoreJakarta, 3 Juni 2021 - Kreativitas insan film tanah air tidak berhenti begitu saja. Meskipun pandemi COVID-19 sejak 2020 lalu, justru dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seluruh proses produksi film “AKAD” telah berjalan dan diselesaikan sesuai rencana, dan sekarang siap untuk dinikmati seluruh pecinta film mulai September 2021 mendatang melalui bioskop di seluruh tanah air.Berangkat dari inspirasi cerita cinta pada Lagu “AKAD” ciptaan Moh. Istiqamah Djamad (Is), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) The Mandalika, bekerjasama dengan IFI Sinema dan E-motion Entertainment serta didukung oleh Wuling Motor berhasil melahirkan sebuah karya film yang akan menghidupkan kembali sektor pariwisata, otomotif, dan juga industri musik disaat yang bersamaan. Lokasi produksi film yang mengambil lokasi DPSP The Mandalika di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), diharapkan akan menghidupkan romansa para milenial masa kini juga tren road-trip yang semakin diminati untuk menjangkau lokasi-lokasi eksotik di tanah air.Hari ini ITDC, IFI Sinema, E-motion Entertainment didukung Wuling Motor meluncurkan teaser film “AKAD” yang dihadiri oleh Direktur Pengembangan Bisnis ITDC Ema Widiastuti, Director of Sales PT SGMW Sales Indonesia Harry Kamora sebagai perwakilan Wuling Motor, Sutradara Reka Wijaya, Mathias Muchus dan Indah Permatasari.Film “AKAD” menampilkan Indah Permatasari, Kevin Julio, Nino Fernandez, Debo Andryos, dan Jennifer Coppen serta tidak ketinggalan aktor senior Mathias Muchus, sebagai pemeran utama. Dengan alur cerita yang mengharukan, film ini akan menghadirkan drama percintaan dan keluarga yang dibalut dengan komedi, yang akan menggelitik hati para penonton untuk merasakan kebahagiaan, kemarahan dan kesedihan secara lengkap.“Film AKAD adalah terobosan kreatif yang menjanjikan sinergi antara industri film dan sektor pariwisata, apalagi saat ini pemerintah terus mendorong kunjungan wisatawan domestik ke Mandalika, salah satu dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), dengan pemandangan alam yang mempesona serta udara segar, yang akan menjadi pengalaman berkesan,” kata Direktur Pengembangan Bisnis ITDC Ema Widiastuti.Wuling Motors Indonesia sebagai sponsor juga menyampaikan rasa antusiasme luar biasa pada rilis cuplikan film (teaser) film AKAD hari ini. Wuling dan ITDC mendorong para pecinta film ikut berpartisipasi dalam mendukung destinasi pariwisata dalam negeri, dan mempromosikan kepatuhan protokol kesehatan selama perjalanan dan berwisata, sehingga dapat turut memutus mata rantai penularan COVID-19.“Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang telah berkiprah dalam penggarapan film AKAD. Profesionalisme para pemain, dan kru adalah pencapaian yang luar biasa dan harapannya film ini akan disambut antusias oleh seluruh pecinta film nasional, dan tidak kalah penting memacu kebangkitan industri film, otomotif dan pariwisata tanah air,” tambah Director of Sales PT SGMW Sales Indonesia Harry Kamora.Film “Akad” oleh sutradara Reka Wijaya sengaja dikemas sangat sederhana namun berkesan, dan pastinya harus menjadi film yang wajib ditonton setiap pasangan muda, atau mungkin yang belum memiliki pasangan untuk memiliki secercah harapan bahwa mereka bisa bertemu dengan belahan jiwanya dimanapun dan kapanpun.“Para pecinta film tanah air, jangan lupa nantikan film AKAD pada seluruh bioskop di penjuru Indonesia, dan mari dukung sinergi industri film dan industri pariwisata di Indonesia”, tutup Reka Wijaya, Sutradara Film AKAD.
