PT Pengembangan Pariwisata Indonesia or Indonesia Tourism Development Corporation, has rebranded as InJourney Tourism Development Corporation. As part of PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) or InJourney, in accordance with Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 72 of 2021 and Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 104 of 2021. InJourney is present as a holding ecosystem of State-Owned Enterprises in the aviation and tourism sectors in Indonesia, committed to bringing Indonesia's hospitality and cultural diversity to the world, encouraging the revival of the tourism sector, and orchestrating collaboration and integration in the tourism industry.InJourney Tourism Development Corporation is a company that focuses on the development and management of integrated tourism areas in Indonesia, for 50 years has successfully managed The Nusa Dua "Bali's Finest Family-Friendly Resort Haven", a famous tourism area in the south of the island of Bali. The area has become a popular vacation destination thanks to the presence of many luxury hotels within the area. The development of The Nusa Dua began in 1974 as the World Bank's first tourism project for Indonesia, and has now become a benchmark for future destinations.The Nusa Dua area is equipped with international-standard infrastructure, accommodation, and meeting facilities, making the area host to various official international events such as APEC 2013, Bali Democratic Forum, Miss World 2013, and IMF-World Bank Group Annual Meetings 2018 and G20 Presidency in 2022.In addition to The Nusa Dua, InJourney Tourism Development Corporation is also entrusted with the development of The Mandalika area in Central Lombok, West Nusa Tenggara (NTB), which has an area of 1,175 hectares. The Mandalika "The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination" has been a Special Economic Zone (SEZ) since 2017 and has attracted an investment of USD 1.3 billion. Currently, The Mandalika is being created as a world-class tourism destination with various international facilities and attractions, including Pertamina Mandalika International Circuit, which hosts world motorcycle racing events such as WSBK, MotoGP and Asian Road Racing Championship (ARRC).Not only that, InJourney Tourism Development Corporation also received the third assignment from the Government to develop The Golo Mori "Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination" area in West Manggarai Regency, East Nusa Tenggara (NTT). Within this area is a world-class convention center, the Golo Mori Convention Center (GMCC), which offers stunning views overlooking Rinca Island. With international-standard Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE) facilities, GMCC has become the venue for the 2023 ASEAN Summit. In addition, GMCC is also equipped with a Beach Club and Pier, making The Golo Mori a new tourism icon in the Labuan Bajo area and is being prepared to become a new Tourism Special Economic Zone in Indonesia.Company Profile ITDC: Download here
To conduct business in the tourism sector, as well as optimize the utilization of the Company's resources to produce high-quality and highly competitive goods and or services to gain/pursue profits to improve Company value by applying the principles of a Limited Liability Company, the Company carries out main business activities and other business activities.
Currently ITDC is in the process of financing program with the Asian Infrastructure Investment Bank ("AIIB") to develop a basic infrastructure facilities in the Mandalika tourism area on the island of Lombok ("Project"). The project covering an area of 1,250 Ha aims to create new job opportunities, improve the economy of the community, increase the country's foreign exchange, protect and preserve local culture, nature and the environment.Although this Project is focused on The Mandalika, it is expected that the impact of its development will also provide benefits in the wider region, support sustainable development, reduce poverty in Central Lombok Regency in particular and West Nusa Tenggara Province in general, and contribute to the Indonesian tourism competitiveness as a whole.
Grow your business with Indonesia Tourism Development Cooperation projects in developing new tourism area in Indonesia with high standarts.
e-Procurement for the means of procurement of goods / services, inter-unit procurement information, in accordance with the Guidelines for procurement of goods / services applicable at PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) which is done online application facilities.
ITDC's vision is to become a world class tourism destination developer that is offering world class tourism infrastructure, facilities, and attractions.
In conforming the information needs for people, ITDC provides wide access to search for information on our activities in Indonesia.
