PT Pengembangan Pariwisata Indonesia or Indonesia Tourism Development Corporation, has rebranded as InJourney Tourism Development Corporation. As part of PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) or InJourney, in accordance with Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 72 of 2021 and Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 104 of 2021. InJourney is present as a holding ecosystem of State-Owned Enterprises in the aviation and tourism sectors in Indonesia, committed to bringing Indonesia's hospitality and cultural diversity to the world, encouraging the revival of the tourism sector, and orchestrating collaboration and integration in the tourism industry.InJourney Tourism Development Corporation is a company that focuses on the development and management of integrated tourism areas in Indonesia, for 50 years has successfully managed The Nusa Dua "Bali's Finest Family-Friendly Resort Haven", a famous tourism area in the south of the island of Bali. The area has become a popular vacation destination thanks to the presence of many luxury hotels within the area. The development of The Nusa Dua began in 1974 as the World Bank's first tourism project for Indonesia, and has now become a benchmark for future destinations.The Nusa Dua area is equipped with international-standard infrastructure, accommodation, and meeting facilities, making the area host to various official international events such as APEC 2013, Bali Democratic Forum, Miss World 2013, and IMF-World Bank Group Annual Meetings 2018 and G20 Presidency in 2022.In addition to The Nusa Dua, InJourney Tourism Development Corporation is also entrusted with the development of The Mandalika area in Central Lombok, West Nusa Tenggara (NTB), which has an area of 1,175 hectares. The Mandalika "The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination" has been a Special Economic Zone (SEZ) since 2017 and has attracted an investment of USD 1.3 billion. Currently, The Mandalika is being created as a world-class tourism destination with various international facilities and attractions, including Pertamina Mandalika International Circuit, which hosts world motorcycle racing events such as WSBK, MotoGP and Asian Road Racing Championship (ARRC).Not only that, InJourney Tourism Development Corporation also received the third assignment from the Government to develop The Golo Mori "Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination" area in West Manggarai Regency, East Nusa Tenggara (NTT). Within this area is a world-class convention center, the Golo Mori Convention Center (GMCC), which offers stunning views overlooking Rinca Island. With international-standard Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE) facilities, GMCC has become the venue for the 2023 ASEAN Summit. In addition, GMCC is also equipped with a Beach Club and Pier, making The Golo Mori a new tourism icon in the Labuan Bajo area and is being prepared to become a new Tourism Special Economic Zone in Indonesia.Company Profile ITDC: Download here
To conduct business in the tourism sector, as well as optimize the utilization of the Company's resources to produce high-quality and highly competitive goods and or services to gain/pursue profits to improve Company value by applying the principles of a Limited Liability Company, the Company carries out main business activities and other business activities.
Currently ITDC is in the process of financing program with the Asian Infrastructure Investment Bank ("AIIB") to develop a basic infrastructure facilities in the Mandalika tourism area on the island of Lombok ("Project"). The project covering an area of 1,250 Ha aims to create new job opportunities, improve the economy of the community, increase the country's foreign exchange, protect and preserve local culture, nature and the environment.Although this Project is focused on The Mandalika, it is expected that the impact of its development will also provide benefits in the wider region, support sustainable development, reduce poverty in Central Lombok Regency in particular and West Nusa Tenggara Province in general, and contribute to the Indonesian tourism competitiveness as a whole.
Grow your business with Indonesia Tourism Development Cooperation projects in developing new tourism area in Indonesia with high standarts.
e-Procurement for the means of procurement of goods / services, inter-unit procurement information, in accordance with the Guidelines for procurement of goods / services applicable at PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) which is done online application facilities.
ITDC's vision is to become a world class tourism destination developer that is offering world class tourism infrastructure, facilities, and attractions.
In conforming the information needs for people, ITDC provides wide access to search for information on our activities in Indonesia.