Read MoreTHE NUSA DUA, 1 Juni 2021 - Kawasan Pariwisata The Nusa Dua yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF), salah satu ajang pameran perjalanan dan wisata internasional paling terkemuka di Indonesia. BBTF yang tahun ini memasuki tahun penyelenggaraan ke-7 akan digelar Selasa – Sabtu, 8 – 12 Juni 2021 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua Bali secara temu muka dan virtual. BBTF diprakarsai oleh Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Bali sejak 2014, dan secara konsisten mendapatkan dukungan dari Kementerian Pariwisata hingga saat ini.Mengangkat tema “Exploring Sustainable & Wellness Tourism”, BBTF tahun ini diharapkan dapat memperkenalkan exhibitors (sellers) dengan konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) dan pengembangan wisata wellness/health tourism. BBTF 2021 diharapkan mampu menarik 125 sellers baik dari Bali maupun provinsi lainnya di Indonesia serta kurang lebih 150 buyersdari 20 negara termasuk Indonesia, United Kingdom, Perancis, serta beberapa negara dari Australia, Amerika, dan Asia.Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, “BBTF tahun ini diharapkan dapat menjadi upaya komunikasi dan jembatan kebangkitan ekonomi pariwisata post-pandemic dan mata rantai promosi destinasi maupun produk wisata berkelanjutan. Sebagai pengelola The Nusa Dua, kami siap menjadi tuan rumah event BBTF, khususnya di masa adaptasi kebiasaan baru seperti sekarang ini, mengingat kawasan dan tenant dalam kawasan The Nusa Dua telah tersertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) dan para pekerjanya telah menyelesaikan program vaksinasi.”.Sejak penyelenggaraan pertama 2014, BBTF selalu mengambil tempat di kawasan The Nusa Dua, yang memiliki kelengkapan akomodasi lebih dari 5.000 kamar hotel dan fasilitas Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) yang dapat menampung lebih dari 20.000 delegasi.BICC, yang menjadi venue penyelenggaraan BBTF 2021, merupakan salah satu venue MICE terbesar dan terlengkap di Bali, yang menyediakan antara lain dua hall utama dengan kapasitas masing-masing 2.500 dan 1.500 peserta, area pameran seluas 2.700m2, auditorium dengan kapasitas 500 kursi dan built-in stage, serta hampir 26 ruang rapat. BICC juga terkoneksi dengan The Westin Resort Nusa Dua Bali yang menyediakan 433 kamar.“Kami berterima kasih kepada pihak penyelenggara atas kepercayaan kepada The Nusa Dua untuk kembali menjadi tuan rumah BBTF tahun ini. Kami berharap BBTF dapat menjadi ajang untuk mempromosikan kembali destinasi serta produk wisata unggulan di Bali dan daerah lain di Indonesia kepada pasar internasional, sebagai upaya mendorong pemulihan pariwisata Bali dan nasional pasca pandemi COVID-19,” tutup Ardita.
Read MoreTHE NUSA DUA, 30 Mei 2021 - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola destinasi pariwisata di Indonesia, melalui SBU The Nusa Dua, telah menyelesaikan vaksinasi tahap kedua bagi pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif di The Nusa Dua. Lebih dari 8.000 peserta telah menerima vaksinasi dosis kedua ini mulai tanggal 20 hingga 28 Mei 2021. Penerima vaksinasi ini terdiri dari karyawan hotel dan fasilitas kawasan The Nusa Dua, petugas keamanan dan kebersihan kawasan, pegawai ITDC, paguyuban pedagang pantai, serta tenaga transportasi.Program vaksinasi bagi pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif di dalam kawasan The Nusa Dua ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian BUMN bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Badung, ITDC, Bali Tourism Board, The Westin Resort Nusa Dua Bali, Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort serta BIMC Siloam Nusa Dua. Dinas Kesehatan Kabupaten Badung menerjunkan 5 tim yang terdiri dari 60 tenaga kesehatan, didukung oleh BIMC Siloam Nusa Dua yang menyediakan mini ICU serta ambulance di lokasi vaksinasi. Kegiatan vaksinasi ini merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan The Nusa Dua sebagai salah satu Green Zone atau lokasi bebas COVID-19 dalam upaya pemulihan pariwisata Bali.Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, "Kami telah menyelesaikan program vaksinasi dosis kedua bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan The Nusa Dua yang telah dilaksanakan selama 9 hari dan mencapai lebih dari 8.000 orang. Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan vaksinasi ini. Dengan telah rampungnya kegiatan vaksinasi bagi pelaku pariwisata di kawasan The Nusa Dua, sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) yang telah kawasan dan tenant The Nusa Dua kantongi, serta implementasi protokol kesehatan yang ketat dalam kawasan, kami optimis The Nusa Dua siap menjadi Green Zone Destination yang akan mendukung program-program pemulihan pariwisata Bali yang direncanakan Pemerintah.”Salah satu program pemulihan tersebut adalah Work From Bali yang dicanangkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI yang mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan BUMN untuk menjadikan Bali sebagai tempat diadakannya aktivitas pekerjaan antara lain rapat focus group discussion (FGD) dan outbond guna meningkatkan kunjungan dan tingkat hunian dalam upaya pemulihan pariwisata Bali. Implementasi program ini telah dimulai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Kemenko Marves dan ITDC pada 18 Mei 2021, yang dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi untuk pengecekan kesiapan di lapangan pada 28 Mei 2021.“Kawasan The Nusa Dua dipilih menjadi pilot project program Work From Bali karena sistem single management yang membuat kawasan yang kami kelola ini lebih terkendali dan terawasi. Kami harapkan dimulainya Work From Bali di The Nusa Dua dapat meningkatkan kepercayaan diri wisatawan untuk berkunjung ke Bali dan melakukan aktivitas wisata dalam koridor perjalanan yang aman dan tersertifikasi, khususnya dengan telah diselesaikannya program vaksinasi bagi seluruh pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan The Nusa Dua,” tutup Ardita.