The Nusa Dua, 7 Mei 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui anak usahanya, ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU), terus memperkuat implementasi pengelolaan kawasan pariwisata berkelanjutan melalui pengembangan sistem Integrated Waste Management dan utilitas terintegrasi di kawasan The Nusa Dua. Komitmen tersebut mendapat perhatian dalam kunjungan kerja Komisi VII DPR RI pada Selasa, 5 Mei 2026, yang meninjau langsung implementasi sistem pengelolaan lingkungan dan utilitas kawasan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) di The Nusa Dua, Bali.The Nusa Dua adalah destinasi pariwisata terintegrasi pertama di Indonesia yang dikembangkan sejak 1973. The Nusa Dua telah berkembang dari proyek berbasis dukungan World Bank menjadi benchmark nasional pengembangan kawasan pariwisata berkelanjutan. Kawasan seluas 350 hektar, saat ini menaungi lebih dari 20 hotel internasional, sekitar 5.000 kamar, menyerap ±21.000 tenaga kerja, serta melayani sekitar ±3,8 juta kunjungan wisatawan setiap tahun.Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar menyampaikan bahwa pengembangan kawasan pariwisata masa depan perlu didukung oleh infrastruktur hijau dan sistem utilitas yang berkelanjutan, “The Nusa Dua merupakan bukti nyata keberhasilan pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan melalui sistem utilitas dan pengelolaan limbah yang modern, terintegrasi, dan berbasis sirkular,” ujarnya.Dalam pengelolaan kawasan, ITDC melalui ITDC NU mengembangkan berbagai utilitas strategis meliputi pengolahan air bersih melalui Seawater Reverse Osmosis (SWRO), reclaim water, pengolahan air limbah, dan distribusi Liquefied Natural Gas (LNG). Sementara itu, pengelolaan sampah terpadu, dan fasilitas komposting kawasan dikelola oleh Strategic Business Unit (SBU) The Nusa Dua sebagai bagian dari implementasi Integrated Waste Management System.Saat ini, produksi sampah di kawasan The Nusa Dua mencapai sekitar ±32,3 ton per hari, dimana sekitar 70,5%-nya ialah sampah organik yang diolah kembali menjadi kompos. Secara keseluruhan, sekitar 95% sampah kawasan telah dikelola secara sistematis dan terintegrasi melalui pendekatan circular economy. Sampah organik diolah menjadi kompos untuk dimanfaatkan kembali pada kebutuhan landscape kawasan, sedangkan sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang atau dimanfaatkan kembali sebagai material bernilai ekonomi.Melalui sistem tersebut, ITDC membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis sirkular yang mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai tambah sekaligus mendukung operasional kawasan yang lebih ramah lingkungan.Selain pengelolaan sampah, kawasan The Nusa Dua juga mengimplementasikan Integrated Lagoon & Utilities System yang berfungsi sebagai centralized utility system kawasan. Sistem ini mencakup pengolahan air limbah, pengolahan air bersih, fasilitas komposting, hingga distribusi gas terintegrasi.Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Dr. Evita Nursanty, M.Sc menilai pendekatan yang diterapkan ITDC dapat menjadi model pengembangan kawasan berkelanjutan yang relevan untuk direplikasi di berbagai destinasi nasional. “Model integrated waste management dan pengolahan air berbasis sirkular yang dikembangkan ITDC menjadi solusi strategis bagi destinasi pariwisata Indonesia, khususnya wilayah kepulauan dan wisata bahari, melalui pengelolaan sampah terintegrasi, daur ulang air limbah, serta pemanfaatan teknologi desalinasi untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan ketahanan air bersih jangka panjang,” ucapnya.Implementasi circular water system di kawasan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 40%, dengan seluruh kebutuhan irigasi kawasan berasal dari air daur ulang hasil pengolahan air limbah. Di sisi energi, penggunaan LNG sebagai substitusi LPG turut mendukung operasional rendah karbon dengan kontribusi penurunan emisi sebesar 12%. Selain itu, sekitar 25% pasokan listrik untuk operasional utilitas ditargetkan berasal dari energi terbarukan, sehingga secara keseluruhan mampu menghasilkan reduksi emisi hingga ±984 ton CO₂ per tahun.Melalui implementasi prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), pengelolaan lingkungan berbasis teknologi, efisiensi energi, serta optimalisasi sumber daya air, ITDC terus memperkuat positioning kawasan melalui pendekatan Green Infrastructure, Smart Utilities, dan Circular System.