The Mandalika, 04 Februari 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama dengan PT Angkasa Pura Support (APS) di Hotel Pullman Lombok Mandalika Beach Resort pada Rabu (4/2).Hal ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas layanan dan kesiapan operasional The Mandalika sebagai destinasi sportainment bertaraf internasional, sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja lokal.Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyampaikan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas layanan kawasan tetap terjaga secara konsisten, tetapi juga memberikan dampak sosial ekonomi yang nyata bagi masyarakat desa penyangga. “Kolaborasi dengan Angkasa Pura Support merupakan bagian dari upaya ITDC untuk memastikan standar pelayanan kawasan The Mandalika, sekaligus membuka peluang kerja dan meningkatkan peran masyarakat lokal sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan kawasan yang berkelanjutan,” ujarnya.Kontrak kerja sama ditandatangani oleh Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, dan Plt. Direktur Operasi PT Angkasa Pura Support, Shintauli Tinambunan, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga standar kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan operasional kawasan seiring meningkatnya aktivitas pariwisata dan penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional di The Mandalika.Kerja sama antara ITDC dan PT Angkasa Pura Support telah terjalin secara konsisten sejak tahun 2022, diawali melalui dukungan jasa pengamanan penyelenggaraan MotoGP, termasuk pengamanan Tier 2 pada fase official test dan pelaksanaan event utama. Kolaborasi ini kemudian berlanjut dan diperkuat pada periode 2023-2025 melalui jasa pengamanan kawasan The Mandalika, pekerjaan mekanikal, elektrikal, plumbing, dan sipil (MEP), serta dukungan cleaning service, waste management, dan pengamanan event MotoGP 2024 dan 2025.Memasuki tahun 2026, kesinambungan kolaborasi tersebut kembali ditegaskan melalui penandatanganan tiga kerja sama baru yang mencakup pemeliharaan landscape area akses jalan provinsi dan zona timur kawasan, pemeliharaan dan kebersihan common area zona barat The Mandalika, serta jasa driver operasional kantor The Mandalika. Seluruh lingkup pekerjaan tersebut secara langsung menyerap tenaga kerja dari desa-desa penyangga The Mandalika.Plt. Direktur Operasi Angkasa Pura Support, Shintauli Tinambunan, menegaskan komitmen PT Angkasa Pura Support dalam menjalankan kerja sama ini secara profesional dengan tetap mengedepankan aspek sosial dan keberlanjutan. “Kepercayaan yang diberikan ITDC merupakan amanah yang akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Selain memastikan kualitas layanan dan operasional di The Mandalika, kami juga berkomitmen mendorong keterlibatan tenaga kerja lokal sebagai bagian dari pengelolaan kawasan yang berkelanjutan,” jelasnya.Ketiga kerja sama tersebut melibatkan total 84 tenaga kerja lokal yang seluruhnya berasal dari desa penyangga kawasan The Mandalika. Dibandingkan periode sebelumnya, terjadi peningkatan jumlah supervisor, koordinator, dan tenaga pelaksana, yang mencerminkan penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal seiring dengan peningkatan standar pelayanan kawasan.Melalui kolaborasi yang berkelanjutan dan konstruktif ini, ITDC berharap dapat terus memperkuat kualitas layanan dan efisiensi operasional kawasan, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar, serta memastikan The Mandalika tumbuh sebagai destinasi sportainment kelas dunia yang inklusif dan berkelanjutan.