Read MoreTHE NUSA DUA, 29 MEI 2021 - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola destinasi pariwisata di Indonesia telah menyalurkan bantuan sarana penerapan protokol kesehatan kepada Desa Wisata Pinge pada Jumat (28 Mei 2021), guna mendukung pelayanan pariwisata di desa tersebut di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. Bantuan yang diberikan berupa 6 unit wastafel, 200 buah masker, 115 buah hand sanitizer dan 12 buah sabun cair. Bantuan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibilty (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan sebagai bentuk komitmen ITDC dalam memfasilitasi Desa Wisata Pinge secara berkelanjutan sebagai destinasi pariwisata aman dan nyaman bagi kunjungan wisatawan, khususnya di masa adaptasi baru. Desa Wisata Pinge sendiri adalah desa wisata binaan ITDC yang terletak di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali.VP Corporate Secretary ITDC Miranti Nasti Rendranti mengatakan, “Kami berharap bantuan yang kami salurkan dapat bermanfaat bagi Desa Wisata Pinge dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan maupun digunakan oleh masyarakat setempat dalam aktivitas kesehariannya di masa adaptasi kebiasaan baru ini. Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dalam pelayanan dan aktivitas keseharian ini akan memberikan jaminan kepada wisatawan bahwa Desa Wisata Pinge aman dan nyaman untuk dikunjungi.”Ketua Badan Pengelola Desa Wisata Pinge A.A. Ngurah Putra Arimbawa mengatakan, “ Terima kasih atas perhatian yang begitu besar dari ITDC kepada kami selama ini. Bantuan dan pendampingan ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin guna mewujudkan Desa Pinge menjadi Desa Wisata yang tetap mengedepankan kearifan lokal serta dapat menjadi daerah tujuan wisata yang higienis di masa adaptasi kebiasaan baru ini. Kami telah bersiap untuk menerima kembali kunjungan wisatawan dengan melakukan upaya penataan serta kami telah melengkapi kawasan kami dengan sertifikat Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) dari Dinas Pariwisata Tabanan.”Sebagai informasi, ITDC telah melakukan pendampingan di Desa Pinge mulai tahun 2016, dalam bentuk pembangunan dan penataan secara fisik, pelatihan SDM serta promosi. Adapun pembangunan dan penataan fisik yang telah dilakukan antara lain pembangunan Tourist Information Center (TIC), dan dekorasi patung Gajah sebagai center of attraction, pembuatan dapur tradisional sebagai lokasi cooking class untuk wisatawan, penataan gerbang rumah/homestay, serta penambahan lampu penerangan di seluruh desa. Sementara untuk pelatihan SDM, ITDC memberikan pelatihan manajemen homestay dan tour guide. Selain bantuan fisik serta pelatihan SDM, ITDC juga membantu kegiatan promosi Desa Wisata Pinge dengan mengikutsertakan Desa Wisata Pinge dalam kegiatan pameran serta melakukan penyebaran informasi kepada pemangku kepentingan melalui sejumlah media promosi diantaranya brosur dan roll banner.Dukungan ITDC untuk mempromosikan Desa Pinge ini pun telah berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Pinge. Jumlah kunjungan ke Desa Wisata Pinge pada tahun 2016 meningkat hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya, yaitu 1.674 wisatawan pada 2016, dibandingkan 856 wisatawan pada 2015. Angka tersebut terus meningkat selama tiga tahun terakhir hingga puncaknya pada tahun 2019 sebanyak 2.310 kunjungan wisatawan.“Melalui pemberian bantuan serta pendampingan yang kami lakukan, kami berharap bahwa Desa Pinge yang merupakan desa tradisional dapat semakin mandiri dan profesional dalam menata serta mengatur desanya sebagai desa wisata unggulan di Bali, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi penduduk desanya. Hal ini juga sekaligus sebagai bentuk komitmen ITDC dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis komunitas di Bali,” tutup Miranti.