“Kunjungan Komisi VII DPR RI ini diharapkan semakin memperkuat dukungan terhadap pengembangan model kawasan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Model pengembangan The Nusa Dua dinilai memiliki potensi besar untuk direplikasi di berbagai destinasi nasional lainnya sebagai bagian dari upaya mendukung penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa negara, dan penguatan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.”“The Nusa Dua menjadi model nyata kawasan pariwisata terintegrasi berbasis ESG yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan melalui sistem sirkular dan infrastruktur hijau” tutup Fajar.“
The Mandalika, 05 Mei 2026 – Sebanyak 563 peserta yang terdiri dari wisatawan, komunitas wellness, hingga masyarakat lokal memadati gelaran Mandalika Wellness & Cultural Festival 2026 yang berlangsung di Bazaar Mandalika, The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (3/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat aktivasi kawasan dan mendorong diversifikasi atraksi wisata berbasis wellness dan budaya.Festival ini menghadirkan serangkaian aktivitas yang mengedepankan gaya hidup sehat dan interaksi sosial antar peserta. Mulai dari sunrise yoga, mini seminar, cek kesehatan gratis, pranic healing, pembagian makanan sehat, hingga pertunjukan musik interaktif dan lomba mewarnai. Dalam pengembangan kawasan, ITDC juga menjadikan panggung Bazaar Mandalika sebagai ruang aktualisasi seni dan budaya, yang diharapkan dapat meningkatkan atraksi wisata di The Mandalika. Rangkaian program tersebut dirancang untuk memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperluas daya tarik The Mandalika bagi berbagai segmen pengunjung.General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari strategi ITDC dalam mengoptimalkan pemanfaatan kawasan, di luar penyelenggaraan event internasional, sekaligus membuka peluang pasar baru pada sektor pariwisata. “Melalui program seperti ini, kami ingin memperkenalkan ekosistem pariwisata yang lebih beragam, termasuk wellness tourism. Aktivasi kawasan berbasis komunitas menjadi salah satu kunci meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan kunjungan secara berkelanjutan,” ujar Pari.Mandalika Wellness & Cultural Festival 2026 ikut memberi manfaat langsung dengan lebih dari 300 orang menerima layanan kesehatan serta program makanan sehat. Inisiatif ini sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas hidup dan mendorong pendekatan preventif di bidang kesehatan masyarakat, melalui edukasi gizi dan pola hidup sehat.Pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan kondusif, serta mendapatkan respons positif dari peserta dan pengunjung. Antusiasme itu mencerminkan potensi pengembangan event berbasis wellness and culture sebagai salah satu new growth driver atau sumber pertumbuhan baru, yang mendorong pengembangan kawasan The Mandalika ke depan.ITDC akan terus mendorong penyelenggaraan event tematik untuk mengaktivasi kawasan secara konsisten, memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism and wellness, serta menciptakan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata dan perekonomian lokal. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan, dalam mengembangkan The Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia yang berkelanjutan.