The Nusa Dua, 3 Februari 2026 — InJourney Tourism Development Corporation melalui Strategic Business Unit (SBU) The Nusa Dua berkolaborasi dengan Merusaka Nusa Dua yang juga hotel di bawah naungan InJourney Group menyelenggarakan Pelatihan Paguyuban Pedagang Pantai Kawasan The Nusa Dua yang berlangsung di Wantilan, Kantor ITDC, pada Selasa (3/2). Pelatihan dibawakan oleh Assistant Learning & Development Manager, Ni Made Ayu Ratna Sulistya Dewi.Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari Koperasi Unit Desa (KUD) Yasa Segara Bengiat, Paguyuban Mertha Segara, dan Paguyuban Sekar Nusa, sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat lokal di The Nusa Dua. Pelatihan paguyuban pedagang pantai ini akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun 2026 sebagai wujud kolaborasi InJourney Group untuk masyarakat.Materi pelatihan difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu Sustainability/Green Initiative, Communication Skill in Hospitality Industry, dan Pencegahan Pelecehan Seksual, sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai standar pariwisata global.Vice President Commercial and Relation The Nusa Dua, Made Purnama Damayanti, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi antara ITDC The Nusa Dua dan Merusaka Nusa Dua dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat lokal. “Pelatihan ini merupakan wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas layanan, lingkungan, serta citra The Nusa Dua sebagai Bali’s Finest Family-Friendly Resort Haven yang berkelas dunia, dimana paguyuban pedagang pantai memiliki peran penting sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan wisatawan,” ujar Damayanti.Sejalan dengan hal tersebut, Executive Assistant Manager Merusaka Nusa Dua, Agung Aryawati menyampaikan sinergi antar member InJourney Group menjadi kunci dalam menjawab tantangan pariwisata saat ini. “Perkembangan pariwisata saat ini menuntut seluruh pelaku usaha di kawasan untuk terus meningkatkan profesionalisme layanan, sikap ramah dan beretika, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Semoga dengan kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya bagi kawasan, tetapi juga bagi keberlangsungan usaha masyarakat lokal,” papar Agung.Atas terselenggaranya pelatihan, Ketua KUD Yasa Segara Bengiat, I Wayan Sudarya, menyampaikan apresiasi. “Kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan peningkatan pengetahuan serta keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, sekaligus mendorong keberlanjutan usaha masyarakat lokal,” terangnya.“Melalui program ini, ITDC berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan materi pelatihan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari, sehingga kualitas layanan, keberlanjutan lingkungan, dan daya saing kawasan The Nusa Dua dapat terus terjaga,” tutup Damayanti.“Melalui program ini, ITDC berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan materi pelatihan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari, sehingga kualitas layanan, keberlanjutan lingkungan, dan daya saing kawasan The Nusa Dua dapat terus terjaga,” tutup Damayanti.
The Mandalika, 01 Februari 2026 – The Mandalika menyuguhkan sebuah pengalaman baru kepada wisatawan dan masyarakat, dengan menggelar Mandalika Art Performance, sebuah atraksi seni budaya yang diadakan di panggung Bazaar Mandalika, The Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.Berlangsung pada Sabtu (31/1) sore hingga malam hari, Mandalika Art Performance menampilkan beragam pertunjukan seni khas Lombok. Mulai dari Tari Gandrung, Tari Beriuk Tinjal, Gending Sasak, Cilokak Ensemble, hingga Tari Gendang dan Peresean yang jadi daya tarik bagi wisatawan.PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan menyebut, pergelaran Mandalika Art Performance menjadi bentuk uji coba aktivasi kawasan berbasis budaya, dan sekaligus sebagai pijakan awal dalam memperkaya pengalaman berwisata di The Mandalika, yang tak cuma menyajikan pesona keindahan alam dan event olahraga saja, tetapi juga melalui kekayaan seni budaya masyarakat Sasak. “Ini adalah langkah awal dari upaya kami menghadirkan pengalaman budaya yang lebih