Read MoreThe Mandalika, 25 Mei 2021 - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua Bali dan The Mandalika Lombok, NTB, tingkatkan fasilitas Bazaar Mandalika, sentra Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan pariwisata The Mandalika dengan melaksanakan proyek pembenahan tahap 1. Pembenahan yang didukung pendanaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Indonesia Eximbank) melalui skema National Interest Account (NIA) ini, bertujuan melengkapi sarana prasarana dan fasilitas di area Bazaar Mandalika secara bertahap guna meningkatkan keamanan dan keindahan area.Pembenahan tahap 1 Bazaaar Mandalika meliputi pemasangan rolling door dan partisi serta perbaikan jaringan listrik pada 303 unit stall Bazaar, perbaikan toilet, pembangunan pos penjagaan dan keamanan dan signage, serta penambahan 27 unit kamera pengawas CCTV di area Bazaar Mandalika. Pembenahan tahap 1 ini telah diselesaikan pada akhir Maret lalu dan akan dilanjutkan dengan tahap kedua yang rencananya dimulai pada Semester II-2021 mendatang. Tahap kedua berupa penambahan interior di masing-masing stall seperti rak penggantung, display produk, serta penataan landscaping, water fountain, court yard dan kanopi peneduh di area Bazaar Mandalika.Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro mengatakan, “Selain bertujuan untuk melengkapi fasilitas dasar baik bagi pemenuhan kebutuhan pedagang dan pengunjung, serta meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung, pembenahan Bazaar Mandalika bertujuan meningkatkan estetika area ini, sehingga dapat menjadi salah satu spot pariwisata unggulan di Kawasan The Mandalika, khususnya untuk berbelanja dan menikmati pementasan budaya. Kami juga menyediakan fasilitas toilet khusus bagi penyandang disabilitas guna mewujudkan area ini sebagai spot pariwisata yang ramah untuk semua kalangan.”.Bram menambahkan, “Bazaar Mandalika juga telah banyak dimanfaatkan sebagai venue acara atau event kebudayaan oleh Pemerintah Daerah dan komunitas lokal setempat. Karenanya, dengan pembenahan ini, kami berharap semakin banyak dan beragam event dapat diselenggarakan di tempat ini, bukan saja karena kecantikannya tapi juga karena kelengkapan fasilitasnya guna keamanan dan kenyamanan pengunjung”.Seperti diketahui, Bazaar Mandalika dibangun oleh ITDC sebagai sentra ekonomi baru bagi UMKM setempat, dimana UMKM dapat menjual produk dan kulinari lokal bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan The Mandalika. Dibangun dengan mengusung konsep 5C yakni Commerce, Culture, Creativity, Culinary, dan Community, Bazaar Mandalika terbagi menjadi tiga zona : Cultural Zone yang menampilkan kearifan lokal melalui pementasan seni dan budaya, Creative Zone yang menjual suvenir atau cinderamata berupa kerajinan dan produk-produk kreatif lokal, dan Culinary Zone yang menyajikan kuliner lokal, yang akan menjadikan Bazaar Mandalika sebagai kawasan wisata belanja dan kuliner terintegrasi.Sementara itu, Jumaidi, salah satu warga dari Desa Penyangga The Mandalika yang berjualan cinderamata di salah satu lapak Bazaar Mandalika, menuturkan, “Kami bersyukur atas tempat berjualan yang lebih tertata dan nyaman di Bazaar Mandalika ini, karena sebelumnya kami berjualan di pinggir jalan, yang membuat dagangan kami terpapar debu sehingga kurang layak untuk dijual kembali. Kami gembira dengan pembenahan fasilitas yang tengah dilakukan dan berharap pandemi COVID-19 segera berakhir sehingga kami dapat berjualan kembali.”.Senada, Mianah, warga Desa Penyangga The Mandalika yang juga berjualan di lapak Bazaar Mandalika menyampaikan, “Setelah puluhan tahun berjualan, akhirnya bisa mendapatkan tempat yang lebih representatif untuk berjualan yakni di Bazaar Mandalika. Kami dapat memanfaatkan tempat yang teduh dan tidak perlu berpanas-panasan dipinggir pantai. Kami berharap pandemi segera berakhir dan wisatawan bisa beramai-ramai segera kembali mengunjungi The Mandalika.”.“Sejalan dengan harapan warga, kami juga berharap pandemi segera berlalu sehingga warga setempat yang berhak mengisi stallBazaar Mandalika dapat kembali memulai kegiatan ekonomi mereka. Kami juga mengajak warga bersama-sama menjaga kebersihan sarana prasarana dan fasilitas yang telah disiapkan, guna kenyamanan dan keamanan wisatawan saat berkunjungan dan beraktifitas di Bazaar Mandalika.”. tutup Bram.