The Mandalika, 03 Mei 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) resmi menunjuk I Made Pari Wijaya sebagai General Manager (GM) The Mandalika, menggantikan Agus Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sementara (PGS) GM. Penunjukan ini ditandai melalui serah terima jabatan yang berlangsung di Pullman Lombok Mandalika Beach Resort, pada Minggu (3/5). Penunjukan Pari Wijaya adalah langkah strategis perusahaan, dalam mempercepat pengembangan kawasan, sekaligus memperkuat kinerja operasional dan daya tarik investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Agus Setiawan sudah menjadi bagian dari ITDC sejak 1 Februari 2013 dan mengawali kariernya di The Mandalika. Sebelum menjabat sebagai PGS GM, Agus mengemban amanah sebagai Vice President Project Engineering & Construction. Memiliki latar belakang Teknik Sipil dari Universitas Mataram, Agus mempunyai peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan memastikan kesiapan berbagai fasilitas strategis di kawasan.Agus Setiawan menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak selama masa kepemimpinannya, serta harapannya pada keberlanjutan pengembangan kawasan ke depan. “Menjadi bagian dari perjalanan pengembangan The Mandalika menjadi pengalaman yang amat berharga. Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh tim dan stakeholder yang bersama-sama membangun kawasan ini hingga mencapai progres seperti sekarang. Saya percaya, di bawah kepemimpinan yang baru, The Mandalika akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pariwisata nasional,” ujarnya.Sementara itu, Pari Wijaya telah bergabung dengan ITDC sejak 1 Agustus 2006 dan memulai karier di The Nusa Dua sebagai staf operasional. Ia kemudian mengemban berbagai peran strategis, mulai dari Kasi Perencanaan, Kepala Bagian Pengembangan, hingga Vice President Operation The Nusa Dua. Sejak 2019, Pari dipercaya sebagai Vice President Operation The Mandalika dengan fokus pada tata kelola operasional dan pengembangan kawasan pariwisata, termasuk dalam mendukung kesiapan layanan dan penyelenggaraan event internasional di KEK Mandalika.Selain itu, Pari juga memegang peran strategis sebagai bagian dari Design Committee The Mandalika sejak 2024, Tim Transisi BTDC menjadi ITDC pada 2008, serta Ketua Tim Penyelesaian Lahan dan Ketua Tim Aktivasi Bazaar. Dengan latar belakang Teknik Arsitektur dari Universitas Udayana, ia memiliki pemahaman komprehensif dalam pengelolaan kawasan pariwisata terintegrasi.Pari menyampaikan komitmennya dalam menjalankan amanah baru tersebut sekaligus arah pengembangan kawasan ke depan. “Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan penuh komitmen. KEK Mandalika memiliki kompleksitas yang sangat tinggi, sehingga diperlukan penguatan tata kelola operasional dan kolaborasi yang solid dengan seluruh stakeholder. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk mendorong pertumbuhan revenue, guna memastikan The Mandalika tetap menjadi destinasi unggulan yang kompetitif di tingkat global. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan The Mandalika sebagai generator pertumbuhan pariwisata di Lombok,” ujar Pari.Melalui transisi kepemimpinan yang dilakukan, ITDC menunjukkan komitmen untuk terus mendorong pengembangan KEK Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia berbasis sportainment, yang tidak hanya menghadirkan berbagai event internasional, tetapi juga mampu meningkatkan daya tarik investasi kawasan, guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah.
The Mandalika, 30 April 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) telah melaksanakan penataan dan perawatan menyeluruh area Grandstand A dan B di Mandalika International Circuit, sebagai bagian dari upaya menjaga standar fasilitas bertaraf internasional. Kegiatan ini mencakup penanganan kebersihan dan pemeliharaan optimal pada atap dan kursi penonton, yang dilakukan secara bertahap pada 20 sampai dengan 29 April 2026, Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Tim Operation & Service The Mandalika bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Lombok Tengah.Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian kesiapan kawasan dalam mendukung penyelenggaraan Mandalika Racing Series yang telah berlangsung pada 24–26 April 2026 lalu, serta menyambut GT World Challenge Asia 2026 yang akan digelar pada 1–3 Mei 2026. Kesiapan tersebut tidak hanya difokuskan pada aspek teknis lintasan, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas fasilitas serta kenyamanan kawasan secara menyeluruh.Dalam pelaksanaannya, ITDC menerjunkan 20 Tim Operation & Service The Mandalika dan 8 personel Damkartan, dengan dukungan truk crane Operation & Maintenance The Mandalika untuk menjangkau area yang tinggi, sehingga proses pembersihan dapat dilakukan secara optimal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja. Selain itu, ITDC juga mengoptimalkan kebersihan kawasan melalui pemotongan rumput di area sirkuit dengan melibatkan 17 tenaga waste management dan 13 tenaga cleaning services untuk memastikan lingkungan tetap rapi dan nyaman bagi pengunjung.Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyampaikan bahwa berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan kesiapan kawasan secara menyeluruh. “Kami memastikan setiap aspek kesiapan sirkuit, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas kawasan, dapat memenuhi standar penyelenggaraan event berskala internasional. Hal ini penting untuk menghadirkan pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh penonton maupun peserta,” ujar Troy.Sejalan dengan kesiapan fasilitas, ITDC melalui Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai bagian dari ITDC Group juga memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan melalui program InJourney Green. Salah satu implementasinya dilakukan melalui kegiatan penanaman pohon di area belakang Grandstand A pada Rabu (29/4). Program ini merupakan bagian dari kampanye keberlanjutan yang diinisiasi oleh InJourney sebagai holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, yang dijalankan bersama ITDC dan MGPA. Penanaman pohon dilakukan dengan menggunakan jenis tanaman fast growing seperti Gamelina (jati putih) dan bibit pohon Sengon yang dibagikan kepada masyarakat disekitar circuit The Mandalika.Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi komitmen dalam menghadirkan motorsport yang berkelanjutan. “Kami tidak hanya fokus pada penyelenggaraan event balap kelas dunia, tetapi juga memastikan setiap kegiatan di sirkuit berdampak positif bagi lingkungan. Penanaman pohon ini adalah langkah nyata dalam menjaga keseimbangan alam di kawasan The Mandalika,” ungkapnya.ITDC menegaskan, peningkatan kualitas fasilitas dan pengelolaan kawasan dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya menguatkan posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.Dengan berbagai kesiapan yang terus dimaksimalkan, ITDC optimis penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 dapat berjalan lancar, mampu memberi kontribusi positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah, serta kian mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
The Mandalika, 29 April 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat kesiapan penyelenggaraan ajang balap internasional melalui koordinasi intensif dengan pemangku kepentingan strategis. Hal ini diwujudkan melalui kunjungan ITDC bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) ke Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin, (27/4), guna memastikan kesiapan pengamanan secara menyeluruh. Koordinasi ini difokuskan pada dua agenda besar di The Mandalika, yakni GT World Challenge Asia 2026 pada 1–3 Mei 2026 serta MotoGP 2026 pada 9–11 Oktober 2026, yang diproyeksikan akan menarik perhatian internasional dan menghadirkan ribuan penonton.Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, yang memimpin langsung kunjungan tersebut menegaskan bahwa ITDC memastikan seluruh aspek penyelenggaraan ajang dipersiapkan secara komprehensif, termasuk dari sisi keamanan kawasan. “GT World Challenge Asia menjadi momentum pembuka rangkaian event internasional tahun ini di Mandalika International Circuit, sekaligus memperkuat posisi strategis sirkuit dalam kalender balap dunia. Sementara itu, MotoGP tetap menjadi flagship event yang menghadirkan eksposur global dan dampak ekonomi signifikan bagi daerah dan negara,” ujar Troy.“Dalam hal ini, kami juga mengharapkan dukungan penuh dari Polda NTB untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan, baik pada tahap persiapan maupun pelaksanaan, dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” tambahnya.Pertemuan tersebut turut membahas strategi pengamanan terpadu yang dirancang secara menyeluruh, mulai dari pengaturan akses keluar-masuk kawasan, rekayasa dan pengendalian arus pengunjung, hingga pengamanan pada titik-titik strategis di dalam dan sekitar kawasan The Mandalika. Pendekatan ini tidak hanya difokuskan pada saat pelaksanaan event, tetapi juga mencakup tahap persiapan secara menyeluruh.Selain itu, aspek pengamanan terhadap aktivitas kawasan yang berjalan paralel juga menjadi perhatian, termasuk kegiatan pembangunan oleh investor serta proses penyiapan lahan dalam mendukung percepatan pengembangan infrastruktur dan fasilitas penunjang pariwisata. Sinergi