hidup di kawasan The Mandalika. Kami ingin melihat bagaimana aktivasi berbasis seni dan budaya ini dapat menarik wisatawan, menghidupkan area Bazaar Mandalika, sekaligus memberi ruang bagi pelaku seni lokal untuk tampil,” ujarnya.Pertunjukan ini melibatkan sejumlah komunitas dan pelaku budaya dari Desa Kuta, termasuk sanggar seni lokal, Karang Taruna, serta anak-anak Mandalika Child Learning Center (MCLC). Anak-anak binaan ITDC tersebut difasilitasi mengikuti pelatihan tari bersama sanggar lokal sebelum tampil di acara ini. Keterlibatan mereka menghadirkan nuansa yang lebih autentik sekaligus mencerminkan upaya berkelanjutan dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Sasak.Selain menjadi sarana hiburan bagi wisatawan, gelaran ini juga diharap bisa berdampak langsung bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di area Bazaar Mandalika. Sebab, aktivasi ini ikut meningkatkan kunjungan ke area komersial, terutama di luar periode event besar. “Kami ingin melihat bagaimana seni dan budaya dapat menjadi pemantik interaksi di kawasan. Hari ini adalah kesempatan bagi kami untuk belajar, mengevaluasi, dan melihat potensi ke depan,” tambah Agus.Dalam perspektif ESG ITDC, Mandalika Art Performance mencerminkan praktik Cultural Guardianship, yaitu pendekatan pengembangan kawasan pariwisata yang menempatkan masyarakat sebagai penjaga sekaligus penggerak nilai-nilai budaya. Melalui pelibatan sanggar lokal, Karang Taruna, hingga anak-anak Mandalika Child Learning Center (MCLC), ITDC memastikan bahwa pembangunan pariwisata di The Mandalika berjalan inklusif, berkelanjutan, serta berakar pada kearifan lokal—selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).Agus menilai bahwa ruang kolaborasi yang tercipta melalui Mandalika Art Performance tidak hanya dihadirkan sebagai bagian dari atraksi wisata, tetapi juga sebagai ekspresi budaya yang hidup, tumbuh, dan diwariskan oleh generasi setempat. Ia menambahkan, antusiasme wisatawan yang memenuhi area The Mandalika saat gelaran menunjukkan kuatnya karakter budaya Lombok sebagai daya tarik kawasan. “Kami berharap penyelenggaraan Mandalika Art Performance dapat menjadi momentum bagi The Mandalika untuk menampilkan identitas kawasan yang lebih beragam serta memperkuat peran budaya sebagai bagian penting dari pengalaman wisata yang kami tawarkan kepada publik,” tutup Agus.
The Nusa Dua, 28 Januari 2026 – The Nusa Dua memasuki fase penting dalam sejarah pengembangannya melalui pelaksanaan Kick Off Proyek Rejuvenasi Kawasan The Nusa Dua pada Rabu (28/1). Inisiatif ini adalah tonggak transformasi terbesar sejak kawasan mulai dikembangkan pada tahun 1973. Adapun tujuan rejuvenasi ini adalah menghadirkan The Nusa Dua sebagai destinasi yang lebih modern dan berkelanjutan tetapi tetap selaras dengan budaya serta kearifan lokal Bali.Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyampaikan bahwa rejuvenasi ini menandai komitmen kuat perusahaan dalam menjaga relevansi dan daya saing kawasan The Nusa Dua sebagai destinasi kelas dunia unggulan Indonesia. “Transformasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi langkah menyeluruh untuk memperkuat kualitas tata ruang, fasilitas publik, kenyamanan pengunjung, dan keberlanjutan lingkungan di kawasan. Kami ingin menghadirkan The Nusa Dua yang lebih tertata, lebih nyaman, dan lebih adaptif terhadap kebutuhan pariwisata modern, tanpa meninggalkan akar budaya Bali dan nilai-nilai lokal yang menjadi karakter kawasan.” ujarnya.Peremajaan The Nusa Dua mencakup peningkatan infrastruktur yang menjadi aspek utama kenyamanan wisatawan. ITDC melakukan overlay jalan sepanjang 3,7 km sebagai bagian dari peremajaan infrastruktur inti untuk meningkatkan daya dukung kawasan terhadap aktivitas pariwisata dan operasional harian. Pada area jalan setapak sepanjang 7,5 km juga akan diremajakan melalui penataan sistem pencahayaan kawasan. Khususnya pada titik-titik yang belum mendapat penerangan optimal, sehingga jalur pedestrian kini tampil lebih terang dan ramah bagi wisatawan pada malam hari. Selain itu, akses menuju Peninsula Island juga ditata ulang agar lebih teratur. Tak cuma itu, pengembangan fasilitas pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dengan luasan hingga 5.000 meter persegi menjadi bagian penting dari upaya memperkuat sistem manajemen lingkungan yang modern dan berkelanjutan di kawasan The Nusa Dua.Peninsula Island menjadi titik awal pelaksanaan rejuvenasi kawasan, karena area ini memegang peran penting sebagai ruang publik dan etalase utama The Nusa Dua. Pada tahap pertama, ITDC menata panggung penyelenggaraan event di Peninsula Island, peremajaan akses menuju Water Blow, serta pembangunan area wedding yang dirancang untuk memperkaya daya tarik wisata premium. Selain itu, Pulau Nusa Dharma, yang selama ini dikenal sebagai area tenang dan hijau, juga menjadi bagian dari rencana besar rejuvenasi The Nusa Dua. ITDC menyiapkan pulau tersebut sebagai wellness island dengan menambah fasilitas yoga, meditasi, serta aktivitas kebugaran dan kesehatan lainnya. ITDC memandang rejuvenasi ini sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga menghidupkan kembali roda ekonomi masyarakat, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan desa adat. Prosesi Ngeruak pada momen pelaksanaan Kick-off Proyek Rejuvenasi The Nusa Dua menjadi simbol bahwa setiap langkah pembangunan tetap melibatkan tradisi dan nilai-nilai adat Bali.Ahmad Fajar menegaskan bahwa pengelolaan ini dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan. “Kami memastikan bahwa seluruh proses rejuvenasi mengikuti masterplan kawasan serta didasarkan pada kajian dampak lingkungan, termasuk implementasi Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL), untuk memastikan pembangunan berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan budaya Bali. Penguatan infrastruktur dan fasilitas hanya akan memiliki makna jika tetap menjaga harmoni dengan masyarakat, adat, dan lingkungan. Dengan berbagai pembaruan tersebut, kawasan The Nusa Dua akan tampil lebih tertata, lebih nyaman, dan lebih siap menyambut berbagai kegiatan berskala nasional maupun global,” katanya.Peremajaan The Nusa Dua diproyeksikan berlangsung secara bertahap selama tiga tahun. Dimulai pada tahun 2026 hingga tahun 2028. Melalui pembaruan berkelanjutan, ITDC berharap The Nusa Dua dapat terus menjadi kebanggaan Indonesia, destinasi unggulan Bali, serta ruang publik premium yang membawa manfaat nyata bagi wisatawan, komunitas lokal, dan perekonomian daerah.
The Nusa Dua Bali, 20 Januari 2025 - Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memasuki tahun keempat kehadirannya di Tanah Air. InJourney mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis lintas portofolio, termasuk transformasi bandara dan peningkatan konektivitas udara, pengembangan destinasi budaya dan edukasi seperti Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah, pembangunan International Medical Tourism di KEK Sanur, serta pengembangan destinasi pariwisata The Mandalika dan The Golo Mori. Melalui Sarinah, InJourney juga konsisten membawa karya terbaik Indonesia ke panggung global. Rangkaian inisiatif ini berkontribusi pada peningkatan kinerja korporasi, yang tercermin dari posisi InJourney sebagai perusahaan ke-43 terbesar di Indonesia.InJourney semakin menguatkan perannya dalam menjadikan aviasi dan pariwisata sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian ini menjadi fondasi bagi InJourney untuk menjalankan peran ganda secara seimbang, yakni sebagai pencipta nilai (value creation) dan agen pembangunan (agent of development), melalui transformasi yang tidak hanya memperkuat kinerja internal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional, sektor aviasi dan pariwisata, serta kesejahteraan masyarakat melalui sinergi dengan para pemangku kepentingan.Memasuki tahun keempat perjalanannya, InJourney terus berkomitmen terhadap keberlanjutan sebagai arah utama transformasi. Selaras dengan tema “InJourney 4 Tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia”, keberlanjutan diposisikan sebagai kerangka berpikir dan bertindak dalam setiap inisiatif jangka panjang, menjadikan pariwisata sebagai investasi lintas generasi yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan sosial, serta membangun pijakan hijau bagi masa depan Indonesia.Komitmen InJourney