Read MoreTHE NUSA DUA, 20 Mei 2021 - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola destinasi pariwisata di Indonesia, melalui SBU The Nusa Dua, memulai vaksinasi tahap kedua bagi pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif di The Nusa Dua. Vaksinasi berlangsung pada tanggal 20 – 26 Mei 2021 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua Bali dan pada tanggal 27-28 Mei 2021 di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort dengan target lebih dari 8.000 peserta, terdiri dari karyawan hotel dan fasilitas kawasan The Nusa Dua, petugas keamanan dan kebersihan kawasan, pegawai ITDC, paguyuban pedagang pantai, serta tenaga transportasi. Program vaksinasi bagi pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif di dalam kawasan The Nusa Dua ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian BUMN bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Badung, ITDC, Bali Tourism Board, The Westin Resort Nusa Dua Bali, Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort serta BIMC Siloam Nusa Dua. Dinas Kesehatan Kabupaten Badung menerjunkan 5 tim yang terdiri dari 60 tenaga kesehatan, didukung oleh BIMC Siloam Nusa Dua yang menyediakan mini ICU serta ambulance di lokasi vaksinasi. Kegiatan vaksinasi ini merupakan upaya untuk mewujudkan The Nusa Dua sebagai salah satu Green Zone atau lokasi bebas COVID-19 dalam upaya pemulihan pariwisata Bali.Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, "Kami sangat senang dapat memulai kegiatan vaksinasi dosis kedua bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan The Nusa Dua, setelah penyelesaian vaksinasi dosis pertama dua bulan lalu. Pemberian vaksinasi ini merupakan satu dari dua pola pendekatan yang kami gunakan untuk mewujudkan The Nusa Dua sebagai Green Zone Destination. Pola pendekatan pertama adalah tata kelola kawasan berupa penyiapan infrastruktur, penyusunan dan implementasi SOP, dan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE), sementara pola kedua adalah pemberian vaksinasi untuk seluruh pekerja pariwisata di kawasan The Nusa Dua. Kedua pola ini kami yakini dapat menekan penularan COVID-19 di dalam kawasan dan sekitarnya, sehingga baik pekerja maupun wisatawan dapat berkegiatan dengan aman dan nyaman di The Nusa Dua.”Sebagai informasi, Pemerintah telah menetapkan The Nusa Dua, Ubud, dan Sanur sebagai Green Zone atau kawasan bebas COVID-19 dalam upaya mempercepat pemulihan pariwisata Bali dengan memprioritaskan pada kedatangan wisatawan domestik. Melalui Green Zone ini diharapkan wisatawan khususnya wisatawan domestik, merasa aman dan nyaman saat berwisata baik karena penerapan protokol kesehatan yang ketat maupun vaksinasi menyeluruh terhadap masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di zona atau kawasan tersebut berikut desa-desa penyangganya. Dengan penetapan The Nusa Dua sebagai Green Zone Destination, diharapkan dapat meningkatkan minat dan kepercayaan diri wisatawan domestik untuk berkunjung mengingat kawasan terintegrasi ini memiliki kelengkapan akomodasi, fasilitas, dan atraksi sehingga akan memudahkan wisatawan untuk berkegiatan atau berlibur tanpa perlu meninggalkan kawasan. Selain itu, kesiapan The Nusa Dua sebagai sebuah destinasi wisata bersertifikasi CHSE yang siap menerima kunjungan wisatawan khususnya domestik, juga mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian/Lembaga. Dukungan ini terlihat dari ditandatanganinya Dukungan Penyediaan Akomodasi Untuk Peningkatan Pariwisata The Nusa Dua Bali antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Kemenkomarves) dan ITDC dalam upaya meningkatkan kunjungan dan okupansi kawasan The Nusa Dua melalui program Work From Bali. “Dengan meningkatnya kunjungan ke The Nusa Dua melalui program Green Zone Destination dan Work From Bali, kami optimistis The Nusa Dua dapat menjadi lokomotif pemulihan pariwisata Bali. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian Pemerintah dan seluruh stakeholders terhadap kawasan yang kami kelola ini.” tutup Ardita.