antara pengelola kawasan dan aparat keamanan dinilai krusial untuk memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Kapolda NTB, Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si., menyampaikan kesiapan jajarannya dalam mendukung pengamanan kedua event tersebut. “Kami siap memberikan dukungan pengamanan secara maksimal, baik untuk GT World Challenge Asia maupun MotoGP, melalui penguatan pengamanan terpadu di seluruh area kawasan dan titik-titik strategis. Kami juga memastikan situasi kamtibmas di kawasan The Mandalika tetap kondusif, sehingga seluruh rangkaian kegiatan, baik pada tahap persiapan maupun pelaksanaan, dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menambahkan, bahwa sinergi dengan aparat keamanan menjadi faktor kunci dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan ajang internasional tersebut. “Koordinasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh rangkaian event di The Mandalika berjalan aman dan lancar, baik pada tahap persiapan maupun saat pelaksanaan,” ujarnya.Melalui sinergi yang semakin erat antara ITDC, MGPA, dan Polda NTB, penyelenggaraan GT World Challenge Asia dan MotoGP 2026 di The Mandalika diharapkan dapat berlangsung aman, lancar, serta semakin memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
The Nusa Dua, 27 April 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas kawasan The Nusa Dua, melalui program rejuvenasi di Peninsula Island, The Nusa Dua. Hingga Minggu ke-16 (periode 12-18 April 2026), progres pekerjaan menunjukkan capaian realisasi sebesar 14, 42%.Seiring berjalannya pekerjaan di lapangan, sejumlah paket pekerjaan utama juga menunjukkan perkembangan signifikan, antara lain: pekerjaan peremajaan dan penataan jalan akses Gate AC hingga Peninsula Island yang mencapai progres 30,48%, pekerjaan akses Water Blow dan penataan Peninsula Island mencapai progres 74,91%, serta pekerjaan instalasi limbah, resapan, dan Ground Water Tank (GWT) mencapai progres 12,63%.General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan bahwa program rejuvenasi ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam menjaga daya saing The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata premium yang berkelanjutan. “Rejuvenasi yang kami fokuskan saat ini di area Peninsula Island, tidak hanya untuk meningkatkan estetika kawasan, tetapi juga memastikan standar infrastruktur dan fasilitas publik yang lebih adaptif terhadap kebutuhan event internasional dan wisata berkualitas,” ujarnya.Fokus utama pengerjaan saat ini mencakup penataan akses kawasan, peningkatan lanskap, serta penguatan fasilitas pendukung yang bertujuan untuk menghadirkan pengalaman ruang publik yang lebih nyaman, aman, dan berkelas bagi wisatawan maupun pelaku industri pariwisata.Sejumlah pekerjaan telah dilaksanakan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, antara lain penataan area Water Blow yang dilengkapi dengan penambahan fasilitas wedding venue, pembangunan area baru untuk stage, pemasangan batu andesit sebagai finishing jalur pedestrian, penataan jalan akses menuju Peninsula, pembangunan unit-unit resapan air hujan di area jalan kawasan The Bay, serta pengembangan fasilitas pendukung berupa toilet wisatawan dan bale massage bagi kelompok paguyuban.Selain itu, berbagai langkah strategis juga telah disiapkan, termasuk penguatan pengawasan kualitas konstruksi, serta pengadaan material untuk mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan.Program rejuvenasi Peninsula Island ini diharap bisa selesai secara bertahap sesuai target, sehingga mampu menghadirkan wajah baru kawasan The Nusa Dua yang lebih terintegrasi, modern, dan berdaya saing global. Upaya ini sekaligus memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai world class tourism destination yang mengedepankan kualitas, keberlanjutan, dan pengalaman wisata yang unggul.
With more than 40 years of business experience ITDC is strongly committed to maintain the values of integrity through optimizing the application of the Good Corporate Governance (GCG) principles.
With more than 40 years of business experience ITDC is strongly committed to maintain the values of integrity through optimizing the application of the Good Corporate Governance (GCG) principles.
We'd love to hear from you! Please fill out our we'll contact you as soon as possible.
Jakarta Representative Office (021) 8064 2791
Mandalika Office (0370) 650 2339
Nusa Dua Office (Headquarters) (0361) 771010
Emergency Call The Nusa Dua
Posko Fire Brigade Security (+62361)771113
BIMC Emergency Call +62 811-3896-113
Kapolsek Kuta Selatan +62 361 772110
Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) +62 361 226045