terhadap pariwisata berkelanjutan berangkat dari keyakinan bahwa keberhasilan bisnis jangka panjang hanya dapat dicapai apabila pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui visi “Sustainable Tourism Economy and Creating Impact for Communities”, InJourney membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memperkuat komunitas lokal serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian integral dari strategi bisnis masa depan.Herdy Harman, Direktur SDM dan Digital InJourney, menekankan bahwa keberlanjutan dan tanggung jawab dalam berbisnis merupakan fondasi utama transformasi pariwisata nasional. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berhenti pada infrastruktur dan program, tetapi juga harus menyentuh aspek paling esensial, yaitu manusia.“Komitmen kami wujudkan melalui green initiative program di lingkungan InJourney Group, yang merupakan sebuah inisiatif untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Inisiatif ini kami rancang untuk menghasilkan dampak yang dapat diukur, konsisten, dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda transformasi InJourney dalam membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang ramah lingkungan,” tambah Herdy. Dari sisi aspek lingkungan (environmental), sebagai bagian dari penerapan ESG, InJourney menegaskan komitmen penurunan emisi sebesar 4.000 ton CO₂e. Komitmen tersebut merupakan langkah awal transformasi menuju operasional yang lebih hijau dan bertanggung jawab, sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap target Net Zero Emission yang ditetapkan Pemerintah Indonesia.Salah satu kawasan wisata yang dikelola InJorney melalui anak usahanya, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) yakni The Nusa Dua, Bali telah menerapkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dengan berprinsip pada tanggung jawab lingkungan. Troy Warokka, Direktur Operasi ITDC menjelaskan mengenai penerapan inisiatif hijau di kawasan ini adalah fondasi operasional untuk menjadikan kawasan ini menjadi destinasi premium yang resilien dan berkelanjutan. “Penerapan utilitas hijau seperti Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), Instalasii Pengelolaan Air Limbah (IPAL), Waste Management terintegrasi, dan Reclaim Water telah memastikan bahwa aktivitas pariwisata berjalan efisien, aman, dan tetap menjaga daya dukung lingkungan. Bagi ITDC, keberlanjutan bukan hanya agenda, tetapi fondasi operasional kawasan untuk memastikan The Nusa Dua tetap menjadi destinasi premium yang resilien dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tambahnya.The Nusa Dua, Bali, telah mengoperasikan fasilitas (SWRO) selama tiga bulan terakhir. Fasilitas ini mampu menghasilkan 331.382 m³ air bersih, dan saat beroperasi penuh, SWRO memiliki kapasitas produksi hingga 1.314.000 m³ air bersih per tahun. SWRO memanfaatkan air laut sebagai sumber air bersih alternatif, sehingga secara signifikan mengurangi ketergantungan kawasan terhadap air tanah dan sumber air tawar. Penerapan teknologi ini juga berperan penting dalam meningkatkan ketahanan air kawasan, menekan risiko kelangkaan air akibat perubahan iklim, serta memastikan keberlanjutan operasional pariwisata di The Nusa Dua. Penerapan fasilitas SWRO ini juga membawa ITDC NU entitas usaha dibawah ITDC menorehkan pencapaian bersejarah sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mendapatkan izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengolah air laut menjadi air layak untuk dikonsumsi melalui teknologi modern. Anak Agung Istri Ratna Dewi, Direktur Utama ITDC Nusantara Utilitas menyatakan penerapan SWRO merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan air kawasan sekaligus mendukung pengurangan tekanan terhadap air tanah. “Dengan teknologi yang aman dan terukur ini, kami memastikan pasokan air bersih yang stabil bagi seluruh tenant dan wisatawan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Pengakuan KKP sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh izin resmi pengolahan air laut menjadi air layak konsumsi menjadi bukti bahwa inovasi hijau dapat berjalan sejalan dengan efisiensi dan standar layanan yang tinggi.” ujarnya.