Read MoreThe Nusa Dua, 10 Mei 2021 - Kawasan Pariwisata The Nusa Dua Bali, yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), siap menyambut masyarakat dan wisatawan lokal yang ingin mengisi libur Lebaran akhir minggu ini dengan kegiatan bersama keluarga yang aman dan nyaman, seperti staycation dan kuliner di dalam kawasan pariwisata yang telah menerapkan protokol Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE).Promo staycation yang ditawarkan di dalam kawasan The Nusa Dua antara lain Stay a Little Longer With Me This LEBARAN diThe Laguna a Luxury Collection Resort & Spa dengan harga mulai dari Rp 1.200.000 net per malam periode menginap sampai 18 Mei 2021, paket menginap di Courtyard by Marriott Bali Nusa Dua Resort dengan harga mulai dari Rp 620.000 ++ per kamar per malam dengan periode menginap sampai 18 Mei 2021, Lebaran Staycation di Mercure Bali Nusa Dua dengan harga mulai dari Rp 399.999 net per malam periode menginap sampai 31 Mei 2021, serta paket Mubarak Moment di Grand Hyatt Bali dengan harga Rp 1.188.000 ++ per kamar per malam periode menginap sampai 30 Juni 2021.Selain program staycation, sejumlah tenant juga menawarkan paket kuliner bagi masyarakat maupun wisatawan lokal yang ingin mengajak keluarga dan kerabat makan malam bersama, diantaranya The Laguna a Luxury Collection Resort & Spa dengan paket Eid Al-Fitr Night Market Dinner By The Beach di Arwana Restaurant dengan harga Rp 300.000 ++ per orang untuk dewasa, Rp 150.000 ++ per orang untuk anak usia 12 – 18 tahun serta gratis untuk anak yang berusia di bawah 12 tahun pada periode 12 – 14 Mei 2021, dan Courtyard by Marriott Bali Nusa Dua Resort yang menawarkan Halal Bihalal Special Package meliputi private dinner dengan keluarga seharga Rp 175.000 net per orang periode sampai 21 Mei 2021.Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, “Libur Lebaran tahun ini kembali kita jalani di tengah situasi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. Karenanya kami mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan Pemerintah terkait larangan mudik dan mengisi hari libur secara bijaksana dengan melakukan kegiatan-kegiatan di dalam kota atau wilayah dimana kita berada saat ini. Program staycation dan kuliner di kawasan The Nusa Dua yang kami tawarkan ini kami pastikan dapat menjadi kegiatan yang istimewa dan berkesan untuk dilakukan bersama keluarga dan kerabat, sambil menerapkan protokol kesehatan.”Selain dapat menikmati promo Lebaran di kawasan The Nusa Dua, wisatawan juga dapat menikmati berbagai fasilitas menarik diantaranya jogging dan bersepeda sambil menikmati pesona Water Blow Peninsula Island The Nusa Dua dimana Water Blow saat ini juga sudah dilengkapi dengan fasilitas pendukung protokol kesehatan diantaranya wastafel, toilet serta menerapkan crowd management untuk memastikan pelaksanaan physical distancing. Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati pengalaman berkendara dengan menggunakan mobil listrik di kawasan yang tidak hanya ramah lingkungan namun juga bersih dan nyaman karena kendaraan elektrik ini selalu disterilisasi sebelum dan sesudah digunakan.
Read MoreThe Mandalika, 8 Mei 2021 - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua Bali dan The Mandalika Lombok, NTB, pada hari Jumat 7 Mei 2021, menyalurkan 1.200 paket sembako dan 600 santunan kepada anak yatim piatu dan masyarakat pra-sejahtera di enam desa penyangga The Mandalika. Enam desa tersebut antara lain Desa Kuta, Prabu, Mertak, Sukadana, Rembitan dan Sengkol di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari program Safari Ramadhan, Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang digelar ITDC sebagai wujud kepedulian ITDC terhadap masyarakat di Desa Penyangga The Mandalika.Paket sembako yang diberikan masing-masing terdiri dari 5 kg beras premium, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng, 250 gr garam, 25 tab teh, 2 bungkus mie instan, dan 200 gr margarin, sementara santunan kepada anak yatim piatu berjumlah total Rp 60.000.000,00. Kedua bantuan tersebut diserahkan oleh Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro dan Vice President Corporate Secretary ITDC Miranti Nasti Rendranti kepada perwakilan masyarakat masing-masing Desa Penyangga The Mandalika bertempat di Plaza Masjid Nurul Bilad, The Mandalika.VP Corporate Secretary ITDC Miranti Nasti Rendranti menjelaskan bahwa bantuan ini diberikan dalam rangka mengurangi beban masyarakat pra-sejahtera menjelang Hari Raya Idul Fitri, khususnya di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. “Kita semua tahu bahwa saat ini pandemi COVID-19 yang berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat masih berlangsung. Kami menyampaikan bantuan sembako dan santunan kepada 600 anak yatim piatu ini dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan primer dan khusus lainnya utamanya untuk menyambut Idul Fitri yang masih akan kita rayakan di tengah-tengah pandemi ,” tutur Miranti.Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro menambahkan, ITDC yang merupakan BUMN juga harus dirasakan kehadirannya oleh seluruh lapisan masyarakat, apalagi dalam masa pandemi COVID-19. “Kedua kegiatan bantuan ini kami salurkan secara rutin setiap tahun sebagai bentuk kepedulian ITDC sebagai BUMN terhadap masyarakat. Jadi, BUMN bukan hanya ada untuk mengerjakan proyek strategis saja, melainkan turut berperan untuk hadir di tengah-tengah masyarakat serta membantu dalam menghadapi kondisi yang sulit,” jelasnya.Sementara itu, Kepala Desa Sengkol Lalu Satria Wijaya menyampaikan, “Sebagai perwakilan dari Desa Sengkol, kami mengucapkan terima kasih kepada ITDC atas bantuan yang telah disalurkan kepada masyarakat Desa Penyangga. Tentunya kami sangat terbantu, terutama bagi para lansia dan anak ya<m piatu yang paling memerlukan bantuan, bisa menerima paket sembako dan santunan ini.”.Kepala Desa Mertak Muhammad Syahnan menambahkan, “Sebagai perwakilan warga dari Desa Mertak, kami sampaikan puji syukur alhamdulillah atas bantuan yang diberikan oleh ITDC kepada kami. Program ini juga sesuai dengan program desa untuk menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang sangat membutuhkan.”.Sekertaris Desa Kuta Mardan menuturkan, “Kami perwakilan dari masyarakat Desa Kuta mengapresiasi ITDC yang selalu menunjukkan kepeduliannya dan turut andil dalam membantu masyarakat Desa Penyangga yang juga bertepatan di momen besar menjelang Idul Fitri. Bantuan ini sangat membantu kami terutama di masa pandemi COVID-19, dimana masyarakat berkurang daya belinya dikarenakan penghasilan yang minim, sehingga sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi menjelang Idul Fitri, sebagai kebiasaan warga desa kami sering membuat makanan saat lebaran, sehingga bantuan ini bisa dimanfaatkan juga untuk bahan memasak.”.Selain berharap bantuan Safari Ramadhan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh se<ap penerima, ITDC juga berharap agar pandemi COVID-19 segera berakhir sehingga industri pariwisata bisa segera bangkit dan perekonomian masyarakat pulih. “Kami mohon doa dan dukungan masyarakat sekitar kepada ITDC dalam mewujudkan pengembangan dan pembangunan The Mandalika sebagai kawasan pariwisata kelas dunia yang terintegrasi, sehingga bisa semakin memberikan multiplier effect bagi masyarakat sekitar,” tutup Bram.
Read More