Jakarta, 16 Januari 2026 – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025, khususnya pada Semester II, di tengah dinamika industri pariwisata nasional dan global. Kinerja tersebut tercermin dari tingkat okupansi yang stabil dan jumlah kunjungan wisatawan yang tumbuh signifikan di seluruh kawasan yang dikelola ITDC. Yakni meliputi The Nusa Dua di Bali, The Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan The Golo Mori di Nusa Tenggara Timur (NTT). Stabilitas kinerja pada Semester II 2025 tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas pariwisata dan penyelenggaraan berbagai event nasional maupun internasional di tiap kawasan. Hal ini berdampak pada tingginya pergerakan wisatawan, penguatan positioning destinasi, dan menjaga kepercayaan pelaku industri pariwisata pada kawasan yang dikelola ITDC.Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama seluruh stakeholder dalam menciptakan kinerja kawasan pariwisata sepanjang tahun 2025 yang terjaga positif. “Sepanjang 2025, kami berhasil menjaga tingkat okupansi kawasan tetap stabil sekaligus mendorong pertumbuhan signifikan pada jumlah kunjungan. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata di kawasan yang kami kelola terus bergerak positif, baik melalui penguatan event, Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE), serta pengembangan pengalaman destinasi,” ujarnya.Di The Nusa Dua, rata-rata tingkat hunian hotel sepanjang 2025 tercatat sebesar 76,93%. Capaian ini diraih di tengah tantangan eksternal berupa penurunan perjalanan dinas dan aktivitas MICE pada awal tahun, sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Pusat. Tapi jumlah kunjungan kawasan menunjukkan pertumbuhan yang meningkat. Dari sekitar 3,2 juta kunjungan pada 2024 menjadi hampir 3,8 juta kunjungan pada 2025, atau tumbuh sekitar 18,5%. Peningkatan kunjungan ini mencerminkan tingginya pergerakan wisatawan, meskipun sebagian besar masih didominasi kunjungan harian yang belum sepenuhnya terkonversi menjadi hunian kamar.Di The Mandalika mencatat performa okupansi dengan rata-rata tingkat hunian hotel, sepanjang tahun 2025 berada di kisaran 55%. Kinerja tersebut didukung oleh tingginya aktivitas kawasan, dengan total kunjungan mencapai lebih dari 1,4 juta pengunjung sepanjang tahun. Puncak okupansi terjadi pada periode Juli hingga Agustus, seiring penyelenggaraan berbagai event nasional dan internasional serta momentum libur sekolah. Lonjakan hunian terjadi secara merata di berbagai kelas hotel, yang mencerminkan kuatnya multiplier effect event terhadap pergerakan wisatawan, sektor pariwisata, dan ekonomi lokal.Adapun The Golo Mori mencatat kinerja yang positif. Kunjungan kawasan sepanjang tahun 2025 mencapai 28.406 pengunjung. Realisasi kunjungan The Golo Mori melampaui target pada kedua semester 2025, masing-masing mencapai 139% pada Semester I dan 140% pada Semester II. Pertumbuhan tersebut didorong oleh strategi aktivasi kawasan yang kian terarah, melalui penyelenggaraan event berskala menengah hingga besar yang mampu mendatangkan jumlah pengunjung lebih tinggi, meski jumlah event yang diselenggarakan lebih terkurasi. Capaian ini menegaskan posisi The Golo Mori sebagai destinasi MICE yang terus berkembang dan semakin kompetitif.“Secara keseluruhan, capaian kinerja ketiga kawasan menegaskan efektivitas strategi pengelolaan destinasi yang dijalankan ITDC untuk menjadi Master Developer dan Asset Manager destinasi pariwisata Indonesia. Ke depan, ITDC berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kawasan, mendorong length of stay dan visitor spending yang lebih tinggi, serta memperkuat pengembangan event dan amenitas berstandar internasional untuk mendukung pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan,” tutup Ahmad Fajar.
With more than 40 years of business experience ITDC is strongly committed to maintain the values of integrity through optimizing the application of the Good Corporate Governance (GCG) principles.
With more than 40 years of business experience ITDC is strongly committed to maintain the values of integrity through optimizing the application of the Good Corporate Governance (GCG) principles.
We'd love to hear from you! Please fill out our we'll contact you as soon as possible.
Jakarta Representative Office (021) 8064 2791
Nusa Dua Office (Headquarters) (0361) 771010
Mandalika Office (0370